Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 31


__ADS_3

let's read


.


.


.


.


enjoy


👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣


setelah selesai akad nikah kini Rara dan taya di persilahkan untuk melakukan sungkem kepada orang tua mereka


taya lebih dulu sungkem kepada orang tuanya


taya" pak doain taya agar bisa membimbing Rara sebagai istri taya sekarang


pak Lukman" pasti nak, bapak bakal doain kamu dan Rara nak, nak inget pesan bapak ya, jaga Rara baik baik, terima semua kekurangan nya jika melakukan kesalahan ajarkan dia jangan kamu marah padanya ,


taya" iya pak, taya ngerti


kini taya beralih pada sang ibu


kini giliran Rara yang menghadap pak Lukman


pak Lukman" makasih nduk,udah mau bantu eyang, eh sekarang panggilnya bapak ya kak, bukan eyang lagi,Ra bapak titip taya ya, urus dia dengan baik, dia suka lupa kalo udah kerja gak inget makan, kadang Sampek ke tiduran di ruang kerjanya, kamu jaga dia ya,bapak yakin Rara bisa (tersenyum)


rara hanya membalas dengan pelukan yang erat saja sambil terus menangis


taya kini beralih pada Abi


Abi" taya saya percayakan Rara pada mu, dan jangan pernah kamu buat anak saya menangis,jangan pernah tinggalkan Rara apa pun ke adaan nya namun jika kamu sudah tidak sanggup, kamu temui saya dan bilang pada saya dan jangan beritahu dia, biar saya sebagai papa nya yang membawanya pulang (menangis)


taya" iya mas taya berjanji


setelah selesai acara sungkem, pasangan baru itu berganti pakaian untuk acara resepsi


rara di bantu oleh Fani dan Rika berganti pakaian


Rika" untung badan kakak kecil kak, jadi bajunya muat, kalo badannya kayak omcan udah alamat pake daster di pelaminan (terkekeh)


Fani" oooo, belum aja ri, nanti kalo udah punya anak, terus di bahagian terus sama suami juga ikut melar eh tapi omcan gak gemuk gemuk amat kok cuma enam puluh doang , mungkin kalian yang terlalu kecil


Rika" (tertawa) iya juga ya


tak lama taya keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian


dan Rara pun sudah selesai di hias oleh Fani dan Rika


taya sangat terpesona melihat Rara mengunakan baju bak seorang putri dari negri dongeng itu


hingga iya tak sadar jika dirinya kini jadi perhatian Rika dan Fani


Fani" Hem Hem , aduh kayak nya ada yang terpesona banget ya sampai gitu banget liatnya


Rika" taya awas ada, lalat masuk, (tertawa)


wajah taya mulai terasa panas karena malu, iya yakin kini wajahnya pasti sedang memerah

__ADS_1


taya" enggak kok biasa aja, (menatap ke sembarang tempat)


Fani" kayak nya tugas kita udah selesai ya ri, yuk keluar, tinggal pakai lipstick aja kan, pakai sendiri juga bisa


Rika dan Fani meninggalkan Rara dan taya berdua di dalam kamar pengantin itu


keduanya hening tanpa suara , sibuk dengan pikiran masing masing


sampai taya mencoba mencari kan suasana


taya" Ra setelah menikah, kita akan pindah ke inggris,apa kamu mau ikut?


rara" jika om ajak aku, aku ikut jika tidak ya aku akan tetap disini (


taya" aku pasti mengajak mu, sekarang kamu adalah istri ku, tidak mungkin aku meninggalkan mu, em lalu bagai mana dengan kuliah mu?


rara" aku akan mencari tempat kuliah atau kursus saja nanti disana, lagi pula, om gak usah ribet sama urusan aku,kita urus diri masing masing saja


taya" (menghela nafas) kamu benar


rara" eyang ikut kita kan ?


taya" tidak bapak dan ibu stay di sini, mereka mau menghabiskan masa tua mereka disini


rara" jadi nanti kita hanya berdua saja di sana ?


taya" iya


rara" ya sudah kita pikirkan lagi nanti


rara mengunakan lipstick yang di sediakan oleh Fani


setelah selesai tak lama kemudian pintu kamar taya di ketuk


chacha" nak ini bunda apa bunda boleh masuk?


taya membukakan pintu untuk cha-cha


taya" masuk saja mba ,


cha-cha" ih ngaur masih panggil mba aja, bunda, mulai sekarang panggil bunda ngerti


taya" iya bunda


rara" ada apa Bun ?


cha-cha" ayo turun para tamu sudah menunggu kalian berdua


rara mencari gelang yang di berikan Bu Lia untuknya


rara" om liat gelang yang tadi gak


perkataan Rara sontak membuat sang bunda kaget


cha-cha" om? kakak panggil suaminya om, astafirloh kak, panggil mas,kakak,Abang atau sayang juga boleh, masa om kan taya sekarang udah jadi suami kamu kak


rara diam saat melihat bundanya berbicara


rara hanya memperhatikan pantulan dirinya di cermin


" benar aku istrinya sekarang" batin Rara

__ADS_1


cha-cha" (menghela nafas) ya tapi semua butuh proses, gak perlu buru buru tapi bunda harap kakak mulai belajar (tersenyum) ya sudah ayo kita turun, yang lain sudah gak sabar mau lihat pengantinnya


rara dan taya turun dan mereka sudah berada di atas pelaminan


dengan senyum yang selalu ada di bibir manis rara dan taya


cyra" kakak pasti bahagia bisa menikah dengan orang yang iya cintai


Ghani" diam Lo key


(key adalah panggilan buat cyra)


Rey" kita mesti gimana ri?


fahri" nanti gue kasih tahu Rey, kalo gue udah ngomong empat mata sama om taya


cyra" ada apaan sih, pake ngobrol empat mata segala ? (menatap curiga ke empat pria itu)


Rey" gak usah ikut campur key, Lo mah bisa nya bikin ruyem,gara gara Lo bunda setuju nikahin kakak sama om taya


cyra" kok gara gara gue, kan gue mah ngomong jujur namanya di tanya


Ghani" mulut Lo lebih lemes dari Dion


cyra" ya udah sih, kakak nya juga mau, doain aja bahagia sampai dapet momongan yang lucu lucu, sampai kakek nenek


fahri" terserah Lo aja key


ke empat pria itu pergi meninggalkan cyra dengan khayalan nya tersebut


setelah selesai acara semua tamu dan keluarga satu persatu berpamitan dan suasana pesta mulai sepi


hanya tinggal kelurga inti saja, Abimanyu tengah menerima telpon dari papa nya yang mendapat kabar jika cucunya menikah, membuat papa nya Abimanyu kesal


Abi" maaf pa semua terjadi begitu saja dan kami harus mengambil keputusan segera


papa Yusuf" tidak bisakah menunda seminggu ke depan atau beberapa hari, kamu ini bagaimana sih Abimanyu


bunda ria sibuk menenangkan sang suami,


bunda ria" sudah lah pa, lagi pula tidak ada salahnya Rara menikah dengan taya, kita malah lebih tenang karena kita mengenal taya ,


suara bunda ria menenangkan suaminya


papa Yusuf" pokok nya jangan ke mana mana kalian tetap disana papa dan bunda sudah dalam perjalanan


Tut Tut Tut


panggilan berakhir begitu saja,


Abi menatap layar ponselnya dimana panggilan sudah berakhir


Abi hanya bisa menghela nafas saja, iya yakin jika dirinya malam ini akan di marahi habis habisan


_______________________________________


TBC


lanjut ya guys


jangan lupa kasih like dan komennya buat aku ya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2