
happy reading
.
.
.
--------------------------------------------------------
sesampainya di rumah sakit Fahri langsung membawa Rara ke IGD dan menyerahkan Rara pada dokter untuk di periksa
suster" mohon anda tunggu di luar pak
fahri mengikuti perintah suster itu dan menunggu di luar dengan rasa takut nya bagai mana tidak iya melihat saat Rara di jatuhkan ke rumput sampai Rara hampir di perkosa
flashback
setelah pak Lukman menelepon fahri, tak lama Ghani menelepon nya, karena Ghani merasa ada sesuatu yang terjadi pada saudaranya
namanya juga anak kembar jika satu merasakan sesuatu hal pasti yang satunya juga merasakan nya
fahri* ada apa ghan
Ghani* Lo baik baik aja kan ,
fahri* baik, kenapa ? cepet gue gak ada waktu buru buru
Ghani* mau kemana? ada masalah
fahri* ah elah udah lah kalo gak penting gue tutup, nanti gue ceritain
tanpa basa basi Fahri mematikan panggilan tersebut dan bergegas pergi meninggalkan apartemen nya
fahri mencari ke sana ke mari ke semua tempat yang pasti akan di datangi oleh taya namun Fahri tidak menemukan apa pun ...
fahri mencoba menelpon Rara namun ponsel Rara tidak aktif
fahri terus menyusuri jalan hingga gang gang kecil, takut jika Rara berada di sana
fahri terus menyusuri jalan di dekat rumah sakit siapa tahu jika Rara kembali ke rumah sakit itu
dengan rasa cemas yang besar Fahri memperhatikan setiap inci jalanan agar iya tidak terlewat
ponsel Fahri berdering menandakan panggilan masuk
"shit siapa lagi, ayolah tidak tahu kah kalian aku sedang sibuk sekarang " gumam Fahri dengan kesal
fahri melihat ponselnya dan tertera nama adiknya
"astaga ghani"
fahri mengangkat panggilan itu
fahri*gue kasih waktu sepuluh detik katakan yang ingin Lo katakan, satu, dua, tiga
ghani* oke besok gue ke Inggris
fahri* sepuluh
Tut Tut Tut
fahri mengakhiri panggilan dari Ghani
"shit, dasar Abang kampret" umpat Ghani
fahri terus mencari sampai iya melihat mobil ataya sedang berada di jalan dekat taman Fahri mengikuti mobil itu
mobil itu terus berputar putar seperti sedang mencari sesuatu
tidak lama taya ke luar dari mobilnya dan berlari
fahri pun mengikuti nya saat keluar baru lah Fahri tahu jika taya mencari suara seorang wanita yang bertriak teriak meminta bantuan
sontak Fahri pun ikut berlari ke sumber suara itu
karena iya sangat familier Dangan suara tersebut,
"kakak" gumam Fahri
__ADS_1
benar saja Fahri melihat ada empat orang laki laki yang mencoba memperkosa Rara
taya langsung menghajar laku laki yang sudah menimpah rara sementara Fahri menghajar yang lain setelah selesai
taya menghajar yang lainnya juga
fahri melihat ada rasa takut di mata taya yang membuat Fahri sedikit lengah dan hampir terkena pukulan dari orang itu
"kurang ajar berani kalian menyakitinya " taya bertriak kencang sambil terus menghajar laki laki itu
jika tidak Fahri lerai mungkin laki laki itu akan mati di tangan taya
taya langsung berlari menghampiri Rara, dan mendekapnya dalam pelukannya
samar samar. fahri mendengar taya mengucapkan kata maaf, namun Fahri tidak menghiraukan itu
fahri langsung menghajar habis habisan taya, Samapi taya babak belur di buatnya
dan meninggalkan taya begitu saja dan membawa Rara ke rumah sakit
flashback off
fahri masih menunggu kabar dari dokter sampai seorang suster keluar dan memanggil Fahri
suster" apa anda keluarga pasien yang baru saja masuk
fahri" iya saya ada apa sus
suster" mari ikut saya biar dokter yang akan menjelaskan
fahri mengikuti langkah suster itu masuk ke dalam ruangan di mana Rara sedang berbaring
fahri" bagai mana ke adaan kakak saya dok
dokter" kakak anda baik baik saja hanya sedikit memar dan kaki nya terjulur, dan mungkin jika dia sadar dia akan sedikit trauma, karena sepertinya kakak anda habis mengalami kekerasan ( menatap Fahri curiga)
bagai mana tidak Fahri membawa Rara dengan kondisi tidak sadarkan diri, dengan baju yang robek, dan banyak memar
fahri" kakak saya hampir saja di perkosa oleh preman dok, (sedih)
dokter" saya rasa, kamu harus lebih ekstra menjaga kakak kamu, karena di luar sungguh tidak aman bagi wanita
fahri" terimakasih dok
fahri" terimakasih dok, semoga saja
dokter yang sudah hampir paruh baya itu meninggalkan Fahri untuk menjaga Rara
saat sedang menunggu ponsel Fahri berbunyi menandakan panggilan masuk
"eyang "
"astafirloh lupa kasih kabar "
fahri menekan icon hijau di layar ponselnya
fahri*iya eyang, kakak sudah ke temu, sekarang sudang tidur, di apartemen Fahri (berbohong)
pak Lukman* syukur lah, jaga dia ri, eyang masih menunggu eyang uti mu sadar besok baru eyang akan temui rara
fahri* hah besok (sedikit terkejut)
pak Lukman * iya besok, kenapa?
fahri* gak apa apa eyang, cuma, besok kita gak di rumah, besok sampai seminggu ke depan kita ada rapat dan itu akan di mulai pagi eyang dan pulang malam
" haduh kalo tahu kakak begini bisa kiamat dunia, sampai keluarga tahu" batin Fahri
pak Lukman* ri, Fahri dengar eyang gak sih
fahri* ah iya eyang iya , ya sudah eyang Fahri mau tidur dulu
pak Lukman * ya sudah
panggilan berakhir Fahri merasa lega karena eyangnya tidak banyak bertanya tentang hal ini
fahri melihat ponselnya dan banyak sekali notifikasi pesan dari sang adik ...
fahri membaca pesan pesan itu
__ADS_1
*Ghani
Lo hutang cerita ke gue, gue udah di bandara mungkin sebentar lagi mommy telpon Lo, dan bertanya ini dan itu, gue harap Lo pinter jawabnya karena gue tahu Lo paling bisa kalo buat bujuk mommy okey bro
woy bales kenapa , dah di kacangan gue, awas Lo gue Sampek Lo harus traktir gue ke club' kemarin
asli, woy di temen bumi apa Lo gak bales bales pesan gue*
fahri menggeleng gelengkan kepalanya melihat pesan dari kembarannya itu,
dan benar saja ponsel Fahri kembali berdering dan itu dari sang mommy
"dasar Ghani buat Maslah aja" gumam Fahri
fahri menarik nafas sebelum mengangkat telepon dari mommy nya
fahri* assalamualaikum mom
Rika*walaikumsalam anak mommy, nak kamu baik baik aja kan
fahri* i'm ok mom, ada apa mom ?
Rika* Ghani tiba tiba meminta terbang ke Inggris, dan katanya dia merindukanmu apa benar, jangan berbohong,ingat berbohong dosa nak
fahri* (menarik nafas) benar mom, dan Fahri pun sama merindukannya, dan banyak hal yang ingin yang mau Ghani ceritakan
Rika* bagus lah jika memang benar, berati anak nakal itu tidak membohongi mommy
fahri* mom
Rika* ya sayang
fahri* Miss you
Rika* Miss you to nak, nak bukan kah di sana masih malam kenapa kamu belum tidur
Fahri* (menepuk dahi) em Fahri baru selesai mengerjakan bahan buat pertemuan besok dengan Klein mom (berbohong)
Rika* ya sudah tidur lah nak, jaga kesehatan, salat jangan pernah tinggal, ingat itu
fahri* siap ibu negara (tertawa)
panggilan berakhir Fahri merasa dirinya hari ini sangat sibuk dengan telpon nya Samapi sampai iya tidak sadar jika Rara sudah membuka matanya
rara" aunty menelpon ri ...
fahri" astafirloh kak, buat Fahri kaget , kakak udah bangun ada yang sakit kak biar Fahri panggil dokter dulu
rara" gak usah ri kakak baik baik aja, em ri om taya mana ?
fahri" orang tidak berguna itu, sudah mati mungkin,
rara" Fahri yang sopan bicaranya
fahri" sudah lah kak, jangan bicara kan orang itu, lagi pula buat apa kakak mencari dia
rara" kakak hanya mau berterimakasih karena sudah menolong kakak itu saja
fahri" yang menolong kakak itu aku, bukan dia, jadi berterimakasih lah pada ku bukan padannya (berbohong)
"maaf kak, Fahri berbohong, ini demi kebaikan kakak " batin Fahri
rara" (tersenyum) terimakasih adik kakak yang ajaib ... udah mau nolongin kakak nya yang bodoh, dan lemah ini (meneteskan air mata)
fahri" kok kakak ngomong gitu, itu sudah tugas Fahri sebagai adik
rara" kalian memang adik adik yang sangat kakak sayangi terimakasih
rara sedikit kecewa ternyata taya tak menyelamatkannya dan yang iya lihat tadi mungkin hanya halusinasinya saja ...
"sudah saatnya aku melupakannya dan memulai hidup baru ku tanpa memikirkannya dan berharap padanya " dalam hati Rara
-----------------------------------------------------
TBC
next
jangan lupa kasih like dan komen kalian ya
__ADS_1
dan di share atau memberi dukungan dalam bentuk yang lain juga boleh
terimakasih