
Xiao Tian melepas topeng Dewa untuk menunjukkan wajah aslinya kepada Bai Qian dan kawan kawannya.
Setelah wajah dibalik topeng tersebut terungkap, Bao Si yang tadinya paling berisik dan terlihat ceria langsung pingsan tak sadarkan diri.
Sedangkan Meng Yi dan Bai Qian terdiam kaku dengan mata yang terbelalak begitu lebar. Tubuh mereka gemetar ketakutan karena mengingat rumor yang beredar tentang betapa kejam dan mengerikannya Xiao Tian hingga membunuh immortal suci Xian Yun.
"Kupikir ucapannya tadi hanyalah bercanda, tak kusangka ternyata penolong kami memanglah seorang boronan ternama," pikir Bai Qian sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Aneh sekali, bukankah menurut kabar dia adalah seorang pendekar bengis yang teramat sadis?"
"Bagaimana bisa dia yang menjadi penolong kami?" pikir Meng Yi dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
Xiao Tian tak begitu kaget dengan reaksi mereka, semua didalam perkiraannya karena paham betul seberapa besar pengaruh Xian Yun di daratan itu. Bahkan saking berpengaruhnya, daratan disana pun disebut dengan daratan Xian Yun.
Meski nyatanya lemah, dia begitu di agung agungkan karena berumur panjang dan kultivasinya tak dapat terbaca.
"Ada apa dengan reaksi kalian?"
"Bukankah kalian bilang bahwa kalian sudah siap tadi?" tanya Xiao Tian dengan tampang serius.
Setelah mendengar pertanyaan Xiao Tian, mereka pun menampar wajah mereka sendiri sebagai lambang permintaan maaf atas reaksi mereka. Tamoaran dipipi juga bertujuan untuk memperkuat mental mereka agar bisa mengatakan apa yang ada di dalam pikiran mereka.
"Ma ... maaf tuan, kami tahu bahwa kau telah mengatakan bahwa kau berada di dalam daftar buronan. Tapi kau tak bilang kalau kau menjadi buronan nomor satu didaratan ini," ucap Meng Yi dengan keringat dingin yang menetes keluar dari dahinya.
"Kami benar benar tak mengira kalau tuanlah penyelamat kami, maaf atas kelancangan kami sebelumnya," ucap Bai Qian sambil bersujud dihadapan Xiao Tian.
Karena tak nyaman dengan reaksi berlebihan mereka, Xiao Tian pun menyuruh mereka berhenti bersujud.
"Sudahlah, kalian tak perlu bersujud kepadaku. Aku sudah memaafkan kalian," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
Melihat reaksi Xiao Tian yang berada diluar perkiraan mereka, Bai Qian dan Meng Yi pun semakin kebingungan. Karena apa yang terdengar di dalam rumor benar benar berbanding terbalik dengan kenyataanya.
"Aneh sekali, kenapa dia begitu mudah memaafkan?"
"Kupikir dia tak mempunyai hati nurani," pikir Bai Qian sambil mengerutkan dahi.
"Apa dia benar benar Xiao Tian sang pembunuh immortal?"
__ADS_1
"Kenapa sifatnya berbeda dari yang dikatakan rumor?" pikir Meng Yi sambil mengerutkan dahi.
Karena tak nyaman dengan reaksi bingung di wajah mereka, Xiao Tian pun berkata,
"Apa yang kalian dengar tentangku tak sepenuhnya benar. Sekte pembasmi iblis sengaja menyebarkan keburukan tentangku hanya untuk menyebarkan kebencian terhadapku. Namun bukannya benci, nyatanya yang melihatku malah pada takut. Rasa kagum semua orang terhadap Xian Yun masih kalah dengan rasa takut mereka terhadapku. Benar benar ironi bukan?" sambung Xiao Tian sambil menghela napas.
"Oh iya, sekte ini sudah sepenuhnya berada di bawah kendakiku. Mulai sekarang tak akan ada lagi sekte sesat yang mengorbankan tubuh seorang manusia demi memperkuat kultivasi lagi," jelas Xiao Tian sambil menghela napas.
Mendengar ucapan Xiao Tian, Bai Qian tiba tiba langsung bersemangat. Rasa takut yang ada di dalam pikirannya seketika menghilang.
Dengan wajah yang penuh semangat, dia pun berkata,
"Be ... benarkah itu?"
"Apakah kau tak berbohong?"
"Sekte ini benar benar telah dimusnahkan?" ucap Bai Qian dengan penuh semangat.
"Sekte ini dilindungi oleh adik raja Ning Lian Zhen. Bagaimana mungkin bisa ditaklukkan dalam waktu sekejap mata," ucap Meng Yi sambil mengerutkan dahi.
"Kau benar, aku juga pernah mendengar hal itu. Bahkan kudengar Ning Lian Ting putri buangan raja juga ada di tempat ini. Dan kudengar dia telah menjadi patriach yang bertanggung jawab di dalam sekte ini," sambung Bai Qian sambil menghela napas.
"Jika memang itu benar, bisakah kau bawa kami ke ruang bawah tanah?" tanya Meng Yi sambil meneteskan air mata.
"Sebenarnya bisa, hanya saja aku baru saja sampai di sekte ini. Jadi, aku belum mengenal betul tentang tempat ini. Ngomong ngomong apa alasanmu ingin ke ruang bawah tanah?" sambung Xiao Tian sambil menatap mata Meng Yi.
"Yang tertangkap oleh sekte sesat ini bukan hanya kami bertiga, masih ada puluhan orang lagi yang bernasib seperti kami. Hanya saja saat ini mereka masih beruntung karena belum terpilih menjadi bahan pengorbanan," jelas Meng Yi sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Beruntung ya?" gumam Bai Qian sambil meneteskan air mata. Tangannya terkepal begitu erat, dan ekspresinya berubah drastis setelah mendengar ucapan Meng Yi. Dia terlihat murung seolah mengetahui tentang kenyataan lain yang belum diketahu oleh teman temannya.
Disaat semua orang merasa bingung memikirkan lokasi ruang penjara bawah tanah, tiba tiba saja Bao Si mengejutkan mereka dengan berkata,
"Aku tahu jalan menuju ruang bawah tanah, tempat itu tak jauh dari sini. Namun pintu masuknya dijaga oleh dua roh iblis jahat yang cukup berbahaya."
"Oh iya, kalau tak salah dua roh iblis tersebut bisa merasuki patung patung raksasa dan memperkuat kekerasan patung tersebut," ucap Bao Si sambil memasang tampang serius.
"Sejak kapan kau sadar?" tanya Meng Yi sambil menoleh ke arah Bao Si.
__ADS_1
"Memangnya siapa yang pingsan?" ucap Bao Si sambil melirik ke arah lain.
"Bukannya kau?" ucap Bai Qian sambil memasang tampang kesal.
"Hehehe," tawa Bao Si sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Kalau kau memang tahu lokasinya, pimpinlah jalannya," ucap Xiao Tian sambil bangkit dari kursinya.
"Dengan senang hati tuan penyelamat," ucap Bao Si sambil memberi hormat.
Bao Si memimpin jalan menuju pintu masuk ruang bawah tanah. Berdasarkan ingatan Bao Si, letak pintu masuk ruang bawah tanah tersebut berada di dalam ruang harta sekte singa perak. Letak ruang harta berada tepat di gedung belakang bangunan pusat sekte singa perak. Dengan kata lain mereka harus berpindah gedung terlebih dulu untuk mencapai ruang tersebut.
"Apa kau yakin berada di jalan yang benar?" tanya Xiao Tian sambil menatap punggung Bao Si.
"Tenang saja tuan, aku seratus persen yakin karena aku sedikit sadar saat dibawa keluar dari penjara itu untuk dijadikan bahan bakar tungku pengorbanan," jelas Bao Si sambil berjalan memimpin sekua orang.
"Begitu ya, baguslah kalau begitu," ucap Xiao Tian sambil mengikuti langkah Bao Si.
Bao Si memimpin jalan hingga sampai di sebuah pintu keluar di bagian belakang gedung utama. Tepat ketika pintu itu terbuka, mereka semua bisa melihat sebuah bangunan megah dengan pintu raksasa yang terbuat dari emas murni.
"Ruangan apa itu?" tanya Xiao Tian sambil menatap punggung Bao Si.
"Itu adalah ruang harta sekte ini. Dan jalan masuk rahasia menuju ruang bawah tanah yang ingin kita tuju berada di dalam ruangan itu."
"Oh iya, seperti yang kukatakan sebelumnya tempat itu dijaga oleh roh iblis, jadi aku hanya memimpin jalan sampai ke depan pintu saja ya," ucap Bao Si sambil memimpin jalan.
"Iya, aku mengerti," ucap Xiao Tian sambil menatap punggung Bao Si.
Setelah sampai tepat di depan pintu gedung harta sekte singa perak, Bao Si menghentikan langkahnya lalu kembali menjelaskan kepada semua orang, mengenai roh iblis macam apa yang dia lihat saat itu.
"Berdasarkan ingatanku, di dalam sana ada dua roh iblis abadi yang cukup merepotkan. Kalau tak salah, mereka menyebut diri mereka dengan sebutan iblis regenerasi," jelas Bao Si sambil mengerutkan dahi.
"Bisakah kau katakan detailnya?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Bao Si.
"Aku tak tahu kejelasannya, tapi berdasarkan apa yang kudengar saat itu mereka menyebut diri mereka dengan nama iblis regenerasi yang lahir dari dna pedang. Katanya mereka tak akan mati atau pun hancur selagi pedang regenerasi masih ada," jelas Bao Si sambil menatap mata Xiao Tian.
"Begitu ya, kalau mereka abadi dan tak bisa dihancurkan. Maka tak ada cara lain selain menyerap habis roh mereka," pikir Xiao Tian sambil memasang tampang serius.
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti. Kalian mundurlah dan jangan masuk sebelum aku memberi kalian perintah untuk masuk. Mengerti?" tanya Xiao Tian sambil menyentuh pintu masuk ruang harta.
"Kami mengerti," ucap Bao Si dan yang lainnya sambil berjalan mundur menjauhi pintu.