
selamat membaca
.
.
.
.
.
.
enjoy
------------------------------------------------------------
sepanjang perjalanan Rara hanya diam saja sementara Alvin dan Nara mereka berbincang dengan seru dan Rara tak mengerti dengan apa yang mereka bahas
malah sekarang Rara menjadi seperti nyamuk di tengah tengah Alvin dan Nara
Alvin memberhentikan mobilnya di depan sebuah resto yang cukup terkenal dan mengajak Rara dan Nara untuk makan
Alvin" yuk kita makan dulu laper nih gue
rara" ya udah hayuk hayuk Alvin , biar cepet kelar urusan aku sama kamu ya
Nara" gratis kan nih,
Alvin" tenang gue yang bayar
Nara" setuju kalo gitu
mereka bertiga turun dari mobil Alvin dan masuk ke dalam resto itu... dan mulai mencari tempat duduk
setelah dapat mereka bertiga duduk dan memesan makanan
setelah selesai merek melanjutkan perbincangan mereka
Alvin" mikayra Lo ngapa sih gak angkat telpon gue
rara"(membuang nafas kasar) Alvin kan kamu yang bilang sendiri kalo aku cukup baca dan bales chat kamu aja, bukan angkat telpon
Alvin" astafirloh Lo, benar benar dah, haduh gemes kan guenya pengen halalin
rara" udah deh Al ,
Alvin" Lo serius belum inget gue
rara" belum,
Alvin" jahat Lo, gue itu dulu sering main sama Lo, sama adek Lo yang cowok itu, yang tampangnya dingin kayak kulkas itu, gue yang selalu makan kue yang Lo bawa buat adek Lo masa lupa sih
kini giliran Nara yang tak mengerti dengan pembahasan mereka
rara" gue beneran lupa Al , gue gak inget
Alvin" ya udah deh gak apa apa Lo gak inget yang penting gue inget (tertawa)
makanan yang mereka pesan sudah datang dan mereka mulai menyantap makanan mereka
setelah selesai mereka berlanjut berbincang
Nara"Al Lo kerja dimana?
Alvin" oooo gue meneger di perusahaan star grup
Nara" oooo yang punya keluarga Adipati itu
Alvin" iya, kok Lo tahu
Nara" (tersenyum) cuma pernah denger aja Al, kan gue mah orang penasaran jadi tahu lah sedikit sedikit tentang perusahaan lain
Alvin" bener juga, Ra mau kemana lagi nih kita
rara" aku mau pulang , capek
Alvin" yah Ra masa pulang , masih sore Ra, jalan dulu yuk, gue masih kangen nih sama Lo
rara" (memutar mata malas) Al, kamu ajak Nara aja, aku mau pulang
__ADS_1
rara beranjak dari duduk nya meninggalkan Nara dan Alvin
Nara" yah Ra ,Ra tunggu gue bareng Lo Ra
Nara pun ikut beranjak dari duduk nya dan menyusul Rara
Alvin pun ingin pergi namun iya di tahan oleh pelayan karena mereka memang belum membayar makanan mereka
rara dan Nara sudah di dalam taksi menuju rumah Rara
"ah sial gara gara bayar dulu, gue jadi kehilangan Rara kan" gumam Alvin dengan kesal
didalam taksi Nara hanya diam saja melihat wajah bed mood Rara
sampai Rara membuka suara nya
rara" sumpah na, aku bener bener gak inget sama Alvin, dan seingat aku,aku tuh jarang ikut bunda atau papa pesta
tapi kalo dia bilang adik ku itu dingin benar berati dia pernah bertemu aku
Nara" coba Lo inget inget deh Ra, siapa tahu, memang kalian akrab dulu
rara" entah lah, biar saja dan seperti nya Alvin bukan orang jahat
Nara" semoga
setibanya di rumah Rara, Nara sangat tercengang karena Rara benar benar anak seorang Brawijaya ,
"lantas saja, walau dia bergaya biasa biasa saja, tapi yang melekat di tubuhnya tidak bisa bohong" batin Nara
rara" bunda! kakak pulang
cha-cha berjalan dari arah dapur untuk menyambut putri nya itu
cha-cha" loh ada teman nya kakak rupanya ... halo sayang siapa nama kamu (menatap Nara)
Nara" sa...saya Nara nyonya
cha-cha tertawa melihat tingkah Nara yang sangat takut itu
cha-cha" Nara, panggil saya bunda saja, tidak perlu seperti itu, biasa saja nak (mengelus kepala Nara)
"ya Allah ibunya Rara baik banget,beda sama ibu gue" batin Nara yang masih menundukan kepala
rara" iya Bun ,ayo na (menarik tangan Nara)
rara dan Nara naik menuju kamar Rara untuk beristirahat dan membersih kan diri
Nara" Ra gue kira Lo bohong lah,kalo Lo keluarga Brawijaya , ternyata Lo beneran
rara"(tersenyum) maaf ya bohong sama kamu tentang aku
Nara" Lo kenapa harus bohong sih Ra, kan Lo anak konglomerat, ngapa Lo gak ngaku , kalo gue jadi Lo, uh udah pamer ke seluruh jagat raya ini gue (tertawa)
rara" (tersenyum) yang kaya bukan aku na, tapi papa aku, aku mah cuma punya motor doang hartanya belum punya yang lain
Nara" bener sih, yang kaya orang tua kita,Nikita mah enggak (tertawa) ngomong ngomong bunda Lo baik banget sih Ra , Lo beruntung banget punya bunda begitu
rara" semua orang yang punya orang tua itu beruntung na
Nara" gue enggak Ra, (sedih) gue dari kecil cuma di titip ke pengasuh, orang tua sibuk, borok borok mau masak, mengelus kepala gue aja rasa rasanya itu jarang pake banget Ra (berkaca kaca)
rara"(memeluk) jangan sedih dong na, aku jadi ikut sedih nih, orang tua kamu kerja kan buat kamu juga na,
Nara" iya buat gue juga, tapi gak harus sampai ninggalin gue kan
rara" ih udah ah, kenapa jadi sedih sedihhan gini kita
sedang asik berbincang pintu kamar Rara di ketuk oleh bunda nya
cha-cha" kak,siap siap sebentar lagi magrib, setelah itu kita makan ya kak, sekalian ajak teman kamu kak
rara"(membuka pintu) iya Bun, Bun teman kakak boleh ya menginap di rumah
cha-cha"(tersenyum) bunda sih setuju kak, coba nanti tanya papa ya kak
rara" oke Bun,
cha-cha" iya sayang, udah siap siap
rara" Bun
__ADS_1
cha-cha"(berbalik) apa kak
rara" kakak sayang bunda (memeluk)
cha-cha" bunda juga sayang kakak,udah bunda mau siapin baju solat Dion nanti teriak teriak dia
rara" ih dasar Dion manja , ya sudah kakak siap siap dulu Bun
rara masuk kembali ke kamar nya dan melihat nara sudah banjir air mata hal itu membuat Rara terkejut
rara" ya Allah na ,kenapa ?
Nara" gue pengen peluk bunda Lo juga Ra huaaa huaaa (menangis)
rara" ya ampun ma, iya iya boleh, tapi kita salat dulu, baru setelah itu kita peluk bunda ya cep cep udah udah gak usah nangis
setelah menunaikan ke wajibkan sebagai seorang muslim Rara dan Nara turun menuju ruang makan ,dimana seluruh keluarga sudah berkumpul
Abi" oooo ada teman kakak, pantes aja bunda masak nya banyak banget (terkekeh)
cha-cha" papa, ada ada aja deh, ayo Nara duduk, kita makan sama sama,makan seadanya ya, jangan sungkan
Nara melihat semua hidangan yang ada di meja dan sangat banyak itu
"seadanya aja begini banyak, gimana banyak nya ya, kayak nya enak enak " batin Nara
mereka mulai makan, saat makan semua terdiam fokus untuk menghabiskan makanan mereka
apa lagi Nara , yang sangat menikmati setiap makanan yang ada di piringnya
setelah selesai mereka memutuskan mengobrol di meja makan sambil menikmati makanan penutup
Abi" Nara tinggal dimana?
Nara" em saya tinggal di ******** om
Abi" oooo, mama papa kamu kerja apa ?
belum Nara menjawab namun Rey sudah menyahuti lebih dulu
Rey" papa ini udah kayak wartawan aja, kepo banget sih pa
Abi" em sih Rey, kan papa cuma mau tahu aja Rey
Dion" kakak Nara ini temen nya , kak Rara sekolah, apa kuliah apa kerja
Nara" (tersenyum) teman kerja
Dion" oooo, soal nya baru kali ini Kakak ajak teman ya main kesini
rara" pa,
Abi" apa kak
rara" Nara boleh ya menginap disini,
Abi" boleh dong sayang, tapi ingat jangan pillow talk sampai malam (menajamkan mata)
rara" siap komandan (tersenyum)
Abi"ya sudah papa, sudah selesai, papa ke ruang kerja dulu, Rey selesaikan tugas mu,Dion istirahat dan jangan bermain game
"iya pa" bersamaan
Abi" bagus, Nara papa tinggal dulu ya
Nara" em .... i... iya
"papa" dalam hati Nara
tak terasa air matanya Nara, sudah siap meluncur ke pipinya
"seandainya keluarga ku, bisa sepeti ini," batin Rara yang masih berusaha keras menahan air matanya
_________________________________________
TBC
next semua
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen kalian ya
__ADS_1
terimakasih