Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 436 : Keributan di alam Dewa bagian 2


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk menunda penjelasan tentang Tainam Chun, Kaisar langit bangkit dari kursinya dan berkata,


"Immortal Xiao Tian, katakan padaku. Posisi apa yang kau inginkan di alam Dewa ini,"


"Jika anda berkenan, jadikan aku sebagai penerus Dewa obat menggantikan guruku," jawab Xiao Tian sambil memberi hormat.


"Menggantikan gurumu?"


"Guru yang mana?" tanya Kaisar langit dengan tampang heran.


"Guru masa kecil yang telah memberikan roh legendaris ini kepadaku, Dewa obat Yaopin Shijie," jawab Xiao Tian sambil memberi hormat.


"Ya ... Yaopin Shijie?" para Dewa Dewi terkejut bukan main setelah mendengar ucapan Xiao Tian. Mata mereka terbelalak lalu terdiam sejenak.


Lima detik setelah kedamaian itu, tiba tiba saja para Dewa Dewi tertawa terbahak bahak sambil menunjuk ke arah Xiao Tian.


Karena merasa terganggu dengan tawa para Dewa Dewi, Wu Kong mengeluarkan aura yang mendominasi dan berkata, "Apakah ada yang lucu disini?"


Setelah mendapat tekanan Wu Kong para Dewa pun berhenti tertawa. Namun terlihat jelas kalau mereka masih menahan rasa kesal di balik pandangan mereka.


Ketika Wu Kong menarik kembali auranya, salah satu Dewa yang merasa tidak puas dengan pernyataan Xiao Tian melangkah maju dan berkata.


"Ampun Dewa kera, bukannya aku tak menghormatimu. Hanya saja ... ,"


"Kebohongan yang dibuat olehnya sangatlah tidak masuk akal," ucap Dewa perang Guan Yu sambil memberi hormat.


"Maksudmu?" tanya Wu Kong dengan serius.


"Dewa Yao sudah menghilang sejak dua ribu tahun yang lalu. Bagaimana bisa bocah yang baru berumur dibawah tiga puluh tahun ini menjadi muridnya?"


"Bukankah itu tak masuk akal?" tanya Dewa perang Guan Yu sambil memberi hormat.


Para Dewa Dewi menganggukkan kepala mereka karena setuju dengan pendapat Guan Yu.


"Menghilang dari alam Dewa bukan berarti bahwa dia telah tiada. Apa yang membuat kau yakin bahwa dia tak dapat bereinkarnasi sepertiku?" sambung Xiao Tian dengan senyum di wajah ya.


"Satu satunya yang mengetahui aktivitas roh setelah tiada hanyalah penguasa surga dan neraka. Namun ada larangan keras bagi para penghuni langit untuk mengunjungi mereka tanpa alasan yang jelas. Selain itu, menanyakan dimana jiwa seseorang bereinkarnasi adalah hal tabu bagi mereka," ucap Dewa perang Guan Yu sambil memasang tampang serius.


"Dengan kata lain, kau belum bisa memastikan kalau guruku benar benar menghilang kan?" tanya Xiao Tian dengan serius.


Ketika Xiao Tian baru bertanya kepada Dewa perang Guan Yu, Dewa Houyi melangkah maju dan berkata, "Kami memang tak bisa memastikan hal itu, tapi dua ribu tahun adalah waktu yang cukup lama. Seorang Dewa yang bereinkarnasi biasanya akan menunjukkan diri dengan kekuatan besar dalam waktu yang kurang dari ratusan tahun lamanya,"


"Hmm," Para Dewa Dewi menganggukkan kepala mereka karena setuju dengan ucapan Dewa Houyi.


Ketika para Dewa Dewi kembali meragukannya, Xiao Tian mengeluarkan dua jenis api suci tingkat tinggi untuk membungkam gumaman semua orang.


"Aku tak peduli kalian percaya terhadap perkataanku atau tidak. Tapi ... , Apakah kalian masih bisa mencegahku menjadi Dewa obat sekarang?" tanya Xiao Tian sambil memunculkan api hitam dan putih.


Seketika semua Dewa Dewi terdiam karena tak bisa membantah lagi.

__ADS_1


"Bukankah dia masih begitu muda dan baru menjadi pendekar alam immortal?"


"Apa yang Dewa kera ajarkan kepadanya hingga bisa menelan dua api suci sekaligus?" pikir Dewa Guan Yu dengan mata terbelalak.


"Kupikir hanya kultivasinya saja yang memenuhi syarat, hingga kami bisa merebutnya menjadi murid untuk meningkatkan kultivasiku. Metode macam apa yang dia lakukan hingga bisa melahap dua inti api di usia muda seperti itu?" ucap Dewa Houyi ketika sedang melangkah mundur sambil menghela napasnya begitu panjang. Dia kembali ke tempat dia berdiri sebelumnya dengan tampang yang cukup kecewa.


Katika para Dewa sudah kembali ke tempat mereka berdiri sebelumnya, Kaisar langit pun berkata, "Apakah ada yang keberatan lagi?"


Semua Dewa terdiam sejenak, lalu berkata, "Tidak ada lagi, yang mulia,"


"Syarat menjadi Dewa obat adalah menguasai salah satu jenis api suci tingkat tinggi. Hanya dengan menunjukkan api putih saja para Dewa tak akan bisa menolak lagi. Dan bocah ini malah menunjukkan keduanya sekaligus. Dia benar benar diluar ekspektasiku," pikir Kaisar langit sambil tersenyum senang.


"Kerja bagus, muridku," ucap Wu Kong di dalam hati.


Setelah semua dibuat takjub oleh pencapaian Xiao Tian, Kaisar langit mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Xiao Tian lalu berkata, "Immortal Xiao Tin, Karena kau telah memenuhi dua syarat penting untuk menjadi seorang Dewa obat. Maka dengan ini kunyatakan kau sebagai Dewa obat selanjutnya,"


Sinar kuning keemasan terpancar keluar dari dalam telapak tangan Kaisar langit. Sinar tersebut menyinari tubuh Xiao Tian dan terserap masuk ke dalam tubuhnya.


"Selamat bergabung di tatanan kerajaan langit, Dewa obat Xiao Tian," ucap para Dewa Dewi sambil memberi hormat.


Ketika semua orang sedang memberi hormat kepada Xiao Tian, seketika langit di alam para Dewa tertutup oleh awan hitam yang cukup pekat. Suara gemuruh petir yang menggelegar pun terdengar dari segala macam penjuru.


Bersamaan dengan itu, Wu Kong tiba tiba saja menyadari bahwa kloning yang dia tugaskan untuk mengawasi Dian Peng telah benar benar dimusnahkan.


"Ada apa ini?"


"Kenapa langit menggelap dan aura iblis terasa dimana mana?"


"Awan gelap disertai gemuruh petir tiada henti yang memancarkan aura iblis. Tidak salah lagi, ini adalah pertanda kalau seseorang dari ras iblis telah mencapai ranah pendekar alam Dewa. Tapi iblis yang mana?"


"Bagaimana bisa itu terpancar jelas di alam para Dewa?" pikir Kaisar langit dengan tampang khawatir.


Ketika semua orang masih dibuat bingung akan hal tersebut, salah satu penjaga yang berasal dari istana langit muncul dengan teknik teleportasi. Tubuhnya pun penuh tebasan pedang dan tumpahan darah.


Dengan napas terakhir yang dia miliki, penjaga itu mencoba berdiri sambil berkata, "I ... istana langit telah dirampok, semua pusaka Dewa telah dirampas habis,"


Brukkk, penjaga itu terjatuh menghantam awan karena telah kehilangan nyawanya.


Melihat penjaga istana langit tewas tepat di hadapannya, Kaisar langit beserta para Dewa langsung berteleportasi menuju istana langit untuk mengeceknya.


Xiao Tian dan yang lainnya pun menyusul dengan teknik yang sama.


Namun saat mereka baru sampai, istana langit sudah benar benar rata dengan awan. Dan para penjaga sudah tewas tergeletak dimana mana.


"Cari pencuri itu sampai ketemu!"


"Dia pasti belum jauh dari sini!" ucap Kaisar langit dengan tampang kesal.


"Baik yang mulia," Dewa perang Guan Yu dan Dewa Dewi yang lain menyebar ke segala penjuru untuk mencari orang yang mencurigakan.

__ADS_1


Disaat semua baru melesat pergi, Wu Kong mengejutkan semua orang dengan berkata, "Pelakunya adalah Dian Peng, jika kalian melihatnya jangan ragu ragu untuk membawanya kemari,"


"Dian Peng?"


"Bukankah itu putra Dewa petir?"


"Lagipula dia kan baru berumur enam tahun, bagaimana bisa dia ... ," sebelum Kaisar langit menyelesaikan kalimatnya, Dewa petir memotong ucapannya dengan berkata, "Kaisar iblis Jian telah mengendalikan tubuhnya. Sama halnya seperti Dian Zheng, dia juga mengandung darah iblis karena beberapa alasan,"


"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"


"Cepat cari dia ke rumah Dewa petir!" ucap Kaisar langit sambil menatap para Dewa yang belum pergi.


"Baik yang mulia," ucap Panglima Tian Feng sambil memberi hormat.


Wu Kong dan para Dewa pergi mencari ke seluruh wilayah alam Dewa untuk mencari Dian Peng, sementara itu Dewi petir menangkap tangan suaminya dan berkata, "Bisakah kau jelaskan padaku apa maksudmu?"


"Jika kau menghawatirkan Dian Peng maka lepaskan tanganku, dan biarkan aku mencarinya!" ucap Dewa petir dengan tatapan penuh amarah.


Melihat Dewa petir masih marah terhadapnya, Dewi petir pun melepaskan lengannya dan membiarkan Dewa petir pergi.


Wooshh


Saat para Dewa Dewi sudah pergi, Kaisar langit dan Dewi petir terdiam disekitar reruntuhan istana.


Sambil menatap Kaisar langit, Dewi petir pun berkata, "Identitas Tainam Chun sudah diketahui semua orang, tolong singkirkan kontrak jiwamu dariku. Biarkan aku menjelaskan semuanya kepadanya,"


"Maaf karena telah melibatkanmu dalam masalah ini, Dewi petir," ucap Kaisar langit sambil mengambil tanda jiwanya dari tubuh Dewi petir.


Setelah dirinya bebas dari tugas rahasia kaisar langit, Dewi petir pun langsung pergi meninggalkannya.


#Daratan siluman


Tap tap tap


Dian Peng melangkah maju menyusuri daratan gersang yang dipenuhi dengan tengkorak hewan buas.


Disaat baru melangkah beberapa menit di daratan tersebut, para siluman berwujud manusia berkumpul menghadangnya. Di leher mereka terlingkar kalung berbentuk tengkorak kecil yang cukup menyeramkan.


Dengan pedang di tanganya, salah satu dari siluman itu pun berkata, "Wah wah wah, lihatlah apa yang kita temukan disini,"


"Bisakah kalian temukan aku dengan kera Tumpey?" tanya Dian Peng dengan mata merahnya.


"Kalau kami menolak?" tanya Para siluman sambil tersenyum sinis.


"Maka jangan salahkan aku jika bertindak kejam," Dian Peng mengeluarkan pusaka berbentuk bulan sabit, dan melemparkannya seperti sebuah bumerang. Dan dalam sekejap, para siluman yang mengepung kehilangan kepala mereka dan hanya tersisa satu saja.


Srat


"Ro ... roda bulan sabit?"

__ADS_1


"Bagaimana bisa bocah sepertimu memiliki pusaka dari alam Dewa?" ucap siluman itu sambil melangkah mundur dengan mata terbelalak.


"Apakah kau bisa mengantarkanku menemuinya sekarang?" tanya Dian Peng sambil menatap tajam mata siluman dihadapannya.


__ADS_2