Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 6


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


.


enjoy


________________________________________


Dimas dan Rika, serta twins belum pulang dari kediaman. pak Lukman


karena Rika tak tega untuk meninggalkan Bu Lia yang terus menangis


Rika" sudah lah Bu, jangan menangis rika yakin mba cha-cha tidak marah, dia hanya kesal saja


Bu Lia" ibu malu ri, gara-gara Sarah cha-cha jadi marah, belum lagi yang lainnya


Dimas" kenapa taya berubah Bu? (menatap ke sembarang arah)


Bu Lia" tidak tahu dim, semenjak kenal dengan Sarah taya jadi berubah,bahkan sampai berani memarahi ibu dan bapak,


Dimas" taya kenal Sarah di mana Bu ?


Bu Lia" kata nya mereka di pertemukan oleh teman taya di Inggris , ibu tidak tahu kenapa taya sampai berubah (menangis)


Rika"(memeluk) sudah Bu sudah, kita berdoa yang terbaik untuk taya, mungkin dia baru merasakan jatuh cinta Bu,kita beritahu dia secara perlahan Bu


pak Lukman" maaf kan bapak ya, bapak jadi merusak acara kita,


Dimas" sudah lah pak,jangan di bahas lagi masalah ini,


setelah semua tenang Rika dan Dimas memutuskan untuk pulang karena malam pun semakin larut


Ghani" dad, apa cinta bisa merubah seseorang ?


Fahri"iya dad, kenapa orang bisa berubah ?


Dimas" cinta memang bisa merubah seseorang, tapi jika Samapi membuat seseorang melupakan siapa dirinya,dan bagaimana diri nya itu bukan cinta nak,pasti ada satu hal yang membuat orang itu harus melakukan itu ...


fahri" jadi om taya, melakukan itu ada sesuatu nya dong


Dimas" (tersenyum) mungkin nak,Daddy juga tidak tahu


Ghani" mommy , dulu Daddy gimana pas nembak mommy,


Dimas langsung tersedak mendengar pertanyaan putranya itu


Rika"(tersenyum) romantis sayang ...


fahri" dulu Daddy gak kayak om taya kan


Rika" tidak anak-anak mommy,Daddy kamu malah membimbing mommy,menjadi orang yang lebih baik,dan selalu ada buat mommy iya kan dad (tersenyum)


Dimas" iya mom


fahri" kak Rara pasti sedih ya dad, mom


Rika" sedih kenapa ?


fahri" em sedih, sedih ya sedih karena di ejek (tertawa garing)


"hampir ke lepasan,aduh nih mulut ya" batin Fahri


Ghani" mulut lu ya tidak bisa di jaga apa, hampir saja Daddy sama mommy tahu (berbisik)


fahri" sorry, sorry


semetara di rumah Abimanyu


terlihat seorang ibu yang masih emosi akibat perlakuan Sarah


Rey" udah Bun gak usah marah-marah nanti bunda tidak cantik lagi

__ADS_1


Dion" iya Bun bunda tuh jelek kalo marah


cha-cha" OOO jadi bunda jelek, terus tua iya gitu


"bukan" berbarengan


cha-cha" terus ? (menatap kedua anaknya )


Rey" em ... maksud kita tuh em


Rara" bunda (memeluk) terimakasih udah bela aku Bun,bunda jangan marah lagi ya


cha-cha" sayang bunda bakal lakuin apa aja buat membela anak-anak bunda, tapi dengan syarat kalian benar, kakak jadi wanita itu harus kuat gak boleh cengeng jangan pernah terlihat lemah, ingat ya kak


Rara" kakak sayang bunda


"kita juga sayang bunda " Rey dan Dion pun ikut memeluk cha-cha


Rara" tidak sayang kakak


"sayang kakak juga" mereka tertawa


Abi sangat bahagia melihat anak-anak nya bisa tumbuh sebagai anak-anak yang perduli,dan saling menyayangi


Abi" ehm,ehm gak ada yang sayang papa kah


mereka semua menoleh ke arah Abi


anak-anaknya pun berlari ke arah Abi untuk memeluk papa nya itu


cha-cha melihat itu sangat terhibur dan kini amarahnya sudah hilang tidak tahu kemana


cha-cha" udah,udah, udah malam ini sana pada tidur,


Dion" siap komandan (memberi hormat)


Rara dan Rey pun mengikuti Dion


cha-cha hanya bisa tertawa melihat kelakuan anak-anak nya itu ...


setelah anak-anak nya pergi Abi dan cha-cha pun mulai berbaring untuk menghilang kan kepenatan mereka


cha-cha" emm


Abi" papa gak pernah liat bunda sampai semarah itu


cha-cha" maaf pa, bunda hanya tidak senang saja jika ada orang yang mengusik anak-anak terlebih orang itu tidak memiliki sikap yang baik


Abi" papa juga heran dengan taya bisa-bisa nya dia mencari calon istri seperti itu


cha-cha" coba kamu tanya diri kamu pa (tertawa)


Abi" bunda, jangan mengungkit masa lalu (memeluk)


cha-cha" bunda tuh tidak mengungkit pa, cuma mau kasih tau jawaban atas pertanyaan papa saja


Abi dan cha-cha pun mulai terlelap dan terbuai dengan mimpi-mimpi mereka


sementara Rara masih menangis tanpa suara di kamar nya karena ia takut terdengar adik nya lagi


bagai mana tidak menangis melihat pria yang di cintai sejak dulu, menggandeng wanita lain di depan mata


"ya Allah sakit banget, aku berharap tidak pernah merasakan hal ini,jika harus sesakit ini" dalam hati Rara yang sedang menangis


tiba-tiba ponsel milik Rara berdering menandakan panggilan masuk


"fahri" gumam Rara


"ada apa malam malam begini menelpon " batin Rara


Rara mengangkat panggilan dari adik sepupunya itu


Rara" halo ada apa ? Kakak udah ngantuk nih


fahri" kakak ini, orang khawatir makanya nelepon, yang di khawatirkan malah santai


Ghani" kakak tidak lagi menagiskan


Rara" tidak, udah dulu kakak udah ngantuk ...


fahri" ya sudah selamat tidur kak, ingat kak besok jadwal kita kumpul

__ADS_1


Rara" iya twins bawel


Tut Tut Tut


Rara mematikan panggilan itu


Rara sangat senang ternyata adik-adik sepupunya itu sangat perduli padanya


apa lagi mereka mengetahui rahasia Rara yang orang lain bahkan keluarga nya pun tak tahu


karena lelah menagis akhirnya Rara mulai mengantuk dan menutup matanya ...


ke esokkan pagi nya Rara bangun terlambat bahkan salat Subuh pun terlewat ...


cha-cha" kakak, kakak, bangun kak udah jam sembilan pagi kak, kakak (bertriak)


Rara mulai membuka matanya karena mendengar kebisingan di depan kamarnya


Rara" astaga jam sembilan, iya Bun kakak udah bangun (bertriak)


Rara langsung membuka pintunya ,


cklek


rara" aduh maaf Bun kakak terlambat bangunnya,


cha-cha" kakak begadang lagi deh pasti


rara" enggak bun, cuma lagi enak aja tidurnya


cha-cha" ya sudah siap-siap, adik-adik mu udah nunggu , katanya hari ini kumpulan


meninggalkan Rara


rara" oooo iya Bun, Bun


cha-cha" apa lagi kak


rara" kakak sayang bunda


cha-cha" bunda sayang banget sama kakak


udah sana mandi kak, kakak bau


rara" ih bunda ini ...


rara kembali masuk kedalam kamarnya


" nak kenapa kamu masih tidak mau jujur sama bunda nak, kamu punya masalah apa" batin cha-cha yang masih menatap pintu kamar putrinya itu


tidak menunggu lama Rara sudah selesai dan turun menuju ruang keluarga


Dion yang melihat Rara langsung mengeluh karena keterlambatan kakak nya itu


Dion" Kakak ini lelet banget, udah tahu ini jadwal ngumpul kita tapi malah bangun siang (kesal)


rara"maafin kakak ya,(terkekeh) yasudah ayo kita berangkat


cha-cha" tunggu kak, ini sarapan nya bawa makan di mobil


rara" makasih Bun,


mereka bertiga pergi untuk berkumpul, acara rutin mereka setiap bulan ,


setelah sampai di tempat yang di tuju mereka semua turun untuk menghampiri yang lain


namun sesuatu membuat Rara terkejut , ia melihat taya sedang berada di tempat mereka berkumpul , dengan wajah girang tanpa dosa


"mau apa dia kemari, dan siapa yang mengajaknya untuk berkumpul" batin Rara yang berjalan pelan sambil memperhatikan taya


________________________________________


TBC


next semua


maaf bukan lama up tapi dari pihak manganya yang lama mereview nya


setelah membaca jangan lupa kasih like dan komen ya


thanks

__ADS_1


__ADS_2