Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 14


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


.


enjoy


------------------------------------------------------------


sepanjang perjalanan Rara hanya diam saja sementara Alvin dan Nara mereka berbincang dengan seru dan Rara tak mengerti dengan apa yang mereka bahas


malah sekarang Rara menjadi seperti nyamuk di tengah tengah Alvin dan Nara


Alvin memberhentikan mobilnya di depan sebuah resto yang cukup terkenal dan mengajak Rara dan Nara untuk makan


Alvin" yuk kita makan dulu laper nih gue


rara" ya udah hayuk hayuk Alvin , biar cepet kelar urusan aku sama kamu ya


Nara" gratis kan nih,


Alvin" tenang gue yang bayar


Nara" setuju kalo gitu


mereka bertiga turun dari mobil Alvin dan masuk ke dalam resto itu... dan mulai mencari tempat duduk


setelah dapat mereka bertiga duduk dan memesan makanan


setelah selesai merek melanjutkan perbincangan mereka


Alvin" mikayra Lo ngapa sih gak angkat telpon gue


rara"(membuang nafas kasar) Alvin kan kamu yang bilang sendiri kalo aku cukup baca dan bales chat kamu aja, bukan angkat telpon


Alvin" astafirloh Lo, benar benar dah, haduh gemes kan guenya pengen halalin


rara" udah deh Al ,


Alvin" Lo serius belum inget gue


rara" belum,


Alvin" jahat Lo, gue itu dulu sering main sama Lo, sama adek Lo yang cowok itu, yang tampangnya dingin kayak kulkas itu, gue yang selalu makan kue yang Lo bawa buat adek Lo masa lupa sih


kini giliran Nara yang tak mengerti dengan pembahasan mereka


rara" gue beneran lupa Al , gue gak inget


Alvin" ya udah deh gak apa apa Lo gak inget yang penting gue inget (tertawa)


makanan yang mereka pesan sudah datang dan mereka mulai menyantap makanan mereka


setelah selesai mereka berlanjut berbincang


Nara"Al Lo kerja dimana?


Alvin" oooo gue meneger di perusahaan star grup


Nara" oooo yang punya keluarga Adipati itu


Alvin" iya, kok Lo tahu


Nara" (tersenyum) cuma pernah denger aja Al, kan gue mah orang penasaran jadi tahu lah sedikit sedikit tentang perusahaan lain


Alvin" bener juga, Ra mau kemana lagi nih kita


rara" aku mau pulang , capek


Alvin" yah Ra masa pulang , masih sore Ra, jalan dulu yuk, gue masih kangen nih sama Lo


rara" (memutar mata malas) Al, kamu ajak Nara aja, aku mau pulang

__ADS_1


rara beranjak dari duduk nya meninggalkan Nara dan Alvin


Nara" yah Ra ,Ra tunggu gue bareng Lo Ra


Nara pun ikut beranjak dari duduk nya dan menyusul Rara


Alvin pun ingin pergi namun iya di tahan oleh pelayan karena mereka memang belum membayar makanan mereka


rara dan Nara sudah di dalam taksi menuju rumah Rara


"ah sial gara gara bayar dulu, gue jadi kehilangan Rara kan" gumam Alvin dengan kesal


didalam taksi Nara hanya diam saja melihat wajah bed mood Rara


sampai Rara membuka suara nya


rara" sumpah na, aku bener bener gak inget sama Alvin, dan seingat aku,aku tuh jarang ikut bunda atau papa pesta


tapi kalo dia bilang adik ku itu dingin benar berati dia pernah bertemu aku


Nara" coba Lo inget inget deh Ra, siapa tahu, memang kalian akrab dulu


rara" entah lah, biar saja dan seperti nya Alvin bukan orang jahat


Nara" semoga


setibanya di rumah Rara, Nara sangat tercengang karena Rara benar benar anak seorang Brawijaya ,


"lantas saja, walau dia bergaya biasa biasa saja, tapi yang melekat di tubuhnya tidak bisa bohong" batin Nara


rara" bunda! kakak pulang


cha-cha berjalan dari arah dapur untuk menyambut putri nya itu


cha-cha" loh ada teman nya kakak rupanya ... halo sayang siapa nama kamu (menatap Nara)


Nara" sa...saya Nara nyonya


cha-cha tertawa melihat tingkah Nara yang sangat takut itu


cha-cha" Nara, panggil saya bunda saja, tidak perlu seperti itu, biasa saja nak (mengelus kepala Nara)


"ya Allah ibunya Rara baik banget,beda sama ibu gue" batin Nara yang masih menundukan kepala


rara" iya Bun ,ayo na (menarik tangan Nara)


rara dan Nara naik menuju kamar Rara untuk beristirahat dan membersih kan diri


Nara" Ra gue kira Lo bohong lah,kalo Lo keluarga Brawijaya , ternyata Lo beneran


rara"(tersenyum) maaf ya bohong sama kamu tentang aku


Nara" Lo kenapa harus bohong sih Ra, kan Lo anak konglomerat, ngapa Lo gak ngaku , kalo gue jadi Lo, uh udah pamer ke seluruh jagat raya ini gue (tertawa)


rara" (tersenyum) yang kaya bukan aku na, tapi papa aku, aku mah cuma punya motor doang hartanya belum punya yang lain


Nara" bener sih, yang kaya orang tua kita,Nikita mah enggak (tertawa) ngomong ngomong bunda Lo baik banget sih Ra , Lo beruntung banget punya bunda begitu


rara" semua orang yang punya orang tua itu beruntung na


Nara" gue enggak Ra, (sedih) gue dari kecil cuma di titip ke pengasuh, orang tua sibuk, borok borok mau masak, mengelus kepala gue aja rasa rasanya itu jarang pake banget Ra (berkaca kaca)


rara"(memeluk) jangan sedih dong na, aku jadi ikut sedih nih, orang tua kamu kerja kan buat kamu juga na,


Nara" iya buat gue juga, tapi gak harus sampai ninggalin gue kan


rara" ih udah ah, kenapa jadi sedih sedihhan gini kita


sedang asik berbincang pintu kamar Rara di ketuk oleh bunda nya


cha-cha" kak,siap siap sebentar lagi magrib, setelah itu kita makan ya kak, sekalian ajak teman kamu kak


rara"(membuka pintu) iya Bun, Bun teman kakak boleh ya menginap di rumah


cha-cha"(tersenyum) bunda sih setuju kak, coba nanti tanya papa ya kak


rara" oke Bun,


cha-cha" iya sayang, udah siap siap


rara" Bun

__ADS_1


cha-cha"(berbalik) apa kak


rara" kakak sayang bunda (memeluk)


cha-cha" bunda juga sayang kakak,udah bunda mau siapin baju solat Dion nanti teriak teriak dia


rara" ih dasar Dion manja , ya sudah kakak siap siap dulu Bun


rara masuk kembali ke kamar nya dan melihat nara sudah banjir air mata hal itu membuat Rara terkejut


rara" ya Allah na ,kenapa ?


Nara" gue pengen peluk bunda Lo juga Ra huaaa huaaa (menangis)


rara" ya ampun ma, iya iya boleh, tapi kita salat dulu, baru setelah itu kita peluk bunda ya cep cep udah udah gak usah nangis


setelah menunaikan ke wajibkan sebagai seorang muslim Rara dan Nara turun menuju ruang makan ,dimana seluruh keluarga sudah berkumpul


Abi" oooo ada teman kakak, pantes aja bunda masak nya banyak banget (terkekeh)


cha-cha" papa, ada ada aja deh, ayo Nara duduk, kita makan sama sama,makan seadanya ya, jangan sungkan


Nara melihat semua hidangan yang ada di meja dan sangat banyak itu


"seadanya aja begini banyak, gimana banyak nya ya, kayak nya enak enak " batin Nara


mereka mulai makan, saat makan semua terdiam fokus untuk menghabiskan makanan mereka


apa lagi Nara , yang sangat menikmati setiap makanan yang ada di piringnya


setelah selesai mereka memutuskan mengobrol di meja makan sambil menikmati makanan penutup


Abi" Nara tinggal dimana?


Nara" em saya tinggal di ******** om


Abi" oooo, mama papa kamu kerja apa ?


belum Nara menjawab namun Rey sudah menyahuti lebih dulu


Rey" papa ini udah kayak wartawan aja, kepo banget sih pa


Abi" em sih Rey, kan papa cuma mau tahu aja Rey


Dion" kakak Nara ini temen nya , kak Rara sekolah, apa kuliah apa kerja


Nara" (tersenyum) teman kerja


Dion" oooo, soal nya baru kali ini Kakak ajak teman ya main kesini


rara" pa,


Abi" apa kak


rara" Nara boleh ya menginap disini,


Abi" boleh dong sayang, tapi ingat jangan pillow talk sampai malam (menajamkan mata)


rara" siap komandan (tersenyum)


Abi"ya sudah papa, sudah selesai, papa ke ruang kerja dulu, Rey selesaikan tugas mu,Dion istirahat dan jangan bermain game


"iya pa" bersamaan


Abi" bagus, Nara papa tinggal dulu ya


Nara" em .... i... iya


"papa" dalam hati Nara


tak terasa air matanya Nara, sudah siap meluncur ke pipinya


"seandainya keluarga ku, bisa sepeti ini," batin Rara yang masih berusaha keras menahan air matanya


_________________________________________


TBC


next semua


jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen kalian ya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2