
#Kerajaan petir
Dewi petir mencari ke seluruh wilayah kerajaan, dengan terbang begitu cepat, dan mengabaikan pangeran kerajaan es yang telah dia turunkan.
Wooshhh
"Wanita sialan, aku menyesal pernah menyukaimu, parasmu saja yang cantik, akan kubalas perbuatanmu ketika aku berhasil selamat!" teriak pangeran Bing Xuan Ho
"Grrrrr darah..." ucap para vampir
"Pedang, aku harus mendapatkan pedang, aku akan mencari ke istana kerajaan petir." pikir Bing Xuan Ho
Dia terus berlari hingga sampai kekerajaan, tapi diluar dugaan dia malah melihat vampir telah menguasai istana.
"Apa apaan ini!" teriak pangeran Bing Xuan Ho
*******
Para prajurit diistana yang masih selamat bersembunyi di dalam penjara bawah tanah, mereka mengunci pintu masuk, agar para vampir tak menerobos masuk, sedangkan para penduduk dan prajurit diluar penjara bawah tanah, hampir setengahnya telah menjadi vampir generasi keempat.
Para penduduk yang selamat bersembunyi di hutan obat kerajaan, karena ada susunan pelindung yang membuat para vampir tak bisa mendekati hutan obat.
#Penjara bawah tanah kerajaan petir
"Jenderal Tailong, bangunlah kerajaan petir telah menjadi begitu kacau!" teriak para prajurit di dalam penjara bawah tanah
Perlahan jenderal Tailong mulai membuka matanya, tubuhnya yang tadinya terluka parah mulai pulih dengan begitu cepat, rasa sakit yang dia derita mulai menghilang.
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa aku bisa tertidur disini?" tanya jenderal Tailong
"Syukurlah, anda telah sadar, bantu kami menghabisi para makhluk penghisap darah, semua manusia yang telah di gigit oleh jenderal Xiao Fei Ji telah menjadi makhluk penghisap darah, mereka telah menguasai seluruh istana!" ucap salah satu prajurit
"Vampir, iblis berjubah menyebut dirinya sebagai vampir dan..." sebelum menyelesaikan ucapannya, jenderal Tailong mendorong semua prajurit yang ada didepan matanya dengan begitu keras.
Duakkk
Bukkk
"Apa yang kau lakukan jenderal!" teriak para prajurit
"Menjauhlah dariku, jangan dekati aku dengan darah yang mengalir keluar, obati dulu luka kalian, sebelum dekat denganku!" ucap jenderal Tailong dengan air liur yang mengalir keluar dari tubuhnya
"Sialan kenapa aku merasa begitu ingin menghisap darah mereka, apa ini perbuatan iblis berjubah?" pikir jenderal Tailong
"Aaaaaaa." teriak jenderal Tailong sambil menutup kedua telinganya karena di dalam pikirannya hanya terlintas tentang darah manusia, dia hampir dikuasai oleh rasa haus darah yang luat biasa
"Jenderal apa kau tak apa-apa?" tanya salah satu prajurit yang mendekati jenderal Tailong
Duakkk
"Sudah kubilang jauhi diriku!" teriak jenderal Tailong dambil memukul mundur prajurit didepannya
"Aaaaaa." teriak jenderal Tailong
"Siapapun yang tak terluka, yang tak memiliki luka gores sedikitpun, yang tak ada noda darah di pakaiannya, majulah dan bantu aku!" ucap jenderal Tailong
" Baik jenderal." ucap salah satu prajurit
"Apa hanya kau yang tak terluka?" tanya jenderal Tailong
"Ya tuan, hanya aku yang tak terluka." ucap prajurit itu
Jenderal Tailong berjalan masuk ke dalam penjara besi dan berdiri di dekat borgol besi.
"Baiklah kalau begitu cepat bantu aku!" ucap jenderal Tailong sambil
Semua prajurit kebingungan dengan perilaku jenderal, begitu pula seorang prajurit yang tak terluka itu.
"Kenapa kau malah diam?"
"Cepat masuk dan bantu aku mengikat diriku, cepat borgol aku!" teriak jenderal Tailong
"Jenderal apa maksudmu, kenapa aku harus memborgolmu!"
"Aku tak bisa melakukan itu!" teriak prajurit itu
"*** nam Chun, berhenti melawan dan cepat bantu aku!"
"Borgol aku sebelum aku diluar kendali!"
"Hanya dengan borgol ini, aku bisa mengendalikan diriku, cepat sebelum terlambat!" teriak jenderal Tailong
"Ba.. bagaimana anda tahu namaku?" tanya Tainam Chun
"Bagaimana mungkin aku tak mengenalmu, jangan remehkan aku, aku sangat mengenal ayahmu, dan aku juga tahu alasan dibalik tubuhmu yang tak memiliki luka." ucap jenderal Tailong
"Ahhaha, sudah jelas, Tainam Chun hanyalah prajurit yang berasal dari hutan obat kerajaan, dan dia sangat terkenal dengan sifat penakutnya, sudah jelas dia tak terluka, karena memang tak melawan para vampir." ucap para prajurit
Tainam Chun mengepalkan tangannya, karena ucapan para prajurit memang benar.
"Diam kalian!"
__ADS_1
"Jangan dengarkan mereka, dan cepat bantu aku memborgol kedua lengan dan kakiku!" teriak jenderal Tailong
"Jenderal ini bukan salahmu, jangan salahkan dirimu, kau tak perlu memborgol dirimu sendiri, disaat genting seperti ini, seharusnya kau mencari solusi untuk membasmi para penghisap darah itu!" teriak para prajurit
Tainam Chun melangkah mendekat, dia masuk ke dalam penjara besi dan memborgol satu persatu tangan jenderal Tailong
Ceklak
Ceklak(Suara borgol terkunci)
"Hei pecundang, beraninya kau memborgol jenderal kami!" teriak para prajurit yang melangkah mendekat
"Diam kalian, jika kalian berani melangkah mendekat akan kuanggap kalian sebagai penghianat!" teriak jenderal Tailong
"Tapi jenderal." ucap para prajurit
"Tainam Chun hanya mematuhi perintahku, jadi kalian tak boleh mendekat!" ucap jenderal Tailong
Cetak
Cetak
kedua kaki jenderal Taiwu telah diborgol oleh Tainam Chun
"Dasar tak tahu diri, beraninya kau melanjutkan perbuatanmu!"
"Akan kubuat kau menyesal!" ucap salah satu prajurit yang tak terima karena jenderalnya di borgol
Cetak
Tainam Chun memborgol leher jenderal Tailong
Setelah melihat jenderalnya diborgol seperti seorang tahanan, para prajurit semakin tak terima, mereka memaksa mendekati jenderal Tailong, tepat setelah mereka mendekati jeruji besi, tingkah jenderal Tailong mulai berubah, matanya bersinar merah terang, semua prajurit berhenti melangkah karena melihat sinar mata itu.
"Kenapa kau menggunakan mode mengamuk hanya untuk mengusir kami, jenderal berhenti menyiksa dirimu, tolong hilangkan teknik itu dan biarkan kami melepaskanmu." ucap para prajurit
"Apa kalian bodoh?"
"Jenderal dari tadi mencoba mengatakan kalau kalian harus menjauhinya, kenapa kalian malah mendekat!"
"Dia bahkan tak membentuk cakar besi dari tanah, sudah jelas jenderal tak menggunakan mode mengamuk, matanya menjadi merah karena kalian telah mendekat!" ucap Tainam Chun
"Kau pikir kau siapa ha!"
"Apa urusannya kami mendekat, dengan mata merah jenderal!" ucap para prajurit
"Karena jenderal telah terinfeksi gigitan makhluk penghisap darah, lihatlah di lehernya terdapat bekas gigitan!" teriak Tainam Chun
"Kenapa jenderal tak mati?" tanya para prajurit
"Apa kalian tak memperhatikan leher dari semua makhluk diluar?"
"Leher mereka juga terdapat bekas gigitan, itu berarti jenderal juga tergigit oleh makhluk yang sama, tapi entah kenapa, dia masih bisa mengendalikan kesadarannya, asalkan tak mencium aroma darah, tapi kalian malah membuatnya menjadi seperti ini!" teriak Tainam Chun
"Omong kosong aku tak percaya padamu!" bentak para prajurit
Ketika para prajurit memasuki jeruji besi, jenderal Tailong yang tadinya hanya diam karena sedang mencoba mempertahankan akal sehatnya, mulai diluar kendali, dia meronta ronta, sambil berusaha melepaskan diri dari borgol.
"Darahh, berikan aku darah!"
"Huaaaaaa..... Darah...!" ucap jenderal Tailong
"Apa.. apa yang terjadi dengan jenderal.. kenapa gigi taringnya menjadi lebih panjang dari biasanya, dan kenapa dia mengeluarkan liur begitu banyak!"
"Bukanitu yang kukhawatirkan, dia terus berkata darah, dia benar benar mirip dengan makhluk diluar sana!' ucap para prajurit
" Hei cepat pergi dari dalam penjara besi!"
"Biarkan jenderal sendiri di dalam, jangan sampai dia terlepas!" ucap Tainam Chun
Kretakkk
Borgol di leher jenderal Tailong mulai lepas
Kretak
Tangan kana jenderal Tailong mulai lepas
Srettt
Tanggan jenderal Tailong menarik baju besi dari prajurit di dekatnya, lalu berusaha menggigit leher prajurit itu.
"Tidakk.. jenderal lepaskan aku!" teriak prajurit itu
Tainam Chun memasuki jeruji besi, dan memukul tangan jenderal Tailong yang menarik baju besi salah satu prajurit.
"Cepat pergi!" bentak Tainam Chun
"Ba.. baik!" ucap prajurit itu
Semua prajurit yang lain ikut pergi karena takut dengan jenderal mereka, sedangkan Tainam Chun malah tak bisa melarikan diri karena jenderal Tailong berhasil melepaskan borgol di tangan kirinya.
Cetakk
__ADS_1
Srett
Tepat sebelum Tainam Chun keluar, jenderal Tailong menarik baju besinya dengan satu tangan, ketika sudah dalam jangkauannya, jenderal Tailong menotok leher Tainam Chun hingga membuatnya tak bisa bergerak, ketika Tainam Chun jatuh kebelakang, dia langsung memegang tubuhnya, dan mencoba menggigit leher Tainam Chun.
"Jenderal, sadarlah ini aku!" teriak Tainam Chun
"Kenapa gerakan jenderal Tailong berbeda dengan makhluk diluar sana?" pikir para prajurit
Tepat sebelum giginya menyentuh leher Tainam Chun, jenderal Tailong menghentikan gerakannya, dia mencoba melawan rasa haus darahnya, lalu mendorong Tainam Chun menjauh darinya
Bukkk
"Cepat keluar, dan kunci aku di dalam jeruji besi ini!"
"Aku tak bisa menahan lebih lama lagi, cepat!" teriak jenderal Tailong
Tanpa rasa ragu Tainam Chun langsung keluar dari penjara besi, dan mengaktifkan susunan pelindung di sekitar penjara besi.
Kreattt kreatt
jeruji besi kini dilapisi tekanan listrik yang sangat tinggi, jika jenderal Tailong melepas semua borgolnya, dia tak akan bisa keluar dari jeruji besi.
#Wilayah istana kerajaan petir
Dewi petir merasa terganggu dengan pemandangan di luar istana, sejauh mata memandang, hanya terlihat mayat manusia, dan para vampir generasi keempat yang berkeliaran.
Karena merasa terganggu, Dewi petir menghanguskan semua vampir dan mayat manusia yang tergeletak di luar istana.
Duarrr
Jederrr
Jederrr
"Woi wanita sialan, kau hampir mengenaiku!" teriak pangeran Bing Xuan Ho
"Hoo kau masih hidup ya, kupikir sudah mati." ucap Dewi petir
Dewi petir menunjuk kearah pangeran Bing Xuan Ho, dan berkata. " Menyingkirlah jika kau masih ingin hidup!"
"Wanita gila apa kau ingin menyambarku!" teriak pangeran Bing Xuan Ho
"Ku hitung sampai 3, 1 ... 2... 3..!" ucap Dewi petir
Jederrrrrr
Duarrr
Brakkk
"Woi kau benar-benar ingin membunuhku ya!" teriak pangeran Bing Xuan Ho
"Lihatlah kearah mana aku menyambar!"
"Kalau aku ingin membunuhmu, aku sudah memanggangmu dari tadi!"
"Aku tak perlu menghitung sampai tiga." ucap Dewi petir
Ketika asap bekas ledakan sambaran petir telah menghilang, pangeran Bing Xuan Ho melihat ke arah petir menyambar, ternyata tempat petir menyambar itu terhubung dengan penjara besi yang mengirung jenderal Tailong.
"Dialah sumber dari kekacauan ini!" ucap Dewi petir sambil menunjuk kearah jenderal Tailong
Dewi petir mengira jenderal Tailong sebagai penyebab munculnya vampir generasi keempat, bukan tanpa alasan, ini semua karena jenderal Tailong telah menjadi vampir generasi ketiga, manusia yang dia gigit bisa menjadi vampir generasi keempat.
Atap dari penjara bawah tanah telah hancur oleh sambaran petir, dan Bing Xuan Ho yang berlumuran darah akibat diserang ratusan ribu vampir, darahnya terus menetes daei luka disekitar pergelangan tangannya, kini pangeran Bing Xuan Ho berada tepat diatas lubang dekat penjara besi yang mengurung jenderal Tailong, karena mencium aroma darah dari pangeran Bing Xuan Ho jenderal Tailong semakin menggila.
Kretakkk
Kretakkk
Kedua kaki jenderal Tailong telah lepas dari borgol, dia menghancurkan semua borgol yang berada dikedua kakinya dengan kedua tangan yang telah terlepas dari borgol, setelah melepas semua borgol, dia meloncat keluar jeruji besi.
Wossshh
Tapp(Suara kaki menginjak ke tanah)
"Darah... " ucap jenderal Tailong yang telah berdiri tepat di depan pangeran Bing Xuan Ho
"Dewi cepat basmi vampir didepanku!"
"Dia terlihat lebih berbahaya dibandingkan vampir yang lain!" teriak Bing Xuan Ho
"Tanpa kau perintahkan, aku tetap akan membasmi vampir didepanmu!" ucap Dewi petir
"Sial kenapa aku tak bisa mengendalikan diriku." pikir jenderal Tailong
Bersambung....
#
**Makasih buat semua yang like dan komen, tolong tinggalkan komentar ya jangan sepi, author jd merasa sepi tanpa bacotan kalian, eh maksudnya ucapan kalian wkkwwkks, terus dukung author ya, dari tadi pagi yang komen dan like dikit jd males up banyak.
btw makasih ya yang sudah dukung novel ini, terus dukung author ya dengan like dan komen disetiap Chapter**.
__ADS_1