Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 33


__ADS_3

enjoy


.


.


...


.


.


...



setelah drama panjang yang mereka lewati hari ini sungguh membuat mereka sangat lelah



pak Lukman dan Bu Lia sudah beristirahat di dalam kamar mereka karena mereka sungguh sangat lelah, dari pikiran, hati dan tenaga namun mereka bisa mengambil hikmah dari semua ini, dan mereka mendapat kan menantu yang suguh cantik luar dan dalam



sementara taya dan Rara masih sibuk dalam berbagi tempat tidur



rara" pokoknya kamu gak boleh ngelewatin guling itu,



taya" kalo begitu, guling yang ada di kamu buat aku, karena aku tidak bisa tidur tanpa guling



" kemarin Marin kamu tidur di balkon dengan tenang "rara bergumam tidak jelas



taya" apa kamu bilang ?



rara" tidak aku tidak bilang apa apa, baik lah biar adil dua duanya kita jadi kan pembatas agar kita tidak melewati batasannya



akhirnya dengan sangat terpaksa taya menuruti maunya Rara



mereka mulai membaringkan tubuh mereka yang lelah karena seharian harus berdiri untuk meladeni para tamu



rara tak perlu menunggu lama iya langsung memejamkan matanya dan sudah masuk ke dalam alam mimpinya



semetara taya dirinya masih mencari posisi agar iya bisa memejamkan matanya



" lihat dia, mudah sekali untuk tidur, bahkan iya tidak takut untuk tidur bersama ku" batin taya



taya memiringkan tubuhnya menghadap Rara dan menyingkirkan semau pembatas antara merak



taya memperhatikan wajah Rara yang sedang tertidur pulas itu



"dia sangat cantik,bahkan dia selalu bisa membuat ku jatuh cinta, setiap harinya dengan semua pesona yang iya miliki, tapi aku tahu, aku tidak mungkin bisa bersama mu,karena Sarah tidak akan tinggal diam jika tahu aku menikahi mu, aku harus ekstra menjaga mu aku tidak akan membiarkan Sarah menyentuhmu sedikit pun " taya berjanji di dalam hati nya



taya mencoba memeluk Rara untuk menghilangkan rasa rindunya yang sudah lama bertumpuk untuk Rara ,



lambatlaun mata taya mulai terpejam dan kini taya pun terlelap dalam mimpinya



pukul empat pagi Rara membuka matanya iya merasakan ada hembusan napas yang menerpa pipinya dengan lembut



rara sedikit terkejut melihat kini dirinya sedang berada di dalam dekapan taya yang tertidur dengan nyenyak



"ya Allah kenapa posisi kami menjadi seperti ini, ini sungguh tidak baik untuk kesehatan jantungku jika sepeti ini terus" dalam hati Rara



rara mencoba melepaskan diri dari pelukan taya dengan perlahan agar dirinya tidak membangun kan taya



dengan sangat perlahan akhirnya Rara terlepas dari dekapan taya



"\(menarik nafas panjang\) jantungku masih sepagi ini sudah di ajak maraton , tenang tenang ingat, kamu bukan tipenya, dan dia juga tidak menyukaimu" batin Rara yang meraih mengelus elus dada nya



rara langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya sebelum adzan subuh berkumandang



sementara Rara di kamar mandi,


taya membuka matanya dan melihat ke arah kamar mandi dimana Rara berada



" apakah dia benar benar sudah tidak mencintai ku lagi, bahkan hanya sekedar aku peluk saja dia langsung menghindar dari ku, bagus lah, jadi aku tidak perlu menyakiti mu untuk membenciku, karena itu sungguh menyakitkan " dalam hati taya



taya duduk di tepian ranjang menunggu Rara keluar dari kamar mandi agar iya juga bisa membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke masjid



setelah selesai Rara keluar dan mendapati taya sudah duduk di tepian ranjang



rara" kamu sudah bangun ...



taya" em ...



beranjak dari duduk nya dan menuju ke kamar mandi



rara" ada apa, kenapa wajah nya sangat murung, pasti dia merindukan Sarah



gumam Rara yang memperhatikan pintu kamar mandi yang tertutup



rara menyiapkan baju untuk taya pergi ke masjid saat adzan subuh sudah berkumandang



setelah selesai Rara mengambil wudhu dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah



setelah selesai Rara menuju ke dapur untuk membatu menyiapkan sarapan pagi



Bu Lia" pagi mantu ku, udah bangun



rara" \(tersenyum\) iya eyang



Bu Lia" haduh masih aja panggil eyang,panggil ibu saja, sekarang aku adalah ibu mertua mu



rara" em iya ey... eh ibu



Bu Lia tertawa melihat Rara yang ke Sulitan memanggil dirinya



bagai mana tidak, sedari kecil memanggil eyang tiba tiba dalam waktu sehari harus memanggilnya dengan sebutan ibu, bagai mana tidak kaku lidah nya



setelah semua selesai Rara memanggil pak lukaman dan taya untuk sarapan pagi



rara" ey... eh bapak sarapan sudah siap ayo makan



pak lukaman" iya nduk, terus belajar ya biar lidah nya terbiasa \(terkekeh\)



setelah memanggil pak Lukman Rara menuju kamar taya dimana taya sedang bekerja menyelesaikan tugasnya sebagai atasan



rara" em ... sarapan sudah siap, ey... em maksudnya bapak dan ibu sudah menunggu



taya menahan tawa nya melihat Rara yang meralat sendiri kata katanya, itu sungguh mengemaskan untuk taya



taya" puff , em iya tunggu sebentar aku harus mengirim email ini ke Fahri



rara sadar jika dirinya di tertawaan oleh taya, karena lidahnya yang masih kaku memanggil kedua orang tuanya itu

__ADS_1



rara" terserah kamu saja ... dan kamu kenapa senyum senyum seperti orang tidak waras saja \(kesal \)



rara pergi meninggalkan taya yang masih sibuk berkutat dengan laptop nya ...



setelah selesai sarapan mereka berempat duduk santai di gazebo belakang rumah



pak Lukman" taya kamu kamu dan rara akan terbang ke Inggris



taya" nanti setelah mengurus kuliah Rara kami baru pergi,mungkin sekitar tiga tiga atau empat hari lagi



pak Lukman" itu artinya besok kalian harus tinggal di rumah Abi, agar Rara bisa membereskan barang\-barangnya



rara" memang nya boleh



Bu Lia" tentu, biar adil, merasakan tidur Di sana dan di sini



rara" oooo begitu , Bu nanti jam sepuluh Rara pamit ke kampus ya untuk mencabut berkas berkas Rara



Bu Lia"\(mengangkat alisnya\) loh kok pamit sama ibu ya sama suami mu lah Ra, \(tertawa\) ada ada aja kamu ini Ra



rara tersenyum tidak enak karena iya lupa jika dirinya sudah sah menjadi istri taya .....



setelah selesai kini Rara bersiap untuk pergi ke kampus


untuk mengambil berkas berkas nya



taya" biar aku mengantar mu



rara" tidak usah biar aku naik ojek saja



taya" sekarang aku suami mu dan tanggung jawab atas diri mu ada pada ku sekarang



rara" apa tidak membuat mu repot



taya" cepat bersiap aku tunggu di bawah



setelah selesai kini Rara dan taya dalam perjalanan menuju kampus



sesampainya di sana Rara langsung mengurus semuanya, setelah itu, Rara harus menunggu beberapa hari untuk mengambil kembali berkas berkasnya



setelah selesai dengan urusan kampus Rara dan taya mampir ke toko roti Sekar untuk menemui bundanya



rara" om Riko, Tante Vega bunda ada gak ?



Riko dan Vega saling pandang melihat Rara datang dengan seorang pria tampan



Vega" Ra siapa , pacarnya ya



belum sempat menjawab cha\-cha sudah menjawab lebih dulu



cha\-cha" bukan itu suaminya Rara



"apa suami" berbarengan



Riko" Bu Rara baik baik aja kan,




Vega" bukan itu maksudnya Bu, Rara gak



menggerakan tangan membentuk perut buncit



cha\-cha" hus ngaur kamu ga, anak aku baik baik kok, kalian gak inget apa sama dia \(menunjuk taya\)



Riko dan Vega menggelengkan kepala



cha\-cha" ih itu taya, masa kalian gak inget



Vega dan Riko mencoba mengingat



Vega" anak bujang nya bapak sama ibu



Riko" jadi dia suami nya taya, tapi kapan mereka menikah, dan kenapa kami tidak diundang



cha\-cha" panjang ceritanya, udah saya mau ngobrol sama mereka , kalian berdua lanjut kerja dan jangan bergosip , ayo ikut bunda



cha\-cha mengajak Rara dan taya untuk masuk ke dalam ruangannya



chacha" ada kalian kemari ?



taya" gini Bun, tiga atau empat hari lagi kami akan pergi ke Inggris, dan akan menetap di sana, jadi sebelum berangkat kami akan. tinggal dirumah bunda selam dua hari



cha\-cha" wah berita bagus, bunda akan kasih tahu papa



taya" iya bun,



cha\-cha" kak, kamu jadi lanjutin kuliah S2 nya di sana



rara" iya Bun



cha\-cha" ya sudah , kalian mau makan apa ?



taya" gak usah bun, biar nanti alami ambil sendiri saja, ah taya mau berkeliling dulu rindu dengan tempat ini



taya pergi meninggalkan ruangan cha\-cha



rara dan chacha pun ikut ke luar dan memilih duduk di kursi pembeli



tak lama kemudian pintu toko terbuka dan menampakkan sosok yang tak asing buat Rara



"Alvin"



rara" Alvin



Alvin" Rara , Lo disini \(memeluk\) rindu gue sama Lo



rara" ih Alvin main peluk aja, nanti Nara marah loh



Alvin" biarin aja dia nya lagi jauh jadi kan gak tahu



rara" aku laporin nanti \(tertawa\)

__ADS_1



cha\-cha" siapa ini kak?



rara" oooo iya Bun kenalkan ini Alvin, pacarnya Nara



cha\-cha" oooo pacarnya Nara , halo Alvin saya Bundanya Rara



Alvin" iya tante, saya Alvin



cha\-cha" kak ajak duduk,bunda tinggal ke dalam dulu, mari nak Alvin



Alvin" mari Tante



rara" duduk Vin



Alvin" jadi toko ini punya keluarga Lo Ra, pantesan gue kagak asing liat muka Lo



rara" \(terkekeh\) iya Vin



Alvin" gue denger dari ayang embeb gue Lundi pecat ya Ra



rara" yah gitu deh,\(tertawa\) biasa persaingan ketat



Alvin" yang sabar ya Ra , \(menggenggam tangan Rara\)



taya melihat Alvin menggenggam tangan Rara langsung emosi, tidak terima karena istrinya di jamah oleh orang lain



taya langsung memukul Alvin



bug



rara" mas taya , apa apaan sih ? main pukul pukul aja



rara membantu Alvin untuk berdiri



rara" maaf vin,



taya" buat apa minta maaf pad Sorang ini, dia sudah sembarangan memegang tangan mu



Alvin" Ra ini kan ? \(berbisik\)



rara" Alvin diam ...



taya melihat sepertinya Alvin sangat akrab pada Alvin dan membuat mau semakin kesal



mendengar ada keributan cha\-cha langsung ke keluar dari rumahnya



cha\-cha" ada apa ini ? astaga Alvin wajah mu kenapa ? taya ? ...



rara" hanya salah paham Bun,



taya" salah paham, \(tertawa\) kamu bilang salah paham laki laki ini memeluk dan memegang tangan Rara bun



cha\-cha langsung tertawa mendengar perkataan taya



cha\-cha" jadi kamu pukul Alvin karena itu, astaga taya kamu pencemburu sekali, baru sehari jadi suami sudah sangat posesif



Alvin" suami?



cha\-cha" iya pria ini suaminya Rara



Alvin" Ra? lu?



rara" udah sana Vin pulang , obatin luka kamu



rara mendorong Alvin menuju pintu



Alvin" Ra Lo hutang penjelasan sama gue, gue bakal kasih tahu ayang mbeb gue



rara" udah nanti aku kasih tahu nara, okey



Alvin" gue tunggu Ra



setelah Alvin pergi Rara masuk dan menatap taya dengan tajam



sementara cha\-cha sudah tidak ada di sana



rara" bukan kah kamu bilang jangan pernah mencampuri urusan masing masing



taya" maaf aku hanya takut bunda salah paham saja



rara" bukan bunda yang salah paham tapi kamu, dia adalah pacar dari sahabat ku, dan dia hanya mengucapkan keprihatinannya karena aku di pecat dari pekerjaan



taya" maaf ...



rara" tidak perlu



taya dan Rara kini memutuskan untuk kembali ke rumah di sepanjang perjalanan hanya keheningan saja keduanya diam tanpa sepatah kata pun



semetara di tempat lain ... di negri nan jauh


seorang wanita yang habis bercumbu dengan seorang fotografer



melihat ponselnya yang terus berdering



Sarah" ada apa ini ?



Sarah melihat ponselnya dan mendapatkan foto taya sedang bersanding dengan seorang wanita di pelaminan



Sarah" kurang ajar, jadi dia menikah dengan orang lain , aku tidak akan tinggal diam, tunggu aku kembali ataya, kamu dan wanita itu tidak akan hidup tenang



Sarah sangat marah melihat foto foto itu, dia berpikir jika ataya dan keluarga nya sedang menangis karena malu, namun tidak sesuai dengan apa yang iya harapkan



\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-



TBC



jangan lupa kasih like dan komen kalian ya


semoga ceritanya gak ke panjangan ya heheh



terimakasih

__ADS_1


__ADS_2