
enjoy
.
.
.
.
.
.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
sudah seminggu dan taya belum juga bisa menjemput Rara, dan sudah seminggu pula dirinya mengajukan permohonan pada ozzil untuk tidak hadir dalam kasus
namun semuanya sia sia taya tidak dapat mendapat kan izin itu, taya benar benar tersiksa karena semua hal yang terjadi
dirinya hanya bisa menghubungi raralewat video melalui ponsel asisten rumah tangganya karena keluarga nya tidak ada yang memberi kebebasan mengunakan ponsel
semua hal itu sungguh menyiksa kedua nya
hari hari raya hanya di temani Steven yang sudah seminggu juga terus menempel pada taya
sampai sampai taya merasa tidak enak pada istri Steven
taya" stev pulang lah, aku tidak apa apa
Steven" tidak pak, saya akan tetap temani bapak
taya" stev istrimu menunggu di rumah, dia pasti sangat merindukan mu,pulang lah, aku sungguh baik baik saja
Steven" baik lah saya akan pulang, tapi pak jika terjadi sesuatu pada bapak , segera hubungi saya
taya"(tersenyum) iya stev
taya masuk kedalam kamarnya setelah Steven pergi
"aku merindukannya" batin taya
taya mulai memejamkan matanya karena dirinya benar benar lelah
Steven di rumah sangat mencemaskan bosnya itu sampai sampai istrinya merasa sedikit kesal
Alice " sebenarnya istri mu aku atau bos mu itu (kesal)
Steven" sayang kamu tidak tahu masalahnya, bos ku itu sangat menderita sekali saat ini
Alice" menderita. dia punya istri,orang terhormat dan terpandang,kasusnya sudah di tangani menderita dari mana ?
Steven menatap tajam istrinya iya tahu jika istrinya tidak tahu masalahnya namun iya juga merasa kesal pada istrinya yang terkadang suka seenaknya jika bicara, tanpa mengetahui fakta
Steven" Alice tutup mulut mu jika tidak tahu fakta yang sebenarnya, hidup nya tidak seberuntung hidup kita, kamu harus nya bersyukur
Alice" kamu selalu mengatakan itu, jika kita beruntung kamu tidak jadi bawahan nya tapi kau menjadi bos nya
Steven" Alice (bertriak) cukup tutup mulut mu
Alice merasa takut karena Steven tidak pernah bertriak seperti itu padanya
Steven" maaf kan aku, maaf kan aku Alice, aku tahu kamu marah, tapi tolong mengerti aku,
__ADS_1
Alice" bagai mana aku bisa mengerti jika kamu tidak pernah memberi tahu (menangis)
Steven menghela nafas panjang
Steven" baik lah aku akan ceritakan tapi, ingat kamu harus jaga rahasia ini baik baik, bahkan kasus ini saja hanya media tertentu yang meliput ingat itu
Steven menceritakan semuanya pada istrinya karena dirinya tidak mau ada salah paham antara dirinya dan istrinya seperti yang di alami atasannya itu ...
setelah mendengar penjelasan Steven Alice semakin kencang menangis
Steven" sayang kenapa kamu semakin kuat menangis nya
Alice" maaf kan aku, aku tidak tahu jika hidup bos mu sangat lah pelik seperti itu, aku merasa bersalah karena sering mengumpat nya dalam hati huaaaa huaaa
Steven" (terkekeh) astaga sayang, sudah sudah, jangan menangis,kamu bisa minta maaf nanti jika kita bertemu dengannya
Alice" kamu pergilah, temani pak Dimitri , kasihan dia
Steven" (tersenyum) sayang aku akan disini besok baru aku pergi, karena pak Dimitri tidak suka di bantah
Alice" ya sudah ayo kita tidur, biar besok bisa bangun pagi
Steven sungguh beruntung memiliki istri pengertian sepeti Alice
waktu terus berjalan tidak terasa sudah sebulan lamanya taya dan Rara berpisah
kini penampilan taya sangat berbeda wajahnya terlihat kurus,jantung mata yang terlihat jelas,wajah lesu,dan berpakaian seadanya
hari ini taya bisa bernafas lega karena dirinya di izinkan untuk kekantor karena dirinya harus memimpin sebuah rapat penting
sesampainya di kantor taya langsung menuju ruang rapat , karena dirinya harus membaca dan mempelajari beberapa materi rapat bersama Fahri yang sudah lama juga tidak iya jumpai
fahri sangat terkejut melihat kakak iparnya itu berpenampilan seperti orang tidak terurus
taya hanya tersenyum, dia mengira jika Fahri tahu akan permasalahan dirinya dan Rara
sebalik nya Fahri merasa heran dengan penampilan taya, yang seperti tidak terurus
taya mulai membaca berkas berkas dan fokus pada pekerjaannya
sementara Fahri terus bertanya tanya akan hal yang terjadi pada kakak iparnya itu
rapat sudah di mulai dan taya menjadi pusat perhatian semua orang bukan hanya karena kasusnya namun juga karena penampilannya yang terlihat sungguh berantakan
Nara" ri, itu pak Dimitri kenapa (berbisik)
fahri" tidak tahu
Nara" apa Rara tidak mengurusnya
fahri" aku bilang tidak tahu, sudah diam fokus pada meeting
setelah selesai rapat taya meminta Steven untuk tidak ada yang menganggu nya karena dirinya ingin beristirahat sebelum mereka kembali ke pengadilan
fahri" stev mana pak Dimitri ?
Steven" maaf pak Fahri bapak Dimitri tidak ingin di ganggu
fahri" stev apa kamu tahu apa yang terjadi pada kakak ku itu
Steven sedikit heran dengan pertanyaan Fahri karena dia juga menyangka jika Fahri tahu soal Rara
Steven" apakah bapak tidak tahu ?
__ADS_1
fahri" tahu apa? apa ada Maslah ?
Steven" jadi bapak benar benar tidak tahu
fahri" stev jika saya tahu buat apa saya bertanya, ada apa sebenarnya ?
Steven menceritakan jika Rara di bawa pulang oleh keluarga nya dan meminta taya untuk menjemputnya , namum taya tidak bisa karena harus menyelesaikan kasus
fahri" ya Allah , jadi kakak tidak di sini, jadi sudah sebulan mereka berpisah
Steven" iya pak
fahri" kenapa tidak ada yang memberitahu ku,
Steven" saya pikir bapak sudah tahu
fahri" aku harus pulang dan membantu menyelesaikan Maslah ini,
Steven" semoga berhasil pak, pak apa saya beritahu pada pak Dimitri
fahri" tidak usah, biar saya saja nanti yang memberi tahu
Steven" pak saya sangat berharap pada bapak, karena say sungguh tidak tega melihat keadaan pak Dimitri
fahri" serahkan semuanya pada saya stev
fahri kembali ke ruangannya dan meminta asistennya menyiapkan semua keperluan untuk dirinya pulang ke Indonesia
fahri" Ahmad tolong siapkan semuanya untuk saya pulang ke Indonesia , dan kamu hendel semua pekerjaan yang ada di sini
Ahmad" baik pak
fahri menelpon saudara kembarnya untuk menanyakan masalah ini
fahri* kenapa Lo gak kasih tahu gue masalah Kaka dan mas taya
Ghani* yey gue juga baru tahu nya pas mereka udah seminggu pulang ke indo ri
jadi gue pikir Lo sudah tahu
fahri* gila kenapa Samapi kayak gini sih
ghani* ya bagus lah, jadi kita bisa lihat ke sungguhan mas taya, biar gak macem macem dia
fahri*(menepuk dahinya) astafirloh kalian ... kan aku sudah bilang jangan bicara dulu sampai aku beritahu kabar , kenapa kalian jadi bocor semua mulutnya sih udah kayak key
Ghani* ya elah ri, gak usah panik, gue rasa itu taya emang gak cinta kakak buktinya udah sebulan kakak belum juga di jemput
fahri* kalian akan menyesal jika tahu yang terjadi
fahri memutuskan panggilan dan bergegas menuju bendara untuk pulang agar dirinya bisa lebih cepat sampai ...
fahri sangat sangat kesal pad saudara saudaranya yang tidak mendengar kan perintahnya maka dari itu dirinya merasa harus bertanggung jawab untuk hal ini
-------------------------------------------------------
TBC
next
jangan lupa kasih like dan komen nya ya buat aku
terimakasih
__ADS_1