
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
____________________________
Dion sedang berada di kafe tempat biasa jika mereka berkumpul,Dion sedang main bersama teman-teman sekolahnya
sedang asik berbincang Dion melihat empat wanita yang tidak asing untuknya masuk ke dalam kafe itu,Dion berfikir jika ke empat wanita itu datang dengan para ke kasihnya namun Dion salah,ke empat wanita itu bertemu dengan laki-laki yang dirinya pun tidak kenal
Dion memperhatikan mereka yang seperti ABG yang baru bertemu dengan laki-laki ,terlihat jika mereka seperti malu-malu,melihat hal yang tidak beres itu Dion menelepon abangnya untuk memberitahu apa yang sedang iya lihat
Rey menatap ponselnya yang berdering menandakan panggilan masuk,Rey melihat nama yang tertera di layar ponselnya
"Dion"
"ada apa anak ini menelepon" fikir Rey
Rey mengangkat telepon dari adik nya itu
Rey*ada apa?
Dion* Abang dimana ?
Rey* di rumah Ghani ada apa?
Dion*bang aku melihat, kak nada, kak Ica, kak cyra dan kak Rizki di sini , bersama laki-laki yang Dion tidak kenal
Rey*apa ? dimana ?
Dion*di kafe biasa tempat kita berkumpul
rey* tunggu kami akan ke sana
Rey menutup panggilan itu,
Ghani" ada apa Rey
Rey" kalian tahu,orang-orang yang kita khawatirkan dari tadi ternyata mereka sedang bersenang-senang bersama laki-laki
"apa?!" bersamaan
Ghani" dimana? kita ke sana sekarang ?
Rey" di kafe biasa kita kumpul
dengan cepat Ghani mengambil kunci mobilnya dan melaju Dangan cepat di susul Rey dan juga Fahri yang terlihat sangat emosi
sesampainya di sana,Dion sudah menunggu di depan kafe itu
Dion" kak (melambaikan tangan)
Ghani" dimana mereka ?
Dion" itu (menunjuk ke arah para wanita)
Ghani dan yang lain hendak masuk namun di hadang oleh Dion
Dion" sabar jangan pakai emosi,kita bermain cantik saja,tenang jangan emosi
Fahri" bermain cantik bagaimana ?
Dion membisikan sesuatu pada ketiga pria itu ,setelah selesai mereka masuk bersamaan ke dalam kafe itu dan menghampiri para kekasih mereka
ke empat wanita itu sangat terkejut melihat kekasih mereka berada di hadapan mereka ,nada,alisha,dan Rizki sudah menundukan kepala karena takut
__ADS_1
Fahri mendekati alisha
Fahri" sayang ternyata kamu di sini, ayo kita pulang anak kita sudah menunggu di mobil( menepuk bahu alisha)
alisha tidak bisa berkata lagi dirinya hanya diam dan tertunduk
ghani" sayang kamu kan sedang hamil,tidak baik keluar malam (mengelus kepala nada)
Rey" sayang,kamu ini,bukan kah kita besok akan pergi bulan madu kenapa masih disini
(duduk di sebelah Rizki)
Dion" Tante kok masih cari yang lain kan masih ada aku (tersenyum manis)
ke empat pria itu langsung pergi tanpa berkata sedikit pun,mereka sangat takut melihat tatapan keempat pria itu
ke empat wanita itu, saat ini ingin rasanya berlari,dan bersembunyi di dalam tempat terpencil agar tidak bertemu para laki-laki ini
mereka membawa para wanita masuk ke dalam ruangan khusus di kafe ini yang biasa mereka gunakan jika berkumpul
nada,Rizki,alisha dan cyra hanya terduduk pasrah dalam ruangan itu,ke empat wanita itu tidak ada yang berani menatap laki-laki yang ada di hadapan mereka
cyra memberanikan diri,untuk membuka suara
cyra" gue bisa jelasin ke kalian
Ghani" jelasin apa? kalian ini ya,di kasih kebebasan malah seperti ini (menatap nada)
Fahri" Ica kamu juga kenapa kamu mengikuti mereka, ingat Ica kita akan menikah beberapa Minggu lagi
Rey" ri,gue memang belum meresmikan hubungan kita tapi kenapa Lo lakuin ini
ke empat wanita itu sudah diam tidak bisa berkata karena memang mereka yang salah, melakukan hal bodoh,yang seharusnya tidak mereka lakukan
"maaf" bersamaan
Rey" maaf untuk apa hah? kalian tahu, kami seharian ini sangat mengkhawatirkan kalian tapi kalian seakan tidak perduli dan melakukan hal ini
Ghani" aku kecewa pada mu nad
nada yang melihat itu langsung bangun dan memeluk Ghani
nada" maaf,maaf,maafkan aku,aku salah,tidak seharusnya melakukan ini maaf
Fahri " menarik alisha dan membawanya pergi
begitu juga dengan Rey,dia menarik Rizki dan meninggalkan tempat itu
Dion membawa cyra keluar dari tempat itu , Ghani melepaskan,pelukan nada dan membawa nada pergi dari tempat itu
sepanjang perjalan alisha dan Fahri hanya saling diam,alisha tahu jika calon suaminya itu sedang sangat marah padanya
"seandainya aku tidak tertarik melakukan itu,pasti dia tidak akan marah, bagaimana ini" batin alisha
alisha" maaf,aku tahu aku salah,kamu jangan marah ya,maaf (memegang lengan Fahri)
Fahri memberhentikan mobilnya dengan tiba-tiba
Fahri" kamu tahu aku sangat takut terjadi sesuatu pada mu, aku seperti orang gila seharian ini menghubungi keamanan di apartemen, untuk menanyakan mu, karena ponselmu tidak bisa di hubungi,kamu tahu itu, dan dengan enteng nya kamu minta maaf (kesal)
alisha" maaf kan aku, aku salah, kamu boleh menghukum aku, asal jangan marah pada ku (menagis)
Fahri" astaga,aku sangat kesal (memeluk) sudah jangan menagis
alisha" aku minta maaf,apa kamu memaafkan aku ?
Fahri" aku memaafkan mu tapi hukuman tetap berjalan, jangan harap akan lepas dari hukuman itu
alisha" tapi jangan marah pada ku,aku terima apa pun hukuman untuk ku
Fahri" jangan pernah ulangi hal seperti ini mengerti
alisha" aku mengerti,maaf,jadi apa hukuman ku ?
Fahri" selama dua Minggu tidak boleh keluar apartemen kecuali bersama ku atau supir dengan seizin ku
__ADS_1
alisha menerima dengan senang hati hukuman yang di berikan Fahri,karena itu adalah ke salahnya
sementara Rey dan Rizki sedang berada di sebuah taman yang tidak jauh dari kafe itu
Rizki memberanikan diri untuk membuka suara
Rizki" maaf tidak seharusnya aku seperti ini
Rey" berikan tangan mu
Rizki" untuk apa ?
Rey" berikan tangan mu aku bilang (kesal)
dengan perasaan takut Rizki memberikan tangannya pada Rey
Rey"(memasangkan cincin) aku tidak aku kejadian seperti ini terulang lagi,karena aku mau kamu tetap menjadi milik ku mengerti,kita tidak akan berpacaran karena kamu tidak suka, jadi kita akan menikah secepatnya
Rizki hanya bisa diam,karena ini sangat tiba-tiba sekali,walau tidak romantis namun perbuatan Rey dan kata-kata nya mampu menggetarkan hati Rizki
Rey" kamu tidak mau ? kenapa diam saja?
Rizki" kamu,ini (sedikit tidak percaya)
Rey" besok kita bertemu papa dan bunda untuk membicarakan hal ini, biar aku antar kamu pulang (menggenggam tangan Rizki)
sementara nada dan Ghani, keduanya hanya saling diam,nada pun tidak berani membuka suara karena ia tahu, jika dia berbicara itu hanya akan membuta Ghani semakin marah,sesampainya di rumah nada,nada turun namun tidak dengan Ghani, Ghani langsung melajukan mobilnya dengan sangat kencang meninggalkan nada yang masih menatap mobil itu
"apa yang telah aku lakukan,aku harus bagai mana sekarang " dalam hati nada
Dion dan cyra masih dalam perjalanan menuju rumah cyra
cyra" aduh mati gue, mereka pasti ribut deh, ah gue bodoh banget sih
Dion" makanya kak kalo main itu yang benar jangan main perasaan
cyra" ya kita kan hanya iseng, tidak tahu jika mereka bisa tahu, tahu dari mana juga lah mereka itu
Dion" kakak tahu, kak Fahri udah kasih tahu opgan tentang kelakuan kakak hari ini (tertawa)
cyra"apa!!! serius loh anak kecil, haduh mati gue, bawa gue ke rumah lo saja
Dion" tidak bisa, ini sudah dekat Dnegan rumah kakak
sesampainya di rumah cyra,Radit sudah menunggu putrinya itu
Dion" opgan (mencium tangan) Dion pamit ya
Radit" tidak masuk dulu Dion
Dion" tidak opgan,sudah malam ,lagi pula opgan kan ada urusan dengan kak key (terkekeh)
Radit" ya sudah hati-hati kamu
Dion pergi meninggalkan rumah itu,cyra merasa sangat takut sekali,melihat wajah Radit yang sudah siap untuk menerkam dirinya
Radit" masuk !
dengan cepat cyra masuk ke dalam rumahnya sebelum Radit bertriak,Radit menutup pintu dengan kencang membuat cyra semakin takut
Radit" key papa dan mama tidak pernah memaksamu untuk melakukan hal yang kami mau, kami selalu menuruti kemauan mu,bahkan kami tidak pernah menuntut sesuatu pada mu, kami berharap jika kamu, menjadi anak yang baik,dan tumbuh dengan bertanggung jawab tapi nyatanya kamu tidak bisa melakukan semua itu dengan baik ,papa kecewa pada mu key,mulai detik ini,tidak ada keluar rumah kecuali ke rumah sakit atau kampus,kamu akan di antar jemput,tidak ada lagi credit card,ATM atau yang saku,psk man akan menunggu mu di rumah sakit,tidak ada mall,dan setelah lulus kamu harus menikah dengan laki-laki pilihan papa
cyra" key belum mau menikah pa,key masih ingin berkarir pa,papa jangan egois seperti ini dong,key tahu,key salah tapi tidak seperti ini pa,key tidak mau pa,key tidak mau (menangis)
Radit" cukup key,tidak ada protes,dan masuk ke kamar mu,dan ini sudah keputusan terakhir papa dan mama
Radit pergi meninggalkan cyra,yang menagis dengan kencang, Radit merasa bersalah karena dirinya cyra menjadi seperti sekarang, dirinya yang selalu memanjakan cyra,dan tidak mendengar perkataan istrinya
"maaf kan papa,ini mungkin yang terbaik untuk mengubah mu key " Radit bergumam dalam hati sambil melihat putrinya yang masih menagis
-------------------------------------------
TBC
next
__ADS_1
jangan lupa kasih like,komen,favorit,vote dan dukungan yang lain ya, terimakasih