
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
kini Rey dan Naima sudah berada di depan pintu rumah cyra,Rey merasa ragu untuk mengetuk pintu itu,Rey takut jika dirinya menyampaikan hal itu cyra akan terguncang,namun mau tidak mau dirinya harus memberi tahu
Rey menarik nafasnya sebelum mengetuk pintu
tok tok tok
tidak menunggu lama,pintu putih itu terbuka dan menampakan mba Sri yang berdiri disana
mba Sri" tua Rey,ada yang tertinggal ?
Rey " tidak, saya mau bertemu Dnegan cyra dan juga Rey, apa mereka ada
mba Sri" silahkan masuk saya akan panggilkan tuan dan nyonya
Rey dan Naima masuk ke dalam rumah itu, Rey benar-benar bingung harus memulai dari mana,karena dirinya pun masih syok
Naima" kak Rey,kak Rey baik-baik saja
Rey" tidak,aku tidak baik-baik saja nai
Naima menggenggam tangan Rey agar merasa lebih tenang,Rey menggenggam tangan Naima dengan kuat seakan mencari kekuatan dari tangan mungil itu
cyra" kenapa kalian kembali (tersenyum)
Rey langsung menghampiri cyra yang berada di ujung tangga,Rey memeluk cyra
cyra" ada apa Rey ?
perasan cyra mulai merasa tidak enak,karena tidak biasanya Rey melakukan hal itu
Rey" key Lo harus kuat,gue yakin Lo bisa (menagis)
cyra" ada apa Rey? (khawatir)
Rey" opgan
cyra" ada apa dengan papa?
Rey" opgan sudah meninggalkan kita key
cyra merasa tidak percaya dengan ucapan Rey,cyra mendorong tubuh Rey
cyra" ini tidak lucu Rey,kamu tidak boleh bercanda seperti ini
Rey" key
Rey mendekat pada dan kembali memeluk cyra
cyra" kamu jahat Rey,kamu bercanda kan,kamu (mulai menagis)
Rey" menagis lah key
cyra" papa tidak mungkin meninggalkan gue dan mama Rey,papa udah janji bakal jagain
gue sama mama,dan papa belum lihat cucunya Rey
Naima ikut meneteskan air mata melihat cyra yang menagis
__ADS_1
Rey"key bersiaplah kita akan kerumah mu
cyra hanya diam saja tidak bergerak sedikit pun
Naima mendekati cyra
Naima" kak key mari nai bantu untuk bersiap
cyra" nai ini hanya mimpi ku saja kan,katakan pada ku ini mimpi kan nai (menagis)
Zain yang baru tiba melihat istrinya menangis langsung menghampiri istrinya itu
Zain" ada apa ini Rey,nai ?
Rey" belum ada yang memberitahu mu Zain ?
Zain" apa? tidak ada ?
Rey" papa Radit sudah pergi meninggal kan kita
Zain terlihat syok dengan berita yang di sampaikan oleh Rey
Zain" tidak mungkin,tadi pagi aku ke sana semuanya baik-baik saja dan papa masih terlihat sehat
Rey" bersiap lah Zain yang lain sudah menunggu kita
Zain langsung memeluk istrinya dengan erat
cyra" ini hanya mimpikan kan Zain,papa masih ada di rumah kan,masih menanti cucunya lahir kan Zain,iya kan
Zain semakin mengeratkan pelukannya pada cyra
Zain" sayang kamu harus sabar,kasian papa jika kamu seperti ini
Rey" lebih baik kita pergi sekarang saja Zain,biar aku yang mengendarai mobil
melihat kondisi cyra tidak mungkin ia akan bersiap
sesampainya di kediaman Radit,seakan tidak percaya cyra melihat bendara kuning yang terpasang di depan rumahnya,membuat dirinya semakin menagis histeris
cyra" papa!!! papa tidak boleh tinggalin key pa,papa udah janji bakal jagain mama dan key, papa belum melihat cucu papa, papa bangun jangan tinggalkan key pa
semua ornag yang melihat cyra ikut merasa sedih
Fani" key (memeluk)
cyra" ma papa jahat ma,dia tinggalin kita,papa tidak sayang kita,ma bangun kan papa suruh papa jangan bercanda
Fani sangat sedih melihat putrinya yang sangat terpukul karena di tinggalkan oleh Radit
Fani" nak kita harus ikhlas,papa sudah senang,papa sudah tidak merasakan sakit,tidak harus kerumah sakit lagi,papa sudah berkumpul dengan orang-orang yang ia sayangi,nak tugas papa sudah selesai di sini,sekarang saat nya kita yang yang berjuang,kasihan anak mu jika kamu seperti ini nak,papa akan sedih
cyra hanya menangis dalam pelukan Fani,yang memeluk nya erat
Fani" kamu masih punya mama nak,kita berjuang bersama,biarkan papa mu beristirahat dengan tenang
cyra tidak bisa berfikir jernih saat ini,dirinya hanya bisa menangis,duduk di samping mendiang ayahnya
cyra hanya memandangi wajah papanya yang sudah pucat,berharap jika semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk,saat dirinya terbangun semuanya akan baik-baik saja
malam semakin larut,cha-cha meminta cyra untuk beristirahat mengingat kondisi cyra yang tengah mengandung
cha-cha" key lebih baik kamu beristirahat,ini sudah sangat larut,kasihan anak mu key
cyra" key mau temani papa saja Bun,key tidak mau meninggalkan papa
Rika" key,fikirkan anak mu,dia pasti lelah key ayo nak kita istirahat
Rika dan cha-cha membatu cyra untuk bangkit dari duduk nya,dan membawa cyra menuju ke kamarnya untuk beristirahat
zain masuk kedalam kamar itu dan melihat istrinya yang sedang menagis tanpa suara
Zain" sayang
__ADS_1
cyra" aku tidak bisa tidur
Zain" ke marilah
menarik cyra masuk kedalaman pelukannya
Zain" aku akan menemani,hingga kamu tertidur
Zain mengelus kepala cyra hingga istrinya itu tertidur
keesokan paginya kediaman Radit sudah di penuhi oleh para pelayat,termasuk orang tua Naima
Reno datang bersama dengan Febi,para keluarga melihat ke datangan Reno ingin sekali mengusir kedua orang itu namun itu tidak mungkin mereka lakukan mengingat ini adalah Acra pemakaman mereka tidak ingin ad keributan terjadi
dengan sigap Rey tidak melepaskan Naima dari genggamannya,ke mana pun dirinya pergi Naima terus bersamanya
Naima yang melihat papanya tiba langsung menghampiri,karena Naima tahu jika semua ini bukan lah ke salahan papa nya melainkan kakak perempuannya
Naima" papa (mencium tangan)
Rey pun mengikuti yang dilakukan istrinya itu
Reno " kamu masih ingat papa Naima ? (ketus)
Naima" maksud papa?
Reno" oooo papa lupa,jika kamu itu
Febi yang mengetahui jika papanya akan mengatakan kejujuran yang terjadi langsung mencegah papa nya
Febi" pa,papa harus masuk dulu,sebentar lagi akan di makam kan
Rey terus menatap tajam ke arah Febi,Naima hanya bisa menundukan kepalanya ia tahu pasti kakak nya itu sudah bicara yang tidak-tidak megenai dirinya
"hampir saja papa menggagalkan rencana ku,jika Naima tahu mama nya tidak berada di rumah,dia tidak akan menuruti kemauan ku" dalam hati Febi
acara pemakaman berlangsung,cyra terus menagis memandang papa nya yang sudah di tutupi oleh tanah,air mata cyra keluar begitu saja
setelah selesai pemakaman semua keluarga kembali ke kediaman Radit,Reno dan Febi pun mengikuti
Naima" kak Rey aku mau ke toilet
Rey" pergi lah, dan cepat kembali kemari
Naima beranjak dari duduk nya dan pergi menuju toilet
setelah selsai Naima langsung keluar dan melihat Febi sudah menunggunya
Febi" kamu tidak takut dengan ancaman ku ya Naima,rupanya kamu sudah mulai tidak perduli pada mama mu
Febi menarik lengan Naima agar mendekat padanya
Febi" kamu mau mama mu,seperti om Dimas Naima
Naima merasa sudah tidak kuat berpura-pura di depan Febi,dan mendengar semua celotehan Febi
Naima" aku tidak takut pada ancaman kakak,asal kakak tahu,aku tidak akan meninggalkan suami ku,dan mama aku akan memberi kejutan pada kakak,seharusnya yang takut sekarang kakak bukan aku
dengan cepat Naima meninggalkan Febi yang masih mematung berdiri di tempat nya mencerna kata-kata adik nya itu
____________________________
TBC
next
jujur nulis bab ini,aku sedih banget karena harus melepas Radit pergi,tapi tidak mungkin terus membiarkan karakter Radit yang tidak berdaya terus ada,nulis bab ini mengingatkan aku akan papa ku yang sudah Tidak ada,jadi aku tahu bagaimana rasanya kehilangan
eh kok aku jadi curhat,maaf semua
terimakasih buat yang sudah membaca jangan lupa memberi dukungan buat aku
sekali lagi terimaksih
__ADS_1