
selamat membaca
.
.
...
.
.
....
enjoy
🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠ðŸŒ
malam ini taya dan Rara memutusakan untuk menginap di kediaman Abi
Abi sangat senang mengetahui jika mereka akan menginap
Abi" kalian jadi menginap di sini ?
taya" iya pa
cha-cha" ya sudah kalo begitu bunda suruh mba lulu beresin kamar kakak
Dion" yey, kita cerita cerita ya kak malam ini, Dion rindu cerita cerita sama kakak
cha-cha" no,no tidak ada cerita cerita,ingat kakak sedang mengandung dan tidak boleh begadang
Rey" tahu si Dion ini, ada ada aja,paling cerita juga soal cewek yang suka sama dia tapi dianya enggak (tertawa)
Dion" bunda liat Abang
Rey" dasar tukang ngadu
Abi" Rey
Rey" iya iya pa
cha-cha" ya sudah ayo kita istirahat ini sudah malam
mereka masuk ke dalam kamar masing masing
cha-cha sangat penasaran apa yang terjadi pada suaminya hingga suaminya bisa luluh sepeti itu
cha-cha" pa, boleh bunda tanya sesuatu ?
Abi" papa tahu apa yang ingin bunda tanyakan
cha-cha" apa ? papa sok tahu
Abi"pasti bunda mau tanya kenapa papa tampan kan (terkekeh)
cha-cha" apa sih pa, percaya diri sekali, inget pa udah tua jangan narsis malu sama cucu
(tertawa)
Abi" memang papa tampan kan Bun, makanya bunda suka(tertawa) papa tahu bunda pasti mau tanya ke Napa papa bisa terima taya kan
cha-cha hanya menganggukkan kepala nya saja
flashback
pagi itu Abi berangkat lebih awal karena ia mau memajukan jadwal rapat agar ia bisa pergi menemui taya setelah rapat selsai
setelah selesai rapat Abi bergegas meninggalkan kantor menuju kantor taya
sebelum sampai di sana Abi menelpon pengacaranya untuk meminta berkas perceraian untuk Rara
setibanya di kantor taya Abi langsung menuju ruangan taya
lift terbuka Abi mempercepat langkahnya menuju ruangan taya,sekertaris mau pun asisten taya tak ada di tempatnya
jadi dengan leluasa Abi masuk tanpa bertanya terlebih dulu
__ADS_1
namun langkahnya terhenti saat mendengar suara anak perempuannya itu tertawa dengan
sangat bahagia
Abi mengurungkan niatnya untuk masuk, karena ia tidak mungkin masuk dan meminta taya untuk menceraikan Rara, jika ada Rara di sebelah taya, sudah pasti Abi dan Rara yang akan bertengkar
Abi mendengarkan semua percakapan pasutri itu, dari pembicaraan biasa sampai mendengar kan taya bercerita pada calon cucu nya
Abi mendengarkan semua, hingga dirinya mendengar taya menasehati Rara, dengan sabar, tanpa Abi sadari dirinya meneteskan air mata
"kenapa aku yang setia ini tidak bisa berpikir seperti itu,kenapa aku sangat egois,kenapa aku malah mau anak ku berpisah, orang tua macam apa aku ini" batin Abi
Abi pergi meninggalkan kantor Tay, namun saat sampai di lobby Abi tidak sengaja bertemu Dimas,
Dimas" bi, ngapain di sini (menepuk pundak)
Abi membersihkan sisa air matanya dan berbalik menghadap ke arah Dimas
Abi" enggak gue tadi mampir aja dim
Dimas" bi Lo habis nangis
Abi" tidak, gue ke em hanya ke masukan debu saja, ya sudah dim gue pergi dulu
Abi langsung meninggalkan Dimas begitu saja tanpa basa basi
Dimas" kenapa si Abi
di perjalanan Abi menelepon kembali pengacaranya
Abi" tidak usah siapkan surat perceraian
"apa sudah berubah pikiran Abimanyu,kamu aneh Abi, anak mu bahagia malah kamu mau menyusahkan, baik la kalo begitu semoga hal ini kamu jadikan pelajaran ya (terkekeh)"
Abi" diam kau, tidak usah banyak bicara
Abi mengakhiri panggilan dan menelepon istrinya untuk menyiapkan makan malam keluarga
cha-cha" tapi pa, apa kakak mau datang ke mari
Abi" bunda telepon saja dia akan datang
Abi" Bun , lakukan yang aku perintahkan , dan tolong jangan banyak bertanya
Abi mengakhiri panggilan ,
sepanjang perjalanan Abi terus merutuki kebodohannya sendiri, hampir saja dirinya menjadi orang tua yang bodoh di dunia
flash back off
Abi" Bun maaf kan papa , sudah membuat bunda kesal,dan membuat bunda menangis, Bun tolong tetap ingatkan aku jika aku melakukan kesalahan, tolong marahi aku jika aku bertindak bodoh , maaf belum bisa jadi orang tua yang baik untuk anak anak kita
cha-cha "(memeluk) itu sudah tugas ku sebagai istri pa,kita semua pasti pernah melakukan kesalahan pa, tapi jika kita mau memperbaikinya itu akan jauh lebih baik
malam ini menjadi malam yang sangat bahagia buat keluarga Abi
sementara di tempat lain , seorang pria yang berparas tampan sedang dilema , ya dia adalah Ghani
Ghani sedang memikirkan perkataan saudaranya cyra jika wanita yang iya sukai sedang jatuh sakit
Ghani sebenarnya ingin melihat namun dirinya gengsi untuk datang
"oooo astaga kenapa key memberi tahu, soal ini, sungguh membuat ku kesal" gumam Ghani
Ghani berbicara sendiri pada dirinya , hal itu membuat Dimas merasa risih melihat anaknya seperti orang yang tidak waras
Dimas" mom lihat lah, Ghani kenapa ?
Rika" tidak tahu, coba dad temui dia, siapa tahu dia butuh teman cerita
Dimas" baik lah sayang
Dimas menghampiri putranya itu
Dimas" kamu ngapain (menepuk pundak)
Ghani" ya Allah dad, buat kaget aja
__ADS_1
Dimas" kamu kenapa? dad perhatikan sudah seperti setrikaan saja
Ghani" tidak ,tidak apa apa
Dimas" jangan berbohong, pasti kamu punya masalahkan
Ghani" bukan Ghani sih, tapi teman Ghani
Dimas" teman? oooo teman kamu, kenapa?
Ghani" jadi gini teman Ghani suka sama cewek, terus dia udah mengungkapkan perasaannya itu, tapi di tolak sama cewek itu
Dimas" terus, masalahnya di mana ?
Ghani" denger dulu pa, jangan suka motong pembicaraan
Dimas" iya iya, lanjut
Ghani" (menarik nafas) nah tadi siang teman aku itu dapat kabar jika cewek itu sakit, dia mau jenguk tapi gengsi karena udah di tolak, menurut Daddy lebih baik jenguk atau tidak usah ?
Dimas menatap putranya itu,dan tersenyum
Dimas" menurut dad, sih lebih baik menjenguk,
Ghani" tapi kan malu udah di tolak dad
Dimas"(tersenyum) kamu mencintai gadis itu sungguh sungguh tidak
Ghani" iya dad, eh kenapa jadi aku
Dimas" sudah lah nak, tidak usah berbohong kamu tidak pandai berbohong, aku ini Daddy mu jadi aku tahu bagaimana anak anak ku,
Ghani" maaf dad, jadi aku harus menjenguk ?
Dimas" jenguk saja, jika kamu di tolak, bukan berarti kalian tidak bisa jadi teman bukan, ingat nak, semua itu berawal dari pertemanan , dan nikmati prosesnya (tersenyum)
Ghani" pantes mommy suka sama Daddy, ternyata Daddy bucin (tertawa)
Dimas" wah anak kurang ajar, bapaknya sendiri di katain
Ghani" ampun dad, ampun (berlari) mom lihat Daddy mau memukul ku
Dimas" ealah anak ini,
Dimas mengejar anak nya itu
Rika" sudah sudah, sudah malam, kalian ini seperti anak kecil saja, pusing mommy
Dimas dan Ghani saling memberi kode
"satu,dua,tiga"
brug
mereka berdua memeluk Rika dan menghujani Rika Dnegan ciuman
Ghani" aku sayang mommy
Rika" sudah sudah dasar nakal (menjewer kuping Dimas dan ghani) cepat tidur besok harus bangun pagi ingat
"siap mom" bersamaan
Ghani merasa sangat beruntung mempunyai orang tua yang sudah seperti sahabat untuknya,dan selalu mengerti ke adaan nya
________________________________
seburuk apa pun keluarga,ia tetap keluarga kita,
sejahat apa pun dia juga tetap keluarga kita
karena Yang namanya keluarga itu akan menjadi tempat kita kembali, dan merasa nyaman.
walau terkadang saat kamu menjadi bahan omongan saat kumpul keluarga
(just kidding) 😅😅
next guy
__ADS_1
jangan lupa like dan komen kalian ya
terimakasih