Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 195 : Su Yan tersadar


__ADS_3

Terhitung lima menit sejak Su Yan tak sadarkan diri. Semua orang yang telah terpengaruh mata kuning keemasannya mulai tersadar.


Selain Taiwu dan Kaibo tak ada yang mengetahui bahwa Su Yan telah mengamuk.


Oleh karena itu, hal pertama yang dilakukan Taiwu adalah berbalik arah menghadap Xiao Tian. Begitu pula Kaibo, dia langsung melompat keluar melalui lubang yang tercipta di samping kanan kereta kuda.


Mereka pun sampai kehadapan Xiao Tian dalam waktu yang bersamaan.


"Pangeran Xiao Tian!"


"Kak Xiao Tian!"


"Apakah Kau baik-baik saja?" tanya Kaibo dan Taiwu secara bersamaan.


Sadar bahwa Su Yan telah tergeletak dibawah, mereka pun bernapas lega.


"Apakah Su Yan telah dikalahkan oleh sepuluh pasukan bayangan?" tanya Taiwu.


"Sepuluh pasukan bayangan?" Kaibo merasa bingung karena dia tak mengingat apapun selain perubahan sikap Su Yan ketika di dalam kereta kuda.


"Anggap saja begitu," Xiao Tian menutupi kebenaran dibalik pertarungan yang telah dia menangkan atas saran Dewa Petir.


Tak lama sejak Taiwu dan Kaibo menghadap Xiao Tian. Su Yan pun terbangun dari pingsannya, dia tak mengingat apapun selain kedatangan Liang Su yang menaiki kereta kuda. Memikirkannya saja dia sudah paham, bahwa dia baru saja dikendalikan oleh kepribadiannya yang lain.


"Apakah aku menyerang kalian?" tanya Su Yan sambil memegang dahinya karena merasa agak pusing.


"Tenanglah, kau tak melakukan sesuatu yang buruk," jelas Xiao Tian.


"Apanya yang tak melakukan hal yang buruk."


"Bagaimana kau menjelaskan lubang di samping kereta kuda?"


"Bahkan dari cara Kaibo dan Taiwu menatapku, aku bisa tahu bahwa kepribadianku yang lain telah melakukan sesuatu yang buruk," ucap Su Yan dengan wajah frustasinya.


"Kepribadian lain?" sambung Kaibo.


"Sudah kuduga ada yang aneh pada dirimu tadi, bisakah kau jelaskan siapa kau sebenarnya?" tanya Taiwu.


Sambil berbaring di tanah, Su Yan berkata,


"Yang kuingat, aku adalah pangeran dari kerajaan Api."


"Sedangkan kepribadianku yang lain berkata bahwa aku adalah keturunan serigala suci."


"Selain itu aku tak tahu apapun."


"Dia selalu berbicara soal dendam dan pembasmian. Aku tak mengerti kenapa dia begitu membenci ayah sehingga terus menyuruhku membunuhnya,"


"Apakah kau tak bisa mengendalikan kepribadianmu yang lain itu?" tanya Taiwu.


"Liang Su, dialah caraku mengendalikan kepribadian lainku," jawab Su Yan sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Apa hubungannya dengan kak Liang Su?" tanya Kaibo.


"Aku tak tahu apa alasannya, tapi berdasarkan pengalamanku belakangan ini ... ,"


"Aku telah bisa menyimpulkan bahwa setiap aku berdekatan dengan Liang Su, kepribadian lainku bisa bebas menguasai tubuhku. Sedangkan jika kami berjauhan, kepribadian lainku selalu ijin ketika ingin merasukiku," jelas Su Yan.


"Begitu ya, jadi itu alasanmu meninggalkan Liang Su di kerajaan Angin," sambung Xiao Tian yang sejak tadi menyimak pembicaraan mereka.


"Niatku memang begitu, tapi entah dari mana dia mendapatkan kabar bahwa aku telah pergi mengikutimu keluar kerajaan. Padahal aku tak ingin dia ikut. Aku bahkan pergi tanpa meninggalkan pesan sedikitpun. Entah bagaimana caranya dia bisa mengikutiku sampai kemari," jelas Su Yan sengan wajah frustasinya.


Belum selesai Su Yan bercerita, terdengar suara Liang Su dari belakang Kaibo dan Taiwu.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?"


"Tak ingin aku ikut katamu?"


"Setelah memperlakukanku bagai mainan, kau ingin meninggalkanku begitu saja?"


"Kemana perginya janjimu sebelum kita menikah?" tanya Liang Su dengan wajah kesalnya.


"Janji itu telah lama sirna, aku sudah tak ingin melihat wajahmu lagi. Kembalilah ke kerajaan Angin dan temui ayahmu. Sejak awal aku tak menyukaimu," sambung Su Yan sambil menatap Liang Su dengan tatapan serius.


"Kau ... ,"


"Teganya kau!"


"Aku telah salah menilaimu!" Liang Su berlari ke dalam hutan tanpa menoleh kebelakang.


Setelah mengatakan hal yang tak ingin dia katakan, airmata pun keluar hingga membasahi pipi Su Yan.


Melihat Liang Su pergi tanpa kereta kudanya, Taiwu puj merasa hawatir. Dia pun berniat mengejar Liang Su. Akan tetapi Su Yan menahan kaki Taiwu dengan menggenggamnya menggunakan tangan kiri.


"Tunggu, Liang Su!" teriak Taiwu sambil menoleh ke arah Liang Su.


"Cukup, jangan kejar dia. Biarkan dia pergi," ucap Su Yan sambil memegang kaki kiri Taiwu.


"Dasar bodoh, bagaimanapun dia adalah seorang wanita!"


"Bagaimana jika ada bandit lain yang menangkapnya!"


"Kita sudah terlalu jauh dari kerajaan Angin. Sedangkan dia pergi tanpa menaiki apapun. Aku mengerti alasan mengapa kau berkata seperti itu, tapi caramu itu salah. Lain kali berpikirlah lebih dulu sebelum bertindak!" ucap Taiwu sambil menatap Su Yan dengan tatapan jengkel.


Mendengar ucapan Taiwu, Su Yan pun menyadari kesalahannya sehingga perlahan melepaskan kaki Taiwu.


Setelah Su Yan berhenti memegang kakinya, Taiwu pun langsung melasat pergi mengejar Liang Su.


"Awalnya aku hanya membenci tingkah konyolmu, tapi ucapanmu barusan membuatku semakin membencimu. Dasar pria tak berguna." Setelah mengungkapkan kekesalannya terhadap Su Yan, Kaibo pun pergi menyusul Taiwu.


Setelah mendengar ucapan Kaibo, Su Yan pun menjadi semakin terpukul akan situasi yang dia hadapi saat ini.


"Tak berguna ya ... ,"

__ADS_1


"Aku memang pria yang tak berguna." Su Yan begitu frustasi hingga menutupi matanya yang berlinang air mata dengan tangan kanannya. Dia ingin segera menyusul Liang Su tapi tak bisa karena tak ada tenaga yang tersisa dalam tubuhnya.


Tak lama setelah itu, terdengar jeritan Liang Su dari dalam hutan.


"Kyaaaaa"


"Liang Su?" Mata Su Yan melotot begitu lebar karena mendengar teriakan istrinya. Dia mencoba bergerak, namun tak bisa bergerak karena masih terluka.


"Sial, bergeraklah tubuh sialan!"


Su Yan berusaha keras untuk bergerak namun tak bisa. Sedangkan Xiao Tian langsung meninggalkan Su Yan sejak suara teriakan Liang Su terdengar.


"Hei Dewa Petir, setahuku keturunan serigala suci sangat cepat memulihkan luka di tubuhnya. Kenapa luka Su Yan tak kunjung sembuh?" tanya Sunlong sambil bergelantungan di pundak Xiao Tian.


Saat itu Xiao Tian sedang berlari menuju suara Liang Su, sedangkan Dewa Petir terbang di samping kanan Xiao Tian dengan tatapan seriusnya.


Mendengar ucapan Sunlong, Dewa Petir pun menjawab, "Xiao Tian telah menghisap seluruh aura emas miliknya. Aura emas tercipta dari kumpulan energi qi cahaya yang sangat murni. Kemurnian energi qi yang terkandung dalam aura emas bisa mempercepat regenerasi tubuh seseorang. Serigala suci merupakan sumber dari aura emas, oleh karena itu ras serigala suci sangat mudah melakukan regenerasi tubuh."


"Lalu apa yang terjadi jika aura emasnya dihisap habis?" tanya Sunlong.


"Seperti yang kubilang, serigala suci merupakan sumber aura emas. Meski telah dihisap habis, aura emas akan muncul kembali setelah beberapa jam terlewati," jelas Dewa Petir.


"Begitu ya," Sunlong menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dia telah mengerti.


"Bukankah kau seorang kaisar iblis?"


"Kenapa tak tahu seluk beluk mengenai serigala suci?" tanya Dewa Petir.


"Aku hanya mengetahui ciri-ciri dan kemampuan mereka. Aku juga mendengar banyak tentang kelemahan mereka. Tapi ini pertama kali bagiku melihat seorang keturunan serigala suci yang terpecah menjadi dua kepribadian."


"Kupikir ada alasan khusus selain penjelasanmu tadi. Jadi aku bertanya kepadamu untuk memastikan saja," jelas Sunlong.


"Cih berhenti mengelak, bilang saja kalau kau tak tahu apapun mengenai serigala suci," ledek Dewa Petir.


"Sudah kubilang kalau aku hanya ingin memastikan!" bentak Sunlong.


#####


Jangan lupa klik like dan komen ya.


O iya mampir juga ke novelku yang berjudul


.Kehidupan kedua Sang Dewa Perang


Bercerita tentang Lu Bu (Jenderal perang tak terkalahkan dinasty warrior) yang bereinkarnasi ke belahan dunia lain dimana sihir merupakan segalanya. Apakah di kehidupannya yang kedua dia bisa menjadi seorang Dewa Perang yang sesungguhnya?


Yuk cek, cerita ini berlatar jejepangan. Kultivator cina terlahir kembali di dunia sihir ala jepang😂 eaaa


O iya mampir juga ke novel temanku yang berjudul


Benang Merah Takdir (Cincin)

__ADS_1


Bercerita tentang sebuah cincin yang menunjukkan takdir/jodoh seseorang melalui benang merah yang muncul setiap pemakai cincin mendekati jodoh masa depannya.


Kisah romantis yang dibumbui cerita fantasy, silahkan mampir.


__ADS_2