
selamat membaca
.
.
.
.
.
.
enjoy
🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈
Nara membuka matanya karena pintu kamar nya di ketuk oleh maminya,
Nara bangkit dari tempat tidurnya untuk membuka pintu kamar nya
cklek
Nara" ada apa mi ? masih pagi ni, Nara masih ngantuk
mami" ih anak gadis bangun kok siang siang sih
Nara" mi Nara udah bangun subuh , salat terus tidur lagi,dan sekarang Nara masih sangat mengantuk
mami" udah udah mandi dan bersiap Alvin sudah nunggu kamu di bawah
Nara" mau apa lagi sih, pagi pagi udah di rumah orang aja
mami" hus kamu ini, itu calon suami kamu loh udah sana mandi
Nara" iya iya mami
nara mulai membersihkan dirinya,setelah selesai nara turun menemui Alvin Dnegan wajah polos dan baju santai
Nara" ngapain sih pagi pagi sudah ke rumah orang, mau minta makan ya (kesal)
Alvin"(tersenyum) maaf kemarin aku benar benar lupa, aku tahu kamu marah, makanya aku datang lagi pagi ke sini
Nara" marah? marah kenapa ya? oooo iya jika Tidka ada kepentingan yang lain saya harap kamu bisa pulang
Nara hendak pergi meninggalkan alvin, namun Alvin menggenggam tangan Nara
Alvin" maaf sayang, aku benar benar minta maaf, aku benar benar lupa
Nara hendak menjawab namun mami lara datang membawa nampan berisi minuman
mami" loh kok pada berdiri , duduk dong, biar enak ngobrol nya
Nara" gak perlu mi, Alvin sudah mau pergi, ada meeting Matta nya (tersenyum) ya kan Vin
Alvin" sayang ...
Nara" iya aku paham, ya sudah sana nanti kamu terlambat
mami" yah Alvin, mami sudah buatkan kopi kamu malah mau pergi
Nara" ya udah mi, kopi nya kasih pak Idris aja biar gak mubazir
Alvin berpamitan pada mami lara, sebenarnya Alvin tidak ada meeting, hanya dia tahu jika Nara saat ini butuh waktu untuk memaafkan kesalahannya
Nara hanya menatap Alvin dari kejauhan saat Alvin meninggalkan rumah nya
mami" kalian sedang bertengkar
Nara"(terkejut) mami buat Nara kaget aja,
mami" kalian sedang bertengkar ?
Nara" tidak mi, kami baik baik saja,Hanay saja Alvin memang sangat sibuk (berbohong)
mami" benar, kamu gak bohong kan sama mami
__ADS_1
Nara" enggak mi,
"maaf mi, Nara gak mau buat mami sedih" dalam hati Nara
mami" ya sudah, mami ke dapur dulu, oooo iya nak tadi Rara menelpon tapi mami tidak angkat
Nara" (tersenyum) oke mi, Nara pergi ke kamar dulu ya
Nara pergi ke kamarnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi sahabatnya itu
Nara* selamat pagi Bu mil
rara* siang Nara disini
Nara"(terkekeh) oooo iya lupa, ada apa menelpon ku
rara" aku merindukan mu,
Nara" em senang nya di ada ya rindu
rara" kamu sedang sedih
Nara" Hem Kenap kamu selalu tahu kondisi ku sih Ra , padahal kamu tidak melihat wajah ku
rara" kamu lupa aku ini seorang cenayang (tertawa) ada apa ? cerita pada ku ?
Nara" ini soal Alvin Ra
rara" ada apa dengannya ?
flashback
siang itu Nara sudah siap pergi bersama Alvin karena mereka akan memesan cincin untuk pernikahan
Nara menunggu hingga pukul tiga sore namun Alvin tidak juga datang ...
karena toko tempat mereka memesan sudah menelpon berkali kali,akhirnya Nara memutuskan untuk pergi sendiri
sepanjang perjalanan Nara mencoba menghubungi Alvin namun Alvin tidak mengangkat telpon dari Nara
akhirnya Nara membatalkan perjanjiannya dengan toko perhiasan tersebut
Nara berjalan melihat lihat di setiap toko, untuk menghilangkan rasa kesalnya terhadap Alvin
ponsel Nara berbunyi menandakan panggilan masuk,
"mama Ervina"
mama Ervina* assalamualaikum sayang
Nara* walaikumsalam ma ada apa ma?
mama Ervina* kamu membatalkan janji dengan toko perhiasan ya sayang
Nara* iya ma, albumnya tidak bisa datang, jadi Nara pikir lebih baik Nara batalkan saja
mama Ervina* memang Alvin tidak sama kamu, dia pergi sudah dari siang
Nara* tidak ma, alvin sibuk ma, jadi cari hari lain saja ma
mama Ervina* ya sudah, mama hanya tanyakan itu saja nak
Nara* iya ma,
panggilan berakhir Nara menaruh kembali ponselnya kedalam tasnya
Nara duduk di sebuah kafe untuk sekedar beristirahat,
mata Nara tertuju seseorang laki laki yang sedang mengandeng mesra seorang wanita yang berpenampilan sangat cantik
Nara cepat dapat menutup wajah nya dengan buku menu agar dirinya tidak terlihat
Nara" pantas saja tidak bisa di hubungi, sedang bersaing senang rupanya
Nara memperhatikan setiap yang dilakukan alvin pada wanita itu
ya laki laki itu adalah Alvin , bersama wanita lain yang Nara tidak tahu
__ADS_1
Nara merasa sangat sakit melihat Alvin bersama wanita itu, mereka terlihat sangat cocok, Nara memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah
flashback off
rara* apa kamu sudah bertanya pada Alvin siapa wanita itu na, aku takut kalian hanya salah paham saja
Nara* belum, aku belum sanggup untuk bertemu, Ra apa aku batalkan saja ya pernikahan ini, sebelum lebih jauh lagi
rara* jangan gegabah Nara, selesaikan baik baik, siapa tahu kalian hanya salah paham
Nara* baik lah, terimakasih sudah mau mendengar kan ceritaku ini
rara* aku akan setia mendengarnya kamu adalah sahabat ku
Nara* aku sayang kamu Bu mil
rara* aku juga sayang kamu
setelah selesai berbincang dengan Rara, Nara memutuskan untuk menghubungi Alvin agar masalah di antara mereka jelas
Nara mengirim pesan pada Alvin ,
*Nara *
"aku ingin bertemu, ada yang harus kita selesaikan,temui aku di tempat biasa "
setelah mengirim itu Nara bersiap untuk pergi
Nara" mami Nara pergi dulu ya
mami" mau kemana nak?
Nara" mau ketemu Alvin mi
mami" ya sudah hati hati
Nara" iya mi (mencium tangan)
sesampainya di sana Nara sudah melihat Alvin dengan senyum yang menghias di wajahnya
Alvin" kamu mau pesan apa ?
Nara" tidak aku datang kesini bukan untuk makan atau minum
Alvin"ada apa? (serius)
Nara" kemarin aku melihat mu bersama seorang wanita siapa dia ?
Alvin merasa terkejut mendengar perkataan Nara
Alvin" kamu lihat dimana ?
Nara" tidak perlu tahu, siapa dia ?
Alvin" bukan siapa siapa dia hanya teman
Nara" teman tapi mesra sekali, dan harus bergandengan
Alvin" ayolah dia hanya teman aku serius
Nara" baik lah kalo begitu, Vin aku memang mencintai mu, tapi aku tidak bisa melihat mami ku menagis karena aku , dan lebih baik kita akhiri saja semua ini dari awal ini Menag salah ku, tidak seharusnya aku memaksa kan ini
Nara pergi meninggalkan Alvin yang masih terdiam di tempat duduk nya
tak terasa air mata Nara sudah mengalir deras membuat dirinya menjadi pusat perhatian setiap orang
Nara memberhentikan sebuah taksi,
Nara" ke ********** pak
Nara sudah tidak tahan melihat ke bohongan di mata Alvin, dirinya merasa bersalah dan sakit hati akan sikap Alvin yang tidak mau jujur padannya
"lebih baik seperti ini, dari pada aku harus menyesal di kemudian hari" batin Nara
___________________________________
TBC
__ADS_1
next ya
terimakasih