Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 557 : Buku aturan turnamen kematian


__ADS_3

Meski samar Hei Bai Wu Chang dapat merasakan sisa dari jiwa raja neraka iblis seribu wajah dari tubuh Xiao Tian, membuat mereka menyipitkan mata dan berkata, "Apa kau telah menyerap roh raja neraka iblis seribu wajah?"


Seketika semua orang tersentak akan pertanyaan dua sosok agung tersebut.


"Apa tuan Hei dan Bai Wuchang baru saja berkata kalau manusia itu telah menyerap raja neraka!" Keributan terdengar di mana mana. Semuanya nampak panik karena tak pernah berpikir kalau ada teknik yang bisa menyerap jiwa hingga mencegahnya untuk dihidupkan kembali.


"Yah ... kurang lebih begitu ... tapi jangan terlalu membesar besarkannya, karena aku hanyalah beruntung karena raja neraka iblis seribu wajah terlalu meremehkanku," sambung Xiao Tian dengan santainya.


"Bahkan jika itu beruntung! Apa perlu sampai menyerap roh nya!" tanya Hei Bai Wu Chang dengan dingin.


"Yah ... memangnya ada larangan menyerap roh orang yang ingin menghancurkan rohku! Bukankah wajar jika aku memutuskan untuk menyerapnya agar dia tak bangkit kembali dan membuat masalah di masa depan!?" tanya Xiao Tian sembari tersenyum.


Roh yang sudah terdaftar dalam turnamen kematian, mendapatkan keabadian yang membuatnya mustahil untuk dihancurkan. Jika roh seseorang dihancurkan oleh orang lain, maka roh orang tersebut akan terlahir kembali di balai pemusatan jiwa, sementara pelaku penghancuran roh di luar jalannya kompetisi akan dijatuhi hukuman berupa siksaan dan dicoret dalam daftar peserta dalam kurun waktu tertentu.


Semua orang mengetahui aturan tersebut karena terpampang jelas di buku panduan yang diberikan saat pertama kali terdaftar, tapi wajar bagi Xiao Tian untuk tak mengetahui aturan tersebut karena dia memang belum diberikan buku itu.


"Menurut aturan di buku ini, kau seharusnya dicoret dari daftar peserta karena telah menghancurkan roh peserta lain saat di luar kompetisi, tapi karena kau belum menerima atau pun membaca isi buku ini, maka kesalahanmu kali ini akan kami abaikan!" Hei Bai Wu Chang memberikan buku aturan kepada Xiao Tian.


"Sebelum kalian pergi, bisakah saya bertanya satu hal?" tanya Xiao Tian sembari menerima buku aturan turnamen.


"Silahkan," jawab Bai Wuchang.


"Berdasarkan apa yang kudengar tadi, apakah tidak masalah jika aku menyerap roh lain saat sedang di dalam kompetisi?" tanya Xiao Tian memastikan.


"Karena tak ada aturan yang melarang hal tersebut, maka jawabannya iya!" sambung Bai Wuchang tanpa ragu.


"Sip! Kalau begitu, mohon bimbingannya ya teman teman!" ucap Xiao Tian sembari menyeringai kejam.

__ADS_1


Serentak saat itu juga, seketika semua peserta yang berada di ruangan tersebut memutuskan untuk menyerah dan menarik nama mereka dari turnamen kematian.


"Ini ... ," Hei dan Bai Wu Chang nampak bingung.


"Karena raja neraka peringkat bawah telah tiada, dan seluruh bawahannya memutuskan untuk menyerah ... maka dengan berat hati kami umumkan bahwa kursi raja neraka ke tujuh telah diduduki oleh Xiao Tian!" Hei Bai Wu Chang mengumumkan hal tersebut setelah berbincang cukup lama.


Setelah menjadi raja neraka yang baru, Xiao Tian memiliki hak untuk menantang para raja neraka lain yang berada satu tingkat di atasnya.


"Perebutan peringkat raja neraka akan terjadi lima bulan dari sekarang, sampai saat itu tiba persiapkanlah dirimu!" Hei Bai Wu Chang memberi tahu dengan tegas.


'Lima bulan ya? Sepertinya itu waktu yang cukup untuk menstabilkan rohku!' Xiao Tian memikirkan kondisi rohnya yang agak kurang stabil karena lonjakan tekanan roh yang ditimbulkan oleh sisa sisa kehendak roh raja neraka iblis seribu wajah.


Sementara itu di kerajaan Api, White Dragon nampak sedang mencengkram leher seorang raja kota yang dicurigai terlibat dalam upacara kutukan pemisahan Jiwa yang diarahkan kepada Su Yan di masa lalu.


"A ... aku benar benar tidak mengetahui maksud ucapan kalian! Tolong lepaskan aku!" Raja kota nampak menggeliat kesakitan. "Sebenarnya siapa sih kalian ini! Kenapa kalian memperlakukan raja kota sepertiku dengan sangat kasar! Apa kalian tidak takut dengan murka raja Api!"


"Pa ... pangeran Su Yan ... kau! Ternyata kau masih hidup?" tanya raja kota dengan air mata yang mengalir.


"Tolong jangan bersikap terlalu keras terhadapnya, bagaimana pun juga dia pernah merawat kita dengan baik!" Su Yan membuka topengnya secara reflek.


"Pa ... pangeran ... kau ada dua!?" Raja kota nampak kebingungan untuk sejenak, tapi kebingungannya segera lenyap tepat setelah kedua tubuh Su Yan meredup hingga terlihat sangat transparan secara bersamaan meski hanya sejenak.


"Seperti yang kau lihat paman, tubuh kami akan segera lenyap jika terlalu lama berpisah! Bisakah kau beri tahu kami cara untuk menyingkirkan kutukan yang memisahkan jiwa kami?" Su Yan bertanya dengan lembut.


"Untuk apa kau bersikap lembut terhadapnya? Apa kau lupa kalau dia adalah bagian dari orang yang bertanggung jawab atas kondisi kita?" tanya evil Su Yan dengan penuh kebencian.


Raja kota terdiam sejenak, dan tak lama setelah itu merubah fisiknya menjadi seekor serigala emas berekor sembilan. Mengejutkan White Dragon dan semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut hingga membuat White Dragon secara reflek melepaskan cengkramannya.

__ADS_1


"Senang melihatmu baik baik saja, pangeran!" ucap Raja kota dengan nada lembut.


"Paman Su Yuan? Bagai mana bisa kau menjadi raja kota?" Evil Su Yan nampak sedih. Sementara Su yan yang tak memiliki ingatan akan wujud serigala di hadapannya hanya bisa terdiam dan bingung.


"Bukankah seharusnya kita merupakan keturunan serigala suci yang terakhir? Bagaimana bisa raja kota menjadi salah satunya?" Su Yan terlihat bingung.


"Semuanya akan menjadi jelas setelah kalian bersatu kembali, untuk pertanyaan yang lain akan kujawab setelah ini ... ," Serigala suci itu mengibaskan ekornya kemudian menempelkan salah satu ujung ekor ke masing masing tubuh Su Yan. Tak lama setelah itu, tubuh mereka bersinar sangat terang dan berakhir menyatu menjadi sosok yang sempurna.


"Jadi siapa kau? Apakah kau Su Yan atau si evil Su Yan?" tanya Dewa Petir sembari menatap ke arah Su Yan.


"Aku keduanya!" Su Yan menjawab sembari tersenyum.


"Senyum bodoh itu ... sudah jelas kau Su Yan! Si Evil Su Yan pasti sudah menghilang benar kan!" Dewa petir menunjuk dengan tubuh mungilnya.


"Apa barusan kau memanggilku bodoh!" Mata Su Yan berubah menjadi kuning keemasan diikuti aura emas yang sangat mendominasi.


"Kiiikkk! Ibu tolong aku!" Dewa Petir mencoba mengambil kesempatan untuk memeluk Black Dragon.


"Haruskah aku membunuhmu!" Black Dragon nampak kesal.


"Tehe!" Dewa petir bersikap sok imut.


"Menyingkir dariku dasar Dewa nakal!" Black Dragon memukul Dewa petir hingga terpental jauh.


"Kau punya teman yang unik ya, pangeran," ucap serigala suci sembari menghela napasnya.


"Yah begitulah ... meski kadang terlalu berisik, mereka cukup bisa diandalkan!" Su Yan tersenyum tenang.

__ADS_1


__ADS_2