Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 151


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀


nada dan Rizki terlalu asik berbincang sampai melupakan jika di depan ruangan itu ada dua pria yang masih merasa khawatir pada nada


suster" dok keluarga pasien ini sedari tadi menanyakan ke adaan pasien


Rizki" oooo iya, baik lah, terimakasih sus, biar saya yang memberi tahu


suster" baik dok


nada dan Rizki saling pandang saat suster itu meninggalkan mereka nada dan Rizki saling terkekeh setelah menyadari kebodohan mereka


Rizki" ya ampun kita sampai lupa Dnegan mereka


nada" iya, aku lupa, Ghani pasti sangat khawatir


Rizki" kamu berbaring dan tutup mata mu,aku akan menemui mereka


nada" baik Bu dokter


Rizki" dasar kau ini, buat aku berdosa saja


nada" maaf, demi kebaikan (tersenyum)


Rizki" sudah berbaring, sebentar lagi Ghani pasti akan masuk


nada berbaring dan menutup matanya setelah Rizki meninggalkan nya


Rizki keluar dari IGD dan melihat wajah cemas dari ke dua pria itu, yang membuat nya ingin tertawa


Rizki" nada baik-baik saja,dia hanya kelelahan , ia sakit perut karena asma lambungnya,aku rasa dia sedang diet agar baju pengantinnya pas (menahan tawa)


Ghani" sudah aku bilang agar tidak usah melakukan hal itu,(kesal) apa aku boleh melihat nya


Rizki" silahkan, tapi jangan bangunkan dia,dia sedang tertidur


Ghani mengangguk dan masuk ke dalam,meninggalkan Rizki dan Rey


Rey" apa benar dia baik-baik saja


Rizki" iya dia baik-baik saja


Rey" nanti jika kita menikah, kamu tidak usah diet ya, aku takut kamu seperti nada


Rizki"(menahan tawa) i... iya kamu tenang saja aku dokter sayang, kamu lupa


Rey" tetap saja aku takut


Rizki" uuuhhh romantis sekali sih, calon suami ku ini,makin cinta deh (tertawa)


Rey" aku juga cinta sama kamu


Rizki" ya sudah aku kembali bekerja, kamu jika ingin melihat masuk saja


Rey" baik Bu dokter,selamat bekerja,ingat kamu tidak boleh genit pada dokter yang lain,dan jangan mau jika pasirnya laki-laki


Rizki" (menarik nafas) astaga aku dokter sayang, mana boleh memilih pasien


Rey" pokonya kamu jangan genit, ingat itu


Rizki" iya sayang, iya


Ghani menggenggam erat tangan nada,yang masih memejamkan mata


Ghani" sayang, kamu membuat ku sangat takut,jangan melakukan hal ini lagi sayang, kamu tidak perlu diet,kamu sudah cantik


nada rasanya ingin tertawa mendengar perkataan ghani


"dasar Rizki,aku kan Tidka pernah diet, tapi tidak apa-apa yang penting aku bisa menghindar" Dalma hati nada


sekitar setengah jam berpura-pura tertidur nada membuka matanya,


nada"sayang


ghani" kamu sudah bangun sayang, apa kamu mau sesuatu


nada" tidak,maaf


Ghani" untuk apa ?


nada" membuat mu cemas


"dan membohongi mu" Dalma hati nada


Ghani" tidak,tidak apa-apa,yang penting kamu sudah baik-baik saja,kamu tidak perlu melakukan diet aku sudah bilang bukan

__ADS_1


nada" baik lah (mengerucutkan bibir)


Ghani"(menghela nafas) habis ini kita makan,dan pulang oke


nada" iya sayang (tersenyum)


di tempat lain,cyra sedang membantu,pak Affandi pindah ke tempat tidurnya


Affandi" terimakasih key


cyra" jangan berterimakasih yah, cyra ini anak ayah juga,sebagai anak sudah kewajiban key kan


Affandi" baik lah anak perempuan ayah


cyra" (tersenyum) iya ayah


diam-diam Zain memperhatikan kedua orang yang sedang berbincang,


cklek


Zain masuk kedalam ruangan itu,membawa beberapa barang keperluan ayah nya dan dirinya


Affandi" Zain kamu sudah kembali


Zain"iya yah


Affandi" Zain kita beruntung punya cyra ya, dia sangat membantu


Zain" iya yah


Affandi" kamu kenapa Zain ?


Zain" tidak apa-apa yah,Zain kebelakang dulu yah


Zain keluar ruangan tempat menjemur handuk,cyra merasa ada yang aneh pada Zain


namun cyra mengurungkan niat nya untuk bertanya


tidak terasa senja, sudah menampakan warna jingga nya,Zain sudah bersiap untuk menunaikan salat magrib


Zain" key kamu tidak salat


cyra" aku Tidka membawa perlengkapan salat ku


Zain" di dalam lemari ada key gunakan itu


cyra" (menaikan alisnya) oooo,oke


cyra bergegas,mengambil wudhu dan mengambil peralatan salat nya,untuk pertama kalinya cyra di imami laki-laki yang bukan keluarga nya


cyra sangat menikmati setiap bacaan yang di bacakan oleh Zain,membuat dirinya merasa nyaman mendengarnya


setelah selesai cyra berniat untuk pulang karena sudah seharian dirinya menemani Zain


cyra" Zain aku pulang ya


Zain" biar aku antar


cyra" tidak usah, kamu temani ayah saja,masa kamu meninggalkan ayah sendiri


Zain" tidak, sebentar lagi pak Imron datang, dia bisa menjaga ayah, biar kamu aku yang antar


cyra" terserah kamu Zain


tidak menunggu lama pak Imron datang,cyra dan Zain pergi meninggalkan rumah sakit


di dalam mobil cyra merasa tidak enak,karena pergi tidak pamit


cyra" apa tidak apa-apa kita tidak pamit


Zain" mau bagaimana ayah tidur,aku tidak tega membangunkannya


cyra" kamu benar


Zain" key mau temani aku makan dulu ?


cyra berfikir sejenak


cyra" baik lah, kita memang belum ada yang makan berat


Zain" kamu mau makan apa ?


cyra" terserah kamu saja Zain , aku ikut saja


Zain" baik lah


mereka,makan malam di sebuah cafe


Zain" key terimakasih hari ini aku sungguh menyusahkan mu, dan membuat mu tidak bekerja hari ini


cyra" tidak masalah Zain, itu tugas ku,lagi pula sebentar lagi aku akan jadi bagian dari kalian hitung-hitung belajar mengenal kalian (tersenyum)


Zain" key, ada yang ingin aku bicarakan, ini tentang keluarga ku


cyra" aku sudah pantas untuk mengetahui ini?


Zain" ya kamu sudah pantas untuk tahu hal ini

__ADS_1


maaf bukan maksud ku menyinggung mu, tapi hal ini baru pertama kali aku ceritakan pada orang lain


cyra" pacar mu, tidak tahu masalah ini ?


Zain" dia sudah bukan pacar ku lagi, wanita itu bukan orang baik yang seenaknya menghina keluarga ku


cyra hanya menganggukkan kepala nya


Zain" key tolong jangan cerita pada siap pun soal ini,aku sangat malu


cyra" baik lah, aku akan merahasiakan ini,percaya pada ku


flashback


hari itu Zain ingat dirinya sedang bersandar di kursi sambil menagis karena mendapat kabar jika ibu nya meninggal dunia,


Zain menagis tanpa suara,sambil meneteskan barang-barangnya untuk kembali ke rumahnya,


ya saat itu Zain berada di asrama, Zain bersekolah di sekolah khusus, hingga dirinya tidak pernah tahu jika ibunya sedang sakit


guru" Zain apa kamu sudah siap? Abang mu sudah menunggu


Zain" iya pak


Zain di bimbing oleh guru pengawasnya untuk menemui Anam yang menjemputnya


saat melihat Anam Zain langsung berlari memeluk abangnya itu


Zain" kenapa tidak ada yang memberi tahu Zain bang


Anam" kami tidak mungkin memberi tahu mu Zain,kamu sedang ujian hal ini akan menganggu mu


Zain" apa yang terjadi pada ibu bang


Anam" kita cerita di rumah ya Zain,kasian ibu menunggu mu


Anam dan Zain pergi menuju rumah mereka,untuk mengantar kepergian ibunya


sesampainya di rumah Zain langsung menangis melihat ibunya yang sudah terbujur kaku,di hadapannya


Zain" ibu kenapa tinggalin Zain,Bu Zain sudah lulus,Zain jadi siswa terbaik Bu,Bu bangun Bu jangan tinggalkan Zain


semua orang sangat sedih melihat Zain yang menangis,Anam langsung mengambil adiknya itu, dan memeluk Zain yang masih menagis


Anam" sudah Zain,kasian ibu jika kamu menagis seperti itu,kita ikhlaskan saja,biar jalan ibu lebih mudah Zain


Zain" kalian jahat, kalian tidak ada yang perduli perasaan ku


Zain berlari menuju kamarnya,dan mengunci pintunya,ia mereka jika ayah dan juga Anam tidak mengerti akan perasaan nya


Anam" Zain keluar lah, ibu sudah mau di makam kan,Zain


Anam mengetuk pintu kamar Zain


Anam" Zain kita antar ibu sama-sama Zain,kita antar ibu ke peristirahatan terakhirnya Zain


cklek


Zain keluar kamarnya tanpa menatap Anam,dirinya berjalan mendahului Anam yang hanya bis menarik nafas,melihat sikap adik nya


saat pemakaman Zain hanya berdiri sendiri,tidak memeluk atau berdiri dekat keluarga nya, ia merasa marah sekali saat itu pada ayah dan juga kakak nya


setelah acara pemakaman Zain banyak mengunci dirinya di dalam kamar,tidak mau bertemu siapa pun


Anam terus berusaha untuk membujuk adiknya itu, ia takut adiknya melakukan hal-hal bodoh yang mungkin saja di lakukan


sudah berminggu-minggu sikap Zain semakin buruk saja,sampai dirinya masuk ke universitas


kelakuan Zain semakin tidak bisa di atur membuat ayahnya merasa kecewa pada Zain,selalu pulang malam,selalu pulang dengan ke adaan mabuk


Anam tahu jika adik nya itu hanya melampiaskan kesedihannya, namun Anam tidak mengira jika Zain akan berbuat seperti sekarang


semakin hari Zain semakin kesal melihat sikap ayahnya yang selalu saja membanggakan Anam sebagai anak tua yang baik


Affandi" Zain kamu tidak sarapan,kemari lah


Zain berjalan ke arah meja makan,Zain lebih memilih duduk berjauhan dari Abang dan juga ayahnya


Anam" Zain bagaimana kuliah mu


Zain" biasa saja,tidak ada yang bisa di banggakan seperti Abang


Affandi" Zain, jaga ucapan mu


Anam" ayah, sudah lah, Zain nanti malam apa kamu ada waktu, Abang mau mengajak kamu dan ayah makan di tempat favorit keluarga kita


Zain"aku tidak bisa,aku sibuk, jika mau kalian berdua saja


Zain pergi meninggalkan meja makan,dengan perasaan yang kesal


" selalu saja pamer,pasti mau memamerkan gaji pertama nya,aku tidak butuh itu " gumam Zain Dalma hati


Zain pergi begitu saja,dan melempar sebuah vas bunga hingga pecah membuat Anam dan ayahnya terkejut


______________________________


TBC

__ADS_1


next ya,


jangan lupa setelah baca like dan komen nya ya,thank


__ADS_2