
selamat membaca
.
.
.
.
.
🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀
nada dan Rizki terlalu asik berbincang sampai melupakan jika di depan ruangan itu ada dua pria yang masih merasa khawatir pada nada
suster" dok keluarga pasien ini sedari tadi menanyakan ke adaan pasien
Rizki" oooo iya, baik lah, terimakasih sus, biar saya yang memberi tahu
suster" baik dok
nada dan Rizki saling pandang saat suster itu meninggalkan mereka nada dan Rizki saling terkekeh setelah menyadari kebodohan mereka
Rizki" ya ampun kita sampai lupa Dnegan mereka
nada" iya, aku lupa, Ghani pasti sangat khawatir
Rizki" kamu berbaring dan tutup mata mu,aku akan menemui mereka
nada" baik Bu dokter
Rizki" dasar kau ini, buat aku berdosa saja
nada" maaf, demi kebaikan (tersenyum)
Rizki" sudah berbaring, sebentar lagi Ghani pasti akan masuk
nada berbaring dan menutup matanya setelah Rizki meninggalkan nya
Rizki keluar dari IGD dan melihat wajah cemas dari ke dua pria itu, yang membuat nya ingin tertawa
Rizki" nada baik-baik saja,dia hanya kelelahan , ia sakit perut karena asma lambungnya,aku rasa dia sedang diet agar baju pengantinnya pas (menahan tawa)
Ghani" sudah aku bilang agar tidak usah melakukan hal itu,(kesal) apa aku boleh melihat nya
Rizki" silahkan, tapi jangan bangunkan dia,dia sedang tertidur
Ghani mengangguk dan masuk ke dalam,meninggalkan Rizki dan Rey
Rey" apa benar dia baik-baik saja
Rizki" iya dia baik-baik saja
Rey" nanti jika kita menikah, kamu tidak usah diet ya, aku takut kamu seperti nada
Rizki"(menahan tawa) i... iya kamu tenang saja aku dokter sayang, kamu lupa
Rey" tetap saja aku takut
Rizki" uuuhhh romantis sekali sih, calon suami ku ini,makin cinta deh (tertawa)
Rey" aku juga cinta sama kamu
Rizki" ya sudah aku kembali bekerja, kamu jika ingin melihat masuk saja
Rey" baik Bu dokter,selamat bekerja,ingat kamu tidak boleh genit pada dokter yang lain,dan jangan mau jika pasirnya laki-laki
Rizki" (menarik nafas) astaga aku dokter sayang, mana boleh memilih pasien
Rey" pokonya kamu jangan genit, ingat itu
Rizki" iya sayang, iya
Ghani menggenggam erat tangan nada,yang masih memejamkan mata
Ghani" sayang, kamu membuat ku sangat takut,jangan melakukan hal ini lagi sayang, kamu tidak perlu diet,kamu sudah cantik
nada rasanya ingin tertawa mendengar perkataan ghani
"dasar Rizki,aku kan Tidka pernah diet, tapi tidak apa-apa yang penting aku bisa menghindar" Dalma hati nada
sekitar setengah jam berpura-pura tertidur nada membuka matanya,
nada"sayang
ghani" kamu sudah bangun sayang, apa kamu mau sesuatu
nada" tidak,maaf
Ghani" untuk apa ?
nada" membuat mu cemas
"dan membohongi mu" Dalma hati nada
Ghani" tidak,tidak apa-apa,yang penting kamu sudah baik-baik saja,kamu tidak perlu melakukan diet aku sudah bilang bukan
__ADS_1
nada" baik lah (mengerucutkan bibir)
Ghani"(menghela nafas) habis ini kita makan,dan pulang oke
nada" iya sayang (tersenyum)
di tempat lain,cyra sedang membantu,pak Affandi pindah ke tempat tidurnya
Affandi" terimakasih key
cyra" jangan berterimakasih yah, cyra ini anak ayah juga,sebagai anak sudah kewajiban key kan
Affandi" baik lah anak perempuan ayah
cyra" (tersenyum) iya ayah
diam-diam Zain memperhatikan kedua orang yang sedang berbincang,
cklek
Zain masuk kedalam ruangan itu,membawa beberapa barang keperluan ayah nya dan dirinya
Affandi" Zain kamu sudah kembali
Zain"iya yah
Affandi" Zain kita beruntung punya cyra ya, dia sangat membantu
Zain" iya yah
Affandi" kamu kenapa Zain ?
Zain" tidak apa-apa yah,Zain kebelakang dulu yah
Zain keluar ruangan tempat menjemur handuk,cyra merasa ada yang aneh pada Zain
namun cyra mengurungkan niat nya untuk bertanya
tidak terasa senja, sudah menampakan warna jingga nya,Zain sudah bersiap untuk menunaikan salat magrib
Zain" key kamu tidak salat
cyra" aku Tidka membawa perlengkapan salat ku
Zain" di dalam lemari ada key gunakan itu
cyra" (menaikan alisnya) oooo,oke
cyra bergegas,mengambil wudhu dan mengambil peralatan salat nya,untuk pertama kalinya cyra di imami laki-laki yang bukan keluarga nya
cyra sangat menikmati setiap bacaan yang di bacakan oleh Zain,membuat dirinya merasa nyaman mendengarnya
setelah selesai cyra berniat untuk pulang karena sudah seharian dirinya menemani Zain
cyra" Zain aku pulang ya
Zain" biar aku antar
cyra" tidak usah, kamu temani ayah saja,masa kamu meninggalkan ayah sendiri
Zain" tidak, sebentar lagi pak Imron datang, dia bisa menjaga ayah, biar kamu aku yang antar
cyra" terserah kamu Zain
tidak menunggu lama pak Imron datang,cyra dan Zain pergi meninggalkan rumah sakit
di dalam mobil cyra merasa tidak enak,karena pergi tidak pamit
cyra" apa tidak apa-apa kita tidak pamit
Zain" mau bagaimana ayah tidur,aku tidak tega membangunkannya
cyra" kamu benar
Zain" key mau temani aku makan dulu ?
cyra berfikir sejenak
cyra" baik lah, kita memang belum ada yang makan berat
Zain" kamu mau makan apa ?
cyra" terserah kamu saja Zain , aku ikut saja
Zain" baik lah
mereka,makan malam di sebuah cafe
Zain" key terimakasih hari ini aku sungguh menyusahkan mu, dan membuat mu tidak bekerja hari ini
cyra" tidak masalah Zain, itu tugas ku,lagi pula sebentar lagi aku akan jadi bagian dari kalian hitung-hitung belajar mengenal kalian (tersenyum)
Zain" key, ada yang ingin aku bicarakan, ini tentang keluarga ku
cyra" aku sudah pantas untuk mengetahui ini?
Zain" ya kamu sudah pantas untuk tahu hal ini
__ADS_1
maaf bukan maksud ku menyinggung mu, tapi hal ini baru pertama kali aku ceritakan pada orang lain
cyra" pacar mu, tidak tahu masalah ini ?
Zain" dia sudah bukan pacar ku lagi, wanita itu bukan orang baik yang seenaknya menghina keluarga ku
cyra hanya menganggukkan kepala nya
Zain" key tolong jangan cerita pada siap pun soal ini,aku sangat malu
cyra" baik lah, aku akan merahasiakan ini,percaya pada ku
flashback
hari itu Zain ingat dirinya sedang bersandar di kursi sambil menagis karena mendapat kabar jika ibu nya meninggal dunia,
Zain menagis tanpa suara,sambil meneteskan barang-barangnya untuk kembali ke rumahnya,
ya saat itu Zain berada di asrama, Zain bersekolah di sekolah khusus, hingga dirinya tidak pernah tahu jika ibunya sedang sakit
guru" Zain apa kamu sudah siap? Abang mu sudah menunggu
Zain" iya pak
Zain di bimbing oleh guru pengawasnya untuk menemui Anam yang menjemputnya
saat melihat Anam Zain langsung berlari memeluk abangnya itu
Zain" kenapa tidak ada yang memberi tahu Zain bang
Anam" kami tidak mungkin memberi tahu mu Zain,kamu sedang ujian hal ini akan menganggu mu
Zain" apa yang terjadi pada ibu bang
Anam" kita cerita di rumah ya Zain,kasian ibu menunggu mu
Anam dan Zain pergi menuju rumah mereka,untuk mengantar kepergian ibunya
sesampainya di rumah Zain langsung menangis melihat ibunya yang sudah terbujur kaku,di hadapannya
Zain" ibu kenapa tinggalin Zain,Bu Zain sudah lulus,Zain jadi siswa terbaik Bu,Bu bangun Bu jangan tinggalkan Zain
semua orang sangat sedih melihat Zain yang menangis,Anam langsung mengambil adiknya itu, dan memeluk Zain yang masih menagis
Anam" sudah Zain,kasian ibu jika kamu menagis seperti itu,kita ikhlaskan saja,biar jalan ibu lebih mudah Zain
Zain" kalian jahat, kalian tidak ada yang perduli perasaan ku
Zain berlari menuju kamarnya,dan mengunci pintunya,ia mereka jika ayah dan juga Anam tidak mengerti akan perasaan nya
Anam" Zain keluar lah, ibu sudah mau di makam kan,Zain
Anam mengetuk pintu kamar Zain
Anam" Zain kita antar ibu sama-sama Zain,kita antar ibu ke peristirahatan terakhirnya Zain
cklek
Zain keluar kamarnya tanpa menatap Anam,dirinya berjalan mendahului Anam yang hanya bis menarik nafas,melihat sikap adik nya
saat pemakaman Zain hanya berdiri sendiri,tidak memeluk atau berdiri dekat keluarga nya, ia merasa marah sekali saat itu pada ayah dan juga kakak nya
setelah acara pemakaman Zain banyak mengunci dirinya di dalam kamar,tidak mau bertemu siapa pun
Anam terus berusaha untuk membujuk adiknya itu, ia takut adiknya melakukan hal-hal bodoh yang mungkin saja di lakukan
sudah berminggu-minggu sikap Zain semakin buruk saja,sampai dirinya masuk ke universitas
kelakuan Zain semakin tidak bisa di atur membuat ayahnya merasa kecewa pada Zain,selalu pulang malam,selalu pulang dengan ke adaan mabuk
Anam tahu jika adik nya itu hanya melampiaskan kesedihannya, namun Anam tidak mengira jika Zain akan berbuat seperti sekarang
semakin hari Zain semakin kesal melihat sikap ayahnya yang selalu saja membanggakan Anam sebagai anak tua yang baik
Affandi" Zain kamu tidak sarapan,kemari lah
Zain berjalan ke arah meja makan,Zain lebih memilih duduk berjauhan dari Abang dan juga ayahnya
Anam" Zain bagaimana kuliah mu
Zain" biasa saja,tidak ada yang bisa di banggakan seperti Abang
Affandi" Zain, jaga ucapan mu
Anam" ayah, sudah lah, Zain nanti malam apa kamu ada waktu, Abang mau mengajak kamu dan ayah makan di tempat favorit keluarga kita
Zain"aku tidak bisa,aku sibuk, jika mau kalian berdua saja
Zain pergi meninggalkan meja makan,dengan perasaan yang kesal
" selalu saja pamer,pasti mau memamerkan gaji pertama nya,aku tidak butuh itu " gumam Zain Dalma hati
Zain pergi begitu saja,dan melempar sebuah vas bunga hingga pecah membuat Anam dan ayahnya terkejut
______________________________
TBC
__ADS_1
next ya,
jangan lupa setelah baca like dan komen nya ya,thank