
selamat membaca
.
.
.
.
enjoy
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Naima melihat layar ponselnya merasa bingung dengan Arif yang tiba-tiba menanyakan mama nya
Rey" siapa yang menelepon?
Naima" oh ini kak Arif
Rey" ada apa dia menghubungi kamu ?
Naima" tidak ada hanya bertanya kabar
Rey" hanya itu ? ingat kita harus saling terbuka aku tidak mau ada rahasia di antara kita ?
Naima" dan dia menanyakan kabar mama,dan itu membuatku bingung
Rey" kenapa ?
Naima" kak Arif tidak pernah seperti itu,dan dai juga tidak pernah berbasa-basi pada ku
Rey" apa dia tahu masalah mama ?
Naima" sepertinya tidak
Rey" dia masih menjalin hubungan dengan kakak mu ?
Naima" soal itu aku tidak tahu
Rey" ya sudah tidak usah di fikirkan,cepat lah bersiap kita akan pulang dan cyra sudah menunggu mu di rumah
Naima" kak cyra,untuk apa menunggu ku?
Rey" mana aku tahu,cepat lah bersiap
setelah selesai berkemas,Naima dan Rey meninggalkan kediaman Abi dan menuju ke markas brand untuk menjenguk mama tita
Naima" ini markas om brand ?( bingung)
Rey" iya kenapa?
Naima" tempat makan lesehan seperti ini ?
Rey" tidak usah banyak bicara,ikut aku
Rey dan Naima masuk kedalam warung makan itu
Joss" mau pesan apa pak Rey
Rey" nasi sepesial
Joss" masuk lewat sini pak Rey
Naima merasa heran melihat Rey yang malah memesan makanan dan masuk ke sebuah ruangan
Naima" kak Rey , kita bukanya mau lihat mama kenapa jadi Makan (berbisik)
Rey" Diam dan ikut saja
pelayan itu membuka sebuah pintu besi yang berukuran sedang
Joss" silahkan pak Rey,nasi spesialnya ada di dalam
Rey menundukan kepalanya dan membawa Naima masuk kedalam ruangan itu,betapa terkejut nya Naima melihat ruangan yang di penuhi kaca dan terlihat mewah
__ADS_1
Rey menekan tombol lift,Tidka menunggu lama lift pun terbuka,Naima ingin masuk namun Rey menahannya,hanya Rey yang masuk kedalam lift dan menekan tombol setelah itu Rey kembali ke sebelah Naima
Naima" kenapa kita tidak masuk
Rey" pegang erat tangan ku, ini pertama kalinya buat mu, pasti kamu akan terkejut
Naima mengikuti perintah Rey,benar saja lantai yang mereka pijak bergerak menuju ke tas membuat Naima terkejut dan memegang lengan Rey dengan kencang
sesampainya di lantai yang mereka tuju,Rey dan Naima masuk ke dalam pintu lift, dan membuka sebuah pintu kayu yang berada di dalamnya
brand" kenapa kamu lewat sana rey,dasar tukang pamer (tertawa)
brand memperhatikan wajah pucat Naima yang merasa takut karena merasa takut
brand" lihat dia wajahnya menjadi pucat (tertawa)
Rey" dia meremehkan warung mu om sebab itu aku membawanya melalui pintu itu
Naima" dimana mama?
brand" mama mu,ada dikamar itu (menunjuk pintu yang berada di belakangnya ) lihat lah mama mu sedari tadi menanyakan mu
Naima" baiklah aku ke sana dulu
Naima meninggalkan brand dan juga Rey di ruangan itu
brand" dasar kamu ya Rey, tukang pamer,untung istrimu tidak pingsan karena takut naik lift itu
Rey" tidak apa-apa om,aku suka menggodanya
brand" Rey bukan kah laki-laki ini asisten sekaligus sekertaris mu
Rey" benar, ada apa dengannya?
brand" dia habis bertemu Febi,aku sedikit curiga
Rey" awasi saja dia,jika dia bertindak baru urus dia
brand" baik lah
Naima" kenapa papa menjadi sekejam ini pada mama (mengelus rambut)
tita" Naima (memeluk)
Naima" ma apa yang terjadi? kenapa papa jadi sekejam ini pada mama (menagis)
tita" papa mu mengira mama selingkuh nai,papa mu marah besar dan mengurung mama di rumah,dan melakukan semua ini
Naima" siapa yang menuduh mama selingkuh
cerita yang jelas pada nai ma
flashback
hari itu Febi tiba-tiba berubah menjadi sangat manja,membuat tita merasa jika putri kecilnya dulu sudah kembali,tanpa ada rasa curiga atau pun hal buruk di fikiran tita
Febi" mama febi mau makan,tapi mama yang menyuapi
tita" ya ampun kamu ini ada saja
tita tidak menaruh curiga sedikit pun,dai menganggap jika Febi sudah kembali seperti dulu
Febi meminta tita untuk menemaninya berbelanja di mall dengan senang hati tita mengantar putrinya itu,karena sudah lama dirinya tidak jalan berdua dengan Febi
Febi terus meminta ini dan itu,pada tita,dengan senang hati tita menuruti semua mau Febi
Febi" ma febi haus,bisa belikan Febi minuman dingin
tita" ya sudah kamu tunggu di sini biar mama belikan untuk mu
tita membelikan minuman dingin untuk Febi,dan tidak sengaja menabrak seseorang karena terburu-buru
"mba tidak apa-apa ?"
tita" tidak saya tidak apa-apa,maaf baju kamu jadi basah
__ADS_1
memberikan saputangan pada pria yang diperkirakan berusia sama seperti dirinya
"saya juga yang salah tidak melihat,saat bejalan" pria itu terkekeh
tita" saya juga minta maaf,benar-benar minta maaf
setelah selesai berbelanja tita dan Febi kembali ke rumah,tita merasa sangat bahagia karena Febi bersikap sangat baik padanya hari ini
Febi menghubungi Naima,untuk menagih janji Naima yang akan menceraikan Rey,namun tidak ada jawaban dari Naima yang membuat Febi kesal,Febi menganggap jika Naima sudah berani padanya
Febi" kamu berani sekali Naima,lihat saja mama mu akan menderita karena ulah mu
Febi menemui papanya yang sedang asik bersantai sambil membaca buku
Febi" papa
Reno" Hay sayang
Febi" aku lelah sekali
Reno" tapi senang bukan,bisa belanja puas
Febi" senang apa,aku malah tidak kemana-mana
Reno" tidak kemana-mana maksud mu
Febi" papa tahu tadi aku melihat mama menemui seorang laki-laki
Reno" laki-laki ? maksud mu ?
Febi" mama terlihat mesra sekali, lihat ini (menunjukan ponselnya)
Reno terlihat sangat marah saat melihat foto tita yang memegang tangan laki-laki,tanpa banyak bicara Reno,langsung menghampiri tita yang sedang tidur di kama
Reno" bangun kamu,bangun
tita sangat terkejut karena tiba-tiba di tarik oleh Reno dengan sangat kasar hingga merasa perih di pergelangan tangannya
tita" ada apa pa?
Reno" jangan pura-pura tidak tahu
plak
Reno menampar tita dengan keras membuat mengeluarkan darah dari bibirnya,
Reno" siapa laki-laki itu,jawab!!
tita merasa bingung dengan perkataan Reno
tita" laki-laki siapa? aku tidak tahu apa yang kamu katakan pa
Reno" jangan berpura-pura ikut aku
Reno menarik tita masuk kedalam gudang,dan mengikat nya di dalam gudang itu
tita tidak tahu apa kesalahan yang ia perbuat,namun satu yang ia tahu jika semua ini adalah ulah Febi yang menghasut papanya
"maaf kan mama nai,kamu harus berjuang sendiri"
flashback off
Naima" maaf kan nai ma,nai tidak bisa menolong mama
tita" tidak nak,kamu tidak perlu meminta maaf ,karena ini bukan salah mu
tanpa mereka sadari,kedua pria itu diam-diam mendengarkan pembicaraan kedua wanita itu melalui alat penyadap yang terpasang di kamar itu
___________________________
TBC
next
terimaksih
__ADS_1