Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 179 : Kembali ke istana es


__ADS_3

Saat Xiao Tian sedang melirik ke arah atap menara istana, Siluman rusa raksasa yang kehilangan kendalinya berusaha menancapkan trisula emas ke arah Xiao Tian.


Namun serangannya di tahan oleh golem es raksasa milik putri Jia Li.


"Terima kasih Lily, sekarang serahkan sisanya kepadaku." Xiao Tian berbalik arah menghadap siluman rusa raksasa.


Saat ingin melompat dari posisinya sekarang, Putri Jia menahan pundak Xiao Tian. Dengan senyuman manis di wajahnya, dia pun berkata,


"Biar aku saja yang menghajarnya."


"Tapi ... ," belum sempat Xiao Tian menyelesaikan kalimatnya, putri Jia Li memasang wajah juteknya.


"Serahkan saja sisanya padaku, Kau cukup lihat dan amati kekuatanku yang sekarang."


"Ba ... baiklah," ucap Xiao Tian.


Dengan penuh nafsu putri Jia Li mengendalikan ribuan golem es raksasa miliknya untuk mengeroyok siluman rusa raksasa.


"Hajar terus, jangan beri ampun!"


"Siapapun yang berani mengganggu kebersamaanku dengan Yanyan, harus merasakan akibatnya!" ucap putri Jia Li sambil mengendalikan pasukan golem esnya.


Setelah dihajar habis-habisan sampai tak sadarkan diri, siluman rusa raksasa kembali ke ukurannya yang semula.


"Cih, itulah akibat karena berani mengganggu Yanyan kecilku."


"Aku tak menyangka, Lily bisa menjadi sekuat ini hanya karena menelan pil suci," ucap Xiao Tian sambil menatap ke arah putri Jia Li.


"Tidak, ini bukan karena pilnya. Pil suci tak akan memberikan efek apapun terhadap tubuh wanita suci. Satu-satunya efek yang kami terima yaitu bertambahnya umur kami. Itulah yang tertulis di catatan penelitian di istana es," sambung putri Feng Yin.


"Tak kusangka kau bisa mengetahui hingga ke tahap itu." Xiao Tian menatap ke arah putri Feng Yin yang berada di salah satu pundak golem es raksasa milik putri Jia Li.


"Seorang putri harus pandai dalam mengumpulkan informasi," ucap putri Feng Yin sambil mengeluarkan buku catatan penelitian dari dalam pakaiannya.


"Darimana kau mendapatkan catatan itu?" tanya Xiao Tian.


"Itu rahasia, kalau kau ingin mengetahui isi dari buku ini maka cepat antarkan aku ke kerajaanku."


"Baiklah, aku akan mengantarkanmu. Tapi berikan buku itu terlebih dulu!" Xiao Tian melompat mendekati putri Feng Yin.


Tepat saat Xiao Tian berada di hadapannya, dia langsung memasukkan kembali buku tersebut ke balik pakaiannya.


"Apa kau akan menggeledah pakaian seorang gadis?" ledek putri Feng Yin.


"Akan kulakukan itu jika perlu!" belum sempat menyentuh pakaian putri Feng Yin, kerah bagian belakang Xiao Tian ditarik oleh sapah satu golem raksasa milik putri Jia Li.


"Apa yang mau kau lakukan, Yanyan!" putri Jia Li menatapnya dengan tatapan kesal.


"Tunggu Lily, aku bisa menjelaskan semuanya ."


"Kau salah paham,"


"Kalau tak percaya, tanyakan saja pada putri Feng Yin," ucap Xiao Tian.


"Baiklah, Apa benar tak terjadi apa-apa diantara kalian?" tanya putri Jia Li.


"Dia berbohong, tadi dia ingin menggeledah pakaianku," jawab putri Feng Yin.


Seketika raut muka putri Jia Li terlihat sangatlah kesal, dengan nada kesal dia pun berkata,

__ADS_1


"Yanyan!"


"Aku membencimu putri Feng Yin." Xiao Tian menatap putri Feng Yin dengan tatapan kesal.


"Bweee," ledek putri Feng Yin sambil menjulurkan lidahnya.


########


Setelah urusannya di kerajaan siluman rusa telah selesai, Xiao Tian kembali ke penjara bawah tanah untuk membebaskan semua tahanannya. Dari jenderal, penasehat hingga semua raja siluman dia bebaskan tanpa terkecuali.


"Apa maksudnya ini?"


"Bahkan belum ada satu hari sejak kau mengurung kami, kenapa kau membebaskan kami secara tiba-tiba?" tanya Hua Zhou.


"Jangan banyak tanya, berterimakasihlah pada wanitaku karena mengampuni kalian. Ingatlah, jika kalian mengacau lagi. Aku akan menghabisi kalian semua tanpa terkecuali." Xiao Tian mengeluarkan hawa membunuh yang dia tunjukkan ke arah Hua Zhou dan keempat raja siluman yang lain.


Sebelum meninggalkan kelima raja siluman, Xiao Tian memberikan pil pemulih energi yang dia dapatkan dari cincin ruang putri Jia Li.


"Tunggu!"


"Kami tak terima diperlakukan seperti ini, kau pasti menyelipkan racun di dalam pil pil ini kan?" tanya Lan Lu.


"Terserah kalian mau mencoba pil itu atau tidak, aku hanya meninggalkan delapan buah pil untuk ketiga jenderal dan lima raja siluman. Jika kalian tak ingin menelannya maka buang saja pil pil itu." Xiao Tian berjalan meninggalkan penjara bawah tanah.


"Tunggu!" Lan Lu menelan pil pemulih energi tanpa rasa ragu.


Melihat Lan Lu menelan pil tanpa rasa ragu keempat raja siluman ikut menelan pil tersebut. Meski mengira pil tersebut beracun, mereka tetap menelan pil tersebut tanpa rasa ragu.


Melihat raja mereka menelan pil dari Xiao Tian, ketiga jenderal siluman juga ikut menelan pil tersebut. Para penasehat kerajaan panik akan kejadian tersebut,


mereka berpikir bahwa pil tersebut beracun dan akan merenggut nyawa raja mereka.


Setelah melihat semua raja dan ketiga jenderal siluman menelan pil mereka, Xiao Tian melemparkan kunci sel kepada penasehat kerajaan. Kemudian dia mengaktifkan gulungan teleportasi untuk kembali ke istana es.


Terhitung lima menit sejak menghilangnya Xiao Tian, luka di tubuh kelima raja dan ketiga jenderal siluman perlahan lenyap dan tenaga mereka juga mulai kembali.


Para penasehat kerajaan dikejutkan akan hal itu, semua dugaan mereka meleset. Ternyata pil yang Xiao Tian berikan malah mempercepat proses pemulihan luka para siluman.


"Apa maksud semua ini?"


"Apa manusia itu mengasihani kami!" ucap raja siluman angsa.


"Cukup, seharusnya kalian berterimakasih karena dia mengampuni nyawa kita. Dia juga mengembalikan kerajaan kita," ucap Hua Zhou.


"Cih, aku benci berhutang nyawa pada seseorang. Mulai sekarang aku akan terus mengikuti manusia itu, tak ada lagi kerajaan siluman kelinci. Yang ada hanyalah kerajaan Xiao Tian," ucap raja siluman kelinci.


"Aku ikut denganmu, mulai sekarang rajaku adalah Xiao Tian. Dan seluruh rakyatku akan berseru atas nama dirinya." Lan Lu berjalan mendekati raja siluman kelinci.


"Cih, apa otak kalian telah dicuci?"


"Sampai kapanpun aku tak akan tunduk kepada manusia itu."


"Kau juga setuju denganku kan, raja siluman Angsa?" tanya raja siluman rubah.


"Tentu saja, aku akan mengikuti suara terbanyak," jawab raja siluman angsa.


Sejak saat itu kelima kerajaan telah tunduk kepada Xiao Tian sepenuhnya. Hanya kerajaan siluman rubah putih yang masih berpegang teguh untuk membalas Xiao Tian.


########

__ADS_1


#Istana Es


Setelah Xiao Tian sampai di istana es, Putri Jia Li langsung membawa Xiao Tian ke ruang pengobatan. Dia meminta Xiao Tian mengobati Kaibo dan para siluman harimau yang terluka parah. Setelah melihat keadaan mereka, Xiao Tian langsung pergi mencari bahan-bahan herbal untuk mengobati Kaibo beserta para siluman harimau yang terluka parah.


Putri Jia Li dan putri Feng Yin membantu Xiao Tian mencari bahan herbal. Bahan herbal yang mereka cari yaitu akar duri naga, gingseng merah delima, dan batang sisik salju.


Xiao Tian ingin mencoba resep baru, yang berfungsi untuk memulihkan energi qi dan kekuatan roh sekaligus menghilangkan semua bekas luka.


Setelah semua bahan telah terkumpul, dia pun mulai meraciknya memakai tungku alkemis. Setelah beberapa saat Xiao Tian berhasil meracik pil yang dia inginkan. Dia memberi nama resep barunya itu dengan sebutan pil penyambung nyawa.


#### Istana kerajaan rubah putih


Raja siluman rubah putih kembali ke ruang singgasana dengan dipenuhi amarah, dia mengacaukan ruang singgasananya sendiri sambil berteriak.


"Aaaaaa, beraninya kau meremehkanku manusia!"


"Lihat saja nanti, aku pasti akan menghabisimu meski harus mengorbankan nyawaku."


Ketika ingin melemparkan pot bunga yang menjadi hiasan di singgasananya, dia mendengar suar misterius.


"Apa kau ingin kekuatan?"


"Aku akan memberikannya padamu."


"Siapa kau!"


"Dimana kau?"


"Kenapa suaramu terngiang di kepalaku!" teriak siluman rubah putih.


"Aku ada di belakangmu." Raja siluman rubah putih membalikkan badannya menatap ke arah sumber suara misterius.


Dia melihat orang misterius yang menutupi seluruh bagian tubuhnya dengan memakai jubah hitam yang sangat panjang.


Dengan nada misterius dia berkata,


"Kau tak perlu tahu siapa nama asliku, tapi semua orang memanggilku nomor lima."


"Aku kemari untuk menawarkan kekuatan kepadamu, tapi kekuatan yang kuberikan akan berdampak buruk bagi tubuhmu."


"Jika kau tak bisa mengendalikan kekuatan yang kuberikan, maka kau akan menggila seperti makhluk liar yang haus darah."


"Apakah kau tertarik?"


"Apa kau bercanda?"


"Bagaimana mungkin orang sepertimu bisa memberiku kekuatan yang sangat dahsyat, pergilah dan cari orang lain yang bisa kau tipu." Raja siluman rubah putih tak mempercayai ucapan orang misterius yang ada di hadapannya.


"Sayangnya aku memaksa." Dari mulut orang misterius tersebut muncul tombak hitam panjang yang melesat merasuki tubuh raja siluman rubah putih dengan kecepatan tinggi.


"Apa yang kau?" ucap raja siluman rubah putih sambil melihat dadanya yang telah tertusuk tombak misterius.


Ketika ingin melihat ke arah orang misterius yang menyerangnya memakai tombak hitam, Raja siluman rubah terkejut karena orang misterius yang dia cari lenyap tanpa jejak.


"Sebenarnya siapa orang itu?"


"Dan benda apa yang dia masukkan ke tubuhku?" pikir raja siluman rubah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2