
selamat membaca
.
.
.
.
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
fahri berlari masuk ke dalam ruangan dimana Rara sedang tertidur, karena mendengar suara Rara yang bertriak teriak
rara"mas mas bangun mas, mas jangan tinggalin aku mas
fahri melihat Rara bertriak dengan mata yang masih terpejam
fahri" kak, kak , kak bangun kak, kak, kak bangun
fahri mengguncang tubuh Rara dengan kuat
rara membuka matanya
rara" mas (bertriak)
fahri" kakak kenapa, kak
rara" mas taya ri,mas taya dia (menangis)
fahri" tenang kak itu hanya mimpi, mas taya akan baik baik saja
rara menagis dalam pelukan Fahri,
rara" mas taya tidak boleh tinggalin kakak ri, kakak gak mau mas taya pergi
fahri" iya kak, tenang lah, minum lah kak (memberi sebotol air)
rara meminum air pemberian Fahri hingga habis, karena iya merasakan tenggorokannya sangat kering
fahri" duduk lah kak, tarik nafas kak, dan bunga
fahri membimbing Rara agar lebih tenang
rara" kakak mau lihat mas taya ri,
fahri" iya kak, ayo aku temani
rara dan Fahri masuk kedalam ruang perawatan taya dan melihat taya masih berbaring dan masih menutup matanya
rara memeluk taya
rara" mas bangun jangan tinggalin aku, mas bangun, kamu buat aku takut mas
fahri yang melihat itu pun jadi ikut sedih Fahri tidak bisa menahan air matanya
"bangun lah mas, aku tidak tega melihat kakak seperti itu" dalam hati Fahri
air mata Fahri sungguh tidak bisa dia ajak bekerja sama, air mata nya terus mengalir
rara menggenggam erat tangan taya, dan tetap setia menunggu taya
sampai fajar menyingsing ...
pagi pagi sekali ozzil sudah datang di rumah sakit menemui Fahri
ozzil" bagaimana ke adaan nya
fahri" belum ada tanda tanda sadar kan diri paman
ozzil" apa aku bisa melihatnya
fahri" masuklah, di dalam ada istrinya
ozzil masuk ke dalam ruangan taya
ozzil" permisi
rara" oooo iya silahkan, apakah anda dokter
__ADS_1
ozzil" oooo iya kenalkan saya ozzil, kepala polisi yang menangani kasus bapak Dimitri
rara"maaf bapak ozzil saya tidak mengenali anda , perkenalkan saya mikayra istri dari bapak Dimitri
ozzil" tidak masalah , bagaimana keadaanya ?
rara" belum sadarkan diri, apa ada masalah dengan kasus ini ?
ozzil" tidak, aku hanya ingin melihat ke adaan nya, dia sudah ku anggap adikku, jadi aku juga cemas
rara" oooo apakah bapak sangat akrab dengan suami ku
ozzil" sangat , dia adalah teman almarhum adikku , melihat dia Seperi melihat adikku
rara hanya tersenyum menanggapi perkataan ozzil
ozzil" bila dia sadar tolong kabari aku, oooo iya ini ponsel milik taya, aku lupa menerimanya pada stev
rara mengambil ponsel itu
rara" terimakasih, em aku harus memanggil bapak apa ?
ozzil"(terkekeh) panggil aku ozzil saja atau paman juga boleh
rara" oooo baik lah paman ozzil (tersenyum)
ozzil" pantas dia tak bisa berpaling dari mu
ozzil bergumam namun Rara tak bisa mendengar dengan jelas
rara" ada apa paman ?
ozzil"(tersenyum) tidak apa apa, baik lah aku pergi dulu ,jangan lupa hubungi aku
rara " baik paman, terimakasih sudah mampir
ozzil" mengelus kepala rara, kamu anak baik
ozzil keluar dari ruangan itu dan menemui Fahri
ozzil" Fahri apakah kamu bisa ikut dalam persidangan hari ini sebagai wakil dari taya
fahri" baik lah, aku akan meminta stev menemani kakak. di sini
fahri" baik lah paman
ozzil" baiklah kalau begitu aku pergi dulu masih ada hal yang aku mau urus
fahri" hati hati paman
setelah ozzil pergi Fahri langsung menelpon Steven
fahri* stev apa kamu di kantor
Steven* iya pak, ada apa ?
fahri* stev kamu ke rumah sakit jam sepuluh kantor biar di handel oleh Ahmad
Steven* baik lah pak
fahri menutup telponnya kemudian Fahri menghubungi kembarannya
Ghani* ada apa ?
fahri* bilang pada yang lain,jika hari ini adalah hari sudang putusan kasus mas taya aku minta kalian Mendokan hal yang terbaik
Ghani* baik lah,
fahri menutup teleponnya dan masuk memuji Rara
fahri"kak hari ini, adalah sidang putusan untuk kasus mas taya
rara" lalu, ?
fahri" aku akan menggantikan mas taya, nanti stev akan ke mari menemani kakak
rara" baik lah ri, semoga kasus ini cepat selesai, agar mas taya, cepat terbebas dari masalah ini
***
kini Fahri sudah berada di persidangan untuk mendengar putusan hakim , atas kasus Sarah
__ADS_1
Sarah benar benar tidak merasa bersalah bahkan wajahnya biasa saja, tidak seperti saat ada taya,
ozzil" Fahri ingat, jangan terpancing emosi sedikit pun, oleh wanita itu, wanita itu sangat licik (berbisik)
fahri" baik lah akan aku coba
ternyata benar perkiraan ozzil jika Sarah akan berbuat ulah,
dalam sidang Sarah terus mengumpat dan mencaci taya atau Rara, Fahri sangat geram mendengarnya namun dia harus bersikap baik, agar hakim tidak mempertimbangkan kembali
Sarah terus saja melontarkan cacian cacian dari mulutnya itu
fahri berusaha menahan emosinya
hakim Jane akhirnya selesai berdiskusi pada jaksa dan para juri
hakim" mohon tenang,
seketika ruangan itu menjadi sunyi senyap
hakim" baiklah saya mau mendengar keputusan yang di berikan juri lebih dulu
ketua" kami semua sepakat jika Sarah found wajib di hukum seberat beratnya,seperti penjara seumur hidup, atau hukum gantung
karena hal yang dia perbuat tidak adanya satu, namun banyak kasus
sekian permintaan kami
hakim" baik terimakasih,baik lah semua, saya sebagai hakim yang memimpin kasus ini setelah menimbang dan bermusyawarah dengan semua pihak memutuskan
jantung Fahri bekerja lebih ekstra , jantung Fahri berdetak lebih cepat dari biasanya
hakim" jika Sarah found akan di jatuhkan hukuman penjara seumur hidup, dan tidak ada banding atau pembelaan yang lain di karenakan kasus yang ia lakukan tidak Hanay satu dengan ini saya menyatakan jika nona Sarah found dinyatakan bersalah
tok tok tok
suara ketukan palu hakim terdengar merdu di telinga Fahri, yang saat ini tidak bisa berkata kata karena akhirnya harapan taya bisa terkabul
ozzil" selamat Fahri , kalian menang
fahri" bukan hanya kami, tapi kita uang menang terbayar sudah lelah kalian, kerja keras kalian selama ini
ozzil" aku harap taya segera sadar agar dia bisa tahu jika kita sudah Menag
fahri" aku pun berharap seperti itu
ozzil mengurus semua urusan persidangan setelah selesai barulah mereka di perbolehkan untuk pergi
fahri dan para teman teman yang lain Merakan kemenangan mereka, Fahri mengajak semua nya untuk makan makan
fahri hendak menelpon Rara untuk memberi tahu pada Rara jika kasus. ya sudah selesai
belum menelpon ponsel Fahri lebih dulu berdering
fahri menatap nama pada ponselnya
"kakak ♥️"
"tahu saja aku ingin menelpon" gumam Fahri
fahri mengangkat panggilan dari Rara
fahri* iya kak
rara"Fahri (menagis) mas taya
fahri langsung berlari meninggalkan tempat itu, membuat ozzil merasa cemas
ozzil" Fahri, Fahri apa yang terjadi (bertriak)
fahri tak mendengar perkataan ozzil
fahri langsung melajukan mobilnya dengan kencang ...
--------------------------------------------------
TBC
next ya
jangan lupa budayakan like dan komen setelah membaca
__ADS_1
terimakasih