
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy ...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
rara benar benar merasa kan takut yang luar biasa tubuhnya sampai bergetar ...
ke empat pria itu masih enggan melepaskan Rara walau Rara sudah memohon, kini Rara hanya bisa berpasrah pada takdirnya,
salah satu pria itu menarik Rara kedalam pelukannya
sontak Rara langsung memberontak dan meronta membuat pria itu kewalahan dan melepaskan Rara
rara" tolong biarkan saya pergi, saya mohon, tolong jangan apa apa kan saya
"sepertinya nona ini sangat nikmat, aku suka wanita yang jinak jinak merpati seperti ini " ucap salah satu pria
rara melihat cela untuk iya lari tanpa pikir panjang Rara langsung mengambil ancang ancang dan berlari sekencang kencangnya
namun ke empat pria itu mengejar Rara
rara terus berlari yang entah ke mana iya berlari yang iya lihat malah jalanan itu semakin sepi, dan gelap
ke empat pria itu berhasil menangkap Rara kembali
" mau lari kemana lagi nona, cukup bermain kejar kejaran nya, saat nya kita bersenang senang "
rara" saya mohon, lepaskan saya, saya mohon (menangis)
"nona, jangan takut kami akan mengajak mu bersenang senang dan merasakan surga "
ke empat pria itu tertawa keras membuat Rara semakin ngeri di buat nya
"bunda tolong Rara bunda" batin Rara yang kini sudah pasrah itu
di tempat lain chacha seusai menunaikan salat subuh merasakan hal yang tidak tenang iya merasa jika terjadi sesuatu pada putrinya
namun cha-cha mencoba menepiskan semua itu, karena iya tak mau berfikir buruk tentang putrinya itu
__ADS_1
cha-cha mengambil ponselnya dan melihat tidak ada notifikasi dari sang putri,
"di sana baru jam sepuluh malam, ah mungkin anak itu sudah tidur " batin chacha
namun hatinya semakin tidak tenang setiap kali melihat foto putrinya itu membuat dirinya menjadi gelisah
Abi yang melihat istrinya gelisah pun merasa kan hal yang sama
Abi" Bun
cha-cha" kenapa pa?
Abi" papa gelisah tapi gak tahu kenapa Bun
cha-cha" mungkin hanya perasaan papa saja, coba istighfar pa ....
cha-cha menutupi rasa khawatirnya karena iya tak mau membuat ke adaan semakin kacau
"mas Abi juga ngerasain hal yang sama juga, ya Allah lindungi lah putri kami dari mara bahaya apa pun amin" batin chacha
rara masih bersimpuh memohon pada ke empat pria itu untuk melepaskannya namun ke empat pria itu tetap dengan pendiriannya juga,tidak mau melepaskan Rara
rara hanya bisa menangis, berdoa, dan berharap ada seseorang yang baik mau menolongnya
salah satu pria berjalan mendekati Rara dan menarik rambut rara hingga Rara mendongak ke atas
rara merasa sangat sakit karena rambutnya di tarik dengan kencang sekali
pria itu melepaskan pegangan pada rambut Rara Dangan keras hingga Rara tersungkur
rara mencoba untuk bangun, setelah berhasil Rara mencari cara bagai mana iya bisa lari dari empat pria itu
rara melihat ada kesempatan untuk berlari ke arah belakang nya yang artinya iya akan kembali ke tempat semula namun persetan dengan itu Rara kembali berlari dengan sedikit terpincang pincang
dan ke empat pria itu tetap mengejar Rara tanpa ampun sampai di persimpangan jalan yang sepi, ke empat pria itu kembali menangkap Rara
" sudah cukup aku mulai muak berlarian dengan mu nona plak"
tamparan itu mendarat sempurna di pipi Rara yang sudut bibir Rara mulai mengeluarkan darah
rara merasa sangat sakit dan panas di bekas tamparan itu kini Rara menangis dan tidak ada suaranya
mata Rara sudah mulai berlubang kunang merasakan pusing di kepalanya
pria itu menghempas kan tubuh Rara ke rerumputan Rara sudah terkulai lemas dan tak sanggup untuk membangkitkan tubuhnya lagi
" mari kita mulai permainannya nona" ke empat pria itu tertawa dengan kencang
salah satu pria mau menindih badan Rara sampai sebuah sepatu menempel sempurna di pipi pria itu dan membuat pria itu terguling
__ADS_1
"lepaskan dia brengsek kalian (bertriak) "
rara masih mencoba mengumpulkan tenaga nya namu, belum bisa juga mata nya masih terasa berkunang kunang
pria itu mulai menghajar satu persatu laki laki yang berani menyentuh Rara itu
rara samar samar melihat punggung pria itu
setelah menghajar ke empat pria itu menghampiri Rara yang masih berusaha mengumpulkan tenaganya ...
namun semua nya sia sia Rara tak sadarkan diri, sebelum iya hilang kesadaran Rara melihat jika laki laki itu adalah taya
taya mencoba membangun kan Rara yang tidak sadarkan diri, namun Fahri malah menghajarnya
bug
fahri" lepasin tangan Lo dari kakak gue
bag bug bag bug
fahri melampiaskan amarah nya pada taya dan tidak menghiraukan status taya sebagai om nya
fahri" Lo emang gak punya hati, awas aja Samapi ada apa apa dengan kakak gue gak akan lepasin Lo
fahri mengendong tubuh Rara yang tergeletak di atas rumput itu dan meninggalkan taya yang babak belur
"sabar kak kita ke rumah sakit, kakak akan baik baik saja " gumam Fahri
taya masih menatap punggung Fahri yang berlari menuju ke mobil nya
"semoga dia baik baik saja" batin taya
ya laki laki yang menyelamatkan Rara bukan hanya satu tapi dua
laki laki itu taya dan Fahri
fahri langsung menuju ke rumah sakit karena iya sangat khawatir terhadap Rara yang tak sadarkan diri bahkan bibirnya mengeluarkan darah
"jika terjadi sesuatu pada kakak Fahri akan menghabisi orang itu, kakak tenang saja " gumam Fahri
fahri melakukan mobilnya dengan terburu buru, karena iya saat ini merasa kan takut akan ke hilangan ...
---------------------------------------------------------
TBC
next ya semua
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen kalian di bawah ya,
__ADS_1
terimakasih