Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 395 : Membagi tugas


__ADS_3

#Sekte badai berduri


#Aula pertemuan


Xiao Tian mengumpulkan semua orang untuk menjelaskan semua rencananya mengunjungi daratan vampir. Dia menjelaskan dengan cukup rinci agar tak timbul sebuah pertanyaan dihati semua orang.


Meskipun sudah menyusun kata dengan serinci mungkin, Xiao Tian tetap memberikan kesempatan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang terdengar membingungkan.


Awalnya semua berjalan lancar, hingga Taiwu datang dan membuat fokusnya sedikit teralihkan.


Untungnya raja Xiao Zhaoye memberi isyarat kepadanya agar kembali fokus saat sedang menjelaskan sesuatu.


"Ehm," ucap raja Xiao Zhaoye dengan tampang serius.


Ketika mendengar suara ayahmya, Xiao Tian langsung menoleh ke sumber suara. Setelah melihat wajahnya, Xiao Tian segera tersadar bahwa saat itu dia sedang menjelaakan beberapa hal kepada semua orang.


Sambil menatap kembali ke arah semua orang berada, Xiao Tian pun berkata,


"Ehm,"


"Maaf karena sedikit teralihkan tadi," Xiao Tian kembali fokus terhadap semua orang.


Semua orang yang tadinya bergumam membisikkan tentang apa yang terjadi dengan Xiao Tian, langsung terdiam setelah mendengar tanggapan Xiao Tian.


"Baiklah tanpa basa basi lagi,"


"Kita lanjutkan saja pembahasannya."


"Taiwu, Sunlong kalian akan pergi bersama para siluman rubah merah untuk mencari informasi tentang darah suci. Oh iya, jenderal Tailong juga akan ikut bersama kalian," ucap Xiao Tian.


"Dimengerti yang mulia," jawab para siluman rubah merah dan orang irang yang ditunjuk sambil memberi hormat.


"Jenderal Huang Cheng, Huang Li dan seluruh pejabat di klan Huang, akan menetap disini untuk menjaga sekte sekaligus membantu para alkemis mempersiapkan pil tingkat tinggi," jelas Xiao Tian sambil menatap deretan keluarga Huang.


"Baik yang mulia," jawab para alkemis serta keluarga Huang sambil memberi hormat.


"Bisakah aku ikut saja?"


"Kekuatan pengendali tubuhku kan lumayan berguna untuk operasi ini. Boleh ya," tanya Huang Li sambil menatap Xiao Tian.


"Tidak bisa!"

__ADS_1


"Dewa petir berkata padaku bahwa kau juga memiliki tubuh suci layaknya tubuh ibu Taiwu. Jika kau pergi ke daratan vampir, aku takut kau akan menjadi incaran mereka," jelas Xiao Tian sambil menatap tajam mata Huang Li.


"Tapi, aku tak ada bakat dalam alkemis. Aku mana bisa membantu sekte ini," ucap Huang Li dengan tampang kecewa.


"Apa kau tak mendengar tugasnya?"


"Aku tidak hanya menugaskan klanmu untuk membantu para alkemis, tapi untuk membantu memperkokoh pertahanan mereka jika ada serangan."


"Oh iya, selain itu aku masih menginginkan dua hal dari klanmu," ucap Xiao Tian.


"Apa itu?" tanya Huang Li.


"Pertama, tolong ajarkan para petarung di sekte ini agar bisa mengimbangi kultivasi kalian. Singkatnya aku ingin agar kalian mengajarkan semua teknik yang kalian ketahui untuk membantu mereka berkembang lebih pesat."


"Walau bagaimanapun sekte ini akan ikut berperang melawan kekaisaran Ning serta sekte pembasmi iblis nanti. Semakin kuat mereka maka akan semakin bagus," jelas Xiao Tian.


"Kami mengerti, yang mulia," jawab seluruh anggota klan Huang sambil memberi hormat.


"Bukankah tadi hanya satu?"


"Lalu apa yang kedua?" tanya Huang Li.


"Yang kedua, aku ingin para alkemis di klan Huang bertukar ilmu dengan alkemis di sekte ini. Jangan remehkan ajaran mereka, karena alkemis di sekte ini telah menerima bimbinganku dalam waktu yang cukup lama," jelas Xiao Tian.


"Apakah kami juga harus mengajarkan segalanya?" tanya penatua Xianlun dan penatua Xiang Ying.


"Ehm," angguk Xiao Tian.


"Apakah kami juga harus mengajarkan resep tingkat kaisar pada mereka?" tanya penatua Xia Ning sambil memberi hormat.


"Ajarkan sesuai kualitas mereka. Resep itu terlalu berharga untuk disebar luaskan. Hanya orang tertentu yang kalian anggap pantas saja yang boleh mewarisi resep yang berharga."


"Jangan ragu untuk memarahi mereka jika mereka berbuat kesalahan. Dan jangan memberi resep berharga dengan begitu mudah hanya karena mereka adalah kenalan lamaku. Intinya perlakukanlah mereka seperti murid kalian sendiri, mengerti?" tanya Xiao Tian sambil menatap para pematua alkemis sekte badai berduri.


"Kami mengerti, guru besar Xiao Tian," jawab para alkemis sambil memberi hormat.


"Tian Zhong, kau juga akan tetap disini untuk melindungi sekte selagi aku pergi," sambung Xiao Tian sambil menatao Tian Zhong.


"Aku mengerti," jawab Tian Zhong sambil tersenyum.


"Bagaimana dengan kami?" tanya roh iblis dan para siluman rusa.

__ADS_1


"Tugas kalian adalah pergi ke hutan untuk mengumpulkan persediaan makanan. Itu akan berguna untuk latihan di ruang hampa nanti," jawab Xiao Tian.


"Kami mengerti yang mulia," para siluman dan roh iblis memberi hormat.


"Oh iya, untuk prajurit yang belum menembus pendekar alam fana diharapkan untuk menetap disini bersama anggota klan Huang.


" Kami mengerti yang mulia," jawab semua orang sambil memberi hormat.


"Apakah itu berarti kalau aku juga tak oleh ikut?" tanya putri Jia Li sambil menatap Xiao Tian.


"Bukankah itu sadah jelas?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum.


"Aku hanya kurang satu tingkatan saja, boleh ya," sambung Jia Li dengan tampang memelas.


"Tidak boleh," Xiao Tian menggelengkan kepala.


"Tapi aku ... ," Jia Li mencoba merubah keputusan Xiao Tian, namun Huang Li memotong ucapannya dengan berkata,


"Ssssttt!"


"Jangan egois,"


"Kau hanya akan menjadi beban saja jika ikut nanti," sambung Huang Li dengan tampang meledek.


"Siapa yang kau panggil beban?" sambung Jia Li dengan penuh amarah.


"Huang Li berkata benar, tolong mengertilah. Daratan vampir bukanlah tempat untuk bermain. Disana sangat berbahaya bagi para pendekar dibawah tingkatan pendekar alam fana," jelas Xiao Tian sambil menghela napas.


"Tapi ... ," sambung Jia Li dengan tampang kecewa.


"Dari pada membahayakan dirimu dengan mengikutiku, lebih baik kau pergi sekte duri naga untuk membujuk adikmu. Bukankah kau sangat merindukannya, Lily" sambung Xiao Tian dengan tampang serius.


"Adik?"


"Benar juga aku hampir melupakannya. Bagaimanapun orang yang kami anggap ayah sudah tidak ada lagi, aku takut dia menjadi syok saat tahu bahwa orang yang kita anggap sebagai ayah sudah tiada," pikir Jia Li dengan tampang serius.


"Apa kau mau pergi kesana?" tanya Xiao Tian.


"Baiklah," jawab Jia Lisambil menghela napas.


"Kalau begitu ... ,"

__ADS_1


"Bolehkah aku meminta bantuan kalian, jenderal?" tanya Xiao Tian sambil menatap jenderal Taifeng dan jenderal Taizhong.


"Dengan senang hati, yang mulia," jenderal Taifeng dan jenderal Taizhong memberi hormat.


__ADS_2