Really My Husband 2

Really My Husband 2
#H (season 2) 43


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


happy reading


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


hari ini adalah hari yang membahagiakan buat Rara, dimana dirinya bisa berkumpul bersama teman teman nya


setelah mendapat kan ponsel baru Rara langsung menghubungi bundanya,papa nya serta keluarga yang lain untuk memberi tahu


nomor ponsel nya yang baru


tak terasa hari sudah gelap dan itu artinya mereka harus berpisah


fahri lebih dulu pergi karena iya mempunyai janji pada seseorang


Nara" pak Dimitri kami pamit, terimakasih atas makan malamnya


Nia" iya pak Dimitri lain kali kalo makan enak begini ajak lagi ya (terkekeh)


Nara" Nia (menyenggol sikut Nia)


taya hanya tersenyum melihat kelakuan kedua pegawainya itu


rara" ya sudah kami pulang dulu ya,nana, Nia


Nara" hati hati Ra, (memeluk)


Nia" iya hati hati bu bos


rara" Nia (meninggi kan suara)


Nia" iya iya Rara


Nara" Ra, lanjut chat aja ya (berbisik )


rara" iya, ya sudah kami duluan ya


rara dan taya sudah masuk kedalam mobil meninggalkan Nia dan Nara


di perjalanan stev memberi tahu jadwal taya untuk esok,


rara" stev, besok bisa kamu antar aku ke tempat kursus, karena aku belum tahu tempat nya


Steven" bisa nyonya, eh maksud saya Rara


rara" terserah stev kamu mau memanggil aku apa, seenak mulut mu saja berucap (kesal)


Steven" iya nyonya Dimitri


taya" kamu jadi, mau kursus ?


rara" iya, aku pikir pikir dari pada aku bosan di apartemen lebih baik aku ikut kursus memasak


taya" (mengelus kepala) lakukan apa saja yang mau kamu lakukan ,(tersenyum)


rara" terimakasih, apa tempat kursus nya jauh dari apartemen


taya" tidak, tapi kamu tetap harus di antar oleh stev


rara" baik lah, baik aku akan di antar oleh stev


taya melingkarkan tangan nya di pinggang Rara , hal itu membuat Rara merasa terkejut


deg


jantung Rara berdebar kencang sekali dan membuat pipi nya memanas


sesampainya di apartemen , taya langsung mengandeng tangan Rara untuk naik


seolah olah tak mau terpisah, bahkan di dalam lift saja taya masih menggenggam erat tangan Rara


sesampainya di dalam apartemen Rara memilih membersihkan dirinya sementara taya iya mengganti password pintu apartemen mereka


setelah selesai taya masuk kedalam kamar dan melihat kotak harta Karun nya masih aman dan tidak terbuka,


"(menarik nafas) berarti dia tidak mengotak-atik ini" gumam taya


rara keluar dari kamar mandi dengan ke adaan yang sudah wangi dan bersih hal itu membuat taya menelan selivahnya dengan susah melihat Rara yang menggoda iman nya itu


rara" kamu gak mandi ?


taya" em iya


taya langsung buru buru masuk ke dalam kamar mandi

__ADS_1


rara" kenapa dia ? (bingung)


setelah selesai membersihkan diri taya baru tersadar jika dirinya tidak membawa baju bersih nya


"ah sial , aku lupa membawa baju ganti ku" gumam taya dengan kesal


akhirnya setelah berpikir cukup lama , taya memutuskan untuk keluar menggunakan handuk saja dari pada dirinya ke dinginkan dan sakit


taya keluar dengan mengunakan handuk


membuat Rara terkejut


rara"aaaaa... kamu kenapa gak pakai baju sih,(menutup mata)


taya" kenapa,aku suami mu, tidak masalah kan melihat ku seperti ini, biasakan diri mu


taya berjalan menuju kemari dan mengambil pakaiannya, dan menggunakan pakaian itu dengan cepat


setelah selesai taya ikut berbaring di sebelah Rara , yang sibuk dengan ponselnya


taya" apa yang kamu lakukan ?


rara" em... oooo aku sedang membalas chat dari Nara


taya" kamu seperti nya dekat sekali dengan Nara


rara" entah lah aku merasa nyaman sahabat dekat dengan Nara, dan Nara adalah teman pertama ku setelah bertahun tahun


taya" bukannya teman mu banyak ya?


rara" em... itu dulu, saat aku masih sangat bodoh (tersenyum)


taya" ya sudah tidur lah, jangan pikirkan masa lalu, dan besok kamu harus memulai kursus pertama mu kan


rara" em


taya mematikan lampu dan mulai memejamkan mata


sementara rara hanya bisa membolak balikan tubuhnya, hal itu membuat taya merasa terganggu


taya" kamu kenapa ?


rara" em, aku takut gelap, bisa hidupkan satu lampu saja?


taya" aku yang tidak bisa tidur jika kamu hidupkan lampu,


rara" kemarin Marin kamu, bisa tidur,dengan lampu menyala


rara yang mendapat perlakuan seperti itu tidak bisa berkata apa apa, hanya diam dan mencoba menenangkan jantungnya yang sedang bekerja ekstra


taya" tidur lah, aku akan memeluk mu, agar tidak merasa takut


taya sudah memejamkan mata nya, berbeda dengan Rara yang merasa jantungnya akan copot jika iya tidak bisa melepaskan diri


rara mencoba melepaskan diri dari pelukan taya


namun usahanya gagal taya sangat erat memeluknya


taya" sudah tidur saja, aku yakin jantungmu akan terbiasa dengan ini (tersenyum)


taya sudah tertidur pulas,dan Rara pun sudah tertidur pulas,


pagi itu taya lebih dulu membuka matanya dan melihat Rara yang masih berada di dalam pelukannya sedang tertidur pulas


taya memperhatikan wajah Rara, membuat jantungnya berdetak tak karuan ...


"kenapa kamu begitu mempesona, sampai sampai aku susah untuk berpaling " batin taya


taya memberanikan diri mencium kening Rara


cup


satu kecupan mendarat di dahi Rara , hal itu membuat Rara membuka matanya ,


rara" astafirloh udah pagi, (langsung beranjak)


aduh kesiangan kita mas, aduh gimana ini (panik)


taya"(terkekeh) sayang, ini masih sangat pagi, untuk bilang kesiangan,


taya menarik Rara kembali kedalam pelukannya


taya" kamu tahu, wajah mu, sangat mengemaskan jika sedang panik seperti itu


blus


memerah sudah pipi Rara , oleh gombalan yang di berikan taya


rara" apa sih , ih bangun kita belum salat, dan aku harus memasak


taya" tunggu lima menit saja seperti ini dulu


"lima menit, astaga dia ingin aku cepat cepat mati karena serangan jantung apa " pikir Rara yang masih berusaha menetralkan jantungnya

__ADS_1


setelah selesai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim , Rara mulai memasak sarapan untuk dirinya dan taya


setelah selesai Rara, bersiap siap dan memanggil taya


setelah sarapan mereka pergi bersama, Steven, lebih dulu mengantar taya, karena taya ada rapat pagi , bersama dewan direksi


taya" Steven, setelah kamu mengantar istriku, segera kembali ke kantor dan suruh Richi menunggu di sana mengerti


Steven" baik pak


taya" sayang, kamu hati hati, belajar yang benar mengerti


rara" em, i...iya (mencium tangan )


taya" ya sudah, Samapi jumpa di rumah(mencium kening)


rara" (tersenyum)i... iya


wajah Rara sudah memerah akibat ulah taya yang langsung mencium keningnya tanpa izin


sesampainya di tempat kursus memasak teman Rara rata rata adalah ibu ibu beranak satu,


rara" hai, aku mikayra, aku murid baru disini?


Rachel" hai mikayra, salam kenal, aku Rachel aku juga masih baru disini,kamu berasal dari mana ?


rara" aku, dari Indonesia , (tersenyum) kamu ?


Rachel" oooo aku dari belanda, kenapa kamu ikut kursus memasak?


rara" aku suka memasak, kalau kamu ?


Rachel" karena aku baru menjadi ibu, aku ingin membuat makanan untuk anak dan suami ku sendiri


setelah selesai berkenalan dengan Rachel


kelas dimulai dengan di pimpin oleh chef tampan bernama Michel


rara antusias sekali mengikuti kelas memasak itu, hal itu membuat nya senang dan teman temannya pun sangat asik


setelah selesai Rara berpamitan pulang pada semua temannya


rara berjalan di koridor dengan santai tanpa menyadari jika ada yang mengikutinya


rara memberhentikan langkahnya, karena iya merasa ada yang mengikutinya ...


rara melihat ke arah belakang namun tidak ada siapa pun


rara kembali berjalan namun perasannya semakin tidak enak


rara mulai mempercepat jalannya sampai tiba tiba seseorang meneriakkan namanya


"mikayra"


rara menoleh ke belakang, dan iya melihat Rachel sedang berlari ke arahnya


rara" ada apa? (merasa lega)


Rachel" ini dompet mu tertinggal, untung saja kamu masih disini


rara" oooo terimakasih Rachel


Rachel" ya sudah hati hati Ra


rara" iya Rachel,


rara kembali berjalan dan mendapati mobil milik taya sudah menunggunya


rara langsung masuk kedalam mobil itu


rara" kamu sudah selesai rapat ?


taya" sudah


rara" kenapa kamu yang menjemput, kenapa tidak stev saja


taya" oooo jadi kamu lebih suka di jemput stev dari pada suami mu (kesal)


rara" bukan bukan begitu maksudku, em aku takut menganggu pekerjaan mu itu saja


taya" alasan saja


dalam hati taya tertawa melihat wajah Rara yang seketika berubah,menjadi sangat mengemaskan jika panik seperti itu


sementara orang yang sedari tadi memperhatikan mereka sangat kesal karena misinya gagal


----------------------------------------------------


TBC


jangan lupa kasih like dan komen ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2