
happy reading
.
.
.
.
.
enjoy
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
sore hari,Naima masih memikirkan panggilan wanita di ponsel suaminya itu
Rara" hey nai,jangan melamun
Naima"(terkejut) kakak bikin terkejut saja,ada apa kak ?
Rara" mikirin apa sih,serius sekali ?
Naima" tidak kak,hanya merindukan mama saja
Rara" oooo,bagaimana kabar Febi,kakak dengar sudah mau menikah
Naima" masih akhir tahun ini kak
Rara" nai kamu benar,baik-baik saja kan? kakak perhatikan hari ini kamu tidak seperti biasanya
Naima" iya kak,nai baik-baik saja
Rara" nai jika ada masalah atau apa saja yang mengganggu fikiran mu,bisa kamu ceritakan pada kakak
Naima" iya kak terimaksih
hening di antara keduanya cukup lama keduanya larut dengan pemikiran masing-masing
Naima" kak
Rara" iya ada apa nai?
Naima" kak jika ada istri curiga pada suaminya apa itu salah
Rara" curiga? curiga seperti apa ?
Naima" jika sering sekali ada panggilan dari wanita lain di ponsel milik suami kita
Rara" apa kita membicarakan Rey ?
Naima" (tersenyum) bukan kak,aku hanya membaca sebuah buku dan hal itu terus terfikir
Rara" kamu sedang tidak berbohong kan ? jika benar begitu kakak yang akan memarahi Rey
Naima" tidak kak,bukan masalah kak Rey (berbohong)
Rara" baik lah jika bukan,menurut kakak ya wajar saja jika seorang istri ada rasa curiga pada suaminya,itu tanda nya istrinya menghawatirkan suaminya dan jika bisa sang istri seharusnya bertanya agar tidak terjadi salah paham,karena itu yang selalu kakak lakukan dengan mas taya,karena tidak baik berburuk sangka pada suami
Naima" em begitu kak,terimaksih kak atas nasehat nya,nai beruntung memiliki kakak ipar seperti kakak (memeluk)
Rara" jangan pernah sungkan pada kakak mu ini nai
malam hari nya Rey terlihat sedang sibuk dengan ponselnya,Naima memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya,karena dirinya tidak mau ada salah paham antara dirinya dan juga Rey
Naima" em... pa
__ADS_1
Rey" em
Rey masih saja fokus pada ponsel nya
Naima" boleh aku bertanya sesuatu
Rey" apa ?
Rey masih fokus pada ponselnya
Naima" kak Rey,dengar kan aku dulu
Rey meletakan ponselnya dan melihat ke arah Naima yang berada di sampingnya
Rey" ada apa ?
Naima"(menarik nafas) aku ingin jujur
Rey" (mengerutkan kening) ada apa sayang ?
Naima" tadi pagi,ponsel mu terus berdering,aku sedikit terganggu dengan itu lalu
Naima berhenti sejenak,mengumpulkan keberaniannya
Rey" lalu ?
Naima" lalu aku,mengangkat panggilan itu
Rey" lalu,apa masalahnya ?
Naima" yang menelepon mu adalah seorang wanita,dan dia berkata jika semuanya sudah siap,dan ia mengatakan jika kapan kamu akan datang,saat aku bilang aku istri mu,dia langsung mematikan panggilannya
Rey" siapa nama wanita itu ?
Naima" aku lupa,
Rey" dia bukan siapa-siapa,dan jangan fikirkan,sudah lah,aku fikir ada apa,sudah cepat tidur,besok kita akan pulang pagi-pagi
Naima tersenyum terpaksa ia tahu jika ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Rey,darinya dan hal itu semakin membuat Naima merasa sakit
ke esokan paginya,mereka semua bersiap kembali ke Jakarta,sepanjang perjalanan Naima hanya diam tidak banyak bicara,Rey merasa jika istrinya itu masih tidak percaya dengan dirinya
Rey" nai apa kamu sakit ?
Naima"tidak
Rey" apa kamu masih memikirkan hal kemarin
Naima" tidak,(berbohong) aku hanya merindukan mama saja
Rey" apa perlu kita bermalam di rumah mama
Naima" tidak,tidak,tidak usah,nanti saja aku akan main ke sana
Rey" sayang
Naima"(tersenyum) em
Rey" i love you
Naima" i love you too
sesampainya di rumah,Naima berbincang bersama asisten rumah tangganya,sementara Rey. harus terburu-buru pergi ke kantor karena ada pertemuan penting
Bu Linda" nyonya kenapa wajah nyonya pucat,non sakit
Naima" em tidak Bu,mungkin saya lelah saja (tersenyum)
__ADS_1
Bu Linda" mau saya buatkan teh,atau sesuatu nyonya
Naima" tidak usah Bu,saya istirahat saja,mungkin akan terasa lebih baik
mba Sri" mari nyonya saya antar
Naima" tidak usah mba,saya bisa sendiri terimakasih
Bu Linda" apa perlu saya beri tahu tuan ?
Naima" tidak usah Bu,kak Rey ada pertemuan penting biar saja
Naima jalan perlahan menuju kamarnya,sesampainya di kamar Naima langsung berbaring dan memejamkan matanya yang terasa berat
sementara di kantor Rey tengah sibuk,mengerjakan tugasnya yang sudah menumpuk
Arif" pak,di luar ada nona sari ingin bertemu
Rey" sudah saya katakan Rif,urus dengan mu masalah ini,dan bilang pada sari jangan menghubungi saya lagi,mengerti
Arif" baik lah pak,saya mengerti
Rey" Rif, tolong bilang pada sari,semua yang saya ingin kan sudah saya kirim ke email nya,jadi silahkan berhubungan dengan mu
Arif" baik pak
Rey" astaga dapat orang itu dari mana
Rey bergumam kesal saat Arif sudah meninggalkan ruangannya
setelah selesai bekerja Rey memutuskan untuk pulang,namun ia mengurung kan niatnya,Rey memilih mencari hadiah untuk istrinya
di sebuah pusat perbelanjaan Rey mencari sebuah hadiah untuk istrinya itu,ia merasa ke Sulitan untuk mencari sebuah hadiah karena dirinya belum begitu tahu apa yang di sukai istrinya itu
akhirnya pilihan Rey terjatuh pada sebuah boneka beruang berwana coklat dan besar seri terbaru
Rey" dia pasti senang melihat ini
sementara di tempat lain Dion tengah asik membolak balik buku,di sebuah toko buku yang tidak terlalu ramai
sedang asik membaca,ada seseorang yang menghampiri Dion,seorang wanita yang mengunakan kaca mata,berkawat gigi dengan wajah cantik namun tidak terurus
"di-dion"
Dion yang merasa namanya di panggil melihat ke sumber suara,dan melihat wanita yang berada di depan nya dengan tatapan tidak suka
Dion" sedang apa kamu,dan jaga jarak mu dari ku
denisa" maaf (memundurkan langkahnya) a-ku hanya ingin memberi ini pada mu
wanita itu memberi buku,pada Dion,Dion dengan enggan mengambil buku itu
Dion" buku apa ini ?
denisa"a-aku dengar jika k-kamu akan ikut tes untuk mendapat beasiswa,mungkin buku ini akan membantu
Dion"(menarik) nafas terimakasih,tapi aku tidak butuh buku ini,jadi silahkan kamu bawa saja,dan satu lagi jangan pernah mencari info apa pun tentang aku
Dion pergi meninggalkan denisa yang masih berdiri mematung di tempatnya mencerna semua perkataan Dion yang membuat hatinya sakit,memang bukan kali pertama untuk denisa namun tetap saja hatinya merasa sakit
denisa meneteskan bulir bening yang tanpa izin mengalir begitu saja,memperhatikan punggung dion yang kini mulai menghilang dari pandangannya
---------------------------------------
TBC
next
__ADS_1
terimakasih