
"Seal Deletion!" Aura suci berupa aura kuning keemasan muncul menyelimuti tubuh Su Yan, matanya pun bersinar kuning menyilaukan dan memunculkan pupil seekor serigala. Aura emas berbentuk ekornya perlahan membentuk fisik nyata dan berubah menjadi ekor sesungguhnya. Bulu halus itu diselimuti energi asing yang sama persis seperti energi yang terkandung dalam teknik Devine Pulse. Tak lama setelah itu, kepala lain yang nampak persis layaknya kepala Su Yan, namun bermata merah dan bergigi tajam pun muncul di samping lehernya. Barulah dia mengingat semua ingatan yang telah lama menghilang dari kepalanya, dan mengetahui sebutan dari energi asing itu.
"Devine Power!"
"Kekuatan yang hanya dimiliki oleh penghuni alam suci dan para makhluk transenden."
"Bagaimana bisa kau memiliki energi itu, makhluk fana!" Su Yan menatap Biksu suci Hongli dengan penuh amarah.
"Seperti yang dikatakan oleh tuan God Blood Chameleon, ras serigala suci memiliki ikatan dengan alam atas. Sungguh sia sia bagi makhluk suci sepertimu berhubungan dengan ras iblis seperti mereka." Biksu Suci Hongli menyeringai tajam.
'Transformasi ini hanya bertahan selama enam puluh menit, dan tubuh kita akan terluka parah apabila waktunya habis atau transformasi kita dikembalikan. Setelah kita terluka, kita akan mudah tewas di tangan mereka.' Evil Su Yan memperingatkan melalui telepati.
'Setidaknya itu lebih baik dari pada tewas tanpa melakukan apapun!' Su Yan menanggapi melewati telepati sembari tersenyum tanpa menoleh maupun melirik.
"Sebelum mengamuk sebaiknya kita ... ," Evil Su Yan melirik ke arah Kaibo dan Liang Su. Mereka masih terlilit ekor Su Yan yang nampak dalam wujud nyata. Bersamaan dengan itu, dia berinisiatif mengendalikan salah satu ekor nyata untuk melilit tubuh Jingmi yanh terluka.
'Dengan kultivasimu saat ini, kau seharusnya masih bisa terbang. Tolong jaga Kaibo dan Jingmi karena kekuatan mereka sedang ditekan oleh segel suci!' Su Yan melirik Liang Su sembari bertelepati dengan serius.
'Bagaimana denganmu?' Liang Su nampak khawatir.
"Akan kutahan mereka selagi bisa!" Su Yan menjawab, lalu melemparkan Liang Su beserta Kaibo dan Jingmi menggunakan ekor nyatanya sejauh mungkin sembari melapisi tubuh mereka dengan Devine power untuk melindungi tubuh mereka.
Wooshh woosh
"Kau pikir kami akan membiarkan mereka kabur!?" Yang Hongli beserta para biksu suci melesat maju mengejar Kaibo dan yang lainnya, namun ditahan oleh Su Yan dengan melesat cepat dan meninju mereka satu demi satu. "Devine Punch!"
Duar duar duar .... semuanya terpental satu demi satu, namun tak ada luka sedikitpun yang mereka terima.
"Cih!" para biksu yang terpukul mundur mendecih kesal. Sementara Su Yan terus melapisi tubuhnya dengan Devine power dan perlahan berubah ke wujud serigala raksasa dengan dua kepala dengan sembilan ekor nyata. Bulunya berwarna kuning keemasan, dengan Devine power yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Warna energi itu terlihat putih murni, dengan kilatan ungu yang cukup pekat.
"Biar aku yang menghadapinya!"
"Kalian pergilah dan sebarkan teror bagi seluruh penghuni kerajaan ini!"
"Tunjukkan harga dari mengabaikan kebijakan sekte kita!" Biksu Agung muncul seketika bersamaan dengan pria berpakaian serba merah dengan caping di kepalanya.
"Kami mengerti, Biksu Agung!" semua orang berpencar mengikuti intruksi atasan tertinggi mereka.
"Apakah kau yakin ingin melawannya sendiri!?" Pria bercaping nampak ragu.
"Kekuatanku tak jauh berbeda denganmu, apakah kau memandang rendah diriku, tuan?" Biksu Agung tersenyum tanpa ragu.
__ADS_1
"Dari semua orang yang kuajari teknik alam atas, kau memang yang terbaik dari yang terbaik. Tapi ingatlah, jangan meremehkan lawanmu. Walau bagaimanapun juga, dia memiliki ikatan dengan alam atas, sama halnya denganku!" God Blood Chameleon menegaskan.
"Setelah mengalahkannya, bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan guru, tuan?" Biksu Agung tersenyum sembari menatap Su Yan yang sedang meraung keras sembari menyerang para biksu dan orang orang berpakaian serba putih yang dapat dia jangkau.
"Itu tergantung performamu!" God Blood Chameleon melesat pergi melewati Su Yan begitu saja. Gerakannya amatlah cepat sehingga Su Yan tak dapat menahannya.
"Berhenti menyakiti orang orangku, serigala kotor!" Biksu Agung melemparkan tasbih di lehernya dan mengendalikan tasbih tersebut hingga membuatnya membesar dan menjerat kedua leher Su Yan. Dia Juga melemparkan beberapa manik suci untuk menahan setiap kaki wujud serigala Su Yan.
"Kau pikir mainan ini dapat menahanku!?" Su Yan menggunakan ekor ekornya untuk menghancurkan manik serta tasbih yang membelenggu gerakannya.
Krakkk!!
"Seperti yang diharapkan dari makhluk alam atas, kekuatanmu begitu luar biasa walaupun belum mencapai puncaknya!" Biksu Agung membuat pose kuda kuda, sembari menggumamkan mantra panjang yang tak dapat di dengar oleh Su Yan. Meski begitu, Su Yan tak membiarkannya mempersiapkan serangan lain dengan menyerangnya secara bertubi tubi. Bersamaan dengan itu, dia juga menggunakan ekor ekornya untuk menghabisi para pengikut sekte pembasmi iblis yang masih dapat dia jangkau.
Setelah menggumamkan mantra sembari menghindari serangan Su Yan, Biksu Agung menunjuk ke atas langit dan memunculkan sebuah lingkaran sihir raksasa dengan tulisan kuno dan simbol sayap di tengahnya.
"Bantulah aku menghabisi jiwa yang tersesat karena iblis, roh agung dari nirwana!" Biksu Agung berteriak kencang, dan tak lama setelah itu, lingkaran sihir tersebut bersinar cukup terang. Kemudian menurunkan sesosok roh agung dengan empat sayap putih di punggungnya, dan sebuah lingkaran emas yang melayang di atas kepalanya.
"Seperti yang diharapkan dari salah satu reinkarnasi biksu tong. Sepertinya kita harus habis habisan dalam melawannya!" Evil Su Yan menyeringai dengan senang.
Woosh woosh woosh
Para siluman rubah merah beserta para pasukan iblis mengepung puluhan anggota sekte pembasmi iblis dengan perlengkapan relik buatan di tubuh mereka.
'Tingkat kultivasi mereka jauh diatas pasukanku, tanpa relik buatan itu aku takut kami akan dibantai habis tanpa bisa melawan.' raja siluman rubah merah nampak mengerutkan dahi karena terkejut akan tingkat kultivasi para anggota sekte pembasmi iblis. Orang orang yang terkepung ialah pria berpakaian serba putih, dengan seorang biksu suci di tengah tengah mereka.
"Amitabha, tak kusangka aku dapat menemukan iblis sebanyak ini bekerja sama dengan seorang siluman. Terlebih kultivasi mereka sudah berada di tahap yang cukup mengerikan bagi penghuni daratan elemen. Pantas saja cabang sekte kami bisa hancur dan dikalahkan oleh mereka. Jika aku tak melihat ini dengan mata kepalaku sendiri, maka aku tak akan mempercayainya. Manusia macam apa yang dapat menyatukan berbagai macam ras hingga mampu bekerja sama satu sama lain!?" Biksu suci yang memimpin kelompoknya, nampak menatap para siluman dan ras iblis satu demi satu.
"Apakah kau takut dengan potensi pemimpin kami!?" Raja siluman rubah merah nampak mengejek.
"Takut?"
"Hahahahaha!" biksu suci beserta kelompoknya tertawa satu demi satu.
"Kekuatan kalian mungkin mengerikan bagi penghuni daratan kecil ini!"
"Tapi sayangnya kami bukan dari daratan ini!"
"Jangan samakan kami dengan kekuatan para pecundang lemah dari sekte cabang!" Biksu Suci mengaktifkan sebuah lingkaran sihir dengan simbol iblis terbelenggu. Bersamaan dengan munculnya simbol tersebut, para ras iblis mulai kehilangan kekuatan mereka dan melemah satu demi satu. Untungnya lingkaran sihir itu tak mempengaruhi ras siluman. Namun tetap saja kondisi itu merugikan mereka semua.
"Sialan!"
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan pada mereka, biksu tua!" Raja siluman rubah merah hendak menyerang biksu suci, namun dihalangi oleh bawahannya. Dan baku hantam antara siluman rubah merah dengan anggota sekte pembasmi iblis pun terjadi.
Keadaan yang sama juga dialami di sisi lain, dimana Medusa dan para pengikut iblisnya terpojok oleh biksu suci dan para pria berpakaian serba putih. Untungnya putri Jia Li dan Huang Li ada disana untuk menangani situasi tak menguntungkan itu.
Sementara sisi lainnya masih dapat dibilang aman karena dijaga oleh veteran perang layaknya para jenderal utama, Taiwu beserta si gendut dan Huanran yang berpencar demi mengamankan warga kerajaan. Meskipun semua penduduk kerajaan telah diajari untuk berkultivasi dan bisa dibilang kuat untuk melindungi diri di daratan elemen, namun fakta bahwa sekte pembasmi iblis lebih kuat, memaksa semua orang untuk melindungi para penduduk kerajaan dari anggota sekte pembasmi iblis.
Sedangkan di dekat istana, Xiao Tian, Dewa petir, dan ketiga naga leluhur nampak berhadapan dengan puluhan biksu suci dan pria bercaping yang memimpin mereka.
"Wah wah wah, lihat siapa yang datang berkunjung!?"
"Apakah kau ingin mengantarkan nyawamu kepadaku, Blood Chameleon!" Sunlong nampak kesal mengingat masa kelamnya. Dimana Blood Chameleon pura pura menjadi orang biasa dan mencoba mendekatinya layaknya seorang teman.
"Aura ini ... , mungkinkah kau Red Dragon?"
"Atau aku harus memanggilmu Longlong?" God Blood Chameleon mengejek dengan senyum sinisnya.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu!"
"Tak ada lagi kata Long Long dan Jie Jie!"
"Nama itu sudah lama kubuang semenjak kau menghianatiku dan membantai seluruh rasku!" Sunlong nampak geram dan mengeluarkan aura membunuh.
"Ngomong ngomong siapa orang di sampingmu?"
"Kenapa aku merasakan aura yang familiar dari mereka berdua?" God Blood Chameleon nampak penasaran.
"Aku tak punya waktu untuk mengenalkan mereka kepadamu!" Sunlong melesat maju dengan tangan yang terkepal kencang.
Woosh. tap! God Blood Chameleon menangkap pukulan Sunlong dengan satu tangan dan menyebarkan aura kematian ke dalam tubuhnya tanpa kenal ampun.
"Kruaghh!!!" Sunlong memuntahkan begitu banyak darah, lalu terpental mundur namun ditahan oleh Black Dragon hingga tak mengalami luka yang terlalu parah.
"Intimu telah aku serap, kau pikir tubuh tanpa inti itu bisa melukai tubuh sempurnaku ha!?"
"Berhentilah menganggap tinggi dirimu, Longlong!" God Blood Chameleon mengejek sinis.
"Beraninya kau melukai leluhur kami!" Ras iblis naga merah melesat maju keluar dari persembunyian mereka karena tak tahan akan situasi tersebut. Sayangnya itu hanya memperparah keadaan saja, karena salah satu biksu suci merapalkan mantra dan memunculkan sebuah lingkaran sihir berarea luas dengan efek penyegelan kekuatan ras iblis. "Devine Seal Area, aktifkan!"
"Define power!?"
"Apakah kau yang mengajarkan para makhluk fana tentang energi itu, Blood Chameleon!" White Dragon melangkah maju dengan penuh keterkejutan.
__ADS_1
"Define power!?"
"Jadi itu nama energi aneh itu ya?" Xiao Tian terdengar bingung karena baru mendengar kata tersebut. Terlebih ini adalah pertama kali dirinya merasakan energi yang kuat dan begitu mendominasi melebihi Aura Dewa.