Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 245 : Memperkuat diri


__ADS_3

Setelah membahas rencana penyerbuan, Xiao Tian dan kawan kawannya melanjutkan latihan di alam kekosongan milik Wukong. Sembari melihat kloningnya mengajari Xiao Tian dan tan temannya, Wu Kong berusaha menghibur Dewa Petir yang terlihat murung sejak keluar dari ruang hampa.


"Ehm, kau tak seperti biasanya. Putramu telah kembali ke tanganmu tapi kau malah menjadi galau seperti ini,"


"Bisakah kau santai sedikit saja Dewa Petir?"


tanya Wu Kong sambil memegang pundak Dewa Petir.


"Benar kata kakak pertama, kau tak seperti biasanya Dewa Petir. Biasanya kau selalu mengesampingkan masalah pribadi saat sedang mengemban sebuah misi penting. Apakah kau berubah melembek setelah mengetahui kalau putramu tak lagi mempercayaimu?" tanya panglima Tian Feng.


"Dewa Petir berhentilah murung, kalau kau seperti ini bagaimana mungkin putramu bisa mempercayaimu lagi?"


"Jika kau kehilangan sebuah kepercayaan dari putramu, maka dapatkan saja kembali."


"Bukankah keadaan ini lebih baik dari pada kehilangan dia untuk selamanya?"


"Kau bisa tertawa lepas ketika Dian Zheng telah lama dinyatakan tewas."


"Saat ini dia telah kembali, kau seharusnya tersenyum dengan santai, dan minum arak ini bersamaku," ucap Wukong sambil menawarkan segelas arak.


"Hei kakak pertama, dari mana kau mendapatkan arak itu?"


"Seorang biksu tak boleh mabuk, meski kita telah menjadi Dewa kita tak dibolehkan untuk ... ," belum sempat menyelesaikan ucapannya Wukong menutup mulut panglima Tian Feng dengan telunjuk kirinya.


"Sstttt, guru sedang tak ada disini. Lagi pula kita telah menjadi Dewa. Tak ada yang bisa melarang kita lagi saat ini. Bersantailah sedikit," ucap Wukong sambil meminum arak.


"Benar juga katamu, kalau begitu berikan araknya padaku," ucap panglima Tian Feng sambil mencoba meraih gelas arak di tangan Wukong.


"Enak saja, aku mengeluarkan arak ini untuk diminum Dewa Petir. Buat saja arakmu sendiri," ucap Wu Kong sambil menjauhkan arak di tangannya.


"Ah dasar pelit!" ucap panglima Tian Feng dengan wajah kesal.


"Kakak kedua jangan terpengaruh oleh kakak pertama, meski telah lama tak ada kabar tentang guru kita yang masih terikat roda reinkarnasi demi menjadi seorang Budha. Kita tak boleh melanggar ajarannya sebelum guru kembali," sambung Wu Jing sambil menarik badan panglima Tian Feng.


"Maksudmu kita boleh melanggar ajarannya saat guru kembali dan menjadi seorang budha?" tanya panglima Tian Feng.


"Bu ... bukan itu maksudku. Tapi ... ," belum sempat menyelesaikan kalimatnya Wu kong memotong ucapannya dengan berkata, "Adik Wu Jing, tak kusangka ternyata kau memiliki rencana seburuk itu. Kau ingin menunjukkan kalau saat ini sudah bisa melanggar ajaran guru dihadapannya nanti?"


"Karena telah menjadi Dewa kau ingin berbuat sesukamu ya," ucap Wukong sambil menatap Wu Jing.


"Tak kusangka hatimu sekotor itu, adik Wu Jing," ucap panglima Tian Feng sambil menatap Wu Jing dengan tatapan serius.


"Ta ... tapi aku, tak bermaksud untuk ... ," belum sempat Wu Jing menyelesaikan kalimatnya, Wukong kembali menghentikan ucapannya dengan berkata, "Sssttt!"


Jari telunjuknya menempel di bibirnya dengan pandangan yang terlihat cukup serius.


"Apa kau merasakannya, patkai?" tanya Wukong.


"Tentu saja kak, tapi bisakah kau berhenti memanggilku dengan nama itu?" ucap Panglima Tian Feng dengan kesal.


"Tidak aku tak bisa."


"Aku lebih nyaman memanggilmu seperti itu," ucap Wu Kong sambil menatap panglima Tian Feng.


"Lawan kita adalah Dewa iblis serta tiga dari lima dewa sesat yang berhasil kabur dari penghakiman alam neraka. Sampai kita menangkap tiga Dewa tersebut, kita tak bisa kembali ke alam para Dewa."


"Bagaimana dengan Dewa Iblis Yonheng?"


"Bukankah dia pernah mengacak acak istana langit dan memiliki kekuatan setara Dengan kakak pertama?" tanya Wu Jing sambil menatap Wukong.


"Kau benar, jika bukan karena campur tangan Wukong dan Dewa Obat. Dewa Iblis Yon Heng tak akan bisa ditundukkan," sambung Dewa Petir sambil menatap punggung Wu Kong yang telah berdiri sejak merasakan sesuatu diluar alam kekosongan.


"Ngomong ngomong kenapa kalian tiba tiba membahas semua itu?" tanya Dewa Petir sambil menatap punggung Wu Kong.

__ADS_1


"Karena aku mulai merasakan eksistensi Dewa Iblis Yonheng, dia yang selama ini menyembunyikan keberadaanya dari para Dewa. Saat ini mulai herani mengeluarkan sedikit aura Dewanya. Ada dua kemungkinan akan kejadian ini. Pertama, Yonheng lupa mengontrol aura Dewanya saat berkultivasi.


Kedua dan yang paling buruk, Yonheng sengaja menunjukkan lokasinya karena tenaganya telah kembali pulih tanpa perlu membangkitkan para Kaisar iblis," ucap Wukong dengan tatapan serius.


"Haruskah kita percepat penyerangannya, Kak Wukong?" tanya Panglima Tian Feng sambil menatap Wukong.


"Tak ada pilihan lain, kita harus bergegas sebelum Yonheng mendapatkan kekuatannya kembali. Jika tidak istana langit akan kembali kacau dan para Dewa Dewi tak dapat hidup dengan damai," ucap Wukong dengan tatapan serius.


"Ta ... tapi, hanya dengan kekuatan kita yang saat ini ... ," belum sempat Wu Jing menyelesaikan kalimatnya, Wukong memotong pembicaraan dengan berkata, "Ya, kau benar. Terlalu beresiko jika hanya kita yang datang menyerbu. Kita harus kembali ke alam Dewa dan memberi tahu situasi saat ini."


Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Wukong memutuskan untuk kembali ke istana langit bersama kedua adik seperguruannya. Meninggalkan pusaka Dewa yang berbentuk seperti cincin emas bercorak naga kepada Dewa Petir. Cincin tersebut merupakan pusaka yang terikat dengan alam kekosongan, dengan memberikannya kepada Dewa Petir maka Xiao Tian dan kawan kawannya tak perlu menunggu dia kembali dari istana langit.


Setelah tubuh asli Wukong berteleportasi ke alam Dewa. Kloning yang bertugas mengajari Xiao Tian dan rombongannya menghilang secara bersamaan. Semua terjadi karena kloningnya jurusnya tak bisa aktif jika tubuh asli dan kloningnya berada di dua alam yang berbeda.


Setelah Kloning Wukong menghilang, Dewa Petir mengambil alih tugas kloning Wu Kong untuk mengajari Xiao Tian dan teman temannya.


Ketika melihat kloning Wukong menghilang satu persatu, Xiao Tian berjalan mendekati Dewa Petir lalu berkata, "Kemana Dewa Kera dan yang lainnya pergi?"


"Bagaimana dengan latihan kami?"


"Tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.


"Benar kata kak Xiao Tian, kultivasiku tertinggal jauh dibawah semua orang. Jika terus seperti ini aku tak akan bisa mengejar," ucap Kaibo sambil menatap Dewa Petir.


"Tenanglah, aku akan mengambil alih tugas kloning Dewa Kera untuk melatih kalian. Hingga kalian sudah cukup kuat untuk melindungi diri sendiri dari serangan raja iblis, aku tak akan berhenti melatih kalian di alam kekosongan ini. Kalian mengerti!" ucap Dewa Petir dengan tampang serius.


"Kenapa kau mendadak terlihat bersemangat?"


"Apakah terjadi sesuatu yang menyulut api semangatmu?" tanya Xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.


"Apa kau lebih suka jika aku terlihat murung terus?" tanya Dewa petir.


"Bukan begitu maksudku."


"Aku juga senang kau tak murung lagi, tapi bisakah kau beritahu alasan dibalik perubahan suasana hatimu ini padaku?" tanya Xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.


"Tak ada alasan khusus. Hanya saja aku baru sadar bahwa musuh yang menjadi alasan dibalik pemalsuan kematian Dian Zheng, sudah mulai berani menunjukkan diri," jawab Dewa Petir dengan tampang serius.


"Maksudmu Dewa Iblis, Yon Heng?" ucap Xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.


"Dewa iblis?" jadi iblis juga punya seorang Dewa ya?" sambung Jingmi versi anak anak dengan tampang polosnya.


"Dari mana kau mendengar nama itu, kak Xiao Tian?" tanya Kaibo sambil menatap Xiao Tian.


"Jawab pertanyaan mereka, karena aku juga ingin tahu jawaban darimu pangeran," ucap Taiwu sambil menatap Xiao Tian.


Ketika Xiao Tian menatap ke arah Su Yan dan si Gendut, mereka menganggukkan kepala sambil berkat, " Hmm,"


"Katakan pada kami, Yan Yan," ucap putri Jia Li sambil menatap Xiao Tian.


"Cepat katakan dan berhenti membuat mas endutku penasaran," ucap Huanran dengan tatapan kesalnya.


"Haih, baiklah akan kuceritakan secara singkat. Aku mengetahui nama itu dari para siluman rubah. Mereka mengatakan nama itu ketika hendak menceritakan tentang penyerbuan sekte iblis."


"Kalau masalah siapa dan seperti apa rupa Yon Heng, jangan tanyakan padaku. Karena aku tak pernah bertemu dengannya," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.


"Dewa iblis Yon Heng selalu memakai sebuah topeng putih yang terlihat cukup seram yang memiliki bentuk seperti tengkorak manusia. Dia selalu memakai pakaian serba hitam yang menutupi lengan serta kakinya."


"Meski tubuhnya penuh luka dan sering kali muntah darah, dia memiliki kekuatan yang cukup besar hingga membuat para bangsa iblis tak berani macam macam dengannya."


"Diluar sana banyak iblis yang tak kalah kuat seperti raja dan ratu iblis yang berada di sekte iblis. Tapi tak ada yang berani berbuat macam macam terhadap sekte iblis karena kehadiran Dewa Iblis Yonheng."


"Jika bukan karena laut mengering dan demi bersembunyi dari pendiri kelompok pembasmi iblis, Dewa Iblis Yonheng pasti tak akan pergi dari markasnya saat itu."

__ADS_1


"Begitu ya ... ,"


Ngomong ngomong apa tak apa mengajari teman temanku yang tak memiliki kaitan dengan alam para Dewa?"


"Bukankah sebelumnya kau bilang tak ingin turun tangan karena tak mau buku takdir berubah?"


"Persetan dengan buku takdir, buku itu tak dapat dipercaya lagi. Dian Zheng pun menghilang dari buku, tapi nyatanya dia masih bisa hidup. Lagi pula buku takdir sudah lama berubah sejak kelima Dewa sesat turun ke alam semesta ini. Seharusnya mereka tak bisa menyebrang ke alam semesta lain, entah apa dan siapa yang menyelamatkan mereka sehingga bisa kabur sebelum dihakimi di alam neraka," jelas Dewa Petir sambil menatap Xiao Tian.


"Begitu ya, ngomong ngomong kenapa Dewa kera dan yang lainnya pergi disaat saat seperti ini?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Tak perlu dipikirkan, manfaatkan saja waktumu saat ini untuk memperkuat kultivasimu. Karena saat ini musuh kita bukanlah musuh yang mudah."


"Setelah membantai habis sekte iblis, para Dewa akan kembali ke istana Langit dan tak akan ikut campur lagi dengan alam manusia. Hanya kalian yang bisa menjaga alam semesta ini setelah itu.


Ingatlah ini baik baik, setelah sekte iblis diruntuhkan. Masih banyak musuh yang harus kau taklukkan.


Karena ancaman lain seperti Kaisar iblis dan sejenisnya akan menjadi musuh nyata manusia dalam waktu dekat nanti," jelas Dewa Petir dengan tatapan serius.


"Ngomong ngomong apa yang akan kau ajarkan pada kami?" tanya Xiao Tian dengan antusias.


"Melatih teknik tingkat tinggi yang bisa membuat semua lawan mundur, teknik yang bisa membuat semua lawan muntah muntah hingga pingsan," jawab Dewa Petir dengan tampang seriusnya.


"Teknik apa itu?" tanya Kaibo dengan tampang bersemangat.


"Teknik upil tingkat Dewa," jawab Dewa Petir dengan tampang seriusnya.


"Hadeh ... ,"


"Bisakah kau berhenti bercanda!" bentak Xiao Tian dengan kesal.


#Istana langit.


Dewa Erlang beserta Dewa Dewi yang lain merasa cemburu dengan hak istimewa Wukong yang boleh membawa kedua adik seperguruannya meninggalkan alam para Dewa tanpa perlu meminta ijin.


"Berhenti mengkritikku, memangnya ada diantara kalian yang bisa berurusan dengan kera itu!" ucap Kaisar Langit dengan tampang kesal.


"Apa kalian lupa dengan kekacauan yang terjadi di istana Langit setiap kali dia mengamuk?"


"Jika ada diantara kalian yang bisa menghajar Wukong angkat tangan kalian!"


"Aku pun sama seperti kalian, merasa lesal dengan kera itu. Waktu belum menjadi Dewa saja dia sanggup mengobrak abrik istana hingga membuat Dewi Quan Im dan salah satu budha turun tangan."


"Satu satunya yang sanggup bersaing dengan Wukong hanyalah Yon Heng yang berasal dari suku iblis. Tapi dia berhianat sejak bangsanya terancam musnah akibat menyinggung para Dewa. Jika bukan karena penghianatannya waktu itu, mungkin para kaisar iblis tak akan bisa hidup di dalam segel hingga saat ini."


"Andai Yon Heng tak mengganggu Dewa Obat saat menciptakan relik tingkat tinggi saat itu, Dewa Obat tak akan kehilangan separuh nyawanya. Hingga mengaktifkan sihir terlarang yang mengakibatkan jiwa dan raganya menghilang entah kemana."


"Jika bukan karena Dewa Petir memiliki ikatan dengan Xiao Tian di dalam buku takdir, mungkin tubuhnya tak akan pernah ditemukan hingga sekarang."


"Meski tubuhnya ditemukan, sampai saat ini tak ada yang bisa membangkitkan kembali Dewa Obat pertama. Jika ada diantara kalian yang sanggup membangkitkan Dewa Obat dari tidur panjangnya, maka aku akan memberikannya hak untuk bepergian ke alam manusia tanpa perlu meminta ijin kepadaku lagi."


"Apakah diantara kalian ada yang sanggup?" tanya Kaisar Langit dengan tatapan serius.


"Untuk sekarang kami mungkin belum sanggup, tapi ingatlah janjimu itu baik baik. Karena kami pasti akan mengetahui caranya suatu hari nanti," ucap Dewa Erlang sambil menatap Kaisar Langit.


"Tentu saja, jika aku melanggar janjiku. Akan kucium pantat Wu Kong selama seharian penuh!" ucap Kaisar Langit dengan tampang seriua.


"Menarik sekali. Sepertinya aku harus membuat pantatku sekotor mungkin jika ada yang berhasil membangkitkan Dewa Obat nanti," ucap Wu Kong yang baru muncul di hadapan semua orang.


"Se ... sejak kapan kau berada ditengah tengah kami!" ucap Kaisar Langit dengan tampang yang terlihat tegang.


"Sejak kau berkata akan mencium pantatku selama seharian penuh," ucap Wu Kong dengan tampang yang menjengkelkan.


"Kera sialan ini, tak bisakah berhenti mempersulitku?"

__ADS_1


"Padahal aku hanya asal bicara untuk memperdaya para Dewa Dewi agar berlomba lomba mencari cara menyembuhkan Dewa Obat. Kalau sudah didengar Wu Kong aku tak bisa mengingkari janjiku, karena dia pasti akan memaksaku mencium pantat kotornya selama seharian penuh sesuai ucapanku tadi," pikir Kaisar langit dengan tangan yang memegang dahinya.


__ADS_2