
happy reading
.
.
.
.
.
let's read
--------------------------------------------------------
sementara yang lain sibuk berbincang pengantin baru sibuk membersihkan diri mereka yang sudah terasa lengket oleh keringat
mereka berdua menuju ke kamar , taya lebih dulu membersihkan dirinya karena Rara masih menunggu pakaian nya datang
tak berselang lama Rey datang dengan membawakan keperluan kakak nya mengunakan koper
Rey" om taya mana kak ?
rara" di dalam kamar mandi, ada apa ?
Rey" tidak apa apa hanya menanyakan kakak ipar ku saja
rara" terserah kamu Rey (menutup pintu)
Rey hanya tersenyum saja melihat tingkah sang kakak yang sedang malu malu itu
rara duduk di tepian ranjang menunggu taya keluar dari kamar mandi, sambil menunggu Rara membersihkan make up nya
tak lama taya keluar dengan mengunakan baju santai dengan wajah yang sudah fresh
melihat taya sudah selesai Rara langsung masuk ke dalam kamar mandi itu agar iya tak perlu lama lama berduaan dengan taya
sesampainya di dalam kamar mandi Rara mencoba membuka baju nya namun iya tak bisa mencapai kancing baju nya
"astaga mengapa sulit sekali" gumam Rara
sekitar lima belas menit Rara mencoba membuka baju itu namun tetap gagal
"huh baju kamu sungguh menyebalkan sama seperti yang memesan mu, aku harus mencari bantuan untuk membuka baju menyebalkan ini " gumam Rara dengan kesal
rara hendak keluar kamar mandi sebelum keluar iya melihat kira dan kanan mencari keberadaan taya
"huh untung saja dia tidak ada jadi aku bisa meminta bantuan yang lain" batin Rara
rara keluar dari kamar mandi itu namun iya terkejut saat melihat taya berdiri di depannya
rara" astafirloh ... (memegangi dadanya) bisa tidak, jangan membuat orang terkejut, tiba tiba muncul seperti hantu saja
taya" kenapa kamu belum membersihkan diri mu
rara" em... bukan urusan mu
rara hendak menuju pintu
taya" jika kamu keluar seperti itu , orang di luar akan mengira kamu habis mengais
rara" kenapa memangnya ?
taya menarik tangan Rara menuju cermin
taya" lihat itu
rara memperhatikan wajahnya yang berantakan oleh make up yang iya bersihkan dengan alakadarnya
rara" oooo ya ampun , huh lalu bagai mana aku mencari bantuan kalo seperti ini
taya" bantuan apa ?
__ADS_1
rara" tidak perlu ikut campur
taya" ya sudah,
taya berjalan menuju pintu hendak keluar,
"satu,dua,tiga" taya menghitung dalam hati
rara langsung kembali memanggil taya,
rara" tunggu ...
taya" ada apa ? (tersenyum)
rara" boleh minta tolong
taya"(membalikan tubuh) apa ?
rara" em... baju ini sungguh menyebalkan, aku tidak bisa membuka baju ini, bisa kah membantu ku membuka nya
taya" berputar,
rara mengikuti instruksi dari taya
rara" tunggu
taya" ada apa ?
rara" tutup mata mu
taya" heh baik lah, lagi pula kau bukan tipe ku, walau aku melihat mu tanpa busana juga aku tidak akan mau
rara" chi kamu juga bukan tipe ku, kalo tidak terpaksa aku juga tidak mau
rara terus menggerutu tidak jelas
taya" jadi aku buka atau masih mau mengomel
rara" buka, aku sungguh merasa lengket oleh keringat, jangan lupa tutup mata mu
rara merasa jantungnya berkerja sangat ekstra berada di jarak sedekat ini dengan taya, Rara meremas bajunya berusaha mengendalikan jantung nya
taya" sudah
rara langsung berlari masuk kedalam kamar mandi tanpa mengucapkan terimakasih pada taya
taya" terimakasih ...
rara menutup pintu kamar mandi itu
"astaga jantungku hampir saja melompat, karena hal ini" gumam Rara
sekitar tiga puluh menit Rara selesai membersihkan dirinya Rara keluar dari kamar mandi dan melihat kamar itu sudah sepi dan taya tak ada lagi di sana
setelah selesai Rara pun turun untuk bergabung dengan keluarga yang lain
saat Rara mulai menuruni anak tangga samar samar Rara mendengar suara seseorang yang iya kenal, seperti sedang memarahi seseorang
"seperti suara opa" batin Rara
rara menuju sumber suara itu dan benar dugaannya opa nya sedang memarahi papanya dan keluarga lainnya
papa Yusuf" kalian keterlaluan, kalian menikah kan cucu ku karena takut akan malu pada tetangga tidak memikirkan perasaan cucuku , dimana pikiran kalian semua
semua yang ada di sana hanya diam tak ada yang menjawab
rara melihat itu sangat sedih, iya berpikir sudah cukup rasa sedih yang di terima semua orang,iya harus menghentikan opa nya itu agar tidak menyakiti semua orang
rara" opa! (tersenyum)
rara berlari dan langsung memeluk opa nya
rara" opa kenapa baru datang sekarang, padahal bunda sudah menelepon Oma dari pagi (mengerucutkan bibir)
__ADS_1
papa Yusuf" Rara ayo ikut opa, kita pulang ke rumah opa, jangan tinggal dengan mereka
papa Yusuf menarik tangan Rara agar ikut dengannya
rara menahan langkah opanya dan melepaskan tangan opanya
rara" opa, kakak sekarang istri sah dari mas taya, jadi opa tidak bisa membawa kakak begitu saja tanpa izin darinya,
papa Yusuf terlihat semakin kesal atas jawaban dari cucu nya itu
papa Yusuf" kakak, opa tidak perduli, ayo ikut opa (semakin kesal)
rara" opa, lihat kakak, bisa kita bicara dengan sangat rahasia
papa Yusuf langsung berbalik melihat cucu nya itu
Abi dan cahcha yang mendengar itu langsung mengintruksi yang lain untuk meninggalkan Rara dan papa Yusuf
ya itu adalah kebiasaan Rara sedari kecil jika dia ingin bicara hanya berdua saja dengan opa, dan itu artinya iya akan bicara serius
yang lain langsung meninggalkan tempat itu namun papa Yusuf menghentikan langkah taya
papa Yusuf" taya tunggu saya ingin kamu tetap disini
rara tidak membantah karena iya tahu jika saat ini opa nya sedang sangat marah
taya pun tetep di tempat itu, dan berdiri persis di sebelah Rara
rara"(menghela nafas) opa, kakak tahu opa sayang sama kakak, karena kakak juga sayang sama opa, kakak tahu, opa sangat khawatir dengan kakak, apa lagi kakak menikah dengan cara seperti ini, tapi opa bukan kah opa selalu mengajarkan kakak laku kan hal yang baik, maka kita akan mendapat buah dari ke baikan itu,dan utamakan keluarga baru mengurus urusan luar, opa kakak melakukan ini karena hal itu,dan kakak tidak merasa terpaksa, kakak justru senang akhirnya kakak bisa menagih janji opa (tersenyum)
papa Yusuf" iya benar tapi kenapa harus kamu
rara" (tersenyum) karena memang kakak yang bisa membantu saat ini,opa, ingat akan janji opa
papa Yusuf" janji apa ?
taya hanya bisa diam saja menyimak percakapan kedua orang itu
rara" opa pernah berjanji, jika kakak menikah opa akan memberikan apa pun pada kakak (tersenyum)
taya melirik ke arah rara
"em dasar manja, pasti mau meminta hal hal aneh pada opa nya " batin taya
papa Yusuf" lalu kakak ingin meminta apa? (kini papa Yusuf sudah mulai tenang)
rara" kakak meminta opa ikhlaskan kakak menikah dan doakan kakak menjadi istri yang baik (tersenyum)
taya sangat terkejut atas permintaan Rara, yang di luar dugaan itu, iya berpikir jika Rara akan meminta hadiah hadiah yang banyak atau apalah itu, namun Rara malah meminta hal itu pada opanya
papa Yusuf" (menarik nafas panjang ) dasar anak nakal (memeluk) kamu selalu tahu cara meluluhkan opa,
rara" aku cucu opa, (terkekeh)
papa Yusuf melepas pelukannya pada Rara dan kini beralih memeluk taya
papa Yusuf" opa, titip Rara taya, jaga dia baik baik, dia adalah segalanya buat opa, jika kamu tidak sanggup lagi bersamanya beritahu opa, agar opa yang akan menemaninya dan membebaskan mu dari tanggung jawab itu
taya" taya tidak akan pernah Rara, dan jika itu terjadi, opa dan keluarga yang lain boleh melakukan apapun terhadap taya
papa Yusuf" dengar taya, laki laki itu harus bertanggung jawab dengan ucapannya , jadi jaga baik baik kata kata mu dan tepati itu
rara diam diam memperhatikan taya yang sedang berpelukan dengan opa nya itu ...
"seandainya kata kata itu, benar dan tulus dari hatinya,aku sungguh merasa bahagia sebagai seorang istri, tapi aku tahu kata kata itu hanya kebohongan belaka, agar keluarga percaya jika kami akan baik baik saja kedepannya " Rara berbicara di dalam hatinya sambil terus menatap kedua pria yang berpelukan itu
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
TBC
next ya guys
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen buat aku ya
__ADS_1
terimakasih