Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 81


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


sudah beberapa hari ini taya pergi ke kantor Dnegan pakaian lusuh, dan kantung mata yang sangat terlihat jelas ...


membuat siapa pun yang melihat akan merasa kasihan padanya


bagaimana tidak semenjak Rara mengandung mood Rara berubah ubah membuat taya kewalahan


belum lagi mertuanya yang selalu menelpon saat tengah malam, membuat taya harus terjaga Karana Rara tidak mau di tinggal tidur


namun semua itu iya lakukan dengan ikhlas demi anak dan istrinya itu


hari ini mood Rara benar benar berantakan dirinya tak mau mengerjakan apa pun dan tidak mau di tinggal oleh taya


taya pergi ke kantor saja penuh dengan perjuangan jika tidak ada rapat penting mungkin taya tidak akan pergi ke kantor


taya* iya sayang aku kan pulang cepat, setelah selesai rapat aku akan pulang


rara*janji ya, (menagis)


taya* iya sayang, sudah jangan menangis


rara* nanti pulang bawakan aku eskrim ya


taya* iya sayang, sudah dulu sayang aku akan memulai rapat


rara* baik lah cepat pulang


panggilan berakhir dan taya memulai rapat rutin mereka mengulas semua persoalan yang ada di kantor itu ...


ponsel taya kembali berdering dan itu tidak lain dari Sang istri


taya* iya sayang ada apa?


rara* kenapa kamu lama sekali pulang nya, aku sangat ingin di peluk oleh mu


taya* sabar lah sayang, aku baru saja memulai rapat


rara* baik lah aku tunggu, eskrim nya jangan lupa ya


panggilan berakhir, taya hanya bisa menghela nafas menatap ponselnya itu


taya melanjutkan rapat nya kembali, belum ada dua puluh menit ponselnya ya kembali berdering


taya* ada apa lagi sayang ? (sedikit meninggikan suara)


rara* kenapa kamu jadi galak (menagis)


taya* (menghela nafas) maaf ada apa sayang ?


rara* aku hanya mau mengatakan jika aku merindukan mu


taya* iya sayang, tunggu lah sebentar aku akan kembali secepat nya


rara* baik lah


panggilan diakhiri,taya kembali melanjutkan rapatnya ...

__ADS_1


taya merasa tidak enak hati pada karyawannya yang sedari tadi harus menunggu dirinya menerima panggilan dari istrinya itu


taya" maaf semuanya mari kita lanjutkan lagi (tersenyum)


Steven melihat wajah kesal para karyawan yang membuatnya tahu jika bosnya itu kini sedang tidak nyaman dengan pandangan itu


ponsel taya kembali berdering kali ini taya tak menjawab panggilan itu, taya mematikan nada dering ponselnya agar tidak menggangu


ponsel itu terus menyala namun taya tetap tidak mengangkat panggilan itu


taya tetap melanjutkan rapat, karena iya tak mau di anggap tidak profesional sebagai atasan


kini giliran ponsel Steven yang berbunyi tidak lain yang menelepon adalah Rara


Steven pun mematikan ponselnya agar tidak menggangu rapat itu


ponsel taya kembali bergetar , karena kesal taya mengangkat nya


taya* jika kamu terus menelpon kapan pekerjaan ku akan selesai ( marah)


rara tidak menjawab hanya terdengar suara idaman saja di sebrang sana , taya merasa bersalah mendengar suara tangis istrinya


taya"maaf


Tut Tut Tut


rara mengakhiri panggilannya


taya menghela nafasnya iya tahu jika istrinya kini sedang menangis dan marah pada nya


semua karyawan wajah mereka berubah menjadi tatapan takut karena melihat atasan mereka marah


taya"(menghela nafas) maaf saya rasa cukup sampai di sini rapat hari ini,saya akan mempertimbangkan permintaan kalian terimakasih


peserta rapat mulai beranjak dan meninggalkan ruangan itu Dangan berbisik bisik yang sudah pasti membicarakan atasannya itu


Stevan memberanikan diri untuk menegur taya


taya" ( menatap Steven) siap kan mobil saya akan pulang


Steven" baik pak


taya" stev kamu handel kantor hari ini


Steven" baik pak


Steven meninggalkan taya untuk


taya berusaha menghubungi istrinya namun Rara tak menjawab panggilan itu


taya menelpon cha-cha untuk bertanya menghadapi sikap Rara


karena menurut taya tak ada yang bisa mengenal anaknya selain ibunya sendiri


taya*assalamualaikum Bun


cha-cha* walaikumsalam ada apa nak


taya* Bun apakah semua wanita hamil mengalami perubahan mood


cha-cha* kenapa nak,apa Rara mulai menjengkelkan (tertawa)


taya* iya Bun, aku Samapi pusing menghadapinya


cha-cha* sabar lah nak, jika bunda boleh memberi saran, lebih baik kamu tanyakan hal ini pada om Dimas


taya* om Dimas


cha-cha* iya karena iya juga mengalami hal yang sama seperti mu, bahkan lebih parah

__ADS_1


taya* benar kah


chacha* iya, kamu harus banyak belajar sama dia


taya* baik lah Bun terimakasih sarannya


cahcha* sama sama sayang, oooo iya satu lagi bujuk Rara dengan lembut ya, itu akan meluluhkan nya


taya* baik Bun , terimakasih


taya pergi meninggalkan kantor Dangan lupa dirinya membeli eskrim pesanan sang istri sebelum dirinya kembali ke apartemen


sesampainya di apartemen taya buru buru masuk dan melihat apartemen nya yang sangat berantakan sekali


taya mencari istrinya itu, iya melihat istrinya sedang tertidur pulas


"maaf sayang, bukan maksud ku memarahi mu, maaf kan aku" gumam taya


taya Menganti pakaian nya kemudian dirinya membereskan apartemennya yang terlihat seperti kapal pecah itu


taya menyapu,mengepel , mengelap meja, mencuci piring, dan membuang sampah


tanpa taya sadari Rara diam diam memperhatikan dirinya,


setelah semua selesai taya masuk kedalam kamar dan mulai membereskan kamar nya dengan pelan agar tidak membangunkan istrinya , namun tanpa taya tahu jika istrinya sudah terbangun dan sudah melihat semua yang iya lakukan


taya menyapu kamarnya itu dengan suara yang sangat pelan,


namun pekerjaannya terhenti ketika ia merasakan sebuah tangan memeluk perutnya itu


taya" sayang kamu sudah bangun, maaf aku berisik ya (berbalik menghadap Rara)


rara"(menggeleng) tidak aku memang sudah terbangun


taya" baiklah kalo begitu, ikut aku kita makan eskrim pesanan mu


rara diam dan tak menggubris perkataan taya


taya" maaf, aku tidak bermaksud marah pada mu, sungguh aku tidak bermaksud


kata kata taya terhenti saat istrinya itu membungkam mulutnya dengan ciuman


taya sedikit terkejut , dengan perbuatan istrinya itu


rara menyudahi ciumannya dan memeluk suaminya itu


rara" harusnya aku yang meminta maaf, aku yang salah, aku yang mengganggu mu bekerja , seharusnya aku tidak boleh seperti itu,aku yang menyusahkan mu (terisak)


taya" hey sudah lam mom, jangan menangis, kasihan anak kita jika mommy nya bersedih


tersenyum untukku dan si kecil ini (mengelus perut Rara


rara tersenyum, taya menghapus dengan lembut sisa air mata Rara


rara" apa eskrim bisa kita makan sekarang


taya"(terkekeh) bisa sayang


rara keluar dari kamar meninggalkan taya yang hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja melihat tingkah istrinya,


yang terkadang romantis,galak,kadang seperti anak anak, terkadang bersikap konyol


namun itu semua yang membuat taya setiap harinya jatuh hati pada istrinya itu


__________________________________


TBC


next

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komen nya ya semua


terimakasih


__ADS_2