Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 204 : Pagoda iblis tingkat empat


__ADS_3

Xiao Tian telah sampai di pagoda tingkat empat. Disana Kaibo versi Dewasa menunggunya sambil memegang pedang hitam bergerigi yang mengeluarkan aura merah berlapis hawa iblis.


"Selamat datang di pagoda iblis tingkat empat, Manusia." Kaibo menatap Xiao Tian dengan tatapan tajam.


Xiao Tian membalas tatapan Kaibo dengan hawa membunuh yang sanggup menggetarkan semua petarung di bawah tingkat Dewa petarung.


Karena saat itu Kultivasi Kaibo masih berada di tingkat setengah dewa petarung lapisan puncak, dia pun tak bisa menahan hawa membunuh yang dikeluarkan Xiao Tian.


Tubuhnya gemetar hingga tanpa sadar dua buah pedang di tangannya pun terlepas dari genggamannya.


Dia tak punya nyali untuk bergerak ataupun melawan balik. Hanya bisa menundukkan kepala dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


Hawa membunuh yang Xiao Tian keluarkan menjadi semakin kuat setiap kali dia berjalan mendekati Kaibo.


Saking kuatnya hawa membubuh yang Xiao Tian tunjukkan kepada Kaibo, dia pun terjatuh hingga kehilangan kemampuan untuk berdiri tegak ketika Xiao Tian menyentuh pundaknya.


"Kau ... , sejak kapan kau menjadi seorang Dewa Petarung?"


"Kupikir kekuatanmu yang waktu itu karena kekuatan Dewa, tapi kekuatanmu kali ini tak jauh berbeda dari kekuatanmu yang waktu itu."


"Meski sedikit lebih lemah dari pertemuan terakhir kita, tapi kemampuanmu yang sekarang terlalu mengejutkanku," ucap Kaibo dengan tubuh yang gemetar. Dia terdiam kaku dalam posisi duduk yang membelakangi punggung Xiao Tian. Punggung mereka saling berhadapan karena Xiao Tian baru saja melewatinya.


"Ingatlah baik-baik, Kaibo. Kau tak akan pernah bisa melampaui ayah angkatmu ini," jawab Xiao Tian dengan punggung yang menghadap punggung Kaibo.


"Ayah angkat?"


"Aku tak mungkin mau diasuh oleh manusia yang derajatnya lebih rendah dariku."


"Meski kau dari kalangan bangsawan, dan aku hanyalah seorang jenderal iblis yang mengabdi kepada sekte iblis. Aku tidaklah peduli, karena derajat kaum iblis, lebih tinggi daripada umat manusia yang lemah!" ucap Kaibo sambil mengepalkan tangannya secara perlahan.


"Kalau kau menganggap manusia merupakan kaum yang lemah, maka apa jadinya dirimu?"


"Bukankah kau kalah dari seorang manusia saat ini?"


"Bukankah itu berarti bahwa kau lebih lemah dari yang terlemah, Kaibo" ucap Xiao Tian.


Ucapan terakhir yang Xiao Tian katakan terngiang terus di kepala Kaibo, dia mengalami sakit kepala yang amat luar biasa sehingga menggenggam erat kepalanya dengan kedua tangannya. Mencoba menutupi telinga namun suara itu terus muncul di pikirannya.


"Kau lebih lemah dari yang terlemah, Kaibo."


"Hentikan, hentikan suara itu!"


"Aku tidaklah lemah!"


"Huaaaaaaa!" Kaibo berteriak begitu kencang dengan wajah yang terlihat kesal dan frustasi.


Matanya mengeluarkan sinar merah yang terus merambat ke seluruh tubuh, hingga membuat tubuhnya terbungkus sinar merah.


Sinar tersebut begitu menyilaukan sehingga ketika Xiao Tian menoleh ke arah Kaibo, dia tak dapat melihat apapun selain sinar merah tersebut


Tak lama setelah itu, sinar merah tersebut semakin membesar membentuk seekor naga merah raksasa. Setelah sinar merah tersebut menghilang, bentuk sempurna Kaibo pun mulai terlihat. Dia berwujud naga raksasa. Matanya berwarna merah menyala, seluruh sisik di sekujur tubuhnya pun berwarna merah. Hanya cakarnya saja yang berwarna hitam. Setelah wujudnya terlihat, aura hitam berlapis hawa iblis pun muncul menyelimuti tubuh Kaibo.


Ketika mencapai bentuk sempurnanya, Kaibo terlihat begitu berbahaya. Hawa iblis dan tekanan qi yang dia keluarkan melebihi kekuatan seorang Dewa petarung. Hal tersebut membuat Xiao Tian begitu terkejut.


Hal yang pertama Kaibo lakukan saat mencapai wujud sempurnanya adalah meraung dengan begitu keras.


Roarrr


Raungannya terdengar begitu keras, hingga terdengar oleh Su Yan yang saat itu berada di alam pikirannya.


#Alam pikiran Su Yan.

__ADS_1


Su Yan sedang berusaha keras menghajar sisi lainnya, namun dia terus dipukul dengan mudah hanya dengan hembusan angin yang muncul dari kibasan ekor emas sisi lainnya.


"Menyerahlah, kau tak akan bisa mengalahkanku. Biarkan aku menguasai tubuh kita lebih lama." Sisi lain Su Yan berusaha memnbujuk dirinya yang lain.


"Persetan dengan tubuh kita, aku tak akan membiarkanmu menguasai tubuhku seenaknya. Kau mengingkari janjimu untuk melindungi istriku. Kau bahkan tak menceritakan bahwa dia mengandung anakku," ucap Su Yan sambil berusaha berdiri.


"Dia berada di pihak sekte iblis, tak baik untukmu berhubungan dengannya. Lagipula keturunan serigala suci seperti kita tak boleh berhubungan dengan kaum rendahan seperti kaum iblis," balas sisi lain Su Yan.


"Berhenti berbicara soal kaum ataupun ras!"


"Aku tak peduli tentang dari mana asalnya, yang pasti dia mengandung anakku dan aku sangat mencintainya!" bentak su Yan sambil berusaha berdiri.


"Cinta katamu?"


"Dia bahkan tak memiliki sedikitpun rasa suka terhadapmu, dia hanyalah iblis yang mendekati kita karena sedang tak berdaya. Semua itu terbukti saat kekuatannya kembali, dia dengan sadar mengikuti pihak musuh."


"Aku memang tak mengerti cinta, tapi aku bisa melihat rasa benci yang teramat dalam saat dia menatap mata kita," jelas sisi lain Su Yan dengan kesal.


"Jika memang dia memiliki kebencian yang teramat dalam, maka akan kuhilangkan rasa benci itu dengan cara apapun. Akan kubuat dia mencintaiku dan melupakan rasa benci yang telah kau pupuk di dalam hatinya!" Aura hijau menyelimuti tubuh Su Yan. Perlahan luka di dalam tubuhnya mulai pulih, dia pun mulai sanggup berdiri.


"Kau ... , apa yang terjadi dengan tubuhmu?" tanya sisi lain Su Yan.


Belum sempat Su Yan membalas ucapan sisi lainnya, suara raungan Kaibo terdengar dengan begitu keras. Diikuti oleh hawa iblis yang sangat luar biasa hingga bisa membuat Su Yan dan sisi lainnya sedikit terkejut. Mata mereka terbelalak dan fokus mereka pun langsung teralihkan. Aura hijau di tubuh Su Yan pun perlahan menghilang.


"Suara apa itu?" tanya Su Yan.


"Keturunan murni iblis naga yang telah bangkit sempurna. Ini luar biasa, aku harus menyerap seluruh kekuatannya sebagai ganti roh kaisar iblis Sunlong," pikir sisi lain Su Yan sambil mengepalkan kedua tangannya. Dia tersenyum begitu lebar, sehingga membuat Su Yan merasa semakin heran.


"Apa maksud dari senyumanmu itu?"


"Apa kau mengetahui suara apa itu?"


"Suara itu berasal dari keturunan murni iblis naga, kita harus mendapatkan kekuatannya sebagai ganti inti iblis yang telah ku kembalikan kepada istrimu. Dengan menyerap inti iblis naga merah kita pasti bisa melemahkan segel pemisah jiwa sehingga kita bisa menyatu kembali," jelas sisi lain Su Yan.


"Cih, menyatu kembali katamu?"


"Aku tak pernah menginginkan itu, dan tak akan pernah membiarkannya terjadi," balas sisi lain Su Yan.


"Kau ... "


"Apa maksud ucapanmu, apakah kau tak ingin mengingat masa lalumu?" tanya sisi lain Su Yan.


"Aku tak memikirkan masa lalu, aku hanya memikirkan masa depan," balas Su Yan dengan serius.


"Jika kita menyatu, masa depan kita pun akan terjamin," sambung sisi lain Su Yan.


"Masa depan apa yang kau maksud?"


"Dendam yang ingin kau balaskan?" tanya Su Yan.


"Tak hanya itu, jika kita menyatu kekuatan kita akan cepat meningkat dan bisa menjadi makhluk abadi yang tak terkalahkan," balas sisi lain Su Yan.


"Sudah kuduga, dipikiranmu itu hanya ada pembalasan dendam dan cara menjadi kuat. Sayangnya masa depan yang kuinginkan saat ini adalah menyelamatkan istri dan calon anakku!"


"Jika kau terus menghalangiku, maka jangan salahkan aku jika bertindak lebih kejam," ucap Su Yan dengan mata yang mulai menghijau.


Karena sedikit penasaran dengan kekuatan baru yang muncul di hadapannya, sisi lain Su Yan pun mengalah dan membiarkan Su Yan mengambil alih kembali kesadarannya.


"Aku akan membiarkanmu membawa Liang Su, tapi setelah itu kau harus cepat pergi ke pagoda tingkat empat."


"Untuk apa?" tanya Su Yan.

__ADS_1


"Untuk menolong ketuamu yang sedang berhadapan dengan naga raksasa, saat ini mungkin dia sedang mengalami kesulitan," jawab sisi lain Su Yan dengan senyum tipis di wajahnya.


"Cih, aku yakin ketua bisa mengalahkan semua musuh yang beranj menghalanginya. Jadi berhenti mengoceh dan biarkan aku pergi!" bentak Su Yan.


"Baiklah," jawab sisi lain Su Yan.


#Pagoda tingkat lima


Roarrrrr....


Suara raungan Kaibo terdengar hingga ke tempat Dewa Petir di kurung. Setelah mendengar suara raungan berlapis hawa iblis yang begitu kuat, Dewa petirpun terkejut bukan main. Matanya terbuka lebar sembari menggertakkan giginya.


"Meski bagiku kekuatan ini hanyalah sebutir debu, tapi bagi Xiao Tian kekuatan ini bisa menjadi sebuah bencana. Semoga kau baik-baik saja, Xiao Tian."


#Pagoda tingkat empat


Roar ...


Sejak Kaibo mencapai wujud sempurnanya, Sunling yang saat itu duduk santai di atas bahu kanan Xiao Tian tersenyum tipis, dia senang bukan main karena keturunan murni dari bangsanya ternyata masih ada yang bertahan hidup.


"Keturunan murni iblis naga, sudah lama aku tak menemuinya,"


"Kupikir sudah tak ada lagi, keturunan murni yang terhubung langsung denganku," ucap Sunlong di dalam hati dengan senyum di wajahnya.


"Merepotkan, aku tak tahu kalau Kaibo bisa berubah menjadi sebesar ini," ucap Xiao Tian sambil menatap Kaibo yang berubah menjadi naga raksasa.


"Bukan hanya besar, seorang keturunan murni iblis naga memiliki hawa iblis dan kekuatan qi yang tak sanggup dijangkau manusia," sambung Sunlong dengan bangga.


"Kenapa kau malah terlihat senang saat melihat Kaibo menjadi musuh yang merepotkan?" tanya Xiao Tian.


"Tenang saja aku punya cara untuk menundukkannya, karena menundukkan keturunanku adalah kemampuan utamaku."


Sunlong menatap Kaibo dengan tatapan serius lalu berkata,


"Tunduklah padaku wahai keturunanku, aku adalah kaisar iblis Sunlong luluhur para iblis naga sepertimu. Maka berhentilah mengamuk dan ... ," belum sempat Sunlong menyelesaikan kalimatnya, Kaibo menyemburkan api hitam ke arah Sunlong tanpa rasa ragu.


Melihat api hitam disemburkan ke arahnya, Sunlong pun mengumpat ke belakang punggung Xiao Tian lalu berteriak,


"Dasar keturunan tak tahu diri!"


"Beraninya menyerang leluhurmu sendiri tanpa rasa ragu sedikitpun!"


Tak lama setelah itu, Kaibo menyemburkan api hitam ke arah Xiao Tian. Dia pun melompat mundur untuk menghindari api hitam itu.


Kobaran api yang telah Xiao Tian hindari tak kunjung padam meski telah menempel ke lantai pagoda yang terbuat dari kayu berlapis hawa iblis yang tak mudah terbakar.


Karena bosan terus menghindar, dia pun mencoba memadamkan api tersebut dengan teknik pengendalian elemen air.


Namun api tersebut tak kunjung padam, malah semakin membesar dan mulai merambat. "Apa apaan api hitam ini," ucap Xiao Tian dengan terkejut.


#####


Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.


Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.


Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.


Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.


Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁

__ADS_1


__ADS_2