
Kutukan di pundak Xiao Tian telah terangkat sepenuhnya. Kini dia sudah bisa menggunakan semua reliknya seperti semula. Simbol roh tikus suci yang tadinya sempat tak berfungsi pun kembali seperti semula.
"Akhirnya aku tak perlu menghawatirkan soal kekuatan jiwa lagi," pikir Xiao Tian sambil bernafas lega.
"Kekuatan relik dan simbol roh tikus sucimu telah kembali, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Dewa petir sambil menatap punggung Xiao Tian.
"Tentu saja memanfaatkannya untuk meningkatkan kekuatan qi serta memupuk pondasi semua orang secara bersamaan," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Memupuk pondasi sekaligus meningkatkan kekuatan qi semua orang?"
"Bagaimana caramu melakukannya?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
Xiao Tian tersenyum tipis, memusatkan setengah kekuatan jiwa di telapak tangannya. Lalu menepuk lantai ruangan sambil berkata,
"Teknik pembalik jiwa, aktifkan!"
Seketika seluruh pola susunan seratus jiwa mengeluarkan sinar biru yang cukup terang. Para murid yang masih berada di dalam susunan tersebut merasakan kekuatan qi yang cukup melimpah di sekitar tubuh mereka. Sadar bahwa kekuatan qi sangatlah berguna untuk memupuk pondadi kultivasi mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyerap kekuatan qi tersebut sebanyak mungkin.
Melihat metode aneh yang belum dia pahami, Dewa petir langsung menepuk pundak Xiao Tian dan berkata, "Hei, metode rahasia apa ini?"
"Aku baru tahu kalau susunan seratus jiwa bisa mengubah kekuatan jiwa menjadi kekuatan qi. Siapa yang mewariskan metode ini padamu?"
"Aku saja tak tahu kalau ada metode lain dari susunan seratus jiwa," ucap Dewa petir dengan tampang serius.
Setelah mendengar pertanyaan Dewa petir Xiao Tian pun tersenyum. Dia awalnya berpikir bahwa Dewa petir tak mengajari metode lain tersebut kepadanya karena memang pelit ilmu. Tapi setelah mendengar kenyataan bahwa Dewa petir memang tak mengetahui metode lain tersebut, Xiao Tian pun berkata, " Oh, jadi kau tak tahu tentang metode ini?"
"Maaf karena mengira kau pelit ilmu waktu itu," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Untuk apa aku pelit ilmu?"
"Kau kan tanggung jawabku, semakin cepat kau menjadi kuat maka semakin cepat pula aku terlepas dari tanggung jawabku," ucap Dewa petir sambil menghela napas.
"Begitu ya?" gumam Xiao Tian sambil melirik Dewa petir.
__ADS_1
"Sudahlah lupakan saja hal itu, yang penting saat ini bisakah kau beritahukan aku dari mana kau mempelajari metode ini?" tanya Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.
"Dewa kera yang telah mengajarkan metode ini padaku. Saat berlatih dengannya, aku tak hanya diberikan teknik baru saja, tapi semua teknik yang kau wariskan juga kupraktekkan di depannya. Dan Dewa kera memberikan upgrade dari teknik yang kau ajarkan," jawab Xiao Tian melalui telepati.
"Upgrade ya, haih kenapa kau begitu beruntung. Padahal aku sangat yakin kalau Wukong memiliki karakter yang sulit berbagi ilmu tinggi. Aku saja yang teman dekatnya selalu ditolak setiap kali meminta bimbingan untuk meningkatkan teknikku," ucap Dewa petir sambil menghela napas.
"Ngomong ngomong, bisakah kau berbagi ilmu denganku?" tanya Dewa petir sambil tersenyum tipis.
"Bukannya aku tak mau, hanya saja Dewa kera telah menandaiku dan menyuruhku bersumpah agar tak mewariskan teknik upgrade miliknya. Selain itu, masih ada teknik darinya yang belum sepenuhnya aku kuasai," jawab Xiao Tian melalui telepati.
"Teknik apa itu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Teknik akar suci," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Oh teknik akar suci toh ... ," ucap Dewa petir dengan tampang datar.
"Eh, kau bilang apa!" teriak Dewa petir dengan mata terbelalak.
"Teknik akar suci adalah jurus andalan Wukong, dia bisa membagi tubuhnya hingga mencapai angka puluhan ribu dengan kekuatan kloning yang hampir menyamai kultivasi tubuh asli hanya dengan mencabut dan melempar bulu bulunya."
"Dulu dia dapat melawan langit hanya dengan kemampuannya mengkloningkan diri menjadi 84.000 kloning. Dan terkahir kali kudemgar dia meng-upgrade kemampuan tersebut hingga membuat semua kloningnya bisa menggandakan diri lagi hingga 84.000 kloning. Entah untuk apa dia melatih teknik tersebut, yang jelas kemampuan itu sudah membuat gempar para Dewa."
"Apakah dia juga mengajarkan upgrade dari teknik tersebut padamu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Tentu saja," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Kera sialan, apa sebenarnya tujuannya. Teknik akar suci tingkat biasanya saja bisa menggemparkan langit, dan dia mengajarkan teknik tingkat duanya juga. Apa dia mau membuat Xiao Tian melawan langit juga?" pikir Dewa petir dengan mata terbelalak.
"Syukurlah saat ini istriku yang mengawasi, jadi perbincangan ini tak diketahui kaisar langit. Kalau tidak, dia pasti bisa jadi setres karena memikirkan Xiao Tian akan melampauinya suatu saat nanti. Aku tak berpikir bahwa anak ini akan memiliki masa depan yang cerah. Kombinasi teknik Wukong dan roh beladiri legendarisnya pasti bisa membuatnya berada diatas puncak, bahkan bisa digunakan untuk melawan langit. Dengan ini aku tak perlu menghawatirkan para kaisar iblis lagi, asalkan dia melatih teknik teknik itu dengan benar semuanya akan berjalan sesuai rencana. Untuk sekarang aku hanya perlu fokus membantunya meningkatkan kekuatan agar bisa mempertahankan hidupnya."
########
Setelah menyalurkan begitu banyak kekuatan jiwa dan merubahnya menjadi kekuatan qi murni, akhirnya Xiao Tian berhasil memupuk pondasi semua murid petarung. Setelah dirasa bantuannya terhadap murid petarung sudah cukup, Xiao Tian pun memupuk pondasinya sendiri dengan menyerap kekuatan qi yang tersisa di dalam susunan seratus jiwa.
__ADS_1
Ketika Xiao Tian selesai memupuk pondasinya, simbol sihir susunan seratus jiwa lenyap tanpa meninggalkan bekas. Bersamaan dengan itu para murid tiba tiba saja mengantuk dan terbaring pingsan, kecuali Xiao Tian dan kelima murid yang berada di pusat lingkaran susunan tersebut
"Patriach, apa yang terjadi dengan yang lain?" tanya Xia Hu dan keempat murid lain dengan napas terengah engah.
"Kalianpun tidurlah," ucap Xiao Tian sambil melemparkan jarum pelumpuh dengan obat tidur ke arah lima murid petarung yang masih terjaga.
Shut shut shut
Setelah membuat tidur kelima murid yang tersisa, Xiao Tian pun bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati Xianlun dan kedua tetua yang lain.
"Patriach, apa yang anda lakukan pada mereka?"
"Kenapa mereka pingsan?"
"Dan jarum apa yang kau lempar barusan?" tanya Xianlun sambil mengerutkan dahi.
"Efek dari teknik pembalik jiwa yaitu dapat memaksa murid diluar lingkaran pusat untuk tidur dan beristirahat. Itulah alasan mereka pingsan. Sedangkan kelima murid yang lain aku tusuk dengan jarum pelumpuh yang mengandung obat tidur. Semua itu juga kulakukan agar mereka bisa beristirahat."
"Aku bisa saja menyuruh mereka tidur, tapi waktunya terlalu mepet saat ini. Jika mereka baru mencoba tidur disaat seperti ini, aku takut mereka hanya bisa tidur beberapa jam saja. Selain itu ... ," ucap Xiao Tian sambil memasang ekspresi serius.
"Selain itu apa?" tanya Xianlun sambil mengerutkan dahi.
"Kalian juga sudah berlatih cukup keras, tidurlah!" ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan tekanan qi yang cukup kuat untuk membuat semua orang pingsan.
"Hei apa tujuanmu membuat semuanya pingsan?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Tentu saja membawa mereka keruang hampa untuk beristirahat. Bagaimanapun ruang hampa harus dirahasiakan dari mereka," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Begitu ya, karena hanya tiga jam yang tersisa. Kau ingin melanjutkan latihan di ruang hampa agar menjadi tiga hari. Ngomog ngomong kenapa kau tak mengingatkanku soal menghapus kutukan ketika sudah melewati jam 12 malam?"
"Kalau dari awal kan kau pasti memiliki lebih banyak waktu," ucap Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Saat itu susunan seratus jiwa masih dalam proses dan belum selesai. Kau kan tahu kalau sudah aktif susunan itu tak bisa ditunda," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
__ADS_1
"Ah benar juga, kenapa aku bisa lupa," ucap Dewa petir sambil menepuk dahinya.