
enjoy
,,,,,,,,,,,,,,,,
"tiiiiittt" suara alat itu terdengar sangat mengerikan di telinga mereka, mereka semua terdiam
suster" kalo begitu saya permisi
suster itu kembali masuk dan menutup pintu itu dengan rapat
melihat hal itu rey langsung memukul dan meminta penjelasan pada pihak tim media
rey" BUKA PINTU NYA APA YANG TERJADI BERI TAHU AKU!!!!
melihat hal itu abi langsung memeluk putranya agar tidak membuat keributan dan menambah maslah
abi" rey tenang lah, jangan seperti ini, kita tunggu kita berdoa agar semua baik-baik saja
abi memeluk rey dengan kuat
rey" pa tolong selamat kan anak dan istri ku pa, aku tidak mau ke hilangan mereka pa, pa selamat kan mereka pa, rey mohon
rey menangis di pelukan abi, membuat chacha sangat iba melihat putra nya itu
chacha" semua akan baik-baik saja, nak bunda yakin mereka berdua akan baik-baik saja
rey" apakah rey orang jahat bunda, kenapa bun, kenapa rey tidak pernah bisa tenang untuk bahagia
chacha" kamu sangat baik nak, hanya Tuhan ingin melihat bagaimana ke sungguhan mu dan ingin menaikan drajat mu di matanya,
rey" rey tidak mau kehilangan mereka bunda
tangisan rey semakin pecah, membuat abi dan chacha ikut menagis
mereka melupakan dion yang saat ini pun merasakan takut,dion lebih merasa bersalah melihat rey yang begitu menderita
"seandainya semua ini tidak aku lakukan, pasti ini tidak akan terjadi, mario tidak akan ada di sana, kak naima akan baik-baik saja, abang rey tidak akan seperti ini, bunda maaf kan aku bun, papa " dion berkata di dalam hati sambil terus memandangi rey yang sudah terduduk di lantai sambil menagis
menunggu sekitar tiga puluh menit, seorang suster keluar dari ruangan itu,
rey" bagaimana keadaan istri saya apa dia baik-baik saja, saya mohon katakan jika mereka baik-baik saja
rey menyatukan kedua telapak tangan seraya memohon,pada suster yang ada di hadapannya
suster" tuan rey istri dan anak anda sedang berada di ruang operasi,kita berdoa agar mereka selamat
mendengar perkataan suster itu rey merasa sedikit lega dan memiliki sedikit harapan
suster" tapi maaf kami harus menyampaikan ini,tuan mario
mendengar nama mario dion langsung berdiri di dapan suster itu
dion" apa yang terjadi padanya sus, apa dia baik-baik saja
suster"(menundukan kepala) maafkan kami, kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi Tuhan lebih sayang pada tuan mario, maaf kan kami
mendengar perkataan suster itu, membuat dion diam mematung, bulir bening mulai mengalir
dion" tidak, tidak mario baik-baik saja, dia baik-baik saja, tidak ini tidak terjadi
__ADS_1
melihat hal itu rey langsung memeluk dion
rey" tenang lah, ikhlaskan dia
dion" tidak bang, tidak ini semua salah ku, aku yang membuat nya jadi begini, tidak ini salahku seandainya aku tidak melakukan semua ini, mario dan kak nai tidak akan ada di dalam, INI SALAH KU, aku yang membuat mereka ada di sini mario dia
rey" tidak, ini bukan salah mu, ini sudah takdir, tenang lah, tenang
dion"TIDAK!! ini salah ku,aku yang salah seharus nya aku yang ada di dalam bukan mario, seharusnya aku yang pergi, aku yang membuat masalah ini, seharusnya aku, aku yang pergi
chacha memeluk putra bungsu nya itu,membuat tangisan dion semakin menjadi-jadi
chacha" jadi kan pelajaran,ingat apa pun yang kamu perbuat semua ada resikonya,
dion" bunda (dion menatap chacha)
chacha" jangan menangis, tegar lah,jangan sia-siakan perjuangan nya
chacha langsung melepas pelukannya, bukan berniat untuk marah, tapi chacha merasa dirinya gagal sebagai ibu, tidak bisa mendidik putranya, hingga membuat seseorang harus ke hilangan nyawa, chacha pun kini ikut menyalahkan dirinya
" seandainya aku tidak mengizinkan nya untuk pergi, seandainya aku ikut dan menjaganya, semua ini tidak akan terjadi,aku salah aku tidak becus sebagai seorang ibu " chacha membuang pandangannya ke sembarang arah sambil terus berusaha tidak menangis namun bulir bening itu lolos begitu saja
abi memberi kabar pada brand dan juga jems, agar mereka bisa mempersiapkan pemakaman untuk mario, dan memberi tahu keluarga mario
setelah memberi kabar, abi kembali menemui istrinya
abi" aku mohon jangan salahkan diri mu,semua ini bukan salah kalian, jika aku tidak memaksa nya untuk melakukan semua ini, aku rasa ini tidak akan terjadi, aku mohon jangan seperti ini, dion membutuhkan kita
chacha" ini salah ku pa, seandainya aku mau, menemaninya mungkin semua ini tidak akan terjadi
abi"(memeluk) jangan salahkan dirimu, putra kita sedang membutuhkan kita, aku mohon jangan seperti ini
abi" tidak-tidak kamu ibu dan istri terbaik buat ku dan anak-anak, aku mohon jangan seperti ini
setelah menyelesaikan semuanya, abi,taya,dan dion kembali ke Indonesia, sementara chacha, rara dan kedua anak nya berada di sana menemani rey dan juga naima
di dalam jet pribadi milik keluarga abi, dion lebih banyak diam, bahkan menagis pun tidak
abi" nak (memegang bahu)
dion" maaf kan dion pa,dion salah ( mulai menangis)
abi"(memeluk) sudah lah nak, jadi kan pelajaran untuk mu, bertanggung jawab lah untuk diri mu, jangan pernah sia-siakan pengorbanan nya untuk mu
dion" papa tidak marah pada ku?
abi" marah?tentu papa marah pada mu, tapi ini tidak sepenuhnya nya salah mu, dan ini adalah resiko pekerjaan nya
dion" pekerjaan?
abi" nanti kamu bisa tanyakan pada jems, sekarang beristirahat, agar besok kita bisa menyelenggarakan pemakaman nya
dion" pa, apa bunda akan memaafkan ku? (menundukan kepala)
abi" kamu kenal bunda mu, jadi kamu pasti tahu bagaimana bunda, tidur lah
dion tidak menjawab, iya memejamkan matanya, walau iya tidak bisa tertidur
setiap kali iya menutup mata, iya akan teringat wajah mario yang berada di pangkuannya
__ADS_1
abi sudah tidur pulas namun tidak dengan dion, iya masih memikirkan semua yang terjadi padanya, memikirkan bundanya,saat sedang melihat ke luar jendela dion teringat perkataan mario
" mau kah kau berjanji pada ku, tolong jaga putraku, dia bersama ibu ku"
dion" putra, dia memiliki putra,aku akan menjaga putra mu aku berjanji
setelah perjalanan panjang dan melelahkan mereka tiba di indonesia, abi langsung di sambut oleh asistennya dan menuju ke diaman mario
sesampsinya di sana dion melihat rumah minimalis itu sudah di penuhi oleh para pelayat
brand" tuan keluarga nya ada di dalam
abi" baik lah, dion mari kita temui keluarganya
dion dan abi berjalan masuk untuk menemui keluarga mario
ida" maaf kan anak saya jika memiliki ke salah
ibu ida tidak menatap para pelayat, hanya bibirnya saja berkata, dion melihat betapa kehilangannya ibu dari mario itu,
brand" ibu ida, ini bapak abi atasan tempat mario bekerja,
ibu ida melihat ke arah abi dan juga dion
ida" terimakasih bapak sudah mau menghadiri pemakaman anak saya, saya mohon maaf kan anak saya jika selama bekerja menyusahkan bapak
dion tidak tega rasanya melihat ibu mario seperti itu, seandainya ibunya tahu apa yang terjadi, mungkin mereka tidak akan di Terima
abi"harusnya kami yang meminta maaf, karena tidak bisa mengusahakan yang terbaik untuk putra ibu
dion" maaf kan saya, seharusnya saya membantunya maaf kan saya
ida" nak ini semua sudah takdir, ini sudah jalan untuk putraku, jangan salahkan diri mu seperti itu
dion melihat seorang anak kecil duduk di sebelah ibu ida
dion" apa ini anak mario
ida" bukan anaknya sedang dalam perjalanan ke mari
dion diam tidak menanggapi perkataan ibu ida,tidak menunggu lama seorang remaja dan seorang wanita masuk ke dalam rumah duka,
anak remaja itu menangis di hapan tubuh kaku yang sudah tidak bernafas lagi
" papa kenapa harus meninggalkan aku baru sebentar aku bertemu papa, kenapa papa pergi"
dion memperhatikan wajah anak laki-laki itu, dan melihat ke arah wanita yang berada tepat di belakang anak itu,
"sedang apa dia, dan apa hubungannya dengan mario" dion terus memperhatikan wanita itu
________________________________
tbc
next
jika kalian suka dengan cerita saya jangan lupa beri dukungan pada cerita ini ya,
like, komen, vote, sher apa pun bentuk nya untuk mendukung cerita ini
__ADS_1
terimakasih