
Setelah menghabisi para roh iblis, Xiao Tian menguras habis semua harta disana untuk dijadikan sebagai harta simpanan kerajaannya kelak.
Karena semua harta telah terkuras habis, Sebuah pintu masuk tersembunyi menuju ke ruang bawah tanah pun dapat terlihat dengan jelas.
Awalnya Xiao Tian tak menyadari lubang dengan tangga menuju ruang bawah tanah tersebut. Tapi setelah ruangan benar benar bersih dari emas dan berlian, dia langsung menyadari hal tersebut. Namun karena masih ragu dengan apa yang dia lihat, dia pun bertanya pada Bao Si untuk memastikannya.
"Apakah itu pintu masuknya?" tanya Xiao Tian sambil menunjuk ke arah tangga menuju ruang bawah tanah.
"Ya, benar. Itu tangganya!" ucap Bao Si sambil menunjuk ke arah tangga bawah tanah.
Saat Bao Si membenarkan ucapan Xiao Tian, tiba tiba Meng Yi langsung berlari menerobos menuju ke tangga bawah tanah tanpa pikir panjang. Kemudian menuruni tangga tersebut dan meninggalkan Xiao Tian dengan begitu tergesa gesa.
Tak lama setelah itu, suara teriakan Meng Yi pun terdengar, "Kyaaa!"
Mendengar hal tersebut sontak sekua orang langsung panik dan berlari menuju tangga.
"Meng Yi!" teriak Bao Si sambil berlari mengejar Meng Yi.
"Dasar bodoh, aku kan sudah bilang agar berjalan dibelakangku!" pikir Xiao Tian sambil melesat menuruni tangga bawah tanah.
#Penjara bawah tanah sekse singa perak
Meng Yi terlihat menangis diluar sebuah kurungan besi. Di dalam kurungan tersebut terdapat sekelompok mayat para pria yang telah membusuk dalam keadaan terikat sebuah tali. Melihat hal tersebut Bao si langsung tak tega melihat kondisi keluarga Meng Yi.
"Kejam, benar benar kejam," ucap Bao Si sambil menutup mulutnya. Air mata mengalir melewati matanya karena hal tersebut.
"Benar benar tak berperasaan," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.
Disaat semua orang sedang bersimpati kepada Meng Yi, Bai Quan mengatakan suatu hal yang membuat fokus semua orang teralih kepadanya. Dia mengatakan kebenaran, bahwa sebenarnya dia sudah tahu kalau Meng Yi pasti akan melihat pemandangan mengerikan itu.
"Maaf karena tak memberi tahumu sejak awal. Kupikir kau sudah mengetahui apa yang terjadi dengan para pria saat tertangkap oleh sekte singa perak," ucap Bai Qian sambil menundukkan kepala.
"Jadi kau sudah mengetahui hal ini?"
"Tapi dari mana?"
"Dan sejak kapan?" tanya Bao Si sambil menatap ke arah Bai Qian.
"Kau ingat tentang kejadian kemarin malam?" tanya Bai Qian sambil menatap Bao Si.
"Kejadian apa?" tanya Bao Si dengan tampang bingung.
__ADS_1
"Kejadian dimana kita mulai dipindahkan untuk dijadikan korban persembahan," ucap Bai Qian sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Oh kejadian itu ... ,"
"Aku tak begitu ingat, soalnya aku baru tersedar ketika sedang digendong penjaga menaiki sebuah tangga," jawab Bao Si sambil mengerutkan dahi.
#Kemarin malam
#Penjara bawah tanah sekte singa perak
Bai Qian, Bao Si, Meng Yi dan keluarga pedagang klan Meng berada dalam satu sel dalam keadaan terikat. Saat itu mereka sudah terikat di dalam sel selama dua hari lamanya tanpa diberikan makanan dan minuman sedikitpun.
Tap Tap Tap
Penatua Hu dan penatua Feng mengunjungi penjara ditemani beberapa pasukan bayangan yang bertugas menjadi penjaga seperti biasa.
Di dalam penjara tersebut terdapat beberapa kurungan besi yang sudah dikosongkan jauh hari sebelum Meng Yi dan rombongannya tertangkap.
"Selamat malam semuanya," ucap Penatua Hu sambil tersenyum sinis.
"Kalian terlihat cukup tenang, tidak seperti kemarin. Apakah karena sudah kehabisan tenaga?" tanya Penatua Feng sambil menatap Meng Yi dan yang lainnya.
"Beraninya kau meludahiku!" bentak Penatua Feng dengan tampang kesal.
"Penjaga!" teriak Penatua Feng.
"Ada apa penatua," ucap para penjaga.
"Bawa gadis berambut biru itu ke ruangan pengorbananku!" ucap Penatua Feng sambil menunjuk ke arah Meng Yi.
"Oh iya, bawa juga gadis berambut merah dan kuning itu," ucap penatua Hu sambil menunjuk Bai Qian dan Bao Si.
Para penjaga masuk ke dalam kurungan besi dan membawa Bai Qian, Bao Si dan Meng Yi sesuai perintah kedua penatua. Saat itu hanya Bao Si saja yang tak melawan saat ingin dipindahkan, semua karena memang dia sedang pingsan tak sadarkan diri akibat tak kuat menahan lapar terlalu lama. Tentu saja saat proses pemindahan Meng Yi dan yang lainnya dilakukan, para tawanan lain yang tidak lain adalah keluarga Meng Yi berteriak begitu kencang sambil berusaha melepaskan diri.
"Singkirkan tangan kotor kalian dari tangan putriku!" teriak ayah Meng Yi sambil mencoba melepaskan diri.
"Jangan bawa putriku, kalau kalian membutuhkan sebuah tumbal manusia. Pakai saja tubuhku!" teriak ibu Meng Yi sambil mencoba melepaskan diri.
"Singkirkan tangan kotor kalian dari tubuh nona muda kami!" teriak para pelayan dan para pria dari keluarga besar pedagang klan Meng.
"Berisik!" ucap para penjaga sambil mencambuk semua anggota keluarga besar Meng Yi beserta pelayan mereka.
__ADS_1
Ctarrr
"Ayah, Ibu!"
"Teman teman!"
"Dasar keparat, beraninya kalian mencambuk orang tuaku tepat di depan mataku!" teriak Meng Yi sambil mencoba melepaskan diri.
"Keparat katamu?"
"Beraninya kau memanggil pasukan bayangan dengan sebutan itu. Cambuk semua orang hingga mereka tak sadarkan diri!" ucap Penatua Feng sambil menatap para penjaga.
"Baik penatua," ucap para penjaga sambil memberi hormat.
Ctarr
"Dasar binatang!"
"Kalian benar benar kejam!" teriak Bai Quan sambil mencoba melepaskan diri.
"Hoo, sepertinya ada yang mulai berani bersuara. Cambuk dia juga!" ucap Penatua Hu sambil menunjuk ke arah Bai Quan.
"Baik penatua," ucap para penjaga sambil bersiap mencambuk Bai Quan.
Malam itu dipenuhi suara teriakan Meng Yi dan yang lainnya. Hanya Bao Si saja yang tak terkena hukuman karena sudah pingsan sejak para penatua baru memasuki ruangan penjara bawah tanah.
Karena sudah merasa terganggu dengan teriakan dan hinaan mereka, Penatua Hu menyuruh para penjaga memukul tengkuk mereka hingga pingsan.
Bai Qian dan Meng Yi pun bernasib sama karena mereka juga terus mencoba melawan.
Meski tengkuk mereka sama sama terkena pukulan, dampak yang mereka terima tidaklah sama. Meng Yi langsung pingsan setelah penjaga menyerangnya begitu keras karena terus meludah tanpa henti, sedangkan Bai Quan tak langsung pingsan karena pukulannya tak sekeras apa yang dirasakan Meng Yi. Sehingga dia masih bisa memiliki setengah kesadaran yang membuatnya bisa mendengar sedikit percakapan terakhir para penatua.
"Ketiga gadis yang akan dijadikan bahan bakar pengorbanan telah kami bawa. Bagaimana dengan sisanya?" tanya salah satu penjaga.
"Seperti biasa, korbankan roh para pria untuk memperkuat array iblis tingkat delapan," ucap penatua Feng sambil tersenyum.
"Bagaimana dengan para wanitanya?" tanya Penjaga sambil mengerutkan dahi.
"Seperti biasa, simpan yang masih suci untuk pengorbanan berikutnya. Sedangkan sisanya jual saja ke tempat perbudakan," ucap Penatua Hu dengan nada serius.
"Kami mengerti," ucap para penjaga sambil memberi hormat.
__ADS_1