Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 127


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


happy guys


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


nada sudah bersiap, untuk pergi ke kantor, dan sudah bertekad menemui Ghani untuk memberi tahu perasaannya pada ghani


nada seperti biasa menaiki kendaraan umum untuk menuju ke kantornya, saat sedang menunggu sebuah mobil berhenti di depan nada, membuat nada sedikit terkejut


"Ghani" pikir nada


nada menunggu orang yang ke luar dari mobil itu


Rudi" Hay nad, ayo bareng


nada" eh bang Rudi,benar mau bareng sama nada, nanti mba resepsionis nya cemburu loh


Rudi" (tertawa) tenang dia mah udah jinak jadi gak bakal cemburu


nada" dasar bang Rudi ini, ada-ada saja


Rudi" cepat nanti kita terlambat


nada masuk kedalam mobil itu, tanpa dia sadari ada yang memperhatikan nya dengan sangat kesal


"kenapa kamu tidak mengerti perasaan ku, kenapa kamu baik pada mereka namun tidak pada ku " itu lah yang ada di fikiran seorang Ghani


ya orang yang memperhatikan nada adalah Ghani , yang sedari tadi memperhatikan nada dari ke jauhan


ghani kembali ke kantornya dengan perasaan yang tidak karuan, membuat dirinya menjadi kesal


Andi" pak hari ini kita akan ada pertemuan dengan nona Merlin, setelah itu kita akan ada makan siang dengan tuan Dikta dan putrinya


Ghani" batalkan semua pertemuan itu


Andi" tapi pak kita sudah membatalkan pertemuan nya beberapa kali


Ghani" batalkan!! saya bilang (bertriak)


Andi seketika langsung terdiam dan merasa ngeri melihat atasannya yang mengamuk itu


Ghani" maaf, batalkan dan jangan pernah tanya kan lagi


Andi" ba...ba... baik pak, sa...saya akan batalkan semuanya


Andi meninggalkan Ghani yang wajah nya masih merah padam karena kesal


setibanya di kantor nad langsung mengerjakan tugasnya agar dirinya bisa meminta izin untuk pergi menemui Ghani di perusahaan nya


setelah selesai nada langsung menyerahkan tugas-tugasnya pada Heru


nada" pak Heru , nada sudah selesai apa boleh nada meminta izin untuk keluar sebentar saja, nada ada sedikit urusan


Heru" baik lah, tapi setelah jam makan siang kamu harus ada di sini, nanti kamu di cariin sama pak Alvin saya yang kena marah


nada" siap bapak Heru yang tampan, baik hati, rajin menabung, tidak sombong dan setia


Heru" nada kamu ini ya, sudah sana pergi (terkekeh)


nada" pak nada sudah cantik belum ?


Heru" astaga nada sudah sana pergi


nada" baik pak, nada pergi


nada berlari menuju ruangannya dan mengambil barang-barangnya


Heru" jangan lupa setelah makan siang, sudah kembali (mengingatkan nada)


nad masuk ke dalam lift dengan terburu-buru,sesampainya di bawah nada langsung mencari taksi untuk dirinya


nada" pak Nugroho company

__ADS_1


supir" baik mba


perasaan nada sudah tidak karuan, sedih,takut,gembira, semuanya berkumpul jadi satu


"haduh jika aku mengatakan padanya dan dia menolak ku bagiamana, ah sudah lah aku coba saja dulu, hasilnya lihat nanti " begitu lah peperangan batin dan juga fikiran nada


sesampainya di Nugroho company nada menuju ruangan Ghani, sesampainya di sana nada melihat Andi yang tengah serius bekerja


nada" pak Andi apa pak Ghani ada ?


Andi" nona nada, saya rasa jangan masuk kedalam dulu, pak Ghani sedang tidak baik


nada" kenapa dia sakit, atau apa ?


Andi" tidak tahu, saya tidak pernah melihatnya Semarah itu


nada" kenapa dia marah ? apa pak Andi membuat salah


Andi" tidak, saya juga tidak tahu, tapi jika nona nada ingin bertemu saya akan beritahu


nada berfikir sejenak


nada" biar saya masuk sendiri saja pak, saya takut bapak yang akan kena marah nantinya


Andi" tapi hati-hati ya nona,jika ada sesuatu bertriak saja biar saya bisa membantu


nada" baik pak


nada berjalan menuju ruangan Ghani , dengan jantung yang berdebar-debar


nada"permisi


nada membuka pintu ruangan itu


Ghani" ada apa lagi Andi (kesal)


Ghani berdiri di depan jendela tanpa melihat ke arah siapa yang datang


nada" sepertinya saya datang di waktu yang tidak tepat


Ghani melihat ke arah pintu dimana nada sedang berdiri di sana dan hendak keluar


Ghani" tunggu, masuk lah


Ghani" ada apa, luka saya sudah sembuh dan kamu tidak perlu bertanggung jawab lagi


nada" bukan karena itu aku kemari, ada yang ingin aku sampai kan, tapi jika kamu berkenan jika tidak maka saya akan pergi


Ghani merasa sangat penasaran dengan maksud nada menemui dirinya


Ghani" ada apa ? katakan


nada berjalan mendekati Ghani yang masih berdiri di dekat jendela itu


nada" em begini, ini em


Ghani" ada apa?


nada" bisa kamu membelakangi ku, agar aku bisa bicara dengan baik, jika melihat mu aku susah untuk berbicara (menundukan kepala)


Ghani" baik lah


Ghani mengikuti perintah nada untuk membelakangi nya


Ghani" kata kan


nada" maaf atas kejadian kemarin, aku tidak seharusnya pergi begitu saja, dan tidak seharusnya aku membuat mu marah seperti kemarin, soal perasaan mu pada ku


Ghani" sudah lupakan dan jangan bahas (hendak berbalik)


nada" jangan berbalik, tetap diam, dan cukup dengar kan aku


Ghani kembali menatap jendela besar itu


nada" masalah pengakuan mu, aku ingin memberi jawaban nya pada mu,jika kamu setuju kamu bisa berbalik kepada ku jika tidak kamu tetap seperti itu sampai aku meninggal kan ruangan ini bagaimana setuju


Ghani mengangguk kan kepala nya


nada"( menarik nafasnya) aku...aku,em aku memiliki perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan,tidak tahu sejak kapan tapi aku benar-benar sudah jatuh hati pada mu (menundukan kepala)


Ghani hanya diam,dirinya tidak menyangka dengan pernyataan nada

__ADS_1


nada melihat Ghani masih menghadap ke arah jendela, nada menarik nafas dan hendak pergi meninggalkan ruangan Ghani


Ghani" kamu mau kemana ?


nada" mau pergi, kamu menolak ku bukan


Ghani berjalan mendekati nada


Ghani" bodoh


Ghani mencium bibir nada, membuat nada sangat terkejut,dan sontak nada langsung mendorong Ghani


nada" kamu


Ghani memeluk nada dengan erat


Ghani" bodoh siapa yang akan menolak mu,tapi kamu benar mencintai ku juga


nada menganggukkan kepalanya,


Ghani" kenapa kemarin meninggalkan aku Hem ?


nada" aku bingung, setelah aku bercerita pada mba nada baru aku mendapat keberanian


Ghani hendak mendekatkan wajahnya pada wajah nada


nada" (menutup mulut) jangan macam-macam aku akan berteriak jika kamu melakukan itu lagi, nanti aku hamil bagai mana ?(kesal)


mendengar perkataan nada, Ghani sontak tertawa terbahak-bahak, ia baru sadar jika kekasih nya saat ini masih sangat polos sekali


Ghani" baik lah, aku tak akan melakukan itu (tertawa)


nada" iya, kata mba Nara tidak boleh melakukan itu


Ghani" umur mu berapa tahun sih ? menurut sekali


nada" dua puluh tiga tahun, memang nya kenapa ?


Ghani" tidak apa-apa tetap seperti ini, oke


nada"(bingung) ya terserah


Ghani mengambil ponselnya dan memvideo call Fahri yang masih terbaring di rumah sakit


Ghani* bro ... apa mom dan dad ada ?


Fahri" mereka belum datang


Ghani* lihat ini (mengarahkan kamera pada nada )


nada" Hay malaikat


Ghani" jangan panggil dia seperti itu (kesal)


Fahri tertawa melihat wajah cemburu saudaranya itu


Ghani* gue mau nagih janji Lo, gue udah nepatin janji gue


Fahri* tunggu gue pulang, mom dan dad bakal bawa gue pulang, gue bakal cerita semuanya ke Lo


Ghani* gue tunggu


Ghani mengakhiri panggilannya tersebut


nada" janji apa?


Ghani" janji untuk membahagiakan kamu, oooo iya kita beritahu mami soal ini


nada" jangan ... mami belum bisa terima jika aku dekat dengan keluarga mu


Ghani" masih marah ?


nada" iya, kita beritahu mba sama mas Alvin saja dulu , soal mami biar kita fikirkan lagi


Ghani" maaf ya, ya sudah kita kasih tahu mba dan mas mu dulu


Ghani dan nada merasa sangat bahagia terutama Ghani yang akhirnya bisa mendapatkan wanita yang sudah menjadi pemilik hatinya itu


___________________________________


TBC

__ADS_1


next


jangan lupa setelah membaca kasih aku like dan komen ya terimakasih


__ADS_2