
selamat membaca
💮
💮
💮
💮
💮
enjoy
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
taya sudah bersiap untuk pergi ke kantor karena hari ini untuk pertama kalinya dirinya akan memimpin rapat, dewan sebagai petinggi perusahaan yang baru
taya" sayang!
rara" iya,iya sebentar sayang
Rara terburu buru, menghampiri suaminya itu
taya" sayang apa baju ini sudah rapih
Rara"(melihat dari atas sampai bawah) sudah sayang, eh tunggu dasi mu sedikit miring
Rara membenarkan dasi milik suaminya
Rara" nah ini baru sempurna
taya menarik nafas beberapa kali, agar dirinya sedikit lebih tenang
Rara " apa kamu gugup ?
taya" sangat, ini kali pertama untuk ku, biasanya aku hanya menjadi peserta Dalma rapat ini, aku sungguh gugup
Rara memeluk suaminya dan menepuk beluk bahu taya
Rara" Daddy tenang lah, jangan terlalu di pikirkan, tenang saja semua akan baik baik saja, mommy yakin Daddy bisa
taya" terimakasih mom ( mencium kening Rara) anak Daddy kamu diam di rumah, tunggu Daddy pulang ya, jangan nakal, jaga mommy baik baik oke, mom aku pergi dulu, nanti ibu katanya mau ke sini, aku mungkin pulang telat
Rara" iya sayang, kamu hati hati, jangan lupa salat,makan, dan kerjakan tugas mu dengan benar (mencium tangan taya)
taya langsung pergi, menuju ke kantor taya pergi pagi pagi sekali, karena dirinya mau mempersiapkan semaunya dengan baik , agar kesan pertama pada dirinya tidak terlihat buruk
setelah suaminya pergi Rara mulai merapikan apartemen nya, setelah beres merapikan apartemen nya , Rara bersantai menikmati waktu nya,
Rara melihat ponselnya yang sudah dua hari tak di lihat,
"wah banyak sekali pesan dan panggilan" gumam Rara
Rara mengecek satu persatu pesan dan panggilan, iya melihat banyak panggilan dari Nara
Rara" Nara banyak sekali panggilan darinya
Rara menelepon sahabatnya itu, karena iya sangat penasaran
Rara* halo na, maaf aku baru melihat panggilan mu, banyak sekali
nara* Ra, aku sedang di Jogja
Rara* Jogja, ngapain ?
Nara* papi aku sakit Ra, kemarin aku menelpon mau meminta bantuan mas taya tapi ternyata Alvin bisa mengantar ku
__ADS_1
Rara" astagfirloh maaf na, aku benar benar tidak tahu, sudah dua hari ini aku tidak melihat ponsel ku, bagaimana ke adaan papi kamu na ?
Nara* papi belum sadarkan diri, kata mama uti papi, terkena serangan jantung
Rara* ya allah kamu yang sabar ya na,apa kamu butuh teman na, aku siap menemani mu
Nara* tidak usah mom, sudah banyak yang menemani aku di sini, lagi pula kasihan calon keponakan ku itu, nanti dia lelah (terkekeh)
Rara* em aunty caby, bisa saja, kabari aku jika terjadi apa pun, ingat
Nara* iya mom, aku ingat
Rara* jangan lupa, salat, makan, dan jangan bergadang, tetap harus tidur yang cukup
nara*Ra
Rara* apa ?
Nara* kamu bawel (tertawa)
Rara* dasar nara, ya sudah sepertinya ada tamu, nanti aku telepon kamu lagi ya
Nara* iya
Rara mematikan panggilannya , Rara berjalan untuk membuat pintu, karena bel apartemen itu sudah mulai rewel Karana pintu nya tidak terbuka
Rara" iya iya sebentar
cklek
Rara" ibu, bunda, ayo masuk masuk
Rara terkejut melihat ibu dan bundanya berada di depan pintu apartemennya
chacha" kamu lama sekali kak, buka pintunya
Rara" habis menelepon Bun, jadi sedikit lama, kok ibu sama bunda bisa datang bersama, tadi mas taya bilang hanya ibu saja yang akan datang
Rara" Rara kira sudah janjian
cha-cha" kak, gimana ke adaan kamu ?
Rara" baik Bun, cucu eyang dan Oma juga baik (menirukan suara anak anak)
Bu Lia" kapan kalian akan pindah rumah kak?
Rara" em, tidak tahu, aku ikut saja dengan mas taya,mas taya sudah dua Minggu ini sangat sibuk di kantor,
Bu Lia" ya namanya jabatan baru,dan tempat baru, pasti banyak hal yang harus di pelajari
cha-cha" iya, kamu nya aja yang sabar, jangan terlalu menuntut kak,kasihan suami kamu nanti
Rara" iya Bun, kakak ngerti kok, em Bun,Bu Rara mau makan sesuatu yang pedas tapi di masakin bunda sama ibu
"em dasar " bersamaan
Rara merasa bahagia memiliki dua ibu yang sangat sayang padanya, dan selalu mengajarinya menjadi anak,istri serta calon ibu yang baik
semangat di tempat lain, Ghani sedang berusaha mengumpulkan keberanian untuk masuk kedalam ruangan rawat inap Ranti
Ghani mondar mandir di depan kamar Ranti dengan gelisah
"masuk, enggak,masuk,enggak,masuk" gumam Ghani
akhirnya dengan berat hati Ghani masuk kedalam ruangan itu
Ghani melihat Ranti hanya sendirian di rumahan itu sedang bermain ponselnya
__ADS_1
Ghani" Hay ran
Ranti" eh Ghani, kamu sama siapa, kok tahu aku di sini (Ranti berusaha duduk)
Ghani" em gue sendri, gue tahu dari key
Ranti" em duduk ghan, terimakasih loh sudah repot repot ke sini
Ghani" hehe iya, gimana keadaan mu, sakit apa ?
Ranti" hanya kelelahan ghan, biasa semester akhir banyak tugas (tertawa)
Ghani" em, dan kamu sendirian
Ranti" iya, kakak ku sedang pulang
Ghani" OOO
kedua nya saling diam, dan merasakan kecanggungan di antara ke duanya, Ghani merasa sedikit gugup tiap kali melihat Ranti hal itu membuatnya ke habisan kata kata
Ranti" ghan maaf ya, aku gak bisa menyuguhkan apa apa
Ghani" OOO iya tidak apa apa, em ran soal yang waktu itu aku minta maaf ya, kamu pasti jadi bahan ejekan cewek cewek di kampus
Ranti" tidak Maslah, ghan aku sudah melupakan semuanya,lagi pula aku lebih nyaman berteman dengan mu ghan, dan asal kamu tahu, jika aku sudah memiliki ke kasih
Ghani sangat terkejut mendengar pernyataan itu dari Ranti
Ghani" ja... jadi kamu sudah punya kekasih, ?
Ranti" em, tapi sekarang dia sedang bekerja, jadi aku jarang bertemu
ghani diam seribu bahasa, hati nya yang terkuak kini kembali terluka bahkan lebih parah dari sebelumnya
Ghani" siapa dia ?
Ranti" dia pria yang sangat baik,perhatian, walau kadang kurang peka,dia selalu menjaga ku, merubah ku menjadi lebih baik dalam memandang dunia ini (tersenyum)
Ghani" apa dia teman kampus kita ?
Ranti"em bukan, lebih tepat nya di alumni di kampus kita, dia sangat pintar aku kenal dengan dia saat kami SMA
Ghani kembali terdiam, dan tidak bertanya lagi, dirinya sudah tidak kuat melihat Ranti memuji laki laki lain di hadapannya
Ranti" Ghani kamu kenapa ?
Ghani" em, tidak, ran aku pulang dulu ya, aku masih harus ke kampus
Ranti" em baik lah, hati hati ghan, eh ghani tunggu
Ghani" (berbalik) ada apa ?
Ranti" ini milik mu, yang waktu itu aku pinjam, (memulangkan sapu tangan milik Ghani )
Ghani mendekat ke arah Ranti, untuk mengambil sapu tangan itu
Ghani melihat gelang di tangan Ranti, yang tidak asing untuknya, Ghani memperhatikan gelang itu, karena merasa di perhatikan Ranti langsung menarik tangannya dan menutupi dengan selimut
Ranti" em hati hati ghan
Ghani" oooo iya
Ghani langsung meninggalkan ruangan rawat itu
"aku tidak asing dengan gelang itu, tapi di mana aku pernah melihat gelang itu " batin Ghani
_________________________________
__ADS_1
TBC ..
jangan lupa setelah baca kasih like dan komen kalian ya oke