
enjoy
🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭
taya dan Rara sudah berada di bandara untuk pergi ke Inggris
mereka hanya berdua saja kelurga yang lain tidak di perbolehkan Rara untuk ikut karena iya takut jika mereka ikut mengantar dirinya akan sangat sedih
taya memperhatikan Rara yang sedari tadi hanya diam dan murung ,
taya" apa kamu sedih ?
rara menggelengkan kepalanya
taya" maaf kamu jadi jauh dari keluarga mu...
rara" buat apa minta maaf, aku istrimu dan aku harus ikut kemana saja kamu pergi bukan,aku hanya sedih meninggalkan bunda dan meninggalkan ibu dan bapak hanya itu saja
taya memperhatikan Rara yang menahan air matanya itu
entah mengapa taya tidak tega melihat air mata yang siap jatuh itu
taya" sudah lah tidak perlu menangis, (memberikan sapu tangan)
rara" terimakasih (mengambil) kita di sana bakal tinggal di rumah
taya" tidak kita tinggal di apartemen... lagian jika di rumah, kamu akan repot
rara" em, terserah saja, aku ikut saja
saat penerbangan sudah tiba jet pribadi yang akan membawa mereka pergi sudah siap untuk terbang
sesampainya di dalam pesawat taya lebih memilih untuk tidur, sedangkan Rara iya hanya bisa duduk diam dan mendengar kan musik
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sekitar tiga belas jam
akhirnya Rara dan taya sudah tiba di Inggris
taya sudah membuka matanya sedari beberapa jam yang lalu kini Rara yang masih terpejam
taya melihat Rara sangat nyenyak sekali,taya tidak tega untuk membangunkan nya
akhirnya taya lebih memilih mengendong Rara turun dari pesawat dan menuju mobil mereka
taya memperhatikan wajah Rara, Dangan sangat lekat
"wajah ini yang selalu membuat ku susah untuk berpaling ke wanita lain " dalam hati taya sambil tersenyum senang
sesampainya di apartemen ternyata Fahri sudah menunggu,Fahri bersama asisten taya sudah menunggu untuk menyambut kedatangan mereka
rara membuka matanya saat mendengar suara orang berbincang
rara" hah kita sudah sampai kenapa tidak membangunkan aku,
taya" ayo turun mereka sudah menunggu kita
rara" tunggu (memegang tangan taya )
taya melihat tangan Rara yang memegang tangannya
rara" em maaf (melepas tangannya)
em apa wajah ku berantakan, apa aku terlihat seperti baru bangun tidur
taya" (bingung) tidak, kenapa?
rara" tidak enak saja jika bertemu orang dengan wajah berantakan atau terlihat seperti bangun dari tidur
taya" sudah lah jangan berlebihan, ini hanya Fahri dan dan Steven saja tidak perlu terlihat cantik (sedikit kesal)
rara" biar saja namanya juga wanita ... (keluar dari mobil) Fahri!! (bertriak)
"astaga dia berisik sekali" gerutu taya yang mendengar teriakan keras Rara
fahri memeluk kakak nya itu
fahri" ini buat kakak, (memberi seikat bunga)
rara" tulip biru, wah kamu tahu aja kesukaan kakak ri
__ADS_1
fahri" iya dong , kan aku adik yang baik
rara" Hay kamu Steven kan ...
Steven" ah iya nyonya saya steven , saya asisten bapak Dimitri
rara" tidak usah memanggil saya nyonya, panggil saja saya Rara (memukul bahu Steven)
steven" (menundukan kepala) tidak bisa anda adalah atasan saya nyonya Dimitri
rara" astaga stev kamu sungguh kaku, pokok nya panggil saya Rara, jika tidak saya akan memecat mu
Steven menatap ke arah ataya, taya pun menundukan kepala memberi tanda setuju pada Steven
Steven" ba... baik lah nyo em maksud saya Rara
rara" nah gitu dong...
fahri yang melihat tingkah kakak nya itu hanya bisa menahan tawanya saja
steven" maaf ini kado pernikahan dari say dan istri saya
rara menatap sebuah bingkisan lumayan besar yang di berikan Steven
rara" wah, terimakasih Steven, dan ucapakan terimakasih ku juga pada istri mu ya (tersenyum)
taya" sudah ayo kita naik, aku sudah lelah
rara" ayo ri, kita naik (mengandeng tangan Fahri)
taya dan Steven saling pandang , dan membuat taya sedikit kesal, karena melihat Steven yang memandang dengan heran
taya" mereka saudara sepupu,dan sangat akrab, mungkin istri saya Sadang rindu pada adiknya (senyum terpaksa)
taya mencoba menjelaskan pada Steven walau dirinya juga sebenar kesal
"yang suaminya itu aku atau Fahri sih" taya bergumam dalam hatinya
sesampainya di dalam apartemen rara sungguh takjub melihat hampir seluruh kota London bisa terlihat dari jendela apartemen itu
rara" ya Allah , bagus banget pemandangan nya, wah aku pasti tidak akan bosan tinggal di sini
fahri" kak, bisa buat kan aku minum
rara" memang ada ?
Steven" ada, semua keperluan sudah saya isi dan sudah saya rapihkan semuanya
rara" wah, kamu sungguh hebat Steven, asisten yang cekatan (tersenyum)
taya" bisa tidak , tidak usah menebar senyum mu itu,aku kesal melihatnya (kesal)
taya sudah tidak tahan melihat Rara yang terlalu akrab dengan laki laki lain
rara" aku kan hanya mencoba ramah, jika kamu merasa terganggu tidak usah melihat
rara berjalan ke arah dapur dan melihat isi kulkas yang sudah penuh
rara" wah hebat sekali Steven ini, dia tahu keperluan rumah tangga , astaga diakan sudah menikah (Rara menepuk dahinya )
rara membuat kopi sementara ketiga pria itu bicara lumayan serius dan sedikit berbisik agar Rara tidak mendengar
fahri" aku sudah melihat video itu, dan benar jika di lihat dari video itu mas taya terlihat seperti tersangka nya, pantas dia berani mengancam,
taya" itu lah masalah ku ri, aku takut , karena orang tua ku pun ikut terancam olehnya , kamu tahu kan dia juga bukan orang sembarangan
fahri" kita harus cari cara, sebelum dia menyakiti kakak,
taya" itu lah yang aku takut kan ri,
fahri" kita akan berusaha bersama mas,
steven" itu terjadi kapan ya pak ?
belum taya menjawab Rara sudah datang membawa nampan berisi minuman
rara" aku buatkan kopi tidak apa apa kan ?
fahri" aku suka kopi buatan kakak(tersenyum)
__ADS_1
taya melirik ke Tah Fahri
fahri" coba saja (menatap taya)
rara menaruh kopi itu, dan mempersilahkan semuanya untuk minum
rara" aku tinggal dulu ya, aku mau meneteskan barang barang ku
rara pergi meninggalkan ketiga pria itu
mereka mencoba kopi buatan Rara ,
"wah kopi ini ternyata enak" batin taya
fahri" bagai mana enak kan, padahal kakak tidak suka kopi, dan jika membuat tidak pernah mencobanya
Steven" benarkah , tapi ini sungguh enak
taya hanya diam tidak memberi komentar apa pun
sudah hampir sejam mereka berbincang, akhirnya keduanya berpamitan untuk pulang,
fahri" kita bahas masalah ini besok, dan kita akan sama sama cari cara nya
taya" semoga ri, aku sungguh sudah tidak tahan dengan ini semua,
Stevan" saya juga pamit pak ,
fahri" kakak mana ?
taya" nanti aku panggilkan dulu
taya masuk ke dalam kamar, taya sangat terkejut melihat kamar itu di hias dengan hiasan untuk pengantin baru, taburan bunga, bunga yang berbentuk love di atas kasur, dan semua pernak pernik untuk pengantin baru
rara" wah coba lihat, Steven sungguh hebat, ( meneteskan air mata) dia sangat baik
taya melihat Rara menangis,yang iya tak tahu sebab nya ...
taya" kamu kenapa? apa Steven melakukan ke salahan
rara menggelengkan kepalanya dengan cepat ...
rara" tidak, tidak apa hanya aku saja yang terlalu terbawa suasana, ada apa ?
taya" oooo iya, Fahri dan Steven akan pulang mereka ingin berpamitan pada mu
rara" suruh mereka tunggu aku sebentar
rara menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah nya
setelah selesai Rara menemui Steven dan Fahri
rara" kalian sudah mau pulang
fahri" iya kak, aku dan Steven masih ada pekerjaan
rara" em... ya sudah hati hati ya (Rara memeluk Fahri dengan erat)
" Hem pasti kakak sedang sedih " pikir Fahri
karena Rara akan memeluk dengan erat saat iya merasa sedih atau terluka, tidak tahu kenapa namun Rara selalu melakukan itu
taya mengantar Steven dan Fahri sampai ke lift
fahri" mas, jangan buat kakak bersedih dan sakit terlalu lama seperti ini, kasihan dia
taya" aku akan mencoba ri, aku pun sama tersiksanya seperti dia (sedih)
fahri" aku doakan agar kalian cepat bahagia
taya" amin, terimakasih
pintu lift terbuka,Fahri dan Steven masuk, taya berjalan kembali ke arah apartemennya
"apa dia masih menangis, apa yang harus aku lakukan " taya berpikir keras dan mencari cara untuk menghibur Rara
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
TBC
__ADS_1
next
jangan lupa kasih like dan komen kalian ya semua