Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 35


__ADS_3

enjoy


🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭


taya dan Rara sudah berada di bandara untuk pergi ke Inggris


mereka hanya berdua saja kelurga yang lain tidak di perbolehkan Rara untuk ikut karena iya takut jika mereka ikut mengantar dirinya akan sangat sedih


taya memperhatikan Rara yang sedari tadi hanya diam dan murung ,


taya" apa kamu sedih ?


rara menggelengkan kepalanya


taya" maaf kamu jadi jauh dari keluarga mu...


rara" buat apa minta maaf, aku istrimu dan aku harus ikut kemana saja kamu pergi bukan,aku hanya sedih meninggalkan bunda dan meninggalkan ibu dan bapak hanya itu saja


taya memperhatikan Rara yang menahan air matanya itu


entah mengapa taya tidak tega melihat air mata yang siap jatuh itu


taya" sudah lah tidak perlu menangis, (memberikan sapu tangan)


rara" terimakasih (mengambil) kita di sana bakal tinggal di rumah


taya" tidak kita tinggal di apartemen... lagian jika di rumah, kamu akan repot


rara" em, terserah saja, aku ikut saja


saat penerbangan sudah tiba jet pribadi yang akan membawa mereka pergi sudah siap untuk terbang


sesampainya di dalam pesawat taya lebih memilih untuk tidur, sedangkan Rara iya hanya bisa duduk diam dan mendengar kan musik


setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sekitar tiga belas jam


akhirnya Rara dan taya sudah tiba di Inggris


taya sudah membuka matanya sedari beberapa jam yang lalu kini Rara yang masih terpejam


taya melihat Rara sangat nyenyak sekali,taya tidak tega untuk membangunkan nya


akhirnya taya lebih memilih mengendong Rara turun dari pesawat dan menuju mobil mereka


taya memperhatikan wajah Rara, Dangan sangat lekat


"wajah ini yang selalu membuat ku susah untuk berpaling ke wanita lain " dalam hati taya sambil tersenyum senang


sesampainya di apartemen ternyata Fahri sudah menunggu,Fahri bersama asisten taya sudah menunggu untuk menyambut kedatangan mereka


rara membuka matanya saat mendengar suara orang berbincang


rara" hah kita sudah sampai kenapa tidak membangunkan aku,


taya" ayo turun mereka sudah menunggu kita


rara" tunggu (memegang tangan taya )


taya melihat tangan Rara yang memegang tangannya


rara" em maaf (melepas tangannya)


em apa wajah ku berantakan, apa aku terlihat seperti baru bangun tidur


taya" (bingung) tidak, kenapa?


rara" tidak enak saja jika bertemu orang dengan wajah berantakan atau terlihat seperti bangun dari tidur


taya" sudah lah jangan berlebihan, ini hanya Fahri dan dan Steven saja tidak perlu terlihat cantik (sedikit kesal)


rara" biar saja namanya juga wanita ... (keluar dari mobil) Fahri!! (bertriak)


"astaga dia berisik sekali" gerutu taya yang mendengar teriakan keras Rara


fahri memeluk kakak nya itu


fahri" ini buat kakak, (memberi seikat bunga)


rara" tulip biru, wah kamu tahu aja kesukaan kakak ri

__ADS_1


fahri" iya dong , kan aku adik yang baik


rara" Hay kamu Steven kan ...


Steven" ah iya nyonya saya steven , saya asisten bapak Dimitri


rara" tidak usah memanggil saya nyonya, panggil saja saya Rara (memukul bahu Steven)


steven" (menundukan kepala) tidak bisa anda adalah atasan saya nyonya Dimitri


rara" astaga stev kamu sungguh kaku, pokok nya panggil saya Rara, jika tidak saya akan memecat mu


Steven menatap ke arah ataya, taya pun menundukan kepala memberi tanda setuju pada Steven


Steven" ba... baik lah nyo em maksud saya Rara


rara" nah gitu dong...


fahri yang melihat tingkah kakak nya itu hanya bisa menahan tawanya saja


steven" maaf ini kado pernikahan dari say dan istri saya


rara menatap sebuah bingkisan lumayan besar yang di berikan Steven


rara" wah, terimakasih Steven, dan ucapakan terimakasih ku juga pada istri mu ya (tersenyum)


taya" sudah ayo kita naik, aku sudah lelah


rara" ayo ri, kita naik (mengandeng tangan Fahri)


taya dan Steven saling pandang , dan membuat taya sedikit kesal, karena melihat Steven yang memandang dengan heran


taya" mereka saudara sepupu,dan sangat akrab, mungkin istri saya Sadang rindu pada adiknya (senyum terpaksa)


taya mencoba menjelaskan pada Steven walau dirinya juga sebenar kesal


"yang suaminya itu aku atau Fahri sih" taya bergumam dalam hatinya


sesampainya di dalam apartemen rara sungguh takjub melihat hampir seluruh kota London bisa terlihat dari jendela apartemen itu


rara" ya Allah , bagus banget pemandangan nya, wah aku pasti tidak akan bosan tinggal di sini


fahri" kak, bisa buat kan aku minum


rara" memang ada ?


Steven" ada, semua keperluan sudah saya isi dan sudah saya rapihkan semuanya


rara" wah, kamu sungguh hebat Steven, asisten yang cekatan (tersenyum)


taya" bisa tidak , tidak usah menebar senyum mu itu,aku kesal melihatnya (kesal)


taya sudah tidak tahan melihat Rara yang terlalu akrab dengan laki laki lain


rara" aku kan hanya mencoba ramah, jika kamu merasa terganggu tidak usah melihat


rara berjalan ke arah dapur dan melihat isi kulkas yang sudah penuh


rara" wah hebat sekali Steven ini, dia tahu keperluan rumah tangga , astaga diakan sudah menikah (Rara menepuk dahinya )


rara membuat kopi sementara ketiga pria itu bicara lumayan serius dan sedikit berbisik agar Rara tidak mendengar


fahri" aku sudah melihat video itu, dan benar jika di lihat dari video itu mas taya terlihat seperti tersangka nya, pantas dia berani mengancam,


taya" itu lah masalah ku ri, aku takut , karena orang tua ku pun ikut terancam olehnya , kamu tahu kan dia juga bukan orang sembarangan


fahri" kita harus cari cara, sebelum dia menyakiti kakak,


taya" itu lah yang aku takut kan ri,


fahri" kita akan berusaha bersama mas,


steven" itu terjadi kapan ya pak ?


belum taya menjawab Rara sudah datang membawa nampan berisi minuman


rara" aku buatkan kopi tidak apa apa kan ?


fahri" aku suka kopi buatan kakak(tersenyum)

__ADS_1


taya melirik ke Tah Fahri


fahri" coba saja (menatap taya)


rara menaruh kopi itu, dan mempersilahkan semuanya untuk minum


rara" aku tinggal dulu ya, aku mau meneteskan barang barang ku


rara pergi meninggalkan ketiga pria itu


mereka mencoba kopi buatan Rara ,


"wah kopi ini ternyata enak" batin taya


fahri" bagai mana enak kan, padahal kakak tidak suka kopi, dan jika membuat tidak pernah mencobanya


Steven" benarkah , tapi ini sungguh enak


taya hanya diam tidak memberi komentar apa pun


sudah hampir sejam mereka berbincang, akhirnya keduanya berpamitan untuk pulang,


fahri" kita bahas masalah ini besok, dan kita akan sama sama cari cara nya


taya" semoga ri, aku sungguh sudah tidak tahan dengan ini semua,


Stevan" saya juga pamit pak ,


fahri" kakak mana ?


taya" nanti aku panggilkan dulu


taya masuk ke dalam kamar, taya sangat terkejut melihat kamar itu di hias dengan hiasan untuk pengantin baru, taburan bunga, bunga yang berbentuk love di atas kasur, dan semua pernak pernik untuk pengantin baru


rara" wah coba lihat, Steven sungguh hebat, ( meneteskan air mata) dia sangat baik


taya melihat Rara menangis,yang iya tak tahu sebab nya ...


taya" kamu kenapa? apa Steven melakukan ke salahan


rara menggelengkan kepalanya dengan cepat ...


rara" tidak, tidak apa hanya aku saja yang terlalu terbawa suasana, ada apa ?


taya" oooo iya, Fahri dan Steven akan pulang mereka ingin berpamitan pada mu


rara" suruh mereka tunggu aku sebentar


rara menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah nya


setelah selesai Rara menemui Steven dan Fahri


rara" kalian sudah mau pulang


fahri" iya kak, aku dan Steven masih ada pekerjaan


rara" em... ya sudah hati hati ya (Rara memeluk Fahri dengan erat)


" Hem pasti kakak sedang sedih " pikir Fahri


karena Rara akan memeluk dengan erat saat iya merasa sedih atau terluka, tidak tahu kenapa namun Rara selalu melakukan itu


taya mengantar Steven dan Fahri sampai ke lift


fahri" mas, jangan buat kakak bersedih dan sakit terlalu lama seperti ini, kasihan dia


taya" aku akan mencoba ri, aku pun sama tersiksanya seperti dia (sedih)


fahri" aku doakan agar kalian cepat bahagia


taya" amin, terimakasih


pintu lift terbuka,Fahri dan Steven masuk, taya berjalan kembali ke arah apartemennya


"apa dia masih menangis, apa yang harus aku lakukan " taya berpikir keras dan mencari cara untuk menghibur Rara


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


TBC

__ADS_1


next


jangan lupa kasih like dan komen kalian ya semua


__ADS_2