
enjoy
.
.
.
.
.
happy reading
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
pagi itu taya bangun lebih dulu , taya memperhatikan istrinya yang masih terlelap
taya mencium kening Rara ..
taya" selamat pagi my queen
rara menegangkan tubuhnya
rara" kamu udah bangun, jam berapa ?
taya" jam empat pagi
rara" em,
rara kembali memejamkan matanya
taya menghujani Rara dengan ciuman, hal itu membuat Rara terusik
rara" sayang,aku masih mengantuk,
taya" sayang sebentar lagi adzan subuh
rara" ya Allah aku masih mengantuk ...
taya" ya sudah ayo siap siap, setalah salat bisa tidur lagi ya
rara membuka matanya melihat ke arah taya,
taya" sayang
rara" iya
taya" i love you
rara"(tersenyum) i love you to Daddy
pagi hari Nara sudah pergi ke rumah sakit karena iya takut jika Alvin akan datang kembali mencarinya
Nara sibuk mondar mandir di depan pintu ICU karena dia sangat cemas, karena Bu Yanti baru saja mengalami kejang
pukul delapan pagi Nara sudah di sibukkan kesan kemari untuk mengurus keperluan bu Yanti
sampai hanya untuk makan saja Nara tidak ada waktu
Nara ke sebuah toko untuk membeli minum karena tenggorokannya sangat kering
setelah selesai Nara kembali ke rumah sakit untuk menunggu dokter memanggilnya
__ADS_1
karena dokter akan menjelaskan yang terjadi pada Bu Yanti
tanpa nara sadari jika Alvin sedari tadi mengikuti dirinya ...
Alvin mengikuti Nara semenjak Nara keluar dari rumah sakit , Alvin melihat mata Nara yang sembab dan terlihat lemas
Alvin duduk di bangku tidak jauh dari Nara
"sedang apa Nara duduk di sini, apa dia sakit" batin Alvin
Alvin melihat pintu ruangan dokter, yang tertera dokter penyakit jantung
Alvin sangat penasaran dengan Nara membuatnya mengabaikan rapat yang seharusnya iya lakukan
tak berapa lama dokter memanggil Nara untuk masuk ke dalam ruangan tersebut
Nara" permisi dok
dokter"oooo nona Nara masuk, silahkan duduk
Nara" terimakasih dok, jadi dok apa yang terjadi pada ibu saya
dokter" jadi begini nona Nara, ibu anda semalam mengalami serangan jantung yang ke dua,
Nara sangat terkejut mendengar perkataan dokter itu
Nara" lalu dok, apa ibu saya akan sembuh
dokter"( menarik nafas) bukanya mau mendahului tuhan, tapi biasanya jarak serangan pertama, dan kedua itu akan berjarak lama tapi ibu anda mengalaminya hanya dalam waktu 10 hari, nona, saya harap anda dan keluarga akan ikhlas jika kemungkinan terburuk terjadi pada ibu anda
saya memberi tahu ini agar kalian bisa bersiap, dan yang pasti kita harus tetap berdoa
Nara mencoba menahan air matanya Karana iya kini merasa takut dan sedih
Nara pergi meninggalkan ruangan dokter itu, Nara sudah tidak bisa membendung air matanya
Nara menagis tanpa suara sambil berjalan menuju ruangan ICU untuk menemui pak Idris
Alvin melihat Nara. menagis sungguh tidak tega, Alvin berpikir jika barakah yang mengidap penyakit jantung
pak Idris melihat Nara menagis langsung menghampiri
pak Idris" ada apa non? apa kata dokter ?
Nara" pak,ibu,pak,ibu (menagis)
pak Idris" kenapa ibu non ?
Nara" pak, kemungkinan untuk ibu sembuh sangat kecil (sesegukkan)
pak Idris" kita harus sabar, dan ikhlas non, mungkin ini jalan yang terbaik buat ibu
Nara" tapi pak, Nara belum bisa balas jasa jasa ibu buat Nara pak, Nara belum kasih yang terbaik buat ibu, Bahakan Karana mengasuh Nara ibu rela berjauhan dengan anak anak nya, Nara ini memang hanya mengusahakan pak, setiap yang dekat Nara kan susah Karana Nara (menagis)
pak Idris" tenang lah non,ayo bapak antar non ke mobil agar non bisa menagis di sana,
Nara" pak, Nara ini jahat ya, kenapa gak ada satu pun yang mau Deket sama Nara pak, Kenap semua pada ninggalin nara, Memnag Nara jahat banget ya pak
pak Idris" enggak non, non gak jahat, non sangat baik,
Nara" kenapa mami, papi sepeti tidak menginginkan Nara,mereka bahkan Tidka perduli pada Nara, teman teman Nara, semuanya membenci Nara, sekarang ibu juga mau ninggalin Nara (Nara mengis sejadi jadinya)
pak Idris" tenang lah non, jangan bicara seperti itu, non anak baik,
__ADS_1
pak Idris sungguh kewalahan menghadapi Nara yang bersedih
alvin dari kejauhan melihat Nara menagis namun dirinya tidak dapat mendengar apa yang di bicarakan Nara dengan pak Idris
rara tiba di rumah sakit dan melihat Nara yang sedang menangis histeris mengira jika terjadi sesuatu pada Bu Yanti
rara" Nara (berlari) ada apa ini pak ?
Nara langsung memeluk Rara dengan erat dan menumpahkan. semua kesedihannya
Nara" Ra aku sangat jahat ya, sampai tidak ad yang mau dekat dengan ku, dan mereka tega meninggalkan aku sendirian
rara" enggak Nara kamu anak yang baik, kamu sahabat terbaik aku, kamu orang yang sangat baik,
Nara" kamu bohong Ra, buktinya tidak ada orang yang menyayangi ku,tidak seperti kamu, kamu di kelilingi orang yang mencintai kamu Ra , aku, aku tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan aku
rara" Nara kok bicara begitu, siap yang tidak menginginkan mu, siapa yang tidak menyayangi mu, aku menyayangi mu, bunda, juga, aunty juga sayang pada mu
Nara melepas pelukannya
Nara" dan sebentar lagi orang orang itu akan meninggalkan aku,
rara" Nara, aku gak akan ninggalin kamu, ada apa ini
Nara" sudah lah Ra, lebih baik kamu pergi, aku ingin sendiri
rara" na, ada apa, kamu harus sabar, aku tahu rasanya kehilangan, jangan Seperti ini
Nara"(tertawa) tahu rasa kehilangan ? tapi mereka tidak meninggalkan kamu, Bahakan Alvin saja masih sangat mencintai kamu, walaupun kamu sudah bersuami, dan adalah kamu tahu, aku hanya menjadi boneka untuknya agar membuat mu cemburu, tapi nyatanya itu semua tidak terjadi, dan bodohnya aku malah ...
Nara menghentikan kata kata nya
rara" kamu apa ?(mulai menangis)
Nara" pergi dari sini Ra, sebelum aku membenci diriku sendiri karena ini, aku mohon pergi dari sini (membelakangi Rara)
rara" kamu sungguh egois Nara, Bahakan kamu marah pada ku tanpa aku tahu kesalahan ku apa,
rara pergi meninggalkan rumah sakit itu di ikuti Alvin yang juga pergi, yang berniat untuk menanyakan hal yang terjadi
namun Alvin tidak bisa mengejar Rara karena Rara lebih dulu naik taksi
Nara terduduk lemas, Karana dirinya benar benar kehilangan sahabatnya, Karan emosinya, yang tidak menentu itu
pa Idris tidak bisa berbuat apa apa hanya bisa melihat Nara saja,
pak Idris sungguh kasihan melihat Nara yang sedang merasa hancur
Nara" maaf,maaf,maaf,maafkan aku Ra, bukan aku egois, aku hanya ingin kamu menjauh dariku, agar aku lebih siap sat kalian semua pergi meninggalkan aku setelah ini
Nara terus mengais, hingga membaut setiap orang yang melintas akan melihat ke arahnya ...
"Nara kamu, sahabat ku tapi kenapa kamu melakukan ini pada ku" batin Rara
rara pun masih menagis sepanjang perjalanan dirinya sungguh tidak menyangka dengan sikap Alvin yang memanfaatkan sahabatnya dan membuat Nara terpukul sepeti itu
-------------------------------------------------
TBC
next ya
jangan lupa, kasih like dan komen buat aku ya
__ADS_1
terimakasih