
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
💓💓💓💓💓💓💓💓💓
mencintai seseorang bukan berarti kita harus memilikinya,namun jika memiliki seseorang maka cintai dia dengan baik,agar kita tidak menyesal saat dia pergi ♥️
by:N.I.P
-------------------------------------------
sesampainya di rumah sakit,cyra langsung di tangani oleh tim medis,tidak menunggu lama cyra segera masuk ruang bersalin di temani Zain dan juga Fani
Zain" kamu yang kuat ya,aku di sini
cyra tak bisa menjawab karena rasa sakit yang di rasakan,cyra hanya bisa mencengkram dengan kuat saja tangan suaminya
zain merasa sedih melihat cara yang terus menahan rasa sakit nya
zain" kamu bisa sayang, semangat demi buah hati kita
cyra terus mencengkram kuat tangan zain yang terus berada di samping cyra
pukul sepuluh malam cyra sudah tidak. kuat menahan rasa sakit yang ia alami cyra sudah terlihat sangat pucat dan lemah, dan keringat terus bercucuran
dokter" bagaimana jika kita ambil tindakan operasi saja pak,karena kondisi ibu cyra sangat lemah
zain belum menjawab namun cyra menjawab lebih dulu
cyra" tidak, aku masih kuat aku akan melahirkan secara normal, aku bisa aku tidak mau di operasi
dokter" tapi ibu cyra
cyra" tidak aku masih kuat aku akan melahirkan normal
dokter" baik lah jika tiga jam lagi kita tunggu tidak ada perubahan maka kami harus mengambil tindakan operasi, karena kami tidak mau mengambil resiko terhadap ibu maupun bayi
zain" baik lah dok, kami mengerti
dokter itu pergi meninggalkan cyra dan juga zain
zain" sayang apa kamu yakin
cyra" aku sangat yakin, percaya lah pada ku, nak cepat lah keluar mama sudah tidak sabar menunggu mu nak (mengelus perut)
sekitar dua jam cyra kembali mengalami kontraksi yang sangat hebat membuat cyra mencakar, mengigit, menjambak zain yang berada di sebelahnya
fani yang melihat itu langsung memanggil dokter dan suster untuk memeriksa cyra
suster" dok sudah lengkap
__ADS_1
dokter" bawa ke ruang bersalin sekarang, pak silahkan ikut kami
dengan cepat para tim media membawa cyra ke ruang bersalin, bersama zain yang mengikuti dari belakang
sejujur nya zain juga merasa sangat takut, takut terjadi hal buruk, takut akan melihat darah, karena zain sangat tidak suka melihat darah
sesampainya di ruangan cyra langsung di tangani oleh tim medis
zain" kamu yang semangat sayang, aku disini menemani mu
chacha" semoga cyra baik -baik saja, dan anaknya juga sehat
fani" amin
chacha" naima sayang lebih baik kmu dan zain pulang saja ini sudah sangat larut, tidak baik untuk ibu yang tengah , beristirahat lah sayang di rumah bunda dan papa akan di sini
lagi pula ada pak nana yang bisa membantu
rey" bunda yakin?
naima" tidak apa-apa bunda kami akan menemani
fani" tidak usah nak, kalian pulang saja, kasihan baby yang ada di sini jika harus ikut terjaga
abi" pulang lah kami akan baik-baik saja di sini, sebentar lagi dimas dan Rika akan sampai
rey" baik lah kami pamit bunda, papa, omcan
naima" akun pamit, (mencium tangan?)
tak berapa lama dari kepergian naima dan rey, mereka mendengar suara tangis bayi dari rungan dimana cyra berada
para orang tua merasa sangat senang mereka sangat terharu
fani" terimaksih cha (memeluk)
Rika" selamat aunty
fani" terimaksih Rika
tidak menunggu lama zain keluar dari ruangan itu degan air mata yang sudah mengalir
fani" zain bagaimana
zain" zain menjadi seorang papa, ma putra zain telah lahir
abi" selamat zain, atas kelahiran putra mu
dimas" selamat zain
setelah mengurus semua nya zain tidak beranjak sedikit pun, dari bangku nya, yang berada di sebelah cyra yang masih tertidur karena lelah setelah melahirkan
zain merasa sangat bahagia dengan ke hadiran putra pertamanya
***
keesokan harinya seorang wanita, sedang merasa sangat takut untuk melihat hasil perjuangannya untuk mendapatkan beasiswa penuh, wanita itu sadar akan kehidupannya yang hanya pas-pasan, maka dari itu iya berusaha untuk mendapat beasiswa penuh dengan kemampuannya
denisa" perlahan-lahan membuka amplop yang berada di tangannya
denisa" semoga aku mendapatkannya
__ADS_1
dengan perlahan denisa membuka amplop tersebut
denisa sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat
denisa" apa aku bermimpi, apa ini nyata, astaga!!! aku mendapat beasiswa penuh dan itu artinya aku tidak akan menyusahkan papa lagi
denisa melompat-lompat senang, di tempat favorit nya di kampus, ya itu taman belakang kampus yang sepi, dimana tidak mahasiswa di sana
namun tanpa di sadari denisa ada sepasang mata yang setiap hari selalu mengawasi setiap langkah naima
setelah selesai melampiaskan kebahagiannya denisa bergegas pulang untuk menemui papa dan juga adik nya, untuk memberi tahu keberhasilannya
sesampainya di rumah denisa melihat rumahnya masih terlihat sangat sepi,
denisa" mereka belum kembali,baik lah aku akan memasak dan menyiapkan sedikit kejutan kecil untuk mereka, naima bergegas pergi menuju ke dapur untuk memasak makanan kesukaan keluarga nya
sementara denisa bahagia, di tempat lain terlihat dion yang sedang sibuk mengotak-atik ponselnya membuat taya yang melihat menjadi sedikit risih
taya" sadang mencari apa dion?
dion" ah tidak mas hanya, mencari kontak teman dion yang berada di sini
taya" kamu sudah memiliki teman di sini?
dion" sudah mas, dia teman saat dion pertukaran pelajar
taya" oooo, ya sudah mas membersihkan diri, kamu rapikan pakaian mu, setelah itu kita akan pergi ke kampus mu dan melihat-lihat di sana
dion" baik lah mas
"dimana kontak nya, hanya dia yang bisa ku andalkan untuk menemui nya" dalam hati dion
setelah selesai dion dan juga taya pergi menuju kampus dion, mereka mengelilingi setiap jengkal dan setiap sudut kampus itu
taya" hafalkan semuanya agar kamu tidak tersesat nantinya
dion" baik lah mas, lagi pula dion bukan anak kecil yang bisa tersesat di sini
taya"(tertawa) mas hanya mengingatkan saja
mereka melanjutkan perjalanannya, mengitari kampus, sedang asik berbincang mata dion teralihkan pada seorang wanita yang dion kenal dan berjalan dengan terburu-buru
dion langsung mengikuti wanita itu, meninggalkan taya uang masih berceloteh tentang ini dan itu
taya melihat ke arah belakangnya karena merasa tidak ada respon dari adiknya itu
taya" astaga dion kemana? apa sedari tadi aku berbicara sendiri , astaga kemana anak itu
dion terus mengikuti wanita itu menuju ke sebuah taman yang cukup ramai di sana
dion tersenyum sangat bahagia akhirnya dirinya bisa menemukan wanita nya, namun senyum itu berubah menjadi sedih saat melihat wanita itu tengah mencium seorang pria dengan mesra yang terlihat jika mereka adalah kekasih
"dia, dia ternyata, kenapa kenapa ini terjadi " dion merasakan sakit di hatinya, dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata apa pun, dion benar-benar merasa bodoh mengejar wanita yang memiliki kekasih
____________________________
tbc
next
maaf sekali aku akhir akhir ini jarang up, mohon pengertiannya, aku juga manusia biasa yang memiliki pekerjaan dan masalah lainnya yang harus di urus,jadi mohon pengertiannya jika saya slow up date semuanya
__ADS_1
terimaksih 🥰🥰🥰🥰