Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 192


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"biarkan aku mati,aku ingin mati,tidak ada yang menginginkan ku di dunia ini,bahkan keluarga ku saja tidak menginginkan ku,aku ingin mati agar tidak merasakan sakit lagi"


kata-kata itu terus terngiang di kepala Arif yang tidak sengaja mendengar Naima yang sedang di rawat


"kenapa Naima, kata Febi dia hidup bahagia dan baik-baik saja,tapi kondisinya sangat memprihatinkan,tubuhnya kurus,dan wajahnya pucat sekali" Arif terus memikirkan hal itu


flashback


saat Naima di bawa ke IGD Arif tidak sengaja melihatnya,Arif baru saja selesai mengecek ke sehatan nya,rutinitas dari perusahaan ,Arif sangat penasaran dengan hal itu,Arif mengikuti Naima dan para asisten rumah tangga ya itu


Arif tidak berani mendekat,Arif hanya memperhatikan dari jauh dan memperhatikan para asisten


Naima keluar dari ruang IGD dengan banyak nya botol-botol sepeti infus yang menggantung di tiang infus itu


Arif" sakit apa dia,Kenapa banyak sekali yang menggantung botol botol itu


Arif sangat penasaran dan terus mengikuti sampai ke ruang rawat


Arif melihat Naima dari pintu yang sedikit terbuka,cukup lama hingga Naima sadarkan diri dan Naima mulai menangis kencang dan terus menerus mengatakan jika dirinya ingin sekali mati


flashback off


Arif berjalan dengan perasaan yang campur aduk,merasa kasihan dan tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat


"apa Febi berbohong pada ku" gumam Arif


Arif terus memikirkan hal itu


sementara di rumah sakit Naima kembali tertidur,karena dokter memberinya suntikan penenang,agar Naima tidak lagi meronta


cha-cha datang bersama cyra dan juga nada yang ingin melihat ke adaan Naima


sesampainya di sana mereka hanya menemukan asisten rumah tangga tidak ada Rey di sana


cha-cha" di mana Rey


Bu Linda" tuan belum datang nyonya besar


cha-cha"(menarik nafas) nada tolong telepon Rey


nada langsung menelepon Rey,yang masih berada di kantor


aementra cyra berjalan menuju ruang dokter yang menangani Naima ,cyra sangat penasaran


cyra" Hay kak Poland

__ADS_1


Poland" hey key, wah kenapa ke mari Lo sakit


cyra" bukan gue kak,tapi saudara katanya dokternya Lo,sakit apa saudara gue


Poland" pasien gue banyak key, saudara Lo yang mana ?


cyra" Naima asfari , baru masuk


Poland" oooo anak itu, dia tidak makan beberapa hari key, dan yang gue liat saudara Lo stres berat key, dia tadi mengamuk makanya gue suntik penenang,kasihan gue liat nya


cyra" oooo apa kondisinya aman


Poland" gue pastiin aman,tapi gue harap kalian lebih perduli deh sama dia


cyra" siap Bu senior


Poland" udah sana ganggu gue Lo key


cyra tertawa dan pergi meninggalkan ruangan dokter itu


"tidak makan,stres,ada apa dengan Naima"


cyra kembali ke ruang rawat dan melihat Naima


menunggu cukup lama Naima membuka matanya dan melihat cha-cha berada di sebelahnya


Naima" bunda (menahan tangisnya)


cha-cha" kamu kenapa sayang,tadi pagi kamu baik-baik saja,apa yang kamu rasakan (mengelus kepala Naima)


Naima" tidak ada Bun,mungkin Naima kelelahan


cyra" kamu kenapa tidak makan ?


Naima"(sedikit terkejut) aku tidak bernafsu kak mungkin karena lelah


nada" kamu makan ya nai,kakak gak tega lihat kamu,kamu mau makan apa


Naima" terimaksih kak (tersenyum) nanti saja Naima makannya


cha-cha" nak makan ya biar bunda yang menyuapi ya


Naima" terimaksih Bun


Rey" dia tidak mau makan,karena aku melarangnya makan ini


semua melihat ke arah Rey yang baru saja tiba bersama Arif dan juga Ghani


Rey mendekati Naima dan mencium kening Naima,ini kali pertama Rey melakukan itu


Rey" sayang kamu ini,aku bilang kan nanti jika aku tidak sibuk akan membelikan ini untuk mu,kenapa kamu malah Tidka makan,ini aku bawakan makan kesukaan mu,mau aku suapi


Arif hanya melihat mata Naima yang begitu banyak menyimpan kesedihan


"adik kecil ku, seberapa tersiksanya kamu,maaf kan aku sebagai kakak tidak berguna" dalam hati Arif


Rey mulai menyuapi Naima,dengan terpaksa Naima menerima makanan yang di berikan Rey padanya

__ADS_1


Rey terus menatap Naima,membaut Naima merasa risih dengan tatapan itu


Rey" nai itu ada Arif


Naima melihat ke arah Arif yang berdiri di dekat pintu,Naima tersenyum pada Arif dengan terpaksa


tak terasa hari sudah sore dan semua keluarga sudah meninggalkan rumah sakit hanya tersisa nai dan juga Rey


Rey" maaf tadi pagi,aku fikir kamu berpura-pura


Naima hanya diam saja tidak mengatakan apa pun


rey menatap Naima,yang mulai mengeluarkan air mata


Naima" ceraikan aku, atau biarkan aku mati, tidak usah perduli pada ku,aku mohon aku hanya ingin hidup tenang aku tidak ingin hidup seperti ini,aku mohon kabulkan keinginan ku


Rey" kenapa kamu ingin sekali mati ? (kesal)


Naima" di dunia ini tidak ada yang menginginkan ku,bahkan keluarga pun tidak menginginkan ku,buat apa aku hidup,aku hanya hidup ku tenang tidka ingin menyusahkan siapa pun,aku bukan pembohong,aku tidak pernah melakukan hal buruk sedikit pun (menagis) aku selalu berdoa supaya Allah mencabut nyawa ku


Rey terdiam mendengar perkataan Naima,


"apa aku terlalu kejam padanya, tapi dia, apa yang aku fikirkan,apa yang harus aku lakukan"


Rey pergi meninggalkan Naima sendirian di ruang rawat nya


Naima masih menangis,Naima tidak tahu kenapa hidupnya menjadi seperti ini,Naima tidak pernah tahu bagaimana hidupnya


lambat laun mata Naima terpejam,kerena lelah menangis,Rey masuk kedalam ruangan itu dan melihat Naima sudah tertidur dengan pulas


"dia bukan wanita baik,benar Tidka ada wanita sebaik Rizki,dia hanya ada mau nya saja menikah dengan ku" Rey terus berucap seperti itu di dalam hatinya


Rey tertidur di sofa,Naima terbangun dari tidurnya dan melihat Rey yang tidur di atas sofa


Naima beranjak dari tempat tidurnya,Naima mencabut jarum yang terpasang di lengannya ,Naima berjalan dengan susah payah meninggalkan ruangan itu


Naima menaiki lift Dangan tangan yang mengeluarkan darah,Naima menaiki lantai paling tinggi di rumah sakit ini


Naima Samapi di sebuah tempat yang sepi dan tinggi,Naima tidak bisa memikirkan apa pun selain mati saat ini


" tidak ada guna nya aku hidup,tidak ada yang mengharapkan ku,tidak ada yang akan sedih saat aku pergi,mama maaf kan Naima,bunda maaf kan Naima yang tidak bisa menepati janji untuk tidak meninggalkan Rey,maaf kan Naima "


Naima berjalan mendekati sebuah jendela Naima melihat ke bawah,terlihat jauh sekali


Naima naik di sebuah tembok pembatas dan bersiap melompat


" aku tahu aku juga tidak akan bahagia saat tiada,tapi setidaknya aku tidak merasakan sakit"


Naima memejamkan matanya dan bersiap melompat


" selamat tinggal semuanya "


___________________________


TBC


next

__ADS_1


terimaksih


__ADS_2