Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 365 : Melatih diri


__ADS_3

"Se ... sejak kapan kau menaikkan level aura pedangmu, Tuan?" ucap naga hitam sambil terbang diatas langit.


"Tingkat kekuatan roh, dan keahlian berpedang sangat berpengaruh dalam proses kenaikan tingkat aura pedang. Untuk saat ini aura kuning adalah aura pedang tarkuatku. Dan aku berencana untuk meningkatkannya hingga menjadi hijau sebelum keluar dari ruang hampa, " jawab Xiao Tian sambil tersenyum.


"Merah, kuning, hijau, biru dan ungu. Itulah tingkatan aura pedang yang bisa dicapai oleh manusia. Ada pula uara pedang berwarna hitam pekat dan aura pedang berwarna putih menyilaukan yang hanya bisa dicapai oleh para immortal yang telah menyandang gelar Dewa. Setahuku tak ada manusia yang bisa menaikkan aura pedang secepat Xiao Tian. Mungkinkah ini karena camour tangan para Dewa?"


"Atau karena roh beladiri ular Yin dan Yang miliknya?" pikir naga hitam sambil terbang di atas udara.


Melihat naga hitam terdiam, Xiao Tian pun berkata, "Hei, kenapa kau diam saja?"


"Cepat lakukan serangan tadi, tapi lakukanlah dengan lebih keras lagi. Karena aku ingin menguji ketahanan aura pedang tingkat kuning milikku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


"Seperti yang kau minta, tuan," ucap naga hitam sambil merentangkan sayapnya.


"Teknik pencabik mangsa, Wing Slasher!"


Woooshhhhh


Hembusan angin kencang mengarah menuju Xiao Tian yang telah mempersiapkan kuda kudanya.


"Teknik iblis surgawi, tingkat dua. Celah neraka!" ucap Xiao Tian sambil menebaskan pedangnya.

__ADS_1


Sratttt


Badai angin kencang yang mengarah kepadanya seketika terbelah menjadi dua membentuk sebuah celah kosong sehingga serangan tersebut tak menyentuh tubuh Xiao Tian sama sekali. Saking kuatnya tebasan tersebut, tebasan udara yang keluar dari pedang bergerigi Xiao Tian masih bisa mengenai tubuh naga hitam yang terbang cukup tinggi.


Sratt


"Syukurlah tubuhku agak keras, dan seranganku sudah melemahkan dampak tebasan pedang milik tuan Xiao Tian. Jika tidak aku pasti akan terluka cukup parah," pikir naga hitam sambil bernapas lega.


"Benar benar serangan yang luar biasa, tapi aku masih belum puas dengan hasil ini. Ning Lian Ho adalah lawan yang berbahaya dan merupakan seorang ahli pedang tingkat kuning, meski dalam ilmu pedang kami setara, dia tetaplah berbahaya karena kultivasinya jauh diatasku. Seranganku sekarang tak akan bisa melukai tubuhnya. Demi mengimbangi Ning Lian Ho, aku harus bisa menjadi ahli pedang tingkat hijau," pikir Xiao Tian sambil memasang tampang serius.


"Kita lakukan latihan lagi, kali ini gunakan teknik tempurung naga untuk memperkeras tubuhmu," ucap Xiao Tian sambil menatap naga hitam.


"Baik tuan," ucap naga hitam sambil menyiapkan teknik tempurung naga.


#Keesokan harinya di alam nyata


Putri Jia Li baru tersadar dari pingsannya. Ketika baru membuka matanya lebar lebar, dia pun menjadi bingung karena melihat Jingmi berada tepat disamping kanannya.


"Ji ... Jingmi?"


"Kenapa dia ada disini?"

__ADS_1


"Dimana Yan Yan?" pikir Jia Li sambil mengerutkan dahinya.


Ketika sedang mencoba mengingat kejadian di malam pertamanya dengan Xiao Tian, Jia Li menyadari bahwa dirinya ternyata pingsan tepat sebelum dia melakukan apapun.


"Sialan, kenapa aku bisa pingsan!" teriak Jia Li di dalam hati.


"Ngomong ngomong dimana Yan Yan, lenapa dia tak ada disini?" pikir Jia Li sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


Ketika melirik ke kanan dia tak melihat siapapun kecuali Jingmi, begitu pula ketika melirik ke arah sebaliknya. Namun disaat dia kembali menoleh ke kanan, Xiao Tian dan naga hitam tiba tiba muncul tepat dihadapannya.


"Selamat pagi, istriku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


"Te .. terlalu dekat," pikir Jia Li dengan wajah yang memerah.


Shut shut shut


Xiao Tian menusukkan tiga jarum perak yang telah dia lapisi beberapa obat ke tubuh Jia Li.


"Aw, kenapa kau menusukku?" tanya Jia Li sambil mendorong Xiao Tian.


"Aku telah mengoleskan obat anti pingsan dalam jarum jarum itu, soalnya wajahmu memerah lagi seperti tadi malam. Aku takut kau pingsan lagi. Maaf jika sedikit mengejutkanmu, Lily," ucap Xiao Tian sambil mencabut kembali jarum jarum di pundak Jia Li.

__ADS_1


"Ti ... tidak apa apa kok, harusnya aku yang minta maaf karena mengacaukan malam pertama kita," ucap Jia Li sambil menundukkan kepalanya.


__ADS_2