
enjoy
.
..
.
..
.
..
let's read
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
sudah tiga bulan berlalu dari kejadian itu, kini Ghani dan Fahri sudah mulai berbaikan , Ghani sudah mulai bisa melupakan Ranti sedikit demi sedikit
Ghani saat ini hanya tinggal menunggu ke lulusannya sebagai sarjana dan dirinya kini sudah bekerja di perusahaan milik ayahnya
hari ini adalah hari syukuran rumah baru taya dan Rara, sekaligus acara tujuh bulan Rara , ya tidak terasa. bayi di kandungan Rara sudah berumur tujuh bulan tidak lama lagi mereka akan di sibukkan dengan mengurus bayi,dan mendengar suara tangis bayi yang akan membuat rumah mereka selalu ramai
tamu tamu sudah mulai berdatangan dan keluarga pun sudah berkumpul untuk memeriahkan acara , dari mulai pengajian , pembacaan doa,siraman, sungkem, belah cangkir,dll (sesuai adat Jawa) semuanya mereka jalankan dengan penuh rasa bahagia dan syukur
setelah serangkaian acara itu, kini semuanya Sadang asik berbincang bersama karena acar pun sudah selesai dan para tamu juga sudah tidak ada lagi, hanya tinggal saudara saja
Abi" Ghani bagaimana rasanya bekerja?
Ghani" em lumayan menyenangkan, tapi di kantor dad tidak banyak wanita cantik (tertawa)
dimas" makanya dulu dad tidak suka di kantor (tertawa)
Fani" lihat bapak sama anak sama saja kelakuannya
cha-cha" Ghani wajah mirip Rika kelakuan persis Dimas , berbanding terbalik dengan Fahri, wajah mirip Dimas tapi sifat dan tingkah nya seperti Rika
Bu Lia" apa bedanya Rey dan Dion (tertawa)
Rara " nanti anak kakak kayak siapa ya , ah jangan seperti Daddy nya, seperti mom saja ya nak (mengelus perutnya )
Radit" kak anak kalo gak mirip bapaknya ya ibu nya masa iya mirip tetangga
Rey" mirip uncle ya dek
Dion" jangan mirip uncle saja
Ghani" mom mau rebutan kayak Rey sama Dion
dimas" kamu mau rebutan anak nya siapa Ghani
Ghani" besok suruh Fahri cepat menikah jangan bekerja saja biar bisa kayak gitu
Rika"(menjewer kuping) kamu pikir menikah itu mudah heh ... dasar kamu ini
Ghani" ampun mom, ampun
taya" terserah nak kamu mau mirip mom atau dad yang penting kamu lahir selamat tanpa kurang suatu apa pun dan sehat
semua orang mengamini perkataan taya,sedang asik berbincang mereka kedatangan keluarga Nara
"assalamualaikum" bersamaan
"walaikumsalam" bersamaan
cha-cha" aduh anak bunda yang satu nya baru datang,ayo masuk masuk
Nara Alvin dan nada masuk dan ikut bergabung bersama para orang tua , sedang kan para anak muda berpindah tempat
Nara"(memeluk) selamat ya mom Rara sebentar lagi bakal punya baby
Rara" kamu sama Alvin kapan nyusulnya, biar nanti anak kita bisa main bareng
cha-cha" Nara ini siapa ?
nara" oooo iya kenalkan ini adik Nara,namanya nada
nada mencium tangan para orang tua sambil memperkenalkan diri,
cha-cha" key ini ajak nada gabung sama kalian
cyra mendekati cha-cha dan nada,
cyra" Hay cyra (mengulurkan tangan)
nada" nada( menjabat tangan )
cyra" ayo kita gabung dengan yang lain, jangan sama orang tua, bosen (terkekeh)
__ADS_1
nada mengikuti cyra menuju ruangan berbeda
cyra" Hay ini ada adiknya kak Nara
mereka semua kompak melihat ke arah cyra
Ghani" Lo
dari melihat cyra sekarang beralih melihat ke arah Ghani
Rey" Lo kenal ghan ?
Ghani" enggak, gue gak kenal, gue selalu aja sial setiap kali ketemu ni cewek
nada menundukan kepalanya mendengar ucapan Ghani
Dion" kak Ghani kok ngomong gitu, gak boleh maaf ya kak nada, kak Ghani emang suka begitu
cyra" tahu Lo ghan, sembarangan kalo ngomong, ayo nada duduk jangan hiraukan Ghani
nada duduk di sebelah Rey dan mereka melanjutkan berbincang, Ghani memperhatikan nada yang menurut nya sangat jauh di bawah standar sebagai wanita
"enggak nyangka, kak nada punya adik yang bentuknya begini" batin Ghani
Rey" nad kamu kerja atau kuliah ?
nada" aku lagi cari kerja,
cyra" wah kamu sudah lulus padahal umur kita sama ya
nada" iya,tapi sangat sulit mencari kerja di sini
Ghani" iya lah, apa lagi bentukannya kayak Lo (ketus)
"Ghani" bersamaan
nada merasa sakit hati sekali mendengar ucapan Ghani , walau benar apa yang di katakan namun dirinya memang tidak bisa berubah, karena dirinya kurang percaya diri
Ghani meninggalkan ruangan itu meninggalkan mereka
Rey" jangan dengerin omongan Ghani ya, dia emang suka kayak gitu
cyra" Ghani itu sebenar nya baik, cuma dia kadang suka menyebalkan
nada hanya tersenyum menanggapi perkataan Rey dan cyra
taya" itu nada belum kerja ya mom ?
Rara" kata Nara sih belum, kasihan deh udah melamar kemana mana gak dapet dapat
taya" kenapa gak kerja sama Alvin ?
Rara" nada tidak mau, katanya dia mau bekerja dengan kemampuannya sendiri
kayak aku deh anak itu (terkekeh)
taya" aku suka sama wanita wanita mandiri seperti itu
Rara" OOO jadi suka sama nada juga gitu (membulatkan mata)
taya" bukan suka sepeti itu mom, hanya kagum saja , di hati dad hanya ada mommy saja (mencium gemas pipi Rara)
Rara" dasar gombal ... lihat nak, dad mu itu tukang gombal
taya" tidak apa apa ya nak, kan sama mommy ini (tertawa)
berbeda dengan Nara dan Alvin yang masih harus berusaha mendapatkan momongan , sementara dari pihak Alvin sudah sering menanyakan hal itu, hal itu membuat Nara sangat tertekan
Alvin" sayang kamu kenapa?
Nara" Rara bahagia banget ya, bakal punya anak
Alvin" kita juga akan punya, kita tetap harus usaha ya sayang
Nara" mama bakal sedih deh tahu bulan ini aku halangan lagi
Alvin" sabar sayang, Allah masih mau lihat usaha kita, jangan pikirkan kata kata mama ya, mama memang suka begitu
Nara" tapi aku merasa bersalah
Alvin" sudah lah sayang, jangan pikirkan lagi, bagaimana kita mau dapat dik bayi jika calon ibunya selalu memikirkan hal hal tidak penting (memeluk Nara)
" kamu bisa bilang begitu karena kamu tidak merasakan nya, bagaimana jadi aku, wanita yang selalu saja di sindir oleh keluarga mu " batin Nara
sebenarnya mama Ervina tidak mempermasalahkan menantunya itu namun , keluarga serta yang lainnya yang mempengaruhi mama Ervina
pagi pagi sekali nada sudah siap untuk pergi, mencari pekerjaan ,
mami" nada kamu pagi pagi gini mau kemana ?
__ADS_1
nada" mau cari kerja mi, siapa tahu kalo pagi pagi pagi gini, Rezki nada gak di ambil ayam
mami" ya Allah anak gadis mami satu ini,(tertawa) jangan kan ayam, itu perusahaan juga belum buka nad, ini masih sangat pagi ...
nada" mi emang apa yang salah dari nada ?
mami" maksud Nya ?
nada" apa ada yang salah dengan penampilan nada, apa nada seperti mahluk asing, apa nada terlihat kucel
mami" kamu cantik nak, hanya perlu sedikit riasan kamu bisa menyaingi Miss world
nada" (menghela nafas) mami ini mengejek nada (mengerucutkan bibir)
mami" kamu cantik nada, percaya sama mami,
nada" tapi kenapa orang orang bilang nada ini jelek
mami" kerena mereka tidak kenal kamu, udah udah kenapa kita jadi bahas ini, ya udah kamu panggil mas Alvin dan mba mu, ajak mereka sarapan
nada" siap mi
nada memanggil Nara dan Alvin untuk makan pagi bersama , kini waktu menunjukan setengah tujuh
tok tok tok
nada" mba,mas ayo makan pagi, mami sudah menyiapkan nya
Nara" iya nad kamu turun saja dulu nanti mba dan mas Alvin menyusul
nada" iya mba
setelah selesai sarapan pagi Alvin pergi ke kantor dan nada pergi mencari pekerjaan dengan di antar oleh pak Idris, ya semenjak kejadian di mana nada di ganggu oleh preman mami lara melarang nya untuk pergi sendiri
hari ini nada mencoba memasukan berkasnya ke dalam Nugroho company, karena dirinya mendapat info jika Nugroho company sedang membuka lowongan pekerjaan
pak Idris" non sudah sampai kenapa tidak turun?
nada" nanti pak nada berdoa dulu, biar bisa di terima
pak Idris tertawa kecil melihat tingkah nada yang begitu polos dan lugu itu
nada" pak nada pamit (mencium tangan ) doakan nada ya pak
pak Idris" iya non,nanti kalo sudah pulang hubungi saja non
nada"iya pak
nada turun dari mobil dan masuk kedalam kantor itu
nada melihat banyak sekali orang orang yang ingin melamar pekerjaan
"ya ampun mereka cantik cantik sekali, berbeda sekali dengan ku" dalam hati nada
nada menunggu giliran nya untuk di panggil nada hanya diam melihat orang orang yang bersaing dengan dirinya
"nada Pradipta"
nada langsung bangun dan menghampiri wanita yang memanggilnya
nada" saya mba
"mari ikut saya"
nada ikut masuk ke dalam ruangan itu,jantung nada bekerja ekstra membuat nada semakin gugup
"silahkan duduk"
nada duduk di sebuah bangku yang berada di tengah ruangan itu
nada melihat satu persatu petinggi perusahan yang ada di hadapannya, mata nya terhenti saat melihat Ghani berada di salah satu bangku itu
"Hem seperti nya aku tidak akan di terima " batin nada
orang orang itu mulai memberi pertanyaan pada nada,dan nada pun menjawab dengan tenang dan benar
kali ini giliran ghani dan nada sudah sangat takut melihat tatapan Ghani yang seakan siap memangsanya
" ya Allah tolong selamat kan nada " dalam hati nada
________________________________
TBC
next
jangan lupa setelah baca kasih like dan komen buat aku ya terimakasih
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1