
let's read
.
.
.
.
.
enjoy
🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭
Sarah sudah sampai di hotel dengan perasan marah karena taya berani memarahinya
dan tidak menjemputnya di bandara
hal itu membuatnya sangat kesal
Devan sang manager pun tidak bisa berkata apa apa lagi jika modelnya sudah merajuk seperti itu
Devan" gue heran sama lu sis, udah tahu kakinya kagak ada hati, tapi nya elu tetep aja maksain dia, gak kasian Tah lu sama dia
Sarah" gue gak peduli, yang penting gue seneng dan gue bisa dapetin dia
Devan" haduh, susah deh kalo udah ketemu perempuan kayak yey, huh untung eke kagak doyan perempuan , ih lu mah kejam sis
Sarah" bodok, yang penting semua yang gue mau, gue bisa dapet,dan gue bakal kasih pelajaran buat dia dan keluarga nya nanti pas di hari pernikahan (tertawa)
Devan" jangan macem macem deh yey, untung si ganteng mau nikahin
Sarah" tenang kartu as. ya masih sama gue, dia bakalan tetep nurut sama gue,
setelah selesai mengambil berkas di kantor Abi, taya sengaja mematikan ponselnya karena iya tak mau di ganggu
taya langsung mempelajari berkas berkasnya sebelum dia mengirim ke Fahri
setelah selesai dan mengirim berkas itu ke Fahri
taya kembali duduk di balkon kamarnya dan memandangi bingkai foto yang selalu iya pandang setiap harinya
taya" kenapa aku masih mencintaimu, bahkan rasa itu semakin tumbuh untuk mu, aku sungguh laki laki tak berguna, bahkan aku selalu saja menyakiti mu, aku harap kamu bisa bahagia,aku sungguh tersiksa dengan semua ini,seandainya engkau tahu perasaan ku, mungkin kamu tidak akan membenci ku, tapi aku tidak mau kamu juga terluka seperti yang lain oleh nya,lebih baik aku yang membuat mu sakit, agar aku bisa mengutuk diri ku sendiri dari pada aku harus tersiksa melihatmu di sakiti olehnya
taya berbicara pada bingkai foto itu yang dimana di dalam. ya ada sebuah foto seseorang
__ADS_1
taya terus memandangi foto itu karena hanya dengan foto itu iya bisa mencurahkan isi hatinya, hanya dengan melihat foto itu iya bisa melupakan sejenak masalahnya, taya terus bercerita pada foto itu sampai iya tertidur dengan pulas
sementara di hotel Sarah sudah seperti orang ke Bakaran janggut iya sangat kesal karena taya tidak bisa di hubungi hal itu semakin membuat emosi nya menjadi jadi,
Sarah" lihat saja ataya kau berani mengabaikan ku, aku akan membuat kau dan keluarga mu menanggung akibatnya
Sarah membanting semua barang barang yang berada di sekitarnya membuat Devan ketakutan
devan" sabar sis, mungkin dia lagi kerja, kan lo tahu sis itu bocah gila kerja, udah sis jangan lu bantingan tuh barang barang, haduh ganti ke hotel nya mahal sis
Sarah" gue gak bisa di ginin itu anak, udah mau coba coba kurang ajar sama gue,
Devan" udah udah jangan emosi , ya gimana kalo kita ke club' aja, gue denger Deket sini ada club' bagus
Sarah" emang pinter Lo Cong buat gue seneng, ya sudah kita kesana biar aja itu si taya nanti bakal gue bales
Devan" ya udah lah cus, kita pergi, sebelum abis barang barang disini
Sarah dan Devan pergi ke club' malam, iya dan asistennya itu bersenang senang melupakan jika iya akan jadi pengantin dalam hitungan hari saja,
di kediaman abimanyu Rara sedang asik memandang bintang bintang dari balkon kamarnya
"hah kenapa aku menjadi khawatir mengingat wajahnya tadi ya, bagai mana aku bisa melupakannya jika hanya karena hal kecil aku sudah sangat sekawatir ini" gumam Rara
taya masih melihat bintang bintang di langit malam yang sangat cerah itu
rara mengambil ponselnya iya merasa jika dirinya harus menelpon taya, untuk menanyakan kabar nya,namun iya ragu jika taya pasti tidak mengangkat telepon darinya
rara mencoba menelpon beberapa kali namun hasil nya sama nomor taya tidak aktif
rara mencoba menelpon rumah Bu Lia
beberapa saat menunggu ... terdengar suara Bu Lia yang terdengar serak suara khas bangun tidur
Bu Lia* halo
rara* assalamualaikum eyang
Bu Lia* walaikumsalam kak
rara* eyang apa om taya sudah di rumah
Bu Lia* sudah, kenapa kak, kamu ada perlu
rara* em iya tadi nya tapi sekarang udah enggak, soalnya udah minta tolong Fahri (berbohong)
Bu Lia* oooo ya, gitu
__ADS_1
rara* ya sudah eyang maaf kalo kakak ganggu tidur eyang
Bu Lia* gak apa apa , kebetulan kamu telepon, eyang jadi kebangun buat salat isya
rara* (terkekeh) ya sudah eyang assalamualaikum
Bu Lia* walaikumsalam
panggilan berakhir, Rara merasa lega karena tahu jika taya sudah berada di rumah dan baik-baik saja
"huh jadi lega, akhirnya bisa tidur dengan nyenyak" gumam Rara
Bu Lia masuk ke kamar putranya untuk melihat kondisi putranya itu namun iya tak menemukan putranya di dalam kamar itu
Bu Lia berjalan ke arah pintu balkon yang terbuka dan benar saja putranya sedang tertidur pulas sekali
Bu Lia" (menghela nafas) kamu pasti lelah,
Bu Lia memandangi putra nya dan Kemabli ke dalam mengambil selimut agar putranya itu tidak kedinginan dan membereskan sedikit berkas berkas yang berserakan
setelah itu Bu Lia melihat sebuah bingkai foto yang tergeletak di lantai
Bu Lia" kebiasaan kalo menaruh sesuatu itu sembarangan
Bu Lia mengambil bingkai tersebut dan melihat foto yang ada di bingkai itu, awalnya iya mengira jika itu foto Sarah atau foto mereka berdua
namun semua di luar dugaan, bingkai itu terisi sebuah foto gadis,cantik yang tak asing buat Bu Lia
Bu Lia "kenapa ada foto ini di sini,perasaan gak pernah menyimpan foto nya sendiri seperti ini atau jangan jangan (menatap putranya)
Bu lia keluar dari kamar itu perlahan dan meletakan foto itu seperti sedia kala saat iya mengambilnya tadi
" besok akan ku selidiki" batin Bu Lia
Bu Lia pergi meninggalkan kamar taya dan kembali ke kamarnya
sementara di tempat lain seorang pria tampan yang masih sibuk bekerja mendapat panggilan telepon dari salah satu anak buah nya
"pak kami sudah menemukan yang anda minta, dan kami akan kirim kan segera semua data data tentang orang itu"
" kerja bagus saya"
orang tersebut mematikan ponselnya...
" aku tidak akan biarkan siapa pun menyakiti nya, lihat saja kalian " pria itu tersenyum penuh arti
-------------------------------------------------------
__ADS_1
TBC
next jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen ya