Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 113 : Kekacauan di kerajaan petir(Bagian 3)


__ADS_3

#Kerajaan petir


Dewi petir ingin menghabisi para prajurit bersama jenderal Tailong yang dicurigai sebagai penyebab munculnya vampir generasi keempat, namun sebelum petir menyambar mereka, semua petir malah diserap oleh Tainam Chun.


"Apa yang... " ucap Dewi petir


Kreattt kreattt(Suara listrik yang mengelilingi tubuh Tainam Chun)


"Ada apa dengan tubuhku?"


"Kenapa tubuhku masih utuh?"


"Padahal tadi aku sangat yakin semua petir itu mengarah kepadaku." pikir Tainam Chun


"Siapa kau sebenarnya?"


"Kenapa kau bisa menyerap petir dari seorang Dewi!" ucap Dewi Petir


Tainam Chun tak merespon ucapan Dewi petir karena masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Kenapa kau diam saja!"


"Menyebalkan!" ucap Dewi petir


Dewi petir terus mencoba menyambar jenderal Tailong dan prajuritnya, tapi semua petir terus mengarah ke tubuh Tainam Chun.


Jederrr


Jederrr


Kreatttt kreattt


"Sebenarnya kau ini siapa!" teriak Dewi Petir


"Aku adalah prajurit dari kerajaan petir, namaku Tainam Chun, dan seorang prajurit yang bertugas menjaga hutan obat." ucap Tainam Chun


"Baiklah Tainam Chun, jawab pertanyaanku, kenapa kau melindungi seorang vampir, kenapa kau bisa menyerap semua petirku, dan bagaimana caramu menarik semua petirku kearah tubuhmu!" tanya Dewi petir


"Ehm untuk pertanyaan pertama, aku bukan melindungi seorang vampir, aku hanya mencoba melindungi seorang jenderal kerajaan petir, dan untuk pertanyaan kedua dan yang lainnya... sebenarnya aku juga tidak tahu." ucap Tainam Chun


Jenderal Tailong yang masih dikendalikan rasa haus darahnya, terus melangkah mendekati para prajurit.


"Darah... darah... berikan aku darah kalian.. " ucap jenderal Tailong


Tap tap(Kedua tangan jenderal Tailong telah memegang salah satu prajutit yang berdiri didepannya)


"Apakah jenderal akan menghisap darahku?"


Jika darahku bisa mengembalikan akalmu, maka hisap saja sepuasmu." ucap prajurit itu


"Darah... " ucap jenderal Tailong


"Manusia Benar-benar makhluk yang sulit dimengerti, kenapa kalian rela mengorbankan nyawa kalian demi seorang vampir?


" Lihatlah dia ingin menghisap darah prajuritnya sendiri, apa kau akan membiarkannya menginfeksi para prajurit yang berhasil selamat?" tanya Dewi petir


"Jenderal, kendalikan dirimu!" teriak Tainam Chun


"Percuma saja, kau tak akan bisa menghentikannya." ucap Dewi petir


Tainam Chun berlari menuju jenderal Tailong, demi menghentikan jenderal Tailong , dia menendangnya sekuat tenaga, biasanya tendangan Tainam Chun tak akan memberi dampak pada prajurit biasa, itu karena dia hanyalah seorang pendekar tingkat petarung perunggu bintang 1, entah karena apa dia tak bisa berkultivasi untuk menerobos tahap selanjutnya, oleh karena itu dia dianggap lemah, tapi karena tubuhnya telah dilapisi petir, kecepatan dan kekuatannya meningkat tajam.


Tainam Chun menendang jenderal Tailong dengan kaki kanannya, tapi ketika kakinya hampir menyentuh tubuh jenderal Tailong, sesuatu hal yang aneh terjadi, jenderal Tailong yang tadinya berjalan begitu lambat karena tekanan hawa membunuh dari Dewi petir, tiba-tiba bergerak begitu cepat, dia menghilang tepat saat kaki Tainam Chun hampir menyentuhnya, dan muncul kembali tepat di sebelah kanannya. Tainam Chun terus mencoba menendang jenderal Tailong, tapi jenderal Tailong terus menghilang dari pandangan dan muncul di tempat yang sama.

__ADS_1


Wooossh


Sreetttt


"Kenapa kakiku seakan menembus tubuh jenderal Tailong?"


"Padahal dengan kekuatanku sekarang, seharusnya aku bisa menendangnya hingga terpental jauh." ucap Tainam Chun


"Hahahahaha." tawa jenderal Tailong


"Kau pikir kecepatanmu bisa menandingiku?" tanya jenderal Tailong


"Per.. setan dengan darah mereka, akan kuhisap darahmu saja karena berani menyerangku!" ucap jenderal Tailong


"hmmm." ucap Tainam Chun sambil tersenyum


"Kenapa kau tersenyum, apa kau sudah gila?" tanya jenderal Tailong


"Kau lah yang sudah gila jenderal, kembalilah ke dirimu yang dulu!" ucap Tainam Chun sambil menatap jenderal Tailong


"Cih jangan sombong manusia!"


"Jenderal yang kau kenal kini telah hilang!" bentak jenderal Tailong sambil menghapus air mata diwajahnya


"Benarkah, lalu jelaskan air mata apa yang mengalir diwajahmu!" ucap Tainam Chun


"Itu bukan air mata, tapi hanya keringat yang keluar dari mata!" ucap jenderal Tailong


"Mata yang berkeringat ya, aku baru dengar." ucap Tainam Chun


"Terserah kau saja, aku malas meladenimu, diam dan berikan saja darahmu padaku!" ucap jenderal Tailong


Disaat Dewi petir ingin turun menghajar jenderal Tailong, Tainam Chun berteriak bengan begitu keras untuk menghentikannya.


"Jangan ikut campur, aku tak perlu bantuanmu hanya untuk menghentikan jenderal Tailong!" bentak Tainam Chun sambil menatapnya dengan tatapan tajam


"Apa kau tak takut padaku?"


"Kau manusia pertama yang menatapku dengan pandangan seperti itu." ucap Dewi petir


"Untuk apa aku takut padamu!" Bentak Tainam Chun


"Hahaha, menarik, baiklah aku tak akan ikut campur."


"Sebagai gantinya, aku akan memberimu satu tantangan, jika kau bisa membungkam jendralmu itu, maka aku akan membantumu mencarikan cara untuk mengembalikan kesadarannya."


"Kedua, jika kau gagal menghentikan jenderalmu itu, maka aku akan membunuh kalian semua, jangan pikir karena kau bisa menyerap petir, maka aku tak bisa membunuhmu, selain menggunakan petir, ada banyak cara untuk menghabisi kalian, dan untuk menghormati usahamu, aku tak akan memakai senjata Dewa, dan menghabisi kalian dengan tanganku sendiri." ucap Dewi petir


"Tainam Chun jangan dengar wanita itu!"


"Kau tak mungkin mengalahlan jenderal!"


" Dia pasti hanya berbohong, jika dia bisa membunuhmu, kenapa dia tak melakukannya dari tadi." ucap para prajurit


Ketika semua sedang sibuk berdiskusi, pangeran Bing Xuan Ho telah melarikan diri, menjauhi wilayah istana kerajaan.


"Hosh hosh hosh(Nafas terengah-engah)


" Vampir.. Dewi.. atau apapun mereka, aku tak perduli, aku harus segera pergi dari kerajaan ini, dan mencari tabib untuk mengobati lukaku." ucap pangeran Big Xuan Ho


#Kerajaan Angin


Su Yan terbang sambil menggendong Liang Su, dan menghabisi para Demon kong tipe api dengan bola energi yang keluar dari telapak tangannya, bola energi itu berwarna kuning dan merupakan teknik berelemen cahaya.

__ADS_1


Kaibo dan jingmi sedang melawan para iblis Demon Kong tipe api yang telah berevolusi tanpa mengalami kesulitan sedikitpun, si Gendut dan Huanran melakukan kombinasi serangan kuku arwah, dan teknik pedang surgawi, sedangkan Xiao Tian masih sibuk berlatih dan istirahat di dalam ruang hampa, dia menunggu raja neraka meninggalkan gua rahasia, karena tak ingin rahasia tentang relik dimensi diketahui para vampir dan sekte iblis.


Jenderal Feng Long dan putrinya mengalami sedikit kesulitan saat menghadapi para Demon kong tipe api yang telah berevolusi secara sempurna, namun mereka bisa selamat dengan bantuan Su Yan.


Duarrr duart


Srettt srett srett


Kaibo mengendalikan ribuan pedang untuk menebas para Demon kong tipe api yang berada disekitarnya, jumlah Demon kong terus bertambah karena sang summoner belum disingkirkan, dan jingmi masih mengandalkan tempurung iblis beserta teknik jeritan mautnya untuk menghabisi semua lawannya.


Sringg


sringg


sring (Suara ribuan pedang yang menenas tubuh keras para Demon kong tipe api)


Awalnya semua masih dalam kendali, tapi semuanya berubah ketika para Demon kong tipe tanah mulai bergerak.


Jingmi telah dikepung puluhan Demon kong tipe tanah, karena dia meremehkan lawannya, dan terlalu mengandalkan jurus andalannya, dia tak bisa menduga serangan balik yang akan diterimanya, dengan teknik tempurung iblis dia berencana mengurung para iblis di dalam zona kedap suara, hingga dia bisa berteriak sekencang mungkin, sampai para Demon kong terkena dampak jeritan mautnya, namun.. bukannya berhasil mengurung para Demon Kong, semua Demon kong di dalam tempurung iblis malah masuk ke dalam tanah, mereka menembus tanah seperti makhluk yang tak memilki fisik, mereka bisa bergerak begitu bebas ketika di dalam tanah, hingga membuat Jingmi kesulitan menghadapinya.


Kaibo dan yang lainnya juga mengalami hal yang sama, Demon kong yang mereka incar, masuk kedalam tanah dan menghajar mereka dari segala arah.


Bukk bukk bukkk


Kaibo, dan Jingmi telah tertangkap para Demon kong tipe tanah, dan mengalami luka parah, si Gendut mengalami luka parah karena kakinya di pegang oleh tangan Demon kong tipe tanah, dan tubuhnya di sembur oleh para Demon kong tipe api, sedangkan Huanran kesulitan menangani para Demon kong tipe tanah yang menyerang si Gendut dengan begitu keras.


Su Yan yang masih terbang sambil menggendong Liang Su, sedang dalam mode manusia serigala suci, dia bisa merasakan hawa para iblis yang sedang bersembunyi.


Namun ketika dia bergerak, dia dihalangi oleh raja neraka, dia tersenyum saat raja neraka berada tepat dihadapannya.


"Hahahah." tawa raja neraka


"Tak kusangka, ternyata aku bisa bertemu bangsa serigala suci disini." ucap raja neraka


"Vampir ya... , berani juga makhluk rendahan sepertimu menghalangiku!" ucap Su Yan


Shut shut shut


Ribuan panah telah menghujani para Demon kong dari kejauhan tepat di sebelah barat


"Panah dari mana itu?" ucap si Gendut


Meski panah-panah itu tak bisa melukai para Demon Kong, tapi berkan panah itu, pandangan para Demon kong bisa teralihkan oleh serangan itu. semua panah itu membantu Kaibo dan teman-temannya mengatasi para Demon kong tipe api yang telah membuat mereka sedikit kerepotan, sedangkan Demon kong tipe tanah berhasil selamat karena bersembunyi di dalam tanah, dan Demon Kong tipe listrik masih tak bergerak meski terkena ribuan panah, sepertinya mereka hanya bergerak ketika mencapai evolusi sempurna.


Jauh dari arah barat, terlihat ribuan pasukan kerajaan awan, yang datang membantu.


"Kami datang membantu!" ucap para prajurit kerajaan awan


#Kerajaan es


"Apa apaan ini!"


"Kenapa kerajaan es, tak memiliki penghuni satupun!"


"Dan asap hitam apa ini!" ucap Topeng bencana


Topeng bencana merasa terkejut, karena semua penduduk tak terlihat di seluruh wilayah kerajaan Es, hanya bangunan kosong yang ada disana, dan banyak asap hitam yang muncul akibat sambaran petir dari Dewi petir, daratan tempat asap itu keluar masih terasa begitu panas, karena memang kejadiannya belum begitu lama, sedangkan para penduduk meninggalkan kerajaan Es atas perintah raja kerajaan Es, mereka diminta mengungsi hingga keadaan membaik, semua pergi ke kerajaan terdekat, dan raja menyamar menjadi rakyat biasa bergabung bersama para penduduk kerajaan Es.


Alasan raja kerajaan Es memberi perintah meninggalkan kerajaan adalah, agar selamat dari serangan kerajaan lain, kerajaan es tak memiliki prajurit lagi, dan pangeran dari kerajaan es yang merupakan orang terkuat disana telah diculik, sedangkan musuh dari kerajaan es sangatlah banyak, kerajaan es memiliki banyak musuh karena perbuatan bejat pangeran kerajaan es yang suka merampas kebebasan wanita yang dia suka, dan suka menghancurkan banyak kerajaan hanya demi memaksa wanita yang dia inginkan.


#Kerajaan awan


"Tunggu aku pangeran Xiao Tian." ucap Taiwu yang terbang menaiki ribuan naga biru bersama jenderal Huang Cheng dan pasukannya

__ADS_1


__ADS_2