Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 173 : Melawan empat jenderal siluman


__ADS_3

Xiao Tian terpaksa melawan keempat jenderal siluman yang tersisa. Kombinasi serangan dari keempat jenderal siluman berhasil mengenai Xiao Tian namun tak ada satupun yang meninggalkan bekas luka karena kekerasan tubuh Xiao Tian menetralkan semua serangan.


"Menyebalkan." Jenderal siluman rusa mencabut kedua tanduk di kepalanya. tanduk-tanduk tersebut berubah menjadi sebuah trisula emas.


Jenderal siluman rusa menancapkan salah satu trisulanya ke tanah. Seketika muncul kloning jenderal siluman rusa yang tiba-tiba berada di dekat trisula tersebut.


Kloning dari siluman jenderal siluman rusa sama persis seperti jenderal siluman rusa yang sekarang. Tak bertanduk dan memiliki postur tubuh seperti manusia. Dengan diselimuti aura emas, kloningan jenderal siluman rusa mencabut keluar trisula emas yang menancap di tanah.


Jenderal siluman angsa menembakkan bulu-bulunya yang sangat tajam bagaikan pedang. Ribuan bulu terus mengikis kulit tebal Xiao Tian yang telah dilapisi kekuatan relik perak dan teknik tempurung naga.


Jenderal siluman rubah merah dan jenderal siluman rubah putih menciptakan ilusi yang membuat tubuh mereka terlihat begitu banyak. Xiao Tian dikeroyok habis-habisan oleh keempat jenderal siluman yang tersisa. Meski terkena banyak serangan dia tak mengalami luka luar. Tubuh kerasnya benar-benar bisa menahan semua serangan fisik yang dilancarkan oleh para jenderal siluman.


Meski begitu, memerlukan banyak energi qi untuk mempertahankan kekerasan tubuhnya itu. Sedangkan kenyataanya energi qi yang Xiao Tian miliki hanya cukup untuk mempertahankan kekerasan tubuhnya selama lima menit lagi. "Sial, kalau begini terus. Aku akan habis."


"Menyebalkan, manusia ini benar-benar merepotkan. Tak ada serangan yang bisa melukainya. Sebenarnya dari mana dia mendapatkan semua kekuatan ini." Jenderal siluman rusa melanjutkan serangannya dengan menusukkan trisulanya ke arah perut Xiao Tian. Namun seperti biasa, Xiao Tian menahan serangan jenderal siluman rusa dan kloningannya hanya menggunakan kedua tangannya.


Ketika kedua tangannya masih sibuk menahan dua buah trisula yang di arahkan ke perutnya, Xiao Tian terkena pukulan keras dari jenderal siluman rubah merah dan jenderal diluman rubah putih. Mereka terus memukul punggung Xiao Tian yang tak terbuka lebar tanpa pertahanan sedikitpun.


Bukk bukk


Selagi Xiao Tian masih memfokuskan kekuatan untuk mendorong mundur dua buah trisula emas dari jenderal siluman rusa dan kloningannya, jenderal siluman rubah merah dan jenderal siluman rubah putih terus memukuli punggung keras Xiao Tian secara bertubi-tubi.


Meski kekerasan tubuh Xiao Tian sanggup menahan serangan para jenderal siluman. Namun dia kesulitan daat ingin melakukan serangan balasan kepada para jenderal siluman. Semua itu karena setiap kali dia terfokus pada salah satu jenderal siluman, maka dia akan menerima serangan dari jenderal siluman yang lain.


Xiao Tian mencoba membekukan salah satu trisula emas yang dia tahan dengan tangan kanannya, namun trisula itu tak terkena efek sedikitpun. Dorongan kekuatan dari jenderal siluman rusa beserta kloningannya mulai menguras tenaga Xiao Tian hingga tubuhnya sedikit tergeser mundur. Sedangkan pukulan yang dilancarkan oleh jenderal siluman rubah merah dan putih, memecahkan fokus Xiao Tian karena mereka terus memukuli punggung kerasnya tanpa henti.


Karena sudah mulai terdesak, akhirnya Xiao Tian mengeluarkan ledakan api biru di kedua telapak tangannya untuk mendorong mundur dua buah trisula emas. Berkat ledakan api biru, jenderal siluman rusa beserta kloningannya terdorong mundur begitu jauh. Namun mereka terdorong dalam keadaan berdiri tegak.


Ketika sudah membuat jarak dengan jenderal siluman rusa, Xiao Tian membalikkan badannya untuk menendang jenderal siluman rubah merah dan putih yang terus menyerang punggungnya. Akan tetapi yang dia serang hanyalah tubuh ilusi belaka sehingga tak ada satupun dari serangannya yang mengenai mereka.


"Sial, aku sudah kehabisan banyak energi qi. Namun tak ada satupun dari mereka yang herhasil kubuat terluka," pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah.


Ribuan tubuh ilusi jenderal siluman rubah merah dan putih membuat bingung Xiao Tian. Dia memukuli mereka namun tak ada satupun tubuh fisik yang berhasil dia serang. Semua serangannya selalu menembus tubuh mereka karena nyatanya memang yang dia serang hanyalah ilusi belaka.


Selagi dibuat bingung oleh ilusi yang dibuat jenderal siluman rubah merah dan putih, jenderal angsa melepaskan kembali ribuan bulu-bulu tajamnya yang terus menyayat tubuh keras Xiao Tian. Meski terus terkena serangan jenderal siluman angsa, hanya pakaiannya saja yang terkelupas hingga sobek-sobek. Sedangkan tubuh kerasnya masih bisa menahan semua serangannya.

__ADS_1


Melihat Xiao Tian tak mengalami luka gores sedikitpun, para jenderal siluman mulai merasa kesal. Terhitung satu menit lagi Xiao Tian akan kehilangan teknik pengeras tubuhnya. Namun mereka tak tahu kalau pertahanan tubuh Xiao Tian tidak akan bertahan lama.


Teknik tubuh perak yang berasal dari kekuatan relik memang tidak membutuhkan kekuatan qi. Namun teknik tersebut tidak cukup kuat menahan semua serangan jika tidak dikombinasikan dengan teknik tempurung naga. Sedangkan teknik tempurug naga memerlukan kekuatan qi untuk digunakan terus menerus.


Sebenarnya Xiao Tian masih bisa menggunakan teknik seribu langkah cahaya untuk menghabisi semua jenderal siluman dalam waktu sekejap mata. Namun dia tak ingin menggunakan teknik tersebut karena efek dari teknik itu bisa membuat dia tak sadarkan diri selama dua puluh empat jam penuh.


Awalnya Xiao Tian tak menggunakan teknik serangan yang memerlukan banyak qi karena dia fokus terhadap teknik pengeras tubuh.


Dia menahan semua serangan sambil mencoba membaca semua pola serangan para jenderal siluman. Namun hingga batas waktu yang ditentukan dia tak kunjung menemukan celah serangan para jenderal siluman. Semua ini karena dia selalu diserang dari belakang setiap sedang fokus menahan serangan yang dilancarkan dari arah depan.


Xiao Tian mulai kehabisan kekuatan qi nya. Teknik tempurung naga mulai menghilang karena kekuatan qi yang tersisa tak cukup untuk membayar teknik tersebut. Perlahan tapi pasti serangan-serangan dari para jenderal siluman mulai melukai tubuh perak Xiao Tian. Meski tak mengalami luka gores, Xiao Tian merasakan luka dalam yang cukup menyakitkan. Terutama dari serangan para jenderal siluman rubah yang terus mengenai punggungnya.


Sedangkan bulu bulu tajam dari jenderal siluman angsa masih belum meninggalkan bekas luka di tubuh Xiao Tian.


"Apa hanya ini kemampuan dari empat jenderal siluman?"


"Kalian tak ada bedanya dengan jenderal kelinci yang tadi."


"Begitu lemah dan hanya bisa mengatakan omong kosong."


"Karena aku memiliki tubuh keras yang tak bisa ditembus."


"Kalau dibandingkan dengan raja iblis Lanbing, kalian hanyalah sebutir debu yang akan menghilang diterbangkan oleh angin."


Xiao Tian berakting seakan-akan tubuhnya tak merasa sakit sedikitpun sehingga membuat para jenderal siluman menghentikan serangan mereka.


"Cih, jangan berlagak sombong hanya karena bisa menahan semua serangan kami. Aku tahu kau hanya mencoba mengulur waktu karena tak bisa membalaskan serangan kami."


"Jangan hiraukan dia teman-teman. Terus serang!" jenderal siluman angsa melanjutkan serangannya. Dia menerbangkan ribuan bulu bulu tajamnya ke arah Xiao Tian.


Ribuan bulu-bulu tajam jenderal siluman angsa yang awalnya tak berhasil menggores tubuh Xiao Tian, perlahan mulai menggores tubuh perak Xiao Tian. Semua itu terjadi karena jenderal siluman angsa kini telah memfokuskan seranganya hanya ke satu titik saja. Dia terus menyerang punggung tangan kanan Xiao Tian yang terus dijadikan tameng untuk melindungi perut serta wajahnya.


Ketika punggung tangan kanan Xiao Tian mulai mengalami luka gores, para jenderal siluman yang lain pun mulai kehilangan rasa ragu untuk melawan Xiao Tian. Mereka melancarkan serangannya kembali.


Akan tetapi, tiba-tiba saja Xiao Tian bergerak dengan kecepatan yang tak bisa diikuti oleh para jenderal siluman. Dia menghilang dari pandangan para jenderal siluman, lalu muncul di tengah-tengah ribuan tubuh ilusi jenderal siluman rubah merah dan putih. Tanpa peringatan dia membekukan tubuh jenderal siluman rubah merah lalu menendangnya hingga hancur berkeping-keping. Dia juga melakukan hal yang sama terhadap jenderal siluman rubah putih yang tersembunyi di antara ribuan tubuh ilusi. Setelah tubuh fisik kedua jenderal siluman tersebut hancur, tubuh ilusi mereka pun ikut menghilang dari pandangan Xiao Tian.

__ADS_1


Setelah menghabisi jenderal siluman rubah merah dan putih Xiao Tian tersenyum lebar. Ketika masih berdiri di posisi terakhirnya, dia diserang oleh jenderal siluman rusa beserta kloningannya dari arah belakang punggungnya.


Akan tetapi kejadian diluar dugaan mulai terjadi, aura hitam yang membentuk empat tangan raksasa tiba-tiba saja muncul dari helakang tubuh Xiao Tian. dua tangan menahan dua buah trisula, dan dua tangannya lagi menghajar jenderal siluman rusa dan klonibgannya yang memegang trisula tersebut.


Duakkk


Ketika masih terlempar mundur, tangan tangan raksasa yang memegang trisula emas melemparkan trisula emas dengan kecepatan tinggi, hingga mengenai perut jenderal siluman rusa beserta kloningannya.


Cleb clebb


"Apa yang ... " jenderal siluman angsa gemetar ketakutan melihat ketiga jenderal dikalahkan dalam waktu sekejap mata. Dia tak bisa bergerak dari posisinya ketika Xiao Tian menatapnya dengan mata hitam yang pupil yang berwarna merah.


"Apa yang terjadi dengan manusia ini?"


"Kenapa tiba-tiba saja aku gemetar ketakutan setelah melihat matanya, bukanhanya itu. Sejak kapan warna matanya berubah?"


"Padahal seingatku sebelum dia mengalami luka gores, matanya masih berwarna hitam dan merah seperti itu." Jenderal siluman angsa langsung bersujud meminta ampun ketika Xiao Tian berjalan semakin dekat ke arahnya.


"Ampuni aku, tuan. Aku hanya menjalankan sebuah perintah aliansi. Tolong jangan bunuh aku. Aku akan mengantarkanmu ke tempat pertemuan aliansi lima kerajaan siluman asalkan kau mengampuni nyawaku." Jenderal siluman angsa memohon dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


Kaibo beserta para siluman harimau kagum sekaligus takut dengan kekuatan Xiao Tian yang sekarang. Mereka merasa takut karena ingat bahwa mata hitam dengan pupil berwarna merah milik Xiao Tian merupakan pertabda bahwa dia sedang diluar kendali.


Meski tahu bahwa Xiao Tian sedang diluar kendali, Kaibo tak ingin melihat Xiao Tian mengikuti jenderal siluman angsa menuju tempat aliansi lima kerajaan siluman. Tanpa rasa ragu dia berteriak,


"Kak Xiao Tian, tolong sadarlah. Bunuh saja dia dan jauhi aliansi lima kerajaan. Terlalu berbahaya bagimu jika pergi kesana dalam kondisi seperti sekarang!"


Xiao Tian melirik ke arah Kaibo yang posisinya sangat jauh di sebelah kanan Xiao Tian. Dia menatapnya dengan penuh kesal. Hanya dengan menatapnya, salah satu dari tangan raksasa yang berada di punggungnya melesat ke arah Kaibo dengan kecepatan tinggi lalu mencekik leher Kaibo yang memang tak bisa bergerak karena mengalami luka yang cukup parah.


"Diamlah, iblis kecil!" Xiao Tian melemparkan tubuh Kaibo dengan tangan raksasanya hingga menabrak pintu masuk istana es.


Duarrrr


"Aku akan mengampunimu, asalkan kau bawa aku menemui orang-orang yang menyuruhmu itu. Aliansi lima kerajaan siluman ya. Aku sangat ingin menghancurkan mereka. Siapapun yang berani berurusan denganku, harus mati atau bertekuk lutut dibawah kekuasaanku," ucap Xiao Tian sambil menatap kearah jenderal siluman angsa yang gemetar ketakutan di depannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2