
selamat membaca
.
.
.
.
.
.
enjoy
________________________________________
Dimas dan Rika, serta twins belum pulang dari kediaman. pak Lukman
karena Rika tak tega untuk meninggalkan Bu Lia yang terus menangis
Rika" sudah lah Bu, jangan menangis rika yakin mba cha-cha tidak marah, dia hanya kesal saja
Bu Lia" ibu malu ri, gara-gara Sarah cha-cha jadi marah, belum lagi yang lainnya
Dimas" kenapa taya berubah Bu? (menatap ke sembarang arah)
Bu Lia" tidak tahu dim, semenjak kenal dengan Sarah taya jadi berubah,bahkan sampai berani memarahi ibu dan bapak,
Dimas" taya kenal Sarah di mana Bu ?
Bu Lia" kata nya mereka di pertemukan oleh teman taya di Inggris , ibu tidak tahu kenapa taya sampai berubah (menangis)
Rika"(memeluk) sudah Bu sudah, kita berdoa yang terbaik untuk taya, mungkin dia baru merasakan jatuh cinta Bu,kita beritahu dia secara perlahan Bu
pak Lukman" maaf kan bapak ya, bapak jadi merusak acara kita,
Dimas" sudah lah pak,jangan di bahas lagi masalah ini,
setelah semua tenang Rika dan Dimas memutuskan untuk pulang karena malam pun semakin larut
Ghani" dad, apa cinta bisa merubah seseorang ?
Fahri"iya dad, kenapa orang bisa berubah ?
Dimas" cinta memang bisa merubah seseorang, tapi jika Samapi membuat seseorang melupakan siapa dirinya,dan bagaimana diri nya itu bukan cinta nak,pasti ada satu hal yang membuat orang itu harus melakukan itu ...
fahri" jadi om taya, melakukan itu ada sesuatu nya dong
Dimas" (tersenyum) mungkin nak,Daddy juga tidak tahu
Ghani" mommy , dulu Daddy gimana pas nembak mommy,
Dimas langsung tersedak mendengar pertanyaan putranya itu
Rika"(tersenyum) romantis sayang ...
fahri" dulu Daddy gak kayak om taya kan
Rika" tidak anak-anak mommy,Daddy kamu malah membimbing mommy,menjadi orang yang lebih baik,dan selalu ada buat mommy iya kan dad (tersenyum)
Dimas" iya mom
fahri" kak Rara pasti sedih ya dad, mom
Rika" sedih kenapa ?
fahri" em sedih, sedih ya sedih karena di ejek (tertawa garing)
"hampir ke lepasan,aduh nih mulut ya" batin Fahri
Ghani" mulut lu ya tidak bisa di jaga apa, hampir saja Daddy sama mommy tahu (berbisik)
fahri" sorry, sorry
semetara di rumah Abimanyu
terlihat seorang ibu yang masih emosi akibat perlakuan Sarah
Rey" udah Bun gak usah marah-marah nanti bunda tidak cantik lagi
__ADS_1
Dion" iya Bun bunda tuh jelek kalo marah
cha-cha" OOO jadi bunda jelek, terus tua iya gitu
"bukan" berbarengan
cha-cha" terus ? (menatap kedua anaknya )
Rey" em ... maksud kita tuh em
Rara" bunda (memeluk) terimakasih udah bela aku Bun,bunda jangan marah lagi ya
cha-cha" sayang bunda bakal lakuin apa aja buat membela anak-anak bunda, tapi dengan syarat kalian benar, kakak jadi wanita itu harus kuat gak boleh cengeng jangan pernah terlihat lemah, ingat ya kak
Rara" kakak sayang bunda
"kita juga sayang bunda " Rey dan Dion pun ikut memeluk cha-cha
Rara" tidak sayang kakak
"sayang kakak juga" mereka tertawa
Abi sangat bahagia melihat anak-anak nya bisa tumbuh sebagai anak-anak yang perduli,dan saling menyayangi
Abi" ehm,ehm gak ada yang sayang papa kah
mereka semua menoleh ke arah Abi
anak-anaknya pun berlari ke arah Abi untuk memeluk papa nya itu
cha-cha melihat itu sangat terhibur dan kini amarahnya sudah hilang tidak tahu kemana
cha-cha" udah,udah, udah malam ini sana pada tidur,
Dion" siap komandan (memberi hormat)
Rara dan Rey pun mengikuti Dion
cha-cha hanya bisa tertawa melihat kelakuan anak-anak nya itu ...
setelah anak-anak nya pergi Abi dan cha-cha pun mulai berbaring untuk menghilang kan kepenatan mereka
cha-cha" emm
Abi" papa gak pernah liat bunda sampai semarah itu
cha-cha" maaf pa, bunda hanya tidak senang saja jika ada orang yang mengusik anak-anak terlebih orang itu tidak memiliki sikap yang baik
Abi" papa juga heran dengan taya bisa-bisa nya dia mencari calon istri seperti itu
cha-cha" coba kamu tanya diri kamu pa (tertawa)
Abi" bunda, jangan mengungkit masa lalu (memeluk)
cha-cha" bunda tuh tidak mengungkit pa, cuma mau kasih tau jawaban atas pertanyaan papa saja
Abi dan cha-cha pun mulai terlelap dan terbuai dengan mimpi-mimpi mereka
sementara Rara masih menangis tanpa suara di kamar nya karena ia takut terdengar adik nya lagi
bagai mana tidak menangis melihat pria yang di cintai sejak dulu, menggandeng wanita lain di depan mata
"ya Allah sakit banget, aku berharap tidak pernah merasakan hal ini,jika harus sesakit ini" dalam hati Rara yang sedang menangis
tiba-tiba ponsel milik Rara berdering menandakan panggilan masuk
"fahri" gumam Rara
"ada apa malam malam begini menelpon " batin Rara
Rara mengangkat panggilan dari adik sepupunya itu
Rara" halo ada apa ? Kakak udah ngantuk nih
fahri" kakak ini, orang khawatir makanya nelepon, yang di khawatirkan malah santai
Ghani" kakak tidak lagi menagiskan
Rara" tidak, udah dulu kakak udah ngantuk ...
fahri" ya sudah selamat tidur kak, ingat kak besok jadwal kita kumpul
__ADS_1
Rara" iya twins bawel
Tut Tut Tut
Rara mematikan panggilan itu
Rara sangat senang ternyata adik-adik sepupunya itu sangat perduli padanya
apa lagi mereka mengetahui rahasia Rara yang orang lain bahkan keluarga nya pun tak tahu
karena lelah menagis akhirnya Rara mulai mengantuk dan menutup matanya ...
ke esokkan pagi nya Rara bangun terlambat bahkan salat Subuh pun terlewat ...
cha-cha" kakak, kakak, bangun kak udah jam sembilan pagi kak, kakak (bertriak)
Rara mulai membuka matanya karena mendengar kebisingan di depan kamarnya
Rara" astaga jam sembilan, iya Bun kakak udah bangun (bertriak)
Rara langsung membuka pintunya ,
cklek
rara" aduh maaf Bun kakak terlambat bangunnya,
cha-cha" kakak begadang lagi deh pasti
rara" enggak bun, cuma lagi enak aja tidurnya
cha-cha" ya sudah siap-siap, adik-adik mu udah nunggu , katanya hari ini kumpulan
meninggalkan Rara
rara" oooo iya Bun, Bun
cha-cha" apa lagi kak
rara" kakak sayang bunda
cha-cha" bunda sayang banget sama kakak
udah sana mandi kak, kakak bau
rara" ih bunda ini ...
rara kembali masuk kedalam kamarnya
" nak kenapa kamu masih tidak mau jujur sama bunda nak, kamu punya masalah apa" batin cha-cha yang masih menatap pintu kamar putrinya itu
tidak menunggu lama Rara sudah selesai dan turun menuju ruang keluarga
Dion yang melihat Rara langsung mengeluh karena keterlambatan kakak nya itu
Dion" Kakak ini lelet banget, udah tahu ini jadwal ngumpul kita tapi malah bangun siang (kesal)
rara"maafin kakak ya,(terkekeh) yasudah ayo kita berangkat
cha-cha" tunggu kak, ini sarapan nya bawa makan di mobil
rara" makasih Bun,
mereka bertiga pergi untuk berkumpul, acara rutin mereka setiap bulan ,
setelah sampai di tempat yang di tuju mereka semua turun untuk menghampiri yang lain
namun sesuatu membuat Rara terkejut , ia melihat taya sedang berada di tempat mereka berkumpul , dengan wajah girang tanpa dosa
"mau apa dia kemari, dan siapa yang mengajaknya untuk berkumpul" batin Rara yang berjalan pelan sambil memperhatikan taya
________________________________________
TBC
next semua
maaf bukan lama up tapi dari pihak manganya yang lama mereview nya
setelah membaca jangan lupa kasih like dan komen ya
thanks
__ADS_1