
enjoy ...
.
.
.
.
.
happy reading
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
sesampainya di rumah rara langsung turun dan naik ke kamarnya untuk membersihkan dirinya
setelah itu Rara menyapa kedua orang tuanya lebih dulu baru iya akan tidur
tok tok tok
rara" Bun boleh kakak masuk
cha-cha" masuk saja kak
rara masuk dan melihat papa dan bunda nya sudah siap untuk istirahat
cha-cha" ada apa kak ?
rara" gak ada apa apa , kakak cuma kangen aja (tertawa)
cha-cha " tiap hari ketemu kok kangen kak
rara" (tersenyum) kakak kangen di manjain bunda
cha-cha" sini sini sayang
rara langsung mengambil posisi di tengah tengah papa dan bunda nya
cha-cha" bunda juga kangen manjain kakak, rasanya tuh ya baru kemarin bunda tuh bantuin kakak buat belajar jalan, mengusap dengkul kakak saat kakak jatuh, bergadang karena kakak sakit, dan selalu jagain kakak kemana pun kakak, (meneteskan air mata) gak kerasa sekarang malah udah gede, mungkin sebentar lagi akan menikah
rara" kakak belum mau nikah dulu, kakak masih mau sama bunda sama papa
Abi" (tersenyum) ya mana. bisa kak, kamu pasti bakal menikah, dan memiliki keluarga sendiri,ninggalin papa sama bunda
rara" iya kakak tahu tapi kan gak harus sekarang pa,
cha-cha" iya iya beli. sekarang , nanti kalo jodoh kakak udah Dateng ya , ya sudah ayo tidur, kakak mau tidur sini atau di kamar Kakak
rara" em.... disini aja deh,kakak mau bobo di peluk bunda
Abi" sama papa enggak nih
rara" sama papa juga,
cha-cha" ini kalo Dion tahu dia pasti ngambek
(tertawa)
rara" udah tidur dia Bun (tertawa)
malam itu Rara menghabiskan malamnya dengan papa dan bunda nya,
entah mengapa iya pun merasa sangat merindukan momen seperti itu, dimana dulu iya selalu di manjakan bunda nya dan selalu mengadu apa pun pada sang bunda
namun saat ini iya tak bisa melakukan itu, karena iya takut bunda nya malah menjadi pikiran sang bunda
ke esokkan paginya chacha bangun lebih dulu seperti biasnya
dan iya melihat anak perempuannya itu masih tertidur pulas sambil berpelukan Dangan papanya
"aku seperti mengingat dahulu, setiap bangun dan selalu di suguhkan pemandangan ini" batin cha-cha
cha-cha membersihkan diri, setelah selesai iya mulai membangunkan semua anggota keluarga karena waktu subuh sudah hampir tiba
para laki laki sudah bersiap pergi ke masjid sementara Rara dan cha-cha menunaikan solat di rumah
setelah selesai mereka berdua membuat sarapan setelah selesai cha-cha menyuruh anak perempuannya itu untuk bersiap ke kantor
waktu sudah menunjukan pukul enam tepat dan mereka sudah siap untuk menjalankan hari mereka dengan kegiatan masing masing
seusai sarapan Rara,Rey,dan Dion berpamitan untuk pergi
__ADS_1
rara" Rey antar kakak dulu ya, baru antar Dion, soalnya pagi ini kakak ada rapat
Rey" siap tuan putri, perintah laksanakan
rara" haduh pagi pagi udah gombalan kakak nya deh
cha-cha" udah cepet pergi nanti pada telat, Rey bawa mobil nya jangan kebut kebut ya, hati hati
Rey" siap komandan (memberi hormat)
Abi" ya sudah hati hati, kalian antar kakak nya dulu,
Dion" iya papa, bunda, siap
mereka bertiga pergi sepanjang perjalanan mereka bertiga tidak mengeluarkan suara sedikit pun hanya suara lagu saja yang terdengar
rara merasa ada yang aneh pada adik adiknya karena tidak biasa biasa nya adik adiknya jadi pendiam terlebih lagi Dion
rara" ini kakak yang merasa kalian tidak bersuara atau memang gak ada yang buka suara
Rey" (tertawa) Rey kan lagi fokus nyetir kak,
Dion" Dion lagi membaca nih kak, Dion ada ujian soalnya, mana gurunya galak lagi
Rey" kak kita boleh nanya sesuatu gak
rara" apa ?
Rey" kakak udah punya pacar belum sih,
rara" kenapa tanya gitu, tumben ? (curiga)
Rey" ya nanya aja, secara, kakak cantik,pintar, dan baik masa iya gak ada laki laki yang mau
Dion" iya kak, kalo di sekolah Dion ada cewek kayak kakak, uh itu udah banyak yang antri
rara"(tertawa) hahaha ya ampun kalian terlalu memuji, Kaka tuh gak kayak gitu, kakak tuh biasa biasa aja , udah ah kenapa jadi bahas ini to
"satu lagi kelebihan kakak, pintar menyembunyikan perasaan " batin Rey yang melihat kakak nya dari kaca
sesampainya di kantor Rara langsung turun dan langsung masuk ke dalam gedung itu
satpam" selamat pagi mba rara
rara berjalan menuju lift seperti biasa iya mesti harus menunggu lift itu
dan seperti biasa Nara selalu saja membuat Rara terkejut
Nara" Rara (berteriak)
rara pura pura tidak melihat karena iya malu dengan ulah temannya yang meneriaki namanya
Nara berlari mendekati Rara
Nara" ih kuping Lo budek ya, gue panggilan juga
rara" kamu bisa gak sih gak usah teriak teriak gitu na, malu tahu
Nara" ah elah, biasa aja Ra, lagian satu kantor juga udah biasa denger gue teriakin nama lu (tertawa)
rara" dasar kamu
sedang asik menunggu lift Rara di kejutkan dengan sosok yang tak asing baginya sosok laki laki yang sampai saat ini masih singgah di hatinya,
"om taya" gumam Rara
Nara" Ra lu ngomong apa ?
rara" oh enggak
"berarti yang aku lihat kemarin memang dia, dan sedang apa dia kemari, apa ada masalah dengan perusahan di Inggris " batin Rara
fahri dan taya sudah berdiri tepat di sebelah Rara dan Nara dan beberapa karyawan lainnya
fahri" selamat pagi my team ?(tersenyum)
rara" pagi pak
Nara" pa ... pagi pak
rara mendengar desas desus dari karyawan lain yang memuji ketampanan Fahri dan juga taya
lift karyawan terbuka Nara dan Rara cepat cepat masuk
__ADS_1
rara" kami duluan pak ,(tanpa melihat ke arah mereka berdua)
fahri dengan isengnya mengikuti Rara dan Nara masuk kedalam lift karyawan dan mau tidak aku taya pun mengikutinya
fahri sengaja berdiri di dekat Nara dan Rara yang berada di belakang , atau lebih tepat nya di depan mereka berdua
entah mengapa perut Nara terasa mules dan ingin membuang angin
Nara sudah tidak tahan lagi untuk menahan nya akhirnya Nara menggeluarkan itu dengan suara yang lumayan besar
"mampus deh gue" batin Nara
rara" Nara kamu jorok (berbisik)
para karyawan lain mulai ribut dan mulai memandang ke belakang
fahri" maaf semua nya saya sangat sakit perut sampai tidak tahan(tertawa)
fahri mengatakan itu dengan santai nya
sambil tertawa
belus
memerah sudah wajah Nara karena malu, malu yang sangat luar biasa
para karyawan mulai turun satu persatu di lantai yang berbeda
rara dan Nara sama sekali tidak mengeluarkan sedikit pun , Nara merasa malu sementara Rara , masih sibuk mengatur hatinya
Ting
pintu lift terbuka dimana Nara dan Rara harus pergi
karyawan lain sudah keluar dan saat ingin keluar
fahri mengatakan sesuatu pada Nara
fahri: nona Nara, jika kau sakit perut lebih baik anda ke kamar mandi segera (tersenyum )
Nara benar benar malu karena ulah perutnya yang selalu saja tidak bisa di ajak kompromi
Nara" aduh Ra gue malu banget, aduh ni perut gue juga kenapa coba, bisa begini
rara"(tertawa) sumpah ya na kalo aku jadi kamu aku udah pura pura pingsang kali sangking malunya
Nara" bagus ketawain aja Ra, sampai puas, aduh sumpah gue malu banget Ra
rara" udah udah terima aja ya na (tertawa)
Nara" aduh jangan cerita ke yang lain Lo Ra, bisa abis gue kena kongek sama mereka
rara" siap, asal makan siang nanti di traktir aja
Nara" matere lo Ra
rara" traktir atau tersebar ? (rara kembali tertawa)
Nara" iya iya gue traktir, awas aja ya Lo Sampek bocor
rara" rahasia aman
Nara" dah fix gue bangkrut hari ini
rara kembali tertawa melihat temannya yang kini mulai memasang wajah memelas
rapat sudah di selenggarakan dan mereka mulai membahas masalah ini dan itu sampai tak terasa waktu makan siang sudah tiba dan rapat baru berakhir
rara, Fahri dan Nara keluar dari ruang rapat tersebut saat keluar Rara tak sengaja melihat taya sedang berpelukan dengan Sarah
deg
hati Rara seakan akan sedang di tusuk tusuk oleh anak panah, yang membuat hati nya sangat sakit
" jangan menangis, jangan menangis, jangan menangis" batin Rara menguat kan dirinya sendiri
______________________________________
TBC
next
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen
__ADS_1
maaf jika nanti up nya lama,karena bukan dari aku yang mau, tapi dari pihak manga nya yang mengatur , jadi mohon bersabar dan pengertiannya ya semua