Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 100


__ADS_3

selamat membaca


💮


💮


💮


💮


💮


enjoy


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


taya sudah bersiap untuk pergi ke kantor karena hari ini untuk pertama kalinya dirinya akan memimpin rapat, dewan sebagai petinggi perusahaan yang baru


taya" sayang!


rara" iya,iya sebentar sayang


Rara terburu buru, menghampiri suaminya itu


taya" sayang apa baju ini sudah rapih


Rara"(melihat dari atas sampai bawah) sudah sayang, eh tunggu dasi mu sedikit miring


Rara membenarkan dasi milik suaminya


Rara" nah ini baru sempurna


taya menarik nafas beberapa kali, agar dirinya sedikit lebih tenang


Rara " apa kamu gugup ?


taya" sangat, ini kali pertama untuk ku, biasanya aku hanya menjadi peserta Dalma rapat ini, aku sungguh gugup


Rara memeluk suaminya dan menepuk beluk bahu taya


Rara" Daddy tenang lah, jangan terlalu di pikirkan, tenang saja semua akan baik baik saja, mommy yakin Daddy bisa


taya" terimakasih mom ( mencium kening Rara) anak Daddy kamu diam di rumah, tunggu Daddy pulang ya, jangan nakal, jaga mommy baik baik oke, mom aku pergi dulu, nanti ibu katanya mau ke sini, aku mungkin pulang telat


Rara" iya sayang, kamu hati hati, jangan lupa salat,makan, dan kerjakan tugas mu dengan benar (mencium tangan taya)


taya langsung pergi, menuju ke kantor taya pergi pagi pagi sekali, karena dirinya mau mempersiapkan semaunya dengan baik , agar kesan pertama pada dirinya tidak terlihat buruk


setelah suaminya pergi Rara mulai merapikan apartemen nya, setelah beres merapikan apartemen nya , Rara bersantai menikmati waktu nya,


Rara melihat ponselnya yang sudah dua hari tak di lihat,


"wah banyak sekali pesan dan panggilan" gumam Rara


Rara mengecek satu persatu pesan dan panggilan, iya melihat banyak panggilan dari Nara


Rara" Nara banyak sekali panggilan darinya


Rara menelepon sahabatnya itu, karena iya sangat penasaran


Rara* halo na, maaf aku baru melihat panggilan mu, banyak sekali


nara* Ra, aku sedang di Jogja


Rara* Jogja, ngapain ?


Nara* papi aku sakit Ra, kemarin aku menelpon mau meminta bantuan mas taya tapi ternyata Alvin bisa mengantar ku

__ADS_1


Rara" astagfirloh maaf na, aku benar benar tidak tahu, sudah dua hari ini aku tidak melihat ponsel ku, bagaimana ke adaan papi kamu na ?


Nara* papi belum sadarkan diri, kata mama uti papi, terkena serangan jantung


Rara* ya allah kamu yang sabar ya na,apa kamu butuh teman na, aku siap menemani mu


Nara* tidak usah mom, sudah banyak yang menemani aku di sini, lagi pula kasihan calon keponakan ku itu, nanti dia lelah (terkekeh)


Rara* em aunty caby, bisa saja, kabari aku jika terjadi apa pun, ingat


Nara* iya mom, aku ingat


Rara* jangan lupa, salat, makan, dan jangan bergadang, tetap harus tidur yang cukup


nara*Ra


Rara* apa ?


Nara* kamu bawel (tertawa)


Rara* dasar nara, ya sudah sepertinya ada tamu, nanti aku telepon kamu lagi ya


Nara* iya


Rara mematikan panggilannya , Rara berjalan untuk membuat pintu, karena bel apartemen itu sudah mulai rewel Karana pintu nya tidak terbuka


Rara" iya iya sebentar


cklek


Rara" ibu, bunda, ayo masuk masuk


Rara terkejut melihat ibu dan bundanya berada di depan pintu apartemennya


chacha" kamu lama sekali kak, buka pintunya


Rara" habis menelepon Bun, jadi sedikit lama, kok ibu sama bunda bisa datang bersama, tadi mas taya bilang hanya ibu saja yang akan datang


Rara" Rara kira sudah janjian


cha-cha" kak, gimana ke adaan kamu ?


Rara" baik Bun, cucu eyang dan Oma juga baik (menirukan suara anak anak)


Bu Lia" kapan kalian akan pindah rumah kak?


Rara" em, tidak tahu, aku ikut saja dengan mas taya,mas taya sudah dua Minggu ini sangat sibuk di kantor,


Bu Lia" ya namanya jabatan baru,dan tempat baru, pasti banyak hal yang harus di pelajari


cha-cha" iya, kamu nya aja yang sabar, jangan terlalu menuntut kak,kasihan suami kamu nanti


Rara" iya Bun, kakak ngerti kok, em Bun,Bu Rara mau makan sesuatu yang pedas tapi di masakin bunda sama ibu


"em dasar " bersamaan


Rara merasa bahagia memiliki dua ibu yang sangat sayang padanya, dan selalu mengajarinya menjadi anak,istri serta calon ibu yang baik


semangat di tempat lain, Ghani sedang berusaha mengumpulkan keberanian untuk masuk kedalam ruangan rawat inap Ranti


Ghani mondar mandir di depan kamar Ranti dengan gelisah


"masuk, enggak,masuk,enggak,masuk" gumam Ghani


akhirnya dengan berat hati Ghani masuk kedalam ruangan itu


Ghani melihat Ranti hanya sendirian di rumahan itu sedang bermain ponselnya

__ADS_1


Ghani" Hay ran


Ranti" eh Ghani, kamu sama siapa, kok tahu aku di sini (Ranti berusaha duduk)


Ghani" em gue sendri, gue tahu dari key


Ranti" em duduk ghan, terimakasih loh sudah repot repot ke sini


Ghani" hehe iya, gimana keadaan mu, sakit apa ?


Ranti" hanya kelelahan ghan, biasa semester akhir banyak tugas (tertawa)


Ghani" em, dan kamu sendirian


Ranti" iya, kakak ku sedang pulang


Ghani" OOO


kedua nya saling diam, dan merasakan kecanggungan di antara ke duanya, Ghani merasa sedikit gugup tiap kali melihat Ranti hal itu membuatnya ke habisan kata kata


Ranti" ghan maaf ya, aku gak bisa menyuguhkan apa apa


Ghani" OOO iya tidak apa apa, em ran soal yang waktu itu aku minta maaf ya, kamu pasti jadi bahan ejekan cewek cewek di kampus


Ranti" tidak Maslah, ghan aku sudah melupakan semuanya,lagi pula aku lebih nyaman berteman dengan mu ghan, dan asal kamu tahu, jika aku sudah memiliki ke kasih


Ghani sangat terkejut mendengar pernyataan itu dari Ranti


Ghani" ja... jadi kamu sudah punya kekasih, ?


Ranti" em, tapi sekarang dia sedang bekerja, jadi aku jarang bertemu


ghani diam seribu bahasa, hati nya yang terkuak kini kembali terluka bahkan lebih parah dari sebelumnya


Ghani" siapa dia ?


Ranti" dia pria yang sangat baik,perhatian, walau kadang kurang peka,dia selalu menjaga ku, merubah ku menjadi lebih baik dalam memandang dunia ini (tersenyum)


Ghani" apa dia teman kampus kita ?


Ranti"em bukan, lebih tepat nya di alumni di kampus kita, dia sangat pintar aku kenal dengan dia saat kami SMA


Ghani kembali terdiam, dan tidak bertanya lagi, dirinya sudah tidak kuat melihat Ranti memuji laki laki lain di hadapannya


Ranti" Ghani kamu kenapa ?


Ghani" em, tidak, ran aku pulang dulu ya, aku masih harus ke kampus


Ranti" em baik lah, hati hati ghan, eh ghani tunggu


Ghani" (berbalik) ada apa ?


Ranti" ini milik mu, yang waktu itu aku pinjam, (memulangkan sapu tangan milik Ghani )


Ghani mendekat ke arah Ranti, untuk mengambil sapu tangan itu


Ghani melihat gelang di tangan Ranti, yang tidak asing untuknya, Ghani memperhatikan gelang itu, karena merasa di perhatikan Ranti langsung menarik tangannya dan menutupi dengan selimut


Ranti" em hati hati ghan


Ghani" oooo iya


Ghani langsung meninggalkan ruangan rawat itu


"aku tidak asing dengan gelang itu, tapi di mana aku pernah melihat gelang itu " batin Ghani


_________________________________

__ADS_1


TBC ..


jangan lupa setelah baca kasih like dan komen kalian ya oke


__ADS_2