
selamat membaca
.
.
.
.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"biarkan aku mati,aku ingin mati,tidak ada yang menginginkan ku di dunia ini,bahkan keluarga ku saja tidak menginginkan ku,aku ingin mati agar tidak merasakan sakit lagi"
kata-kata itu terus terngiang di kepala Arif yang tidak sengaja mendengar Naima yang sedang di rawat
"kenapa Naima, kata Febi dia hidup bahagia dan baik-baik saja,tapi kondisinya sangat memprihatinkan,tubuhnya kurus,dan wajahnya pucat sekali" Arif terus memikirkan hal itu
flashback
saat Naima di bawa ke IGD Arif tidak sengaja melihatnya,Arif baru saja selesai mengecek ke sehatan nya,rutinitas dari perusahaan ,Arif sangat penasaran dengan hal itu,Arif mengikuti Naima dan para asisten rumah tangga ya itu
Arif tidak berani mendekat,Arif hanya memperhatikan dari jauh dan memperhatikan para asisten
Naima keluar dari ruang IGD dengan banyak nya botol-botol sepeti infus yang menggantung di tiang infus itu
Arif" sakit apa dia,Kenapa banyak sekali yang menggantung botol botol itu
Arif sangat penasaran dan terus mengikuti sampai ke ruang rawat
Arif melihat Naima dari pintu yang sedikit terbuka,cukup lama hingga Naima sadarkan diri dan Naima mulai menangis kencang dan terus menerus mengatakan jika dirinya ingin sekali mati
flashback off
Arif berjalan dengan perasaan yang campur aduk,merasa kasihan dan tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat
"apa Febi berbohong pada ku" gumam Arif
Arif terus memikirkan hal itu
sementara di rumah sakit Naima kembali tertidur,karena dokter memberinya suntikan penenang,agar Naima tidak lagi meronta
cha-cha datang bersama cyra dan juga nada yang ingin melihat ke adaan Naima
sesampainya di sana mereka hanya menemukan asisten rumah tangga tidak ada Rey di sana
cha-cha" di mana Rey
Bu Linda" tuan belum datang nyonya besar
cha-cha"(menarik nafas) nada tolong telepon Rey
nada langsung menelepon Rey,yang masih berada di kantor
aementra cyra berjalan menuju ruang dokter yang menangani Naima ,cyra sangat penasaran
cyra" Hay kak Poland
__ADS_1
Poland" hey key, wah kenapa ke mari Lo sakit
cyra" bukan gue kak,tapi saudara katanya dokternya Lo,sakit apa saudara gue
Poland" pasien gue banyak key, saudara Lo yang mana ?
cyra" Naima asfari , baru masuk
Poland" oooo anak itu, dia tidak makan beberapa hari key, dan yang gue liat saudara Lo stres berat key, dia tadi mengamuk makanya gue suntik penenang,kasihan gue liat nya
cyra" oooo apa kondisinya aman
Poland" gue pastiin aman,tapi gue harap kalian lebih perduli deh sama dia
cyra" siap Bu senior
Poland" udah sana ganggu gue Lo key
cyra tertawa dan pergi meninggalkan ruangan dokter itu
"tidak makan,stres,ada apa dengan Naima"
cyra kembali ke ruang rawat dan melihat Naima
menunggu cukup lama Naima membuka matanya dan melihat cha-cha berada di sebelahnya
Naima" bunda (menahan tangisnya)
cha-cha" kamu kenapa sayang,tadi pagi kamu baik-baik saja,apa yang kamu rasakan (mengelus kepala Naima)
Naima" tidak ada Bun,mungkin Naima kelelahan
cyra" kamu kenapa tidak makan ?
Naima"(sedikit terkejut) aku tidak bernafsu kak mungkin karena lelah
nada" kamu makan ya nai,kakak gak tega lihat kamu,kamu mau makan apa
Naima" terimaksih kak (tersenyum) nanti saja Naima makannya
cha-cha" nak makan ya biar bunda yang menyuapi ya
Naima" terimaksih Bun
Rey" dia tidak mau makan,karena aku melarangnya makan ini
semua melihat ke arah Rey yang baru saja tiba bersama Arif dan juga Ghani
Rey mendekati Naima dan mencium kening Naima,ini kali pertama Rey melakukan itu
Rey" sayang kamu ini,aku bilang kan nanti jika aku tidak sibuk akan membelikan ini untuk mu,kenapa kamu malah Tidka makan,ini aku bawakan makan kesukaan mu,mau aku suapi
Arif hanya melihat mata Naima yang begitu banyak menyimpan kesedihan
"adik kecil ku, seberapa tersiksanya kamu,maaf kan aku sebagai kakak tidak berguna" dalam hati Arif
Rey mulai menyuapi Naima,dengan terpaksa Naima menerima makanan yang di berikan Rey padanya
__ADS_1
Rey terus menatap Naima,membaut Naima merasa risih dengan tatapan itu
Rey" nai itu ada Arif
Naima melihat ke arah Arif yang berdiri di dekat pintu,Naima tersenyum pada Arif dengan terpaksa
tak terasa hari sudah sore dan semua keluarga sudah meninggalkan rumah sakit hanya tersisa nai dan juga Rey
Rey" maaf tadi pagi,aku fikir kamu berpura-pura
Naima hanya diam saja tidak mengatakan apa pun
rey menatap Naima,yang mulai mengeluarkan air mata
Naima" ceraikan aku, atau biarkan aku mati, tidak usah perduli pada ku,aku mohon aku hanya ingin hidup tenang aku tidak ingin hidup seperti ini,aku mohon kabulkan keinginan ku
Rey" kenapa kamu ingin sekali mati ? (kesal)
Naima" di dunia ini tidak ada yang menginginkan ku,bahkan keluarga pun tidak menginginkan ku,buat apa aku hidup,aku hanya hidup ku tenang tidka ingin menyusahkan siapa pun,aku bukan pembohong,aku tidak pernah melakukan hal buruk sedikit pun (menagis) aku selalu berdoa supaya Allah mencabut nyawa ku
Rey terdiam mendengar perkataan Naima,
"apa aku terlalu kejam padanya, tapi dia, apa yang aku fikirkan,apa yang harus aku lakukan"
Rey pergi meninggalkan Naima sendirian di ruang rawat nya
Naima masih menangis,Naima tidak tahu kenapa hidupnya menjadi seperti ini,Naima tidak pernah tahu bagaimana hidupnya
lambat laun mata Naima terpejam,kerena lelah menangis,Rey masuk kedalam ruangan itu dan melihat Naima sudah tertidur dengan pulas
"dia bukan wanita baik,benar Tidka ada wanita sebaik Rizki,dia hanya ada mau nya saja menikah dengan ku" Rey terus berucap seperti itu di dalam hatinya
Rey tertidur di sofa,Naima terbangun dari tidurnya dan melihat Rey yang tidur di atas sofa
Naima beranjak dari tempat tidurnya,Naima mencabut jarum yang terpasang di lengannya ,Naima berjalan dengan susah payah meninggalkan ruangan itu
Naima menaiki lift Dangan tangan yang mengeluarkan darah,Naima menaiki lantai paling tinggi di rumah sakit ini
Naima Samapi di sebuah tempat yang sepi dan tinggi,Naima tidak bisa memikirkan apa pun selain mati saat ini
" tidak ada guna nya aku hidup,tidak ada yang mengharapkan ku,tidak ada yang akan sedih saat aku pergi,mama maaf kan Naima,bunda maaf kan Naima yang tidak bisa menepati janji untuk tidak meninggalkan Rey,maaf kan Naima "
Naima berjalan mendekati sebuah jendela Naima melihat ke bawah,terlihat jauh sekali
Naima naik di sebuah tembok pembatas dan bersiap melompat
" aku tahu aku juga tidak akan bahagia saat tiada,tapi setidaknya aku tidak merasakan sakit"
Naima memejamkan matanya dan bersiap melompat
" selamat tinggal semuanya "
___________________________
TBC
next
__ADS_1
terimaksih