
selamat membaca
.
.
.
.
.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
sudah beberapa hari ini taya pergi ke kantor Dnegan pakaian lusuh, dan kantung mata yang sangat terlihat jelas ...
membuat siapa pun yang melihat akan merasa kasihan padanya
bagaimana tidak semenjak Rara mengandung mood Rara berubah ubah membuat taya kewalahan
belum lagi mertuanya yang selalu menelpon saat tengah malam, membuat taya harus terjaga Karana Rara tidak mau di tinggal tidur
namun semua itu iya lakukan dengan ikhlas demi anak dan istrinya itu
hari ini mood Rara benar benar berantakan dirinya tak mau mengerjakan apa pun dan tidak mau di tinggal oleh taya
taya pergi ke kantor saja penuh dengan perjuangan jika tidak ada rapat penting mungkin taya tidak akan pergi ke kantor
taya* iya sayang aku kan pulang cepat, setelah selesai rapat aku akan pulang
rara*janji ya, (menagis)
taya* iya sayang, sudah jangan menangis
rara* nanti pulang bawakan aku eskrim ya
taya* iya sayang, sudah dulu sayang aku akan memulai rapat
rara* baik lah cepat pulang
panggilan berakhir dan taya memulai rapat rutin mereka mengulas semua persoalan yang ada di kantor itu ...
ponsel taya kembali berdering dan itu tidak lain dari Sang istri
taya* iya sayang ada apa?
rara* kenapa kamu lama sekali pulang nya, aku sangat ingin di peluk oleh mu
taya* sabar lah sayang, aku baru saja memulai rapat
rara* baik lah aku tunggu, eskrim nya jangan lupa ya
panggilan berakhir, taya hanya bisa menghela nafas menatap ponselnya itu
taya melanjutkan rapat nya kembali, belum ada dua puluh menit ponselnya ya kembali berdering
taya* ada apa lagi sayang ? (sedikit meninggikan suara)
rara* kenapa kamu jadi galak (menagis)
taya* (menghela nafas) maaf ada apa sayang ?
rara* aku hanya mau mengatakan jika aku merindukan mu
taya* iya sayang, tunggu lah sebentar aku akan kembali secepat nya
rara* baik lah
panggilan diakhiri,taya kembali melanjutkan rapatnya ...
__ADS_1
taya merasa tidak enak hati pada karyawannya yang sedari tadi harus menunggu dirinya menerima panggilan dari istrinya itu
taya" maaf semuanya mari kita lanjutkan lagi (tersenyum)
Steven melihat wajah kesal para karyawan yang membuatnya tahu jika bosnya itu kini sedang tidak nyaman dengan pandangan itu
ponsel taya kembali berdering kali ini taya tak menjawab panggilan itu, taya mematikan nada dering ponselnya agar tidak menggangu
ponsel itu terus menyala namun taya tetap tidak mengangkat panggilan itu
taya tetap melanjutkan rapat, karena iya tak mau di anggap tidak profesional sebagai atasan
kini giliran ponsel Steven yang berbunyi tidak lain yang menelepon adalah Rara
Steven pun mematikan ponselnya agar tidak menggangu rapat itu
ponsel taya kembali bergetar , karena kesal taya mengangkat nya
taya* jika kamu terus menelpon kapan pekerjaan ku akan selesai ( marah)
rara tidak menjawab hanya terdengar suara idaman saja di sebrang sana , taya merasa bersalah mendengar suara tangis istrinya
taya"maaf
Tut Tut Tut
rara mengakhiri panggilannya
taya menghela nafasnya iya tahu jika istrinya kini sedang menangis dan marah pada nya
semua karyawan wajah mereka berubah menjadi tatapan takut karena melihat atasan mereka marah
taya"(menghela nafas) maaf saya rasa cukup sampai di sini rapat hari ini,saya akan mempertimbangkan permintaan kalian terimakasih
peserta rapat mulai beranjak dan meninggalkan ruangan itu Dangan berbisik bisik yang sudah pasti membicarakan atasannya itu
Stevan memberanikan diri untuk menegur taya
taya" ( menatap Steven) siap kan mobil saya akan pulang
Steven" baik pak
taya" stev kamu handel kantor hari ini
Steven" baik pak
Steven meninggalkan taya untuk
taya berusaha menghubungi istrinya namun Rara tak menjawab panggilan itu
taya menelpon cha-cha untuk bertanya menghadapi sikap Rara
karena menurut taya tak ada yang bisa mengenal anaknya selain ibunya sendiri
taya*assalamualaikum Bun
cha-cha* walaikumsalam ada apa nak
taya* Bun apakah semua wanita hamil mengalami perubahan mood
cha-cha* kenapa nak,apa Rara mulai menjengkelkan (tertawa)
taya* iya Bun, aku Samapi pusing menghadapinya
cha-cha* sabar lah nak, jika bunda boleh memberi saran, lebih baik kamu tanyakan hal ini pada om Dimas
taya* om Dimas
cha-cha* iya karena iya juga mengalami hal yang sama seperti mu, bahkan lebih parah
__ADS_1
taya* benar kah
chacha* iya, kamu harus banyak belajar sama dia
taya* baik lah Bun terimakasih sarannya
cahcha* sama sama sayang, oooo iya satu lagi bujuk Rara dengan lembut ya, itu akan meluluhkan nya
taya* baik Bun , terimakasih
taya pergi meninggalkan kantor Dangan lupa dirinya membeli eskrim pesanan sang istri sebelum dirinya kembali ke apartemen
sesampainya di apartemen taya buru buru masuk dan melihat apartemen nya yang sangat berantakan sekali
taya mencari istrinya itu, iya melihat istrinya sedang tertidur pulas
"maaf sayang, bukan maksud ku memarahi mu, maaf kan aku" gumam taya
taya Menganti pakaian nya kemudian dirinya membereskan apartemennya yang terlihat seperti kapal pecah itu
taya menyapu,mengepel , mengelap meja, mencuci piring, dan membuang sampah
tanpa taya sadari Rara diam diam memperhatikan dirinya,
setelah semua selesai taya masuk kedalam kamar dan mulai membereskan kamar nya dengan pelan agar tidak membangunkan istrinya , namun tanpa taya tahu jika istrinya sudah terbangun dan sudah melihat semua yang iya lakukan
taya menyapu kamarnya itu dengan suara yang sangat pelan,
namun pekerjaannya terhenti ketika ia merasakan sebuah tangan memeluk perutnya itu
taya" sayang kamu sudah bangun, maaf aku berisik ya (berbalik menghadap Rara)
rara"(menggeleng) tidak aku memang sudah terbangun
taya" baiklah kalo begitu, ikut aku kita makan eskrim pesanan mu
rara diam dan tak menggubris perkataan taya
taya" maaf, aku tidak bermaksud marah pada mu, sungguh aku tidak bermaksud
kata kata taya terhenti saat istrinya itu membungkam mulutnya dengan ciuman
taya sedikit terkejut , dengan perbuatan istrinya itu
rara menyudahi ciumannya dan memeluk suaminya itu
rara" harusnya aku yang meminta maaf, aku yang salah, aku yang mengganggu mu bekerja , seharusnya aku tidak boleh seperti itu,aku yang menyusahkan mu (terisak)
taya" hey sudah lam mom, jangan menangis, kasihan anak kita jika mommy nya bersedih
tersenyum untukku dan si kecil ini (mengelus perut Rara
rara tersenyum, taya menghapus dengan lembut sisa air mata Rara
rara" apa eskrim bisa kita makan sekarang
taya"(terkekeh) bisa sayang
rara keluar dari kamar meninggalkan taya yang hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja melihat tingkah istrinya,
yang terkadang romantis,galak,kadang seperti anak anak, terkadang bersikap konyol
namun itu semua yang membuat taya setiap harinya jatuh hati pada istrinya itu
__________________________________
TBC
next
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen nya ya semua
terimakasih