
selamat membaca
.
.
.
.
.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
taya dan Fahri melirik ke arah Steven yang sedari tadi mengusap air matanya
fahri dan taya saling pandang bingung melihat sikap Steven
taya" stev kau kenapa ?
Steven" saya terharu sekaligus merasa beruntung
fahri" maksudnya?
Steven" ya kisah cinta saya berjalan lancar,dan beruntung saya tidak kenal dengan nona Sarah itu ... hanya beberapa kali sering melihat
fahri menepuk dahinya dan tertawa dengan keras karena ulah Steven,
fahri" Steven apa kamu sudah bosan bekerja di sini (tertawa)
Steven" tidak pak bukan maksud saya mengejek saya hanya mengeluarkan pendapat saya saja (panik)
taya" sudah lah Steven, tidak usah kamu pikirkan, saya memaklumi itu
fahri" tapi mas, Sarah bisa dapat rekaman itu dari mana sementara itu gedung kosong kan
Steven" saya yakin, nona Sarah saat itu tidak sendiri
taya" iya, benar dia tidak sendiri, semua kunci dari masalah ini ada di tangan asisten Sarah Devan
fahri" laki laki ?
taya" iya, kenapa?
fahri" kita suruh wanita penggoda saja membujuknya
taya tertawa dengan keras
taya" Devan tidak suka wanita, dia suka pria (tertawa)
fahri" astafirlohalazim , amit amit jauh jauh
Steven" pak jika boleh saran ,aku mempunyai Tan yang berprofesi seperti itu
fahri langsung melirik Steven dengan tatapan curiga
fahri" kau laki laki normal kan stev , kau mempunyai istri bukan sebagai kedok belaka kan
taya tertawa melihat sikap Fahri yang langsung duduk menjaga jarak dengan Steven, dengan wajah curiganya
Steven" sumpah demi tuhan saya normal pak, dia hanya teman dari teman saya
taya" sudah sudah, jadi bagai mana rencananya
fahri" nanti aku rencanakan dulu dengan anak buah kita baru setelah itu aku beritahu
Steven" pak maaf sebelum nya ... (menundukan kepala)
taya" ada apa lagi stev ?
__ADS_1
Steven" sepertinya aku melakukan kesalahan
taya" kesalahan apa?
Steven " pak saya menghias kamar bapak dengan banyak bunga, dan menyediakan semuanya layak nya kamar pengantin, dan saya
taya" apa stev?
Steven" saya menaruh buket bunga mawar, dan memberi kartu ucapan yang ah bagaimana ini
fahri" stev kamu baik baik saja ... sudah lah tidak masalah jika hanya itu ya kan mas
taya" isi kartu di buket itu apa ?
Steven" intinya bapak dan ibu akan menjadi keluarga yang bahagia
taya" ya ampun stev, pantas saja dia murung pagi ini, karena itu rupanya
sementara di apartemen Rara tidak mau melihat ponselnya yang terus berdering karena panggilan dari orang yang tidak jelas dan pesan pesan dari orang yang sama m
rara mulai merasa terganggu dengan itu , dia ingin sekali memberi tahu taya namun Rara takut jika taya akan marah padanya
"astaga orang ini sungguh tidak ada kerjaan atau bagai mana sih, menganggu orang saja" gerutu Rara
akhirnya Rara lebih memilih mematikan ponsel nya dan iya melakukan aktivitas lainnya di apartemen itu
rara merapikan semua barang barang yang ada di apartemen itu hingga tidak terasa waktu sudah sore
dan dirinya tertidur di sopa karena ke kelahan
taya sudah Samapi di apartemen saat taya masuk iya melihat Rara yang sedang tertidur dengan nyenyak di kursi rumah tv
"kamu pasti lelah dan bosan seharian di tempat ini, maaf membuat mu susah" batin taya
taya mengendong Rara untuk memindahkan nya ke dalam kamar
namun saat di pertengahan Rara membuka matanya hal itu membuat taya reflex dan menjatuhkan Rara dari gendongannya
rara" aaaa ... astaga kamu kenapa menjatuhkan aku aww
taya" maaf tidak sengaja, apa itu sakit ?
rara" tidak (kesal) ini malah sangat enak
taya" maaf , bait aku bantu berdiri
rara" tidak usah aku bisa sendiri
rara bangun dan berjalan ke arah kamar dengan kesal sambil mengelus elus bokong nya yang sakit
"astaga ataya kenapa kamu jadi bodoh seperti itu, kenapa kamu menjatuhkannya , (kesal) " gerutu taya dalam hati
makan malam tiba, setelah selesai memasak seperti biasa rara memanggil taya yang sibuk dengan tugasnya
rara" ayo makan malam, semuanya sudah siap
taya" oooo iya tunggu sebentar
rara" aku tunggu di meja makan
rara pergi lebih dulu meninggalkan taya yang masih mengotak-atik laptopnya
taya mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya
"semoga dia suka " gumam taya
taya keluar dari kamar berjalan ke arah dapur dan melihat Rara sedang menata meja nya
rara" ayo makan aku sudah lapar
__ADS_1
taya" em,besok Steven akan menjemput mu untuk ikut kursus memasak
rara terdiam dan menatap taya dengan bingung
rara" kenapa tidak memberi tahu aku lebih dulu, memang kamu tahu apa yang ingin aku lakukan
taya" bukan kah kamu pernah bilang jika kamu mau mengambil kursus memasak, maka dari itu aku meminta stev untuk menyiapkan nya
rara" (menarik nafas) tuan Dimitri bukan kah kamu yang meminta kita tidak saling ikut campur dengan urusan masing masing
taya" aku hanya membantu saja, dan aku tidak mencampuri urusan mu
rara" maaf, tapi menurut ku kamu sudah mencampuri urusan ku, lagi pula aku bukan anak anak yang semua nya harus di sediakan, aku bisa mengurus hidup ku sendiri, jadi tolong jangan pernah mencampuri urusan ku
taya" bisa tidak kamu tidak membantah, dan ucapkan terimakasih saja
rara" tidak ... lagi pula
rara belum menuntaskan bicaranya taya sudah memotong
taya" baik lah akan aku batalkan semuanya, dan aku tidak akan pernah membantu mu lagi (kesal)
taya pergi meninggalkan meja makan, dan pergi entah kemana
tidak tahu kenapa Rara menjadi merasa bersalah, karena iya merasa jika sikap nya sedikit berlebihan pada taya,
rara" aku merasa bersalah sekali, tidak seharusnya aku seperti itu, pergi ke mana di, apa dia sudah makan,
rara melihat jam di dinding yang menunjukan pukul sebelas malam
namun tak ada kabar berita dari taya
rara mencoba menghubungi taya namun ponselnya tidak aktif, hal itu membuat Rara semakin cemas
rara mondar mandir di depan pintu menunggu taya pulang namun sudah Samapi pukul satu Tidak ada tanda tanda jika taya akan pulang
malam semakin larut dan Rara pun mulai menutup matanya karena rasa kantuk yang menyerang
rara tertidur di sofa karena iya masih menunggu taya pulang
pukul empat pagi taya baru kembali ke apartemen, dia melihat Rara tertidur di sofa
taya" (menarik nafas) kamu hobi sekali tidur di sini
taya menggendong Rara masuk ke dalam kamar
setelah itu taya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena hari ini dia akan pergi ke Indonesia untuk beberapa hari mengurus urusan kantor nya
setelah selesai taya menyiapkan bajunya sendiri
rara terbangun pukul lima pagi, dan mendapati dirinya terbangun di atas kasur
"mengapa aku tidur di sini, biakannya aku tertidur di sofa semalam " gumam Rara
rara bangkit dari tempat tidur dan memeriksa semua tempat untuk mencari taya
namun dia tak menemukan taya dimana pun, Rara melihat ke arah meja makan dimana sudah ada sarapan dan sebuah not kecil
"tidak usah mencari ku, jaga dirimu baik-baik aku sedang ada urusan, jika membutuhkan sesuatu kamu hubungi Steven saja (nomor telepon )"
rara" ya Allah dia benar benar marah, ini salah ku, kenapa aku harus berdebat dengan nya, (menangis ) apa yang harus aku lakukan sekarang
kini Rara benar benar merasa bersalah karena iya mengira jika taya marah padanya dan pergi meninggalkannya
________________________________
TBC
next
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen kalian ya
terimakasih