Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 220


__ADS_3

happy reading


.


.


.


.


.


enjoy


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


sore hari,Naima masih memikirkan panggilan wanita di ponsel suaminya itu


Rara" hey nai,jangan melamun


Naima"(terkejut) kakak bikin terkejut saja,ada apa kak ?


Rara" mikirin apa sih,serius sekali ?


Naima" tidak kak,hanya merindukan mama saja


Rara" oooo,bagaimana kabar Febi,kakak dengar sudah mau menikah


Naima" masih akhir tahun ini kak


Rara" nai kamu benar,baik-baik saja kan? kakak perhatikan hari ini kamu tidak seperti biasanya


Naima" iya kak,nai baik-baik saja


Rara" nai jika ada masalah atau apa saja yang mengganggu fikiran mu,bisa kamu ceritakan pada kakak


Naima" iya kak terimaksih


hening di antara keduanya cukup lama keduanya larut dengan pemikiran masing-masing


Naima" kak


Rara" iya ada apa nai?


Naima" kak jika ada istri curiga pada suaminya apa itu salah


Rara" curiga? curiga seperti apa ?


Naima" jika sering sekali ada panggilan dari wanita lain di ponsel milik suami kita


Rara" apa kita membicarakan Rey ?


Naima" (tersenyum) bukan kak,aku hanya membaca sebuah buku dan hal itu terus terfikir


Rara" kamu sedang tidak berbohong kan ? jika benar begitu kakak yang akan memarahi Rey


Naima" tidak kak,bukan masalah kak Rey (berbohong)


Rara" baik lah jika bukan,menurut kakak ya wajar saja jika seorang istri ada rasa curiga pada suaminya,itu tanda nya istrinya menghawatirkan suaminya dan jika bisa sang istri seharusnya bertanya agar tidak terjadi salah paham,karena itu yang selalu kakak lakukan dengan mas taya,karena tidak baik berburuk sangka pada suami


Naima" em begitu kak,terimaksih kak atas nasehat nya,nai beruntung memiliki kakak ipar seperti kakak (memeluk)


Rara" jangan pernah sungkan pada kakak mu ini nai


malam hari nya Rey terlihat sedang sibuk dengan ponselnya,Naima memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya,karena dirinya tidak mau ada salah paham antara dirinya dan juga Rey


Naima" em... pa

__ADS_1


Rey" em


Rey masih saja fokus pada ponsel nya


Naima" boleh aku bertanya sesuatu


Rey" apa ?


Rey masih fokus pada ponselnya


Naima" kak Rey,dengar kan aku dulu


Rey meletakan ponselnya dan melihat ke arah Naima yang berada di sampingnya


Rey" ada apa ?


Naima"(menarik nafas) aku ingin jujur


Rey" (mengerutkan kening) ada apa sayang ?


Naima" tadi pagi,ponsel mu terus berdering,aku sedikit terganggu dengan itu lalu


Naima berhenti sejenak,mengumpulkan keberaniannya


Rey" lalu ?


Naima" lalu aku,mengangkat panggilan itu


Rey" lalu,apa masalahnya ?


Naima" yang menelepon mu adalah seorang wanita,dan dia berkata jika semuanya sudah siap,dan ia mengatakan jika kapan kamu akan datang,saat aku bilang aku istri mu,dia langsung mematikan panggilannya


Rey" siapa nama wanita itu ?


Naima" aku lupa,


Rey" dia bukan siapa-siapa,dan jangan fikirkan,sudah lah,aku fikir ada apa,sudah cepat tidur,besok kita akan pulang pagi-pagi


Naima tersenyum terpaksa ia tahu jika ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Rey,darinya dan hal itu semakin membuat Naima merasa sakit


ke esokan paginya,mereka semua bersiap kembali ke Jakarta,sepanjang perjalanan Naima hanya diam tidak banyak bicara,Rey merasa jika istrinya itu masih tidak percaya dengan dirinya


Rey" nai apa kamu sakit ?


Naima"tidak


Rey" apa kamu masih memikirkan hal kemarin


Naima" tidak,(berbohong) aku hanya merindukan mama saja


Rey" apa perlu kita bermalam di rumah mama


Naima" tidak,tidak,tidak usah,nanti saja aku akan main ke sana


Rey" sayang


Naima"(tersenyum) em


Rey" i love you


Naima" i love you too


sesampainya di rumah,Naima berbincang bersama asisten rumah tangganya,sementara Rey. harus terburu-buru pergi ke kantor karena ada pertemuan penting


Bu Linda" nyonya kenapa wajah nyonya pucat,non sakit


Naima" em tidak Bu,mungkin saya lelah saja (tersenyum)

__ADS_1


Bu Linda" mau saya buatkan teh,atau sesuatu nyonya


Naima" tidak usah Bu,saya istirahat saja,mungkin akan terasa lebih baik


mba Sri" mari nyonya saya antar


Naima" tidak usah mba,saya bisa sendiri terimakasih


Bu Linda" apa perlu saya beri tahu tuan ?


Naima" tidak usah Bu,kak Rey ada pertemuan penting biar saja


Naima jalan perlahan menuju kamarnya,sesampainya di kamar Naima langsung berbaring dan memejamkan matanya yang terasa berat


sementara di kantor Rey tengah sibuk,mengerjakan tugasnya yang sudah menumpuk


Arif" pak,di luar ada nona sari ingin bertemu


Rey" sudah saya katakan Rif,urus dengan mu masalah ini,dan bilang pada sari jangan menghubungi saya lagi,mengerti


Arif" baik lah pak,saya mengerti


Rey" Rif, tolong bilang pada sari,semua yang saya ingin kan sudah saya kirim ke email nya,jadi silahkan berhubungan dengan mu


Arif" baik pak


Rey" astaga dapat orang itu dari mana


Rey bergumam kesal saat Arif sudah meninggalkan ruangannya


setelah selesai bekerja Rey memutuskan untuk pulang,namun ia mengurung kan niatnya,Rey memilih mencari hadiah untuk istrinya


di sebuah pusat perbelanjaan Rey mencari sebuah hadiah untuk istrinya itu,ia merasa ke Sulitan untuk mencari sebuah hadiah karena dirinya belum begitu tahu apa yang di sukai istrinya itu


akhirnya pilihan Rey terjatuh pada sebuah boneka beruang berwana coklat dan besar seri terbaru


Rey" dia pasti senang melihat ini


sementara di tempat lain Dion tengah asik membolak balik buku,di sebuah toko buku yang tidak terlalu ramai


sedang asik membaca,ada seseorang yang menghampiri Dion,seorang wanita yang mengunakan kaca mata,berkawat gigi dengan wajah cantik namun tidak terurus


"di-dion"


Dion yang merasa namanya di panggil melihat ke sumber suara,dan melihat wanita yang berada di depan nya dengan tatapan tidak suka


Dion" sedang apa kamu,dan jaga jarak mu dari ku


denisa" maaf (memundurkan langkahnya) a-ku hanya ingin memberi ini pada mu


wanita itu memberi buku,pada Dion,Dion dengan enggan mengambil buku itu


Dion" buku apa ini ?


denisa"a-aku dengar jika k-kamu akan ikut tes untuk mendapat beasiswa,mungkin buku ini akan membantu


Dion"(menarik) nafas terimakasih,tapi aku tidak butuh buku ini,jadi silahkan kamu bawa saja,dan satu lagi jangan pernah mencari info apa pun tentang aku


Dion pergi meninggalkan denisa yang masih berdiri mematung di tempatnya mencerna semua perkataan Dion yang membuat hatinya sakit,memang bukan kali pertama untuk denisa namun tetap saja hatinya merasa sakit


denisa meneteskan bulir bening yang tanpa izin mengalir begitu saja,memperhatikan punggung dion yang kini mulai menghilang dari pandangannya


---------------------------------------


TBC


next

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2