
Hukum Langit, atau kadang disebut juga Dewa hukum langit. Merupakan sebuah keberadaan yang tercipta dari alam atau aturan langit itu sendiri. Keberadaannya terikat oleh alam, dan tak bisa tergantikan. Dia tak hidup, dia juga tak mati.
Keberadaannya terikat dengan takdir serta aturan langit. Meski begitu dia tak memiliki kekuasaan yang mutlak, semua karena hukum serta aturan yang dia tegakkan, hanya mempengaruhi satu makhluk saja. Yaitu Dewa dengan tubuh transenden atau tubuh yang terikat dengan alam Langit. Jika salah satu variabel tidaklah lengkap, maka dia tak dapat menghukum makhluk tersebut tanpa sebuah tenggat waktu.
Itulah mengapa dia tak dapat mengatur Dewa Dewi yang sudah tak terikat dengan istana langit seperti halnya Dewi petir yang telah tereinkarnasi dan memiliki tubuh fana, maupun tubuh Dewa Petir yang telah direkonstruksi oleh makhluk alam atas.
Begitupun Xiao Tian yang masih memiliki fisik fana yang jelas belum terikat penuh dengan alam Langit masih dapat terbebas dari aturan langit itu tersendiri. Meskipun penobatannya sebagai Dewa Obat, sudah mengikat jiwanya hingga sang hukum Langit dapat menegakkan aturannya terhadap Xiao Tian agar kelak menetap di alam Langit, meskipun terdapat tenggat waktu satu tahun.
Dewa Petir menjelaskan semua yang dia ketahui kepada Xiao Tian berdasarkan pengetahuannya ketika waktu mulai berjalan kembali dan mereka berdua sudah berada di kamar Xiao Tian.
.....
Setelah mendengar penjelasan Dewa Petir, Xiao Tian hanya bisa menundukkan kepalanya karena rasa bingung sembari berkata, "Aku mengerti garis besarnya, tapi jika kekuatannya memang sebesar itu, kenapa dia hanya terikat dengan alam Langit saja?"
"Itu karena dia tak ingin mengusik perwujudan hukum yang lain!" Dewa Petir menegaskan.
"Jadi makhluk sekuat itu tidaklah satu?" Xiao Tian tersentak kaget.
"Alam surga diatur oleh hukum cahaya, alam neraka diatur oleh hukum kegelapan, alam bawah diatur oleh hukum kekekalan, alam langit diatur oleh hukum langit. Sedangkan alam lainnya, diatur oleh hukum kehidupan dan kematian."
"Setiap hukum itu punya perwujudan dan aturan tersendiri, namun tak pernah menampakkan diri dan hanya ikut campur dengan memberikan karma baik atau buruk. Fakta bahwa perwujudan hukum Langit ikut campur hingga menunjukkan diri, dan menarik paksa kita dari alam fana sebelumnya, adalah karena kita sudah melebihi batas toleransinya." Dewa Petir menjelaskan dengan begitu serius.
"Kenapa kau tak menceritakan ini sejak dulu!?" Xiao Tian menatap Dewa petir dengan kesal.
"Tahta Dewa Obat tak boleh kosong terlalu lama!?"
__ADS_1
"Jika tidak, wabah penyakit akan melanda alam fana!"
"Jika kau kuceritakan sejak dulu, bukankah kau akan menolak tawaran untuk menjadi seorang Dewa?" Dewa Petir menatap Xiao Tian dengan penuh keyakinan. Sedangkan Xiao Tian hanya bisa mendecih karena perkataan Dewa petir memanglah benar.
Dewa Petir hanya bisa menghela napas saat melihat kekecewaan serta rasa kesal di wajah Xiao Tian. Sementara pandangannya teralihkan oleh cincin ruang Wu Kong yang menyimpan tubuh Biksu Tong.
"Apa rencanamu selanjutnya?"
"Meski kau sudah cukup kuat, namun masalahmu di bumi ini masih sangatlah banyak. Sedangkan waktumu hanyalah sampai satu tahun lagi sebelum terikat dengan alam Langit seutuhnya." Dewa Petir menatap Xiao Tian dengan penuh keseriusan.
"Apakah ada cara untuk melepaskan ikatanku dengan alam Langit?" Xiao Tian nampak sedikit ragu dan kesal akan ketidak berdayaannya.
"Bereinkarnasi, membangkitkan Dewa Obat sebelumnya, dan memintanya untuk menjadi Dewa Obat Lagi. Atau melatih murid pengganti yang memiliki kualifikasi menjadi seorang Dewa Obat."
"Kenapa?" Xiao Tian terdengar bingung.
"Bereinkarnasi beresiko fatal terhadap kultivasimu. Dimana kemungkinan kau akan lahir kembali sebagai seorang bayi, dan hal terburuknya kehilangan memori di kehidupan sebelumnya. Terlebih meninggalkan jabatan Dewa tanpa mencari pengganti adalah sebuah tindakan tak bertanggung jawab. Ingatlah, jika kursi seorang Dewa kosong, maka akan ada karma buruk yang menimpa alam fana!" Dewa Petir menegaskan.
Setelah mendengar penjelasan Dewa Petir, tentunya Xiao Tian pun merasa lega. Karena terdapat banyak jalan agar terlepas dari alam Langit di masa mendatang nanti. Dengan senyum tipis di wajahnya, dia pun berkata, "Baiklah, sudah kuputuskan!"
"Kita akan melanjutkan pencarian relik Kaisar iblis!"
"Tempat mana yang kita kunjungi terlebih dulu?" Dewa Petir menanggapi.
"Kediaman para Vampir!" Xiao Tian menjawab dengan tegas.
__ADS_1
"Bukankah mereka sudah tak menetap di kastil mereka lagi?"
"Ras itu bahkan sudah hancur oleh salah satu Kaisar iblis!" Dewa Petir menatap Xiao Tian dengan penuh keseriusan. "Aku mengerti bahwa kau ingin memprioritaskan penyelamatan ibu Taiwu, tapi dengan informasi yang dangkal mengenai lokasi mereka. Aku takut kita ... ,"
Wooshhh!!!
Sebuah gulungan emas keluar dari dalam cincin ruang milik Wu Kong dan tergenggam di tangan Xiao Tian.
Tap! Xiao Tian membuka dan meletakkan gulungan emas di tangannya lebar lebar dan berkata, "Dewa Kera memberiku ini!"
Gulungan emas tersebut menampakkan begitu banyak goresan tinta yang menggambarkan sebuah peta daratan siluman, daratan vampir, daratan iblis, dan benua elemen. Dimana dalam benua elemen tersebut terbagi menjadi tiga buah wilayah. Daratan Xian Yun, Daratan Elemen, dan Kekaisaran Ning. Awalnya ketiga daratan ini terpisahkan oleh air laut, namun karena air laut yang memisahkannya telah lama kering, ketiga wilayah tersebut pun disimpulkan dengan nama benua elemen. Sedangkan diluar wilayah itu, masih terpisahkan oleh lautan luas.
Peta yang cukup rinci tersebut memiliki beberapa tanda silang merah dan hitam yang telah ditandai secara terpisah. Silang merah terdapat pada daratan siluman, sedangkan silang hitam terdapat pada daratan element, tepatnya kerajaan es.
Bersamaan dengan gulungan peta tersebut, terselipkan catatan kecil yang menjelaskan makna dari simbol silang itu.
'Simbol merah adalah lokasi terakhir sekte pembasmi iblis, mereka sedang berpindah pindah karena guncangan teriakan Dewa Iblis Mo Wang. Memanfaatkan dampak teriakan demi memanen Kaisar iblis yang terluka dan memonopoli kekuatan relik mereka. Simbol hitam, adalah lokasi terakhir para vampir generasi pertama bersembunyi.'
'Dalam kedua kubu itu terdapat reinkarnasi dari dua pecahan guruku, tolong urus mereka untukku!' Demikianlah yang tertulis dalam kertas sisipan yang Wu Kong lipat di dalam gulungan emas.
'Serahkan saja penyelamatan gurumu kepadaku, Dewa Kera!'
'Aku pasti akan membantumu sebisaku!' Xiao Tian tersenyum saat menatap isi catatan kecil tersebut.
Awalnya Dewa Petir bertanya tanya soal alasan mengapa Wu Kong menandai dua buah lokasi itu, dan apa tujuannya memberi Xiao Tian peta tersebut. Namun setelah turut membaca isi catatan itu, barulah dia mengerti bahwa pecahan jiwa Biksu tong berada pada dua kelompok tersebut. Ras Vampir dan sekte pembasmi iblis.
__ADS_1