
enjoy
.
.
...
.
.
...
setelah drama panjang yang mereka lewati hari ini sungguh membuat mereka sangat lelah
pak Lukman dan Bu Lia sudah beristirahat di dalam kamar mereka karena mereka sungguh sangat lelah, dari pikiran, hati dan tenaga namun mereka bisa mengambil hikmah dari semua ini, dan mereka mendapat kan menantu yang suguh cantik luar dan dalam
sementara taya dan Rara masih sibuk dalam berbagi tempat tidur
rara" pokoknya kamu gak boleh ngelewatin guling itu,
taya" kalo begitu, guling yang ada di kamu buat aku, karena aku tidak bisa tidur tanpa guling
" kemarin Marin kamu tidur di balkon dengan tenang "rara bergumam tidak jelas
taya" apa kamu bilang ?
rara" tidak aku tidak bilang apa apa, baik lah biar adil dua duanya kita jadi kan pembatas agar kita tidak melewati batasannya
akhirnya dengan sangat terpaksa taya menuruti maunya Rara
mereka mulai membaringkan tubuh mereka yang lelah karena seharian harus berdiri untuk meladeni para tamu
rara tak perlu menunggu lama iya langsung memejamkan matanya dan sudah masuk ke dalam alam mimpinya
semetara taya dirinya masih mencari posisi agar iya bisa memejamkan matanya
" lihat dia, mudah sekali untuk tidur, bahkan iya tidak takut untuk tidur bersama ku" batin taya
taya memiringkan tubuhnya menghadap Rara dan menyingkirkan semau pembatas antara merak
taya memperhatikan wajah Rara yang sedang tertidur pulas itu
"dia sangat cantik,bahkan dia selalu bisa membuat ku jatuh cinta, setiap harinya dengan semua pesona yang iya miliki, tapi aku tahu, aku tidak mungkin bisa bersama mu,karena Sarah tidak akan tinggal diam jika tahu aku menikahi mu, aku harus ekstra menjaga mu aku tidak akan membiarkan Sarah menyentuhmu sedikit pun " taya berjanji di dalam hati nya
taya mencoba memeluk Rara untuk menghilangkan rasa rindunya yang sudah lama bertumpuk untuk Rara ,
lambatlaun mata taya mulai terpejam dan kini taya pun terlelap dalam mimpinya
pukul empat pagi Rara membuka matanya iya merasakan ada hembusan napas yang menerpa pipinya dengan lembut
rara sedikit terkejut melihat kini dirinya sedang berada di dalam dekapan taya yang tertidur dengan nyenyak
"ya Allah kenapa posisi kami menjadi seperti ini, ini sungguh tidak baik untuk kesehatan jantungku jika sepeti ini terus" dalam hati Rara
rara mencoba melepaskan diri dari pelukan taya dengan perlahan agar dirinya tidak membangun kan taya
dengan sangat perlahan akhirnya Rara terlepas dari dekapan taya
"\(menarik nafas panjang\) jantungku masih sepagi ini sudah di ajak maraton , tenang tenang ingat, kamu bukan tipenya, dan dia juga tidak menyukaimu" batin Rara yang meraih mengelus elus dada nya
rara langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya sebelum adzan subuh berkumandang
sementara Rara di kamar mandi,
taya membuka matanya dan melihat ke arah kamar mandi dimana Rara berada
" apakah dia benar benar sudah tidak mencintai ku lagi, bahkan hanya sekedar aku peluk saja dia langsung menghindar dari ku, bagus lah, jadi aku tidak perlu menyakiti mu untuk membenciku, karena itu sungguh menyakitkan " dalam hati taya
taya duduk di tepian ranjang menunggu Rara keluar dari kamar mandi agar iya juga bisa membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke masjid
setelah selesai Rara keluar dan mendapati taya sudah duduk di tepian ranjang
rara" kamu sudah bangun ...
taya" em ...
beranjak dari duduk nya dan menuju ke kamar mandi
rara" ada apa, kenapa wajah nya sangat murung, pasti dia merindukan Sarah
gumam Rara yang memperhatikan pintu kamar mandi yang tertutup
rara menyiapkan baju untuk taya pergi ke masjid saat adzan subuh sudah berkumandang
setelah selesai Rara mengambil wudhu dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah
setelah selesai Rara menuju ke dapur untuk membatu menyiapkan sarapan pagi
Bu Lia" pagi mantu ku, udah bangun
rara" \(tersenyum\) iya eyang
Bu Lia" haduh masih aja panggil eyang,panggil ibu saja, sekarang aku adalah ibu mertua mu
rara" em iya ey... eh ibu
Bu Lia tertawa melihat Rara yang ke Sulitan memanggil dirinya
bagai mana tidak, sedari kecil memanggil eyang tiba tiba dalam waktu sehari harus memanggilnya dengan sebutan ibu, bagai mana tidak kaku lidah nya
setelah semua selesai Rara memanggil pak lukaman dan taya untuk sarapan pagi
rara" ey... eh bapak sarapan sudah siap ayo makan
pak lukaman" iya nduk, terus belajar ya biar lidah nya terbiasa \(terkekeh\)
setelah memanggil pak Lukman Rara menuju kamar taya dimana taya sedang bekerja menyelesaikan tugasnya sebagai atasan
rara" em ... sarapan sudah siap, ey... em maksudnya bapak dan ibu sudah menunggu
taya menahan tawa nya melihat Rara yang meralat sendiri kata katanya, itu sungguh mengemaskan untuk taya
taya" puff , em iya tunggu sebentar aku harus mengirim email ini ke Fahri
rara sadar jika dirinya di tertawaan oleh taya, karena lidahnya yang masih kaku memanggil kedua orang tuanya itu
__ADS_1
rara" terserah kamu saja ... dan kamu kenapa senyum senyum seperti orang tidak waras saja \(kesal \)
rara pergi meninggalkan taya yang masih sibuk berkutat dengan laptop nya ...
setelah selesai sarapan mereka berempat duduk santai di gazebo belakang rumah
pak Lukman" taya kamu kamu dan rara akan terbang ke Inggris
taya" nanti setelah mengurus kuliah Rara kami baru pergi,mungkin sekitar tiga tiga atau empat hari lagi
pak Lukman" itu artinya besok kalian harus tinggal di rumah Abi, agar Rara bisa membereskan barang\-barangnya
rara" memang nya boleh
Bu Lia" tentu, biar adil, merasakan tidur Di sana dan di sini
rara" oooo begitu , Bu nanti jam sepuluh Rara pamit ke kampus ya untuk mencabut berkas berkas Rara
Bu Lia"\(mengangkat alisnya\) loh kok pamit sama ibu ya sama suami mu lah Ra, \(tertawa\) ada ada aja kamu ini Ra
rara tersenyum tidak enak karena iya lupa jika dirinya sudah sah menjadi istri taya .....
setelah selesai kini Rara bersiap untuk pergi ke kampus
untuk mengambil berkas berkas nya
taya" biar aku mengantar mu
rara" tidak usah biar aku naik ojek saja
taya" sekarang aku suami mu dan tanggung jawab atas diri mu ada pada ku sekarang
rara" apa tidak membuat mu repot
taya" cepat bersiap aku tunggu di bawah
setelah selesai kini Rara dan taya dalam perjalanan menuju kampus
sesampainya di sana Rara langsung mengurus semuanya, setelah itu, Rara harus menunggu beberapa hari untuk mengambil kembali berkas berkasnya
setelah selesai dengan urusan kampus Rara dan taya mampir ke toko roti Sekar untuk menemui bundanya
rara" om Riko, Tante Vega bunda ada gak ?
Riko dan Vega saling pandang melihat Rara datang dengan seorang pria tampan
Vega" Ra siapa , pacarnya ya
belum sempat menjawab cha\-cha sudah menjawab lebih dulu
cha\-cha" bukan itu suaminya Rara
"apa suami" berbarengan
Riko" Bu Rara baik baik aja kan,
Vega" bukan itu maksudnya Bu, Rara gak
menggerakan tangan membentuk perut buncit
cha\-cha" hus ngaur kamu ga, anak aku baik baik kok, kalian gak inget apa sama dia \(menunjuk taya\)
Riko dan Vega menggelengkan kepala
cha\-cha" ih itu taya, masa kalian gak inget
Vega dan Riko mencoba mengingat
Vega" anak bujang nya bapak sama ibu
Riko" jadi dia suami nya taya, tapi kapan mereka menikah, dan kenapa kami tidak diundang
cha\-cha" panjang ceritanya, udah saya mau ngobrol sama mereka , kalian berdua lanjut kerja dan jangan bergosip , ayo ikut bunda
cha\-cha mengajak Rara dan taya untuk masuk ke dalam ruangannya
chacha" ada kalian kemari ?
taya" gini Bun, tiga atau empat hari lagi kami akan pergi ke Inggris, dan akan menetap di sana, jadi sebelum berangkat kami akan. tinggal dirumah bunda selam dua hari
cha\-cha" wah berita bagus, bunda akan kasih tahu papa
taya" iya bun,
cha\-cha" kak, kamu jadi lanjutin kuliah S2 nya di sana
rara" iya Bun
cha\-cha" ya sudah , kalian mau makan apa ?
taya" gak usah bun, biar nanti alami ambil sendiri saja, ah taya mau berkeliling dulu rindu dengan tempat ini
taya pergi meninggalkan ruangan cha\-cha
rara dan chacha pun ikut ke luar dan memilih duduk di kursi pembeli
tak lama kemudian pintu toko terbuka dan menampakkan sosok yang tak asing buat Rara
"Alvin"
rara" Alvin
Alvin" Rara , Lo disini \(memeluk\) rindu gue sama Lo
rara" ih Alvin main peluk aja, nanti Nara marah loh
Alvin" biarin aja dia nya lagi jauh jadi kan gak tahu
rara" aku laporin nanti \(tertawa\)
__ADS_1
cha\-cha" siapa ini kak?
rara" oooo iya Bun kenalkan ini Alvin, pacarnya Nara
cha\-cha" oooo pacarnya Nara , halo Alvin saya Bundanya Rara
Alvin" iya tante, saya Alvin
cha\-cha" kak ajak duduk,bunda tinggal ke dalam dulu, mari nak Alvin
Alvin" mari Tante
rara" duduk Vin
Alvin" jadi toko ini punya keluarga Lo Ra, pantesan gue kagak asing liat muka Lo
rara" \(terkekeh\) iya Vin
Alvin" gue denger dari ayang embeb gue Lundi pecat ya Ra
rara" yah gitu deh,\(tertawa\) biasa persaingan ketat
Alvin" yang sabar ya Ra , \(menggenggam tangan Rara\)
taya melihat Alvin menggenggam tangan Rara langsung emosi, tidak terima karena istrinya di jamah oleh orang lain
taya langsung memukul Alvin
bug
rara" mas taya , apa apaan sih ? main pukul pukul aja
rara membantu Alvin untuk berdiri
rara" maaf vin,
taya" buat apa minta maaf pad Sorang ini, dia sudah sembarangan memegang tangan mu
Alvin" Ra ini kan ? \(berbisik\)
rara" Alvin diam ...
taya melihat sepertinya Alvin sangat akrab pada Alvin dan membuat mau semakin kesal
mendengar ada keributan cha\-cha langsung ke keluar dari rumahnya
cha\-cha" ada apa ini ? astaga Alvin wajah mu kenapa ? taya ? ...
rara" hanya salah paham Bun,
taya" salah paham, \(tertawa\) kamu bilang salah paham laki laki ini memeluk dan memegang tangan Rara bun
cha\-cha langsung tertawa mendengar perkataan taya
cha\-cha" jadi kamu pukul Alvin karena itu, astaga taya kamu pencemburu sekali, baru sehari jadi suami sudah sangat posesif
Alvin" suami?
cha\-cha" iya pria ini suaminya Rara
Alvin" Ra? lu?
rara" udah sana Vin pulang , obatin luka kamu
rara mendorong Alvin menuju pintu
Alvin" Ra Lo hutang penjelasan sama gue, gue bakal kasih tahu ayang mbeb gue
rara" udah nanti aku kasih tahu nara, okey
Alvin" gue tunggu Ra
setelah Alvin pergi Rara masuk dan menatap taya dengan tajam
sementara cha\-cha sudah tidak ada di sana
rara" bukan kah kamu bilang jangan pernah mencampuri urusan masing masing
taya" maaf aku hanya takut bunda salah paham saja
rara" bukan bunda yang salah paham tapi kamu, dia adalah pacar dari sahabat ku, dan dia hanya mengucapkan keprihatinannya karena aku di pecat dari pekerjaan
taya" maaf ...
rara" tidak perlu
taya dan Rara kini memutuskan untuk kembali ke rumah di sepanjang perjalanan hanya keheningan saja keduanya diam tanpa sepatah kata pun
semetara di tempat lain ... di negri nan jauh
seorang wanita yang habis bercumbu dengan seorang fotografer
melihat ponselnya yang terus berdering
Sarah" ada apa ini ?
Sarah melihat ponselnya dan mendapatkan foto taya sedang bersanding dengan seorang wanita di pelaminan
Sarah" kurang ajar, jadi dia menikah dengan orang lain , aku tidak akan tinggal diam, tunggu aku kembali ataya, kamu dan wanita itu tidak akan hidup tenang
Sarah sangat marah melihat foto foto itu, dia berpikir jika ataya dan keluarga nya sedang menangis karena malu, namun tidak sesuai dengan apa yang iya harapkan
\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-
TBC
jangan lupa kasih like dan komen kalian ya
semoga ceritanya gak ke panjangan ya heheh
terimakasih
__ADS_1