
Su Yan telah dikepung oleh pasukan bayangan yang dikirim ratu Xiao Hong untuk melindungi Xiao Tian dari balik layar.
Dalam keadaan yang diluar kendali, Su Yan tersenyum lebar meski telah dikepung.
Ketika ekor emas Su Yan dikibaskan untuk menebas orang-orang yang mengepungnya, para pasukan bayang melompat mundur untuk menghindari tebasan ekor Su Yan.
"Lumayan, tak kusangka kalian bisa mengimbangi kecepatan ekorku."
"Meski sekarang aku tak bisa menggunakan kekuatan penuhku, kalian sudah cukup hebat karena bisa menghindar dari serangan ekorku."
Ketika Su Yan menatap mata mereka, para pasukan bayang secara serentak menutup mata mereka.
"Benar-benar pasukan yang terlatih, tak kusangka kalian bahkan bisa menghindari ilusi mataku."
"Sebagai hadiah karena telah berhasil sedikit menghiburku. Maka akan kupercepat kematian kalian."
"Akan kubantu agar kalian bisa menutup mata selamanya!"
Su Yan memusatkan ki di kedua telapak tangannya. Sebuah sinar kuning keemasan muncul dari dalam telapak tangan hingga membentuk bola sinar emas. Dia membalikkan telapak tangannya hingga menghadap keatas langit. Meletakkannya di samping kanan dan kiri. Lalu dengan senyum sinis di wajahnya, dia pun berkata,
"Teknik cahaya, bola pemusnah!"
Puluhan bola sinar emas keluar dari telapak tangannya, lalu meluncur mendekati para pasukan bayangan yang berpakaian ala ninja.
Sambil menutup mata mereka, para pasukan bayangan menepis bola sinar emas dengan pedang mereka. Namun bola sinar emas tak bisa dihentikan. Puluhan bola sinar emas hanya bisa dibuat terpental menjauh dalam hitungan detik. Setiap kali tebasan pedang berhasil menangkis mundur bola-bola itu, kecepatan serangan bola sinar emas akan semakin bertambah saat kembali berbalik menyerang mendekati para pasukan bayangan.
Trang tring trang
Bola sinar emas tak hanya semakin bertambah cepat, bola-bola itu juga bertambah semakin keras dan kuat.
Perlahan tapi pasti, pedang tingkat tinggi yang dibawa oleh para pasukan bayang mulai mengalami keretakan.
"Luar biasa, seperti yang diharapkan dari seorang keturunan serigala suci," ucap para pasukan bayang.
"Semuanya satukan kekuatan!" Para pasukan bayangan menghindari bola sinar emas sambil berkumpul di satu titik. Setelah berhasil berkumpul, mereka mempertemukan punggung satu sama lain dengan posisi yang melingkar.
Setelah itu para pasukan bayangan mengangkat pedang mereka ke atas udara. Kemudian menyatukan pedang mereka yang telah retak di atas kepala mereka, dengan titik pertemuan pedang yang sejajar dengan titik tengah lingkaran yang terbentuk dari pungung mereka yang saling berhadapan.
Sambil menarik napas secara bersamaan, mereka berkata,
"Teknik tingkat legenda, lingkaran penyegel!"
Seketika sebuah lingkaran sihir muncul di atas kepala para pasukan bayangan. Lingkaran sihir tersebut mengeluarkan cahaya pembatas yang mengelilingi para pasukan bayangan.
Ketika puluhan bola emas menyentuh cahaya pembatas, bola bola emas itu lenyap tak bersisa.
Alhasil Su Yan merasa kesal, karena cahaya pembatas yang keluar dari lingkaran sihir itu sanggup melenyapkan semua bola sinar emas yang bergerak mendekati mereka.
"Lingkaran segel ya, menyebalkan sekali. Kenapa kalian tak langsung mati saja," ucap Su Yan dengan kesal.
__ADS_1
Sementara itu, Xiao Tian yang masih menonton pertarungan Su Yan. Merasa kagum dengan kehebatan pasukan bayangan yang dilatih oleh ibunya."
"Luar biasa, seperti yang diharapkan dari pasukan khusus yang ibu latih, mereka bisa bergerak dengan teratur meskipun dalam keadaan mata yang tertutup," ucap Xiao Tian yang menonton pertarungan antara Su Yan dan sepuluh pasukan bayangan.
"Jangan terlalu senang, setelah ini akan terjadi hal yang buruk."
"Giliran kita akan tiba," sambung Dewa Petir.
"Aku mengerti, tapi ngomong-ngomong dimana Sunlong dan naga hitam?" tanya Xiao Tian.
"Entahlah, bukankah sebelum kau dipukul begitu jauh mereka masih menempel di pundak dan kepalamu?" tanya Dewa Petir.
"Rantai perak tak muncul di telapak tanganku, seharusnya Sunlong ada di sekitar sini."
"Bisakah kau menyingkir dari tubuhku manusia!" bentak Sunlong dari balik punggung Xiao Tian.
Mendengar suara Sunlong dari belakang punggungnya, Xiao Tian pun langsung menyingkirkan punggungnya yang menempel ke sebuah pohon besar yang mengalami sedikit keretakan.
"Aih jadi selama ini kau berada di punggungku?"
"Pantas saja aku tak merasakan sakit saat menabrak menembus banyak pepohonan."
"Berhenti banyak omong, bantu aku menyembuhkan lukaku. Lukaku bahkan lebih parah dengan yang waktu itu. Semua itu berkat kecerobohanmu!" bentak Sunlong dengan kesal.
"Salahmu sendiri malah bersembunyi di balik punggungku saat aku terlempar jauh," sambung Xiao Tian.
"Lalu dimana naga hitam?" tanya Xiao Tian.
"Dia terkena pengaruh mata emas Su Yan, aku yakin dia masih tertidur di dalam kereta bersamaan dengan semua orang."
"Hanya kau dan aku yang masih memiliki kesadaran sejak awal. Aku tak terpengaruh karena matanya tak bisa mempengaruhi roh, dan dia tak dapat mempengaruhimu karena tekniknya di netralkan oleh gelang Dewa," jelas Sunlong.
"Tunggu, bahkan kau juga bisa melihat gelang Dewa?" tanya Xiao Tian.
"Gelang Dewa bisa dilihat oleh para Kaisar iblis dan semua orang yang berada di atas tingkat Dewa Petarung. Oleh karena itu aku menyuruhmu menjauh dari Su Yan," jelas Dewa Petir.
"Jika memang Kaisar iblis bisa melihat gelang Dewa ... ,"
"Kenapa saat aku pingsan tak sadarkan diri, Kaisar iblis yang bangkit waktu itu, tak mengambil gelang Dewa dari tanganku?" tanya Xiao Tian.
"Jawabanya sangat sederhana, dia tak ingin berurusan denganku," jelas Sunlong.
"Ha?" Dewa Petir dan Xiao Tian menatap Sunlong dengan wajah datar mereka, tatapan mereka menjelaskan bahwa mereka tak percaya dengan ucapan Sunlong.
"Kalian ini benar-benar menyebalkan, terserah kalian mau percaya atau tidak. Aku tak mau melanjutkan ceritaku, huft." Sunlong terlihat begitu kesal, namun Xiao Tian dan Dewa Petir masih tak percaya, dengan kompak mereka berkata, "Oh, ya sudah." Setelah meledek Sunlong, mereka langsung lanjut menonton Su Yan yang sedang bertarung.
"Oi sembuhkan aku terlebih dulu!" bentak Sunlong.
Dengan nada malas, Dewa Petir pun berkata,
__ADS_1
"Baiklah."
Setelah Sunlong selasai di obati, dia langsung menempel di punggung Xiao Tian karen tak ingin rantai perak muncul kembali.
Ketika Sunlong telah menempel di punggung Xiao Tian, mereka semua melihat kearah Su Yan. Saat itu, keadaan telah semakin gawat. Para pasukan bayangan mulai terpojok. Mereka telah terbaring lemas di tanah dan semua pedang mereka telah hancur berkeping-keping.
Sementara itu, bentuk fisik Su Yan telah berubah. Rambutnya semakin panjang hingga melewati bahunya. Kuku-kuku di jari tangannya terlihat sedikit panjang dan runcing. Gigi taringnya juga sedikit bertambah panjang hingga sedikit keluar melewati bibir. Bahkan telinganya juga telah mengalami perubahan sehingga menyerupai telinga seekor serigala.
"Sudah saatnya kita turun tangan," ucap Dewa Petir.
"Akhirnya tiba juga giliranku," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan tangannya.
"Saatnya pembasmian," ucap Su Yan dengan kuku yang bertambah panjang.
Ketika Su Yan ingin mencabik-cabik pasukan bayangan, sebuah bola api biru melesat tepat ke arahnya. Dengan satu tangan dia tepis bola api tersebut tanpa kesulitan.
Ketika kembali menatap ke arah para pasukan bayangan, Xiao Tian telah ada di hadapan Su Yan. Melihat Xiao Tian melindungi mereka, para pasukan bayangan terkejut bukan main.
"Apa yang kau lakukan, pangeran!"
"Menjauhlah dari sini dan jangan pedulikan kami!"
"Kau bukanlah tandingan seorang keturunan serigala suci!"
"Pergilah dari sini!" teriak para pasukan bayangan.
"Wah wah wah, tak kusangka ternyata kau mau menghadapiku," ucap Su Yan sambil menatap mata Xiao Tian.
"Jangan tatap matanya, pangeran!" teriak para pasukan bayangan.
"Mata rendahanmu itu tak akan bisa menghipnotisku," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Su Yan.
Su Yan menyelimuti tubuhnya dengan aura emas, sedangkan Xiao Tian langsung dirasuki Dewa Petir tepat setelah dia menatap mata Su Yan.
Sejak Dewa Petir merasuki Xiao Tian, semua pasukan bayangan terdiam takjub. Mereka tak mengira kalau Xiao Tian bisa memancarkan aura Dewa yang begitu kuat.
"Mustahil, sejak kapan pangeran melebihi kekuatan seorang Dewa Petarung?"
#####
Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.
Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.
Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.
Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁
__ADS_1