Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 225


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


enjoy


💓💓💓💓💓💓💓💓💓


mencintai seseorang bukan berarti kita harus memilikinya,namun jika memiliki seseorang maka cintai dia dengan baik,agar kita tidak menyesal saat dia pergi ♥️


by:N.I.P


-------------------------------------------


sesampainya di rumah sakit,cyra langsung di tangani oleh tim medis,tidak menunggu lama cyra segera masuk ruang bersalin di temani Zain dan juga Fani


Zain" kamu yang kuat ya,aku di sini


cyra tak bisa menjawab karena rasa sakit yang di rasakan,cyra hanya bisa mencengkram dengan kuat saja tangan suaminya


zain merasa sedih melihat cara yang terus menahan rasa sakit nya


zain" kamu bisa sayang, semangat demi buah hati kita


cyra terus mencengkram kuat tangan zain yang terus berada di samping cyra


pukul sepuluh malam cyra sudah tidak. kuat menahan rasa sakit yang ia alami cyra sudah terlihat sangat pucat dan lemah, dan keringat terus bercucuran


dokter" bagaimana jika kita ambil tindakan operasi saja pak,karena kondisi ibu cyra sangat lemah


zain belum menjawab namun cyra menjawab lebih dulu


cyra" tidak, aku masih kuat aku akan melahirkan secara normal, aku bisa aku tidak mau di operasi


dokter" tapi ibu cyra


cyra" tidak aku masih kuat aku akan melahirkan normal


dokter" baik lah jika tiga jam lagi kita tunggu tidak ada perubahan maka kami harus mengambil tindakan operasi, karena kami tidak mau mengambil resiko terhadap ibu maupun bayi


zain" baik lah dok, kami mengerti


dokter itu pergi meninggalkan cyra dan juga zain


zain" sayang apa kamu yakin


cyra" aku sangat yakin, percaya lah pada ku, nak cepat lah keluar mama sudah tidak sabar menunggu mu nak (mengelus perut)


sekitar dua jam cyra kembali mengalami kontraksi yang sangat hebat membuat cyra mencakar, mengigit, menjambak zain yang berada di sebelahnya


fani yang melihat itu langsung memanggil dokter dan suster untuk memeriksa cyra


suster" dok sudah lengkap

__ADS_1


dokter" bawa ke ruang bersalin sekarang, pak silahkan ikut kami


dengan cepat para tim media membawa cyra ke ruang bersalin, bersama zain yang mengikuti dari belakang


sejujur nya zain juga merasa sangat takut, takut terjadi hal buruk, takut akan melihat darah, karena zain sangat tidak suka melihat darah


sesampainya di ruangan cyra langsung di tangani oleh tim medis


zain" kamu yang semangat sayang, aku disini menemani mu


chacha" semoga cyra baik -baik saja, dan anaknya juga sehat


fani" amin


chacha" naima sayang lebih baik kmu dan zain pulang saja ini sudah sangat larut, tidak baik untuk ibu yang tengah , beristirahat lah sayang di rumah bunda dan papa akan di sini


lagi pula ada pak nana yang bisa membantu


rey" bunda yakin?


naima" tidak apa-apa bunda kami akan menemani


fani" tidak usah nak, kalian pulang saja, kasihan baby yang ada di sini jika harus ikut terjaga


abi" pulang lah kami akan baik-baik saja di sini, sebentar lagi dimas dan Rika akan sampai


rey" baik lah kami pamit bunda, papa, omcan


naima" akun pamit, (mencium tangan?)


tak berapa lama dari kepergian naima dan rey, mereka mendengar suara tangis bayi dari rungan dimana cyra berada


para orang tua merasa sangat senang mereka sangat terharu


fani" terimaksih cha (memeluk)


Rika" selamat aunty


fani" terimaksih Rika


tidak menunggu lama zain keluar dari ruangan itu degan air mata yang sudah mengalir


fani" zain bagaimana


zain" zain menjadi seorang papa, ma putra zain telah lahir


abi" selamat zain, atas kelahiran putra mu


dimas" selamat zain


setelah mengurus semua nya zain tidak beranjak sedikit pun, dari bangku nya, yang berada di sebelah cyra yang masih tertidur karena lelah setelah melahirkan


zain merasa sangat bahagia dengan ke hadiran putra pertamanya


***


keesokan harinya seorang wanita, sedang merasa sangat takut untuk melihat hasil perjuangannya untuk mendapatkan beasiswa penuh, wanita itu sadar akan kehidupannya yang hanya pas-pasan, maka dari itu iya berusaha untuk mendapat beasiswa penuh dengan kemampuannya


denisa" perlahan-lahan membuka amplop yang berada di tangannya


denisa" semoga aku mendapatkannya

__ADS_1


dengan perlahan denisa membuka amplop tersebut


denisa sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat


denisa" apa aku bermimpi, apa ini nyata, astaga!!! aku mendapat beasiswa penuh dan itu artinya aku tidak akan menyusahkan papa lagi


denisa melompat-lompat senang, di tempat favorit nya di kampus, ya itu taman belakang kampus yang sepi, dimana tidak mahasiswa di sana


namun tanpa di sadari denisa ada sepasang mata yang setiap hari selalu mengawasi setiap langkah naima


setelah selesai melampiaskan kebahagiannya denisa bergegas pulang untuk menemui papa dan juga adik nya, untuk memberi tahu keberhasilannya


sesampainya di rumah denisa melihat rumahnya masih terlihat sangat sepi,


denisa" mereka belum kembali,baik lah aku akan memasak dan menyiapkan sedikit kejutan kecil untuk mereka, naima bergegas pergi menuju ke dapur untuk memasak makanan kesukaan keluarga nya


sementara denisa bahagia, di tempat lain terlihat dion yang sedang sibuk mengotak-atik ponselnya membuat taya yang melihat menjadi sedikit risih


taya" sadang mencari apa dion?


dion" ah tidak mas hanya, mencari kontak teman dion yang berada di sini


taya" kamu sudah memiliki teman di sini?


dion" sudah mas, dia teman saat dion pertukaran pelajar


taya" oooo, ya sudah mas membersihkan diri, kamu rapikan pakaian mu, setelah itu kita akan pergi ke kampus mu dan melihat-lihat di sana


dion" baik lah mas


"dimana kontak nya, hanya dia yang bisa ku andalkan untuk menemui nya" dalam hati dion


setelah selesai dion dan juga taya pergi menuju kampus dion, mereka mengelilingi setiap jengkal dan setiap sudut kampus itu


taya" hafalkan semuanya agar kamu tidak tersesat nantinya


dion" baik lah mas, lagi pula dion bukan anak kecil yang bisa tersesat di sini


taya"(tertawa) mas hanya mengingatkan saja


mereka melanjutkan perjalanannya, mengitari kampus, sedang asik berbincang mata dion teralihkan pada seorang wanita yang dion kenal dan berjalan dengan terburu-buru


dion langsung mengikuti wanita itu, meninggalkan taya uang masih berceloteh tentang ini dan itu


taya melihat ke arah belakangnya karena merasa tidak ada respon dari adiknya itu


taya" astaga dion kemana? apa sedari tadi aku berbicara sendiri , astaga kemana anak itu


dion terus mengikuti wanita itu menuju ke sebuah taman yang cukup ramai di sana


dion tersenyum sangat bahagia akhirnya dirinya bisa menemukan wanita nya, namun senyum itu berubah menjadi sedih saat melihat wanita itu tengah mencium seorang pria dengan mesra yang terlihat jika mereka adalah kekasih


"dia, dia ternyata, kenapa kenapa ini terjadi " dion merasakan sakit di hatinya, dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata apa pun, dion benar-benar merasa bodoh mengejar wanita yang memiliki kekasih


____________________________


tbc


next


maaf sekali aku akhir akhir ini jarang up, mohon pengertiannya, aku juga manusia biasa yang memiliki pekerjaan dan masalah lainnya yang harus di urus,jadi mohon pengertiannya jika saya slow up date semuanya

__ADS_1


terimaksih 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2