
Bersamaan dengan aktifnya simbol roh B_bi suci, sebuah lingakaran sihir muncul dibawah kaki Xiao Tian. Lingkaran sihir tersebut terus melebar hingga mencakup wilayah yang cukup lebar.
"Apa ini?"
"Roh B_bi suci memberimu simbolnya?"
"Apakah kau telah mengalahkannya?"
"Dia bukanlah tipe roh yang suka memberi simbol ke orang secara acak," tanya aura pedang dengan tampang panik.
"Aktifkan simbol, aura press!" ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
Bersamaan dengan ucapan terakhir Xiao Tian, pedang aura serta aura kuning keemasan yang menyelimuti perwujudan aura seketika lenyap begitu saja.
"Aura Press dapat menekan semua auraku. Meski kultivasiku masih tinggi, aku dirugikan oleh pedang aura ditangannya."
"Cih, aku tak pernah dibuat malu hingga seperti ini. Sepertinya tak ada cara lain selain menyerah," pikir aura oedang dengan keringat yang bercucuran.
"Jadi, apakah kau percaya kalau aku bisa mengalahkanmu dengan cara lain sekarang?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum.
"Cih, baiklah. Aku mengaku kalah. Katakan apa maumu terhadapku," ucap aura pedang dengan tampang kesal.
"Tidak banyak, aku hanya memintamu untuk mengajarkanku cara untuk menghilangkan pedang auraku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ah, aku lupa soal itu. Pantas dia kembali mendatangiku. Tapi ngomong ngomong bagaimana bisa dia bertahan dengan pedang aura yang aktif hingga sebulan lamanya?" pikir aura pedang dengan heran.
"Jika kau bingung mengapa aku bisa bertahan selama ini, tentu saja karena kekuatan jiwaku tak terbatas," jelas Xiao Tian.
"Tak terbatas?"
"Bagaimana mungkin?"
"Apakah itu kemampuan salah satu simbol roh suci?"
"Simbol yang mana?" tanya aura pedang.
"Roh tikus suci," jawab Xiao Tian secara langsung.
"Bukannya cuman pada hewan?" tanya Xiao Tian dengan heran.
"Sudahlah, lupakan itu. Aku tak mau membahasnya. Dari pada itu, aku jauh lebih tertarik dengan hal lain. Setelah menguasai pedang aura dariku. Apakah kau akan mengalahkan kedua perwujudan aura yang lain?" tanya Aura pedang.
"Tentu saja," jawab Xiao Tian dengan spontan.
"Kalau begitu, kalahkan mereka dengan simbol roh suci dan pedang aura dariku. Buat mereka merasakan apa yang aku rasakan," ucap Aura pedang melalui telepati.
"Dengan senang hati," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.
__ADS_1
"Setiap perwujudan aura memiliki satu buat pedang aura, dan pemilik tubuh hanya berhak memiliki salah satunya. Jika pedang aura milik perwujudan aura iblis dan aura Dewa berhasil dia taklukkan juga, apakah dia akan memepertahankan pedang aura dariku atau memilih salah satu dari kedua pedang itu ya?" gumam aura pedang sambil memasang tampang serius.
"Aku akan mengambil ketiganya," sambung Xiao Tian dengan serius.
"Eh ... apa kau membaca pikiranku!" ucap aura pedang dengan terkejut.
"Dasar payah, kau baru saja menggumamkannya," jawab Xiao Tian dengan tampang datar.
"Begitu ya, haih," ucap aura oedang sambil menghela napasnya.
Setelah menenangkan dirinya, perwujudan aura pedang langsung memasang tampang serius lalu berkata,
"Memilih ketiganya?"
"Itu mustahil, setiap pedang aura memiliki ego masing masing. Kau hanya bisa memanggil salah satu dari pedang itu dan meninggalkan pedang yang lainnya. Mereka tak akan mau muncul di dunia nyata sebelum kau memutuskan pilihanmu."
"Kecuali ... ,"
Ketika belum selesai dengan kalimatnya, Perwujudan aura pedang terdiam sejenak lalu berkata, "Apakah kau mewarisi teknik penyatuan pedang aura juga?" wajahnya terlihat terkejut saat itu.
"Tentu saja punya. Teknik itu tertulis di dalam gulungan langit yang bertuliskan ribuan teknik pengendali aura," jawab Xiao Tian melalui telepati.
Mendengar jawaban Xiao Tian, sang perwujudan aura pedang langsung tersenyum penuh semangat. Setelah itu, dia pun mengajarkan teknik pelenyap, pengatur dan pemanggil pedang aura untuk menghemat kekuatan jiwanya. Xiao Tian merasa harus mempelajari hal tersebut. Semua karena jika dia belum bisa mengendalikan aura pedangnya, dia tak akan bisa menggunakan kemampuan lain yang mengandalkan kekuatan jiwa lagi.
__ADS_1
"Pedang aura memang kuat dan tajam, namun jika aku tak bisa mengontrol kekuatannya. Aku tak memiliki kekuatan jiwa yang cukup untuk terbang atau melarikan diri, karena pedang itu akan terua menyerap kekuatan jiwa yang cukup besar kalau masih aktif," pikir Xiao Tian sambil memasang tampang serius.