Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 157 : Tailing Zen vs Xiao Tian


__ADS_3

Tubuh Tailing Zen Menghitam, kuku-kukunya memanjang dan terlihat tajam. Matanya menguning, dan keluar aura hitam di sekujur tubuhnya.


Kultivasi Xiao Tian saat ini hanyalah seorang jenderal petarung bintang 1, sedangkan Tailing Zen seorang Dewa petarung bintang 3.


Lawanmu terlihat begitu kuat, apa kau memerlukan bantuanku?" Tanya Dewa Petir.


"Tidak, ini pertarunganku."


"Aku akan membutuhkanmu saat melawan raja iblis Lanbing nanti."


"Hari ini kau sudah merasukiku satu kali. Jika kau merasukiku sekali lagi, maka aku harus menunggu sampai besok agar kau bisa merasukiku lagi." jawab Xiao Tian lewat telepati.


Xiao Tian menolak bantuan Dewa Petir, karena dia tak ingin menunda pertarungan melawan raja iblis Lanbing. Dia ingin segera terjun menyelamatkan putri Jia Li dan putri Feng Yin, setelah mengalahkan Tailing Zen.


Xiao Tian berencana untuk meminta bantuan Sunlong, akan tetapi hal di luar dugaan telah terjadi. Dia tak bisa meminjam kekuatan Sunlong sedikitpun. Karena hal itu Xiao Tian pun bertanya kepada Sunlong melalui telepati.


"Sunlong, kenapa kau memutuskan energi qi mu?"


"Apa kau masih marah padaku?" tanya Xiao Tian.


"Aku tak bisa memutus aliran qi milikku. Semua itu terjadi karena ada kekuatan lain yang mengganggu ikatan kita."


"Aku adalah roh beladirimu. Tanpa perlu meminta ijinku, kau seharusnya bisa meminjam sebagian kecil kekuatan qi milikku. Satu-satunya yang tak bisa kau lakukan tanpa campur tanganku adalah memiliki kekuatanku secara utuh, dan mengontrol penuh tubuhmu ketika aku merasukimu." jelas Sunlong.


"Kekuatan lain?"


"Apa ini adalah efek dari bola sinar hitam yang waktu itu?" pikir Xiao Tian.


Ketika Xiao Tian sedang dilanda kebimbangan, Tailing Zeng menyerangnya terlebih dulu. Dia menghilang dari tempatnya berdiri lalu muncul di hadapan Xiao Tian yang masih terdiam.Dia berniat mencabik-cabik tubuh Xiao Tian. Namun sebelum kuku-kuku tajamnya mengenai Xiao Tian, Xiao Tian menghindari serangan kejutan Tailing Zen dengan melompat mundur.


"Apa yang terjadi denganmu?"


"Mana keberanianmu tadi?"


"Bukankah kau ingin melawanku, manusia?" tanya Tailing Zen.


"Cih, jika terus begini, aku bisa tewas di tangan Tailing Zen. Apakah aku harus meminta bantuan Dewa Petir?"


"Tapi, kalau aku gunakan bantuannya sekarang, aku tak akan berkutik saat raja iblis Lanbing muncul." pikir Xiao Tian.


Tailung menghilang, lalu muncul di belakang Xiao Tian dalam waktu sekejap mata.


"Kalau kau tak ingin melawan, maka akan kuhabisi kau sekarang juga." tegas Tailing Zen.


Tailing Zen memukul punggung Xiao Tian sekeras tenaga, Xiao Tian mengaktifkan teknik tempurung naga untuk meminimalisir dampak pukulan Tailing Zen.


Duakkk


Xiao Tian terpental maju karena punggungnya dipukul dengan begitu keras. Tailing Zen menghilang dari posisinya, lalu muncul jauh di depan Xiao Tian dan memukul mundur tubuh Xiao Tian yang terpental ke arahnya dengan memakai punggung tangan kanannya.


Duakk


Xiao Tian mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya, lalu menancapkan pedang ke daratan es agar tak terus terpental jauh.


Cleb


Sreakkk


Pedang Xiao Tian meninggalkan bekas goresan di daratan es, karena menahan tubuhnya yang terpental mundur karena pukulan Tailing Zen.


Xiao Tian batuk darah karena menerima pukulan telak di bagian perutnya. Teknik tempurung naganya hanya mengurangi dampak pukulan Tailing Zen yang dia terima.

__ADS_1


"Sial, bahkan dengan mengaktifkan teknik tempurung naga sekalipun, dampak pukulan yang kuterima masih cukup menyakitkan." ucap Xiao Tian dengan darah yang menetes keluar dari mulutnya.


"Sunlong, apa kau menunggu aku mati disini!"


"Cepat rasuki aku, dan bantu aku melawan Tailing Zen!" ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Sejak tadi aku mencoba merasukimu, tapi ada kekuatan aneh yang terus menghalangiku."


"Energiku kali ini, tidaklah cukup untuk melawan kekuatan aneh ini."


"Bersabarlah." jelas Sunlong.


"Apa tak ada cara lain, selain mencoba merasukiku?"


"Bisakah kau memberikan sebagian kekuatanmu?"


"Tolong pikirkan sesuatu!" ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Minta saja Dewa petir merasukimu!" jawab Sunlong.


"Cih, sepertinya tak ada pilihan lain." pikir Xiao Tian.


Xiao Tian melirik ke arah Dewa Petir yang sedang duduk santai di samping tubuh Tailung yang tertindih reruntuhan menara.


"Yo!" ucap Dewa Petir sambil menyapa Xiao Tian yang melirik ke arahnya.


"Dewa kampret, aku memang menolak bantuannya tadi, tapi apa-apaan dengan sikap santainya itu." pikir Xiao Tian.


Ketika perhatian Xiao Tian teralihkan oleh Dewa Petir, Tailing Zen mengeluarkan tombak perak dari telapak tangan kirinya. Dia mencabut tombak tersebut, dan melempar tombak itu ke arah Xiao Tian dengan menggunakan tangan kanannya.


Tepat ketika tombak tersebut bepum mengenai tubuh Xiao Tian, Dewa Petir telah merasuki tubuh Xiao Tian.


Kini semua gerakan tubuh Xiao Tian dikendalikan oleh Dewa petir secara penuh.


Ketika menyentuh telapak tangan Xiao Tian, tombak tersebut hancur hingga menjadi debu.


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa dia mendadak sakti?" pikir Tailing Zen.


"Hahahahah, bersiaplah akan kehancuranmu, Tailing Zen!"


"Jangan pikir kalau aku kemari tanpa rencana apapun. Alasan mengapa aku begitu menghormatinya, dan alasan dibalik kepercayaan diriku akan kememanganku kaoi ini adalah manusia yang sekarang kau lawan."


"Bersyukurlah karena kau akan melihat keganasan tuan pendekar yang telah bertarung serius." ucap Tailung dengan tubuh yang masih tertindih oleh reruntuhan menara pengawas.


"Cih, diam dan lihatlah dengan baik."


"Akan kubungkam manusia yang kau panggil dengan sebutan tuan pendekar." ucap Tailing Zen.


Tailing Zen menghilang dari tempatnya, lalu muncul dihadapan Xiao Tian dalam sekejap mata. Dia berusaha memukul tubuh Xiao Tian, namun Xiao Tian menahan pukulan Tailing Zen dengan telapak tangan kanannya.


Karena merasa bahwa pukulannya tak berhasil melukai Xiao Tian, dia menghilang lagi dari hadapan Xiao Tian. Lalu muncul di belakang punggung Xiao Tian dalam waktu sekejap mata. Tailing Zen menendang punggung Xiao Tian sekeras tenaga, namun Xiao Tian tak bergerak sedikitpun. Karena merasa pukulannya tak memberi dampak sama sekali, Tailing Zen menghilang lagi, lalu mencoba menyerang Xiao Tian dari segala arah.


Tailing Zen terus memukul, menendang tubuh Xiao Tian sekeras tenaga dari segala arah. Namun srangannya tak berdampak sama sekali. Karena merasa bahwa serangannya tak berguna, dia pun melompat mundur.


Ketika sedang mencoba menjaga jarak dari tubuh Xiao Tian, Xiao Tian tiba-tiba saja menghilang dari pandangan Tailing Zen.


Dia muncul tepat di belakang punggung Tailing Zen yang masih berada di atas udara karena baru saja melompat mundur.


"Kemana perginya, keberanianmu tadi?"

__ADS_1


"Tailing Zen ... ," ucap Xiao Tian.


Tailing Zen tak sempat merespon gerakan tiba-tiba Xiao Tian karena sedang mundur dengan kecepatan tinggi. Xiao Tian mendaratkan serangan yang mematikan dengan menempelkan telapak tangannya ke punggung Tailing Zen. Dari balik Telapak tangannya itu keluar sebuah ledakan dahsyat yang sanggup menciptakan lubang besar di tubuh keras Tailing Zen.


Duarrr


Tailing Zen terpental maju hingga menghantam daratan es. Sebelum Tailing Zen meregenerasi tubuhnya yang telah berlubang, Xiao Tian menghilang dari atas udara dan muncul tepat didekat tubuh Tailing Zen yang tengkurap menghantam daratan es.


Xiao Tian membalikkan tubuh Tailing Zen yang telah terbaring lemas dengan menendang pinggangnya sekeras tenaga.


Setelah posisi tubuh Tailing Zen tidak tengkurap lagi, Xiao Tian mengangkat tubuh Tailing Zen yang terluka parah dengan mencengkeram erat jirah peraknya.


"Katakan padaku, dimana kau sembunyikan tubuh putri Feng Yin dan putri Jia Li!" bentak Xiao Tian.


"Cih, aku tak akan menjawab pertanyaan bodohmu itu. Jika kujawab pertanyaanmu itu, aku yakin kau akan langsung menghabisiku. Setidaknya dengan menutup rapat-rapat mulutku, aku akan tetap kau biarkan hidup." jawab Tailing Zen.


"Jawaban yang cerdas, namun sayangnya jawaban apapun yang kau katakan saat ini, tidak akan merubah masa depanmu." jelas Xiao Tian.


Mata Xiao Tian mengeluarkan sinar berwarna biru, dia menatap mata Tailing Zen yang berada di hadapannya. Lalu melempar Tailing Zen kedaratan es dengan begitu kasar.


Setelah tubuh Tailing Zen terjatuh ke bawah, Xiao Tian mengarahkan telapak tangannya ke arah Tailing Zen. Dari balik telapak tangannya tersebut keluar api putih yang terus keluar hingga membentuk bola api putih raksasa.


"A ... api putih?" Tailing Zen terlihat begitu ketakutan setelah melihat Xiao Tian mengeluarkan api putih dari telapak tangannya.


"Sial, bagaiman bisa seorang manusia bisa memiliki sebuah api suci yang sanggup menghancurkan semua ras."


"Sepertinya aku telah salah memilih lawan bertarung. Bahkan sampai akhir hayatku, aku tak bisa mewujudkan impian besarku." pikir Tailing Zen.


Xiao Tian melontarkan bola api putih raksasanya ke arah tubuh Tailing Zen yang terbaring lemas. Sebelum bola api tersebut mengenainya, Tailing Zen berteriak.


"Sampai jumpa, adik Tailung!"


"Hidup siluman harimau putih!" teriak Tailing Zen dengan tangis di wajahnya.


Duarrrr


Tubuh Tailing Zen hancur menjadi abu. Ledakan panas api putih mencairkan seluruh daratan es beserta tembok perbatasan di markas rahasia kelompok siluman harimau perak. Para bawahan Tailing Zen menjatuhkan senjata mereka, dan menyerahkan diri sejak mengetahui pemimpin mereka telah tiada.


Para siluman harimau yang merupakan bawahan Tailung bersorak gembira atas kemenangan mereka. Beberapa di antarannya membantu Tailung mengangkat reruntuhan menara pengawas yang telah menindih tubuh pemimpin mereka.


Setelah bersorak gembira, mereka menelan pil pemulih energi dan pil penambah darah yang pernah Xiao Tian berikan untuk mengembalikan darah dan tenaga mereka yang telah berkurang banyak.


Tailung pun menelan pil yang pernah Xiao Tian berikan. Namun karena luka yang dia terima begitu parah, dia tak bisa berjalan tanpa bantuan anak buahnya.


Sambil melingkarkan salah satu tangannya ke leher kedua anak buahnya, Tailung berjalan mendekati Xiao Tian.


"Tuan pendekar, kenapa kau membunuhnya?"


"Bukankah kau ingin mengetahui dimana lokasi dimana putri Feng Yin dan putri Jia Li disembunyikan?" tanya Tailung.


Xiao Tian menatap Tailung lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah Tailung. Dari balik telapak tangannya keluar sebuah sinar putih yang menyilaukan mata.


"Apa yang?" Tailung dan semua pasukannya dibuat kaget oleh tindakan Xiao Tian, mereka terkejut karena berpikir bahwa Xiao Tian sedang menggunakan jurus yang sama yang telah menghanguskan Tailung hingga menjadi abu.


Sebenarnya, sinar putih tersebut bukanlah sinar yang sama yang berasal dari api putih. Sinar itu berbanding terbalik dengan kemampuan api putih, dimana api putih dipakai untuk memusnahkan, sedangkan sinar putih digunakan untuk memperbaiki.


Ketika sinar tersebut menyinari tubuh Tailung beserta pasukannya, luka-luka mereka sembuh dalam hitungan detik.


Setelah melihat kesaktian Xiao Tian, para siluman harimau perak, beserta anak buah Tailung memuja Xiao Tian dan memanggilnya dengan sebutan Dewa Obat.


Setelah menyembuhkan semua orang, Dewa Petir keluar dari tubuh Xiao Tian.

__ADS_1


Ketika baru mendapatkan kesadarannya kembali, Xiao Tian dikejutkan dengan pemandangan dimana semua siluman bersujud di hadapannya sambil menyebutnya Dewa Obat.


__ADS_2