
Sepuluh tahun di dalam dimensi merah telah terlewati, Xiao Tian telah menghabiskan sisa waktunya untuk berkultivasi dan berhasil menerobos ke ranah Dewa pendekar tingkat awal lapisan puncak. Setara dengan kultivasi sang Kaisar Langit.
Meskipun menghabiskan waktu selama sepuluh tahun di dalam dimensi merah, tubuh Xiao Tian tak menua ataupun semakin muda. Dia masih terlihat sama seperti sebelumnya karena tak hanya waktu diluar dimensi itu saja yang berhenti, melainkan waktu untuk pertumbuhan tubuh Xiao Tian pun terhenti.
Setelah memasuki portal merah bertepi putih, Xiao Tian pun kembali ke alam langit. Dan bersamaan debgan itu, waktu di alam nyata pun kembali berjalan. Dia kembali ke tempat dimana Kaisar Langit berada. Ruangan terisolasi yang dipenuhi oleh awan merah yang dapat disentuh.
"Apakah kau berhasil mendapatkan pedangnya?" tanya sang Kaisar Langit.
"Tentu," jawab Xiao Tian.
"Kemampuan kaisar iblis Jian yang dapat memperbanyak sekutu dengan mengendalikan tubuh inangnya sungguh merepotkan. Satu satunya cara bagi kita untuk mengalahkan kemampuan merepotkannya itu adalah dengan menggunakan pedang Draconic Aurora. Pedang yang dapat menghapus darah iblis dengan memotong bagian tubuh dari targetnya," ucap Kaisar Langit dengan serius.
Setelah berbicara Dengan Xiao Tian, Kaisar Langit memandunya untuk keluar dari ruang awan merah dengan menciptakan lubang di salah satu dinding awannya.
Setelah memasuki lubang tersebut, mereka kembali bertemu dengan Dewa petir yang masih dalam keadaan terikat.
"Tolong lepaskan aku, punggungku benar benar gatal saat ini," ucap Dewa petir dengan tampang frustasi.
"Rantai emas hanya dapat menidurkan kesadaran dari darah iblismu, jika aku melepaskannya kau akan menjadi salah satu dari Kaisar iblis Jian,"
__ADS_1
"Bagaimana pun kau adalah seorang Dewa, jika kau dikuasai oleh kesadaran iblis itu akan menjadi sangat merepotkan bagi diriku. Apakah kau mengerti?" ucap Kaisar Langit dengan tampang serius.
"Kalau begitu tolong garuk punggungku," ucap Dewa petir sambil menahan rasa gatal.
"Berhenti bermimpi," ucap Kaisar Langit sambil berjalan berbalik arah. Saat berpapasan dengan Xiao Tian, dia langsung menepuk pundaknya dan berkata, "Cepat singkirkan darah iblisnya,"
Xiao Tian pun melangkah mendekati Dewa petir lalu memunculkan pedang Draconic Auroranya. Karena tak tahu dengan apa yang direncanakan Xiao Tian, Dewa petir mengeluarkan begitu banyak keringat dan berkata, "He ... hey, apa yang ingin kau lakukan muridku?"
"Tolong singkirkan jauh jauh pedang itu,"
"Aku tak tahu pedang macam apa yang sedang kau pegang itu, tapi ... ," belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian semakin mendekatkan pedangnya dan menggesernya ke kanan dan ke kiri menyisiri seluruh bagian tubuh Dewa petir. Saat pedang tersebut dekat dengan rantai emas, Dewa petir berpikir Kalau Xiao Tian akan menebas rantainya.
"Kau bebas untuk memilih, asalkan jangan memotong leher atau sesuatu yang dapat langsung membunuhnya seperti jantung dan bagian vital semacamnya," jawab Kaisar Langit dari kejauhan.
Mendengar ucapan sang kaisar Langit, Dewa petir pun memasang tampang terkejut disertai air mata.
"Aku tahu kalau aku akan menjadi berbahaya jika terlepas, tapi mendengar mereka dengan santainya berdiskusi untuk memotong tubuhku. Aku merasa terhianati," pikir Dewa petir dengan tampang panik.
Karena rantai yang mengikat Dewa petir dalam bentuk menggulung tubuh bagai kepompong, hanya bagian leher keatas dan bagian pergelangan kaki kebawah yang terhindar dari rantai. Demi membebaskan Dewa petir dari ikatan darah iblis, Xiao Tian harus menebas bagian tubuh yang mengalirkan darah. Setelah memperhitungkan berbagai hal, Xiao Tian pun memutuskan untuk menebas telinga Dewa petir.
__ADS_1
Srattt, Dewa petir pun menjerit disaat telinganya terputus.
Darah hitam pun menetes keluar dari dalam tebasan telinganya. DanKetika darah tersebut keluar, Xiao Tian pun berkata, "Murnikan!"
Seketika tubuhnya mengeluarkan asap hitam, dan asap itu pun diserap masuk oleh pedang milik Xiao Tian. Darah hitam yang telah menetes pun mengeluarkan asap yang sama, dan pedang Draconic aurora pun kembali menyerapnya.
Setelah asapnya telah diserap habis, darah Dewa petir pun kembali memerah dan tak memiliki dna iblis lagi. Bersamaan dengan itu, Xiao Tian langsung mengaktifkan simbol roh ayam suci untuk meregenerasikan bagian tubuh yang telah terpotong.
Dan Kaisar Langit pun langsung melenyapkan rantai emas yang mengikat tubuhnya.
Setelah terlepas dari rantai, Dewa petir pun berkata, "Apakah pedangmu itu baru saja melenyapkan dna iblis dari tubuhku?"
"Yah begitulah, tapi resikonya aku harus melukai target terlebih dulu. Makanya aku menebas telingamu," jawab Xiao Tian.
"Aku memang bersyukur karena dapat lolos dari pengaruh darah iblis, tapi lain kali. Kalau mau melukai pasien, setidaknya berilah obat penahan rasa sakit dulu!" sambung Dewa petir dengan tampang kesal.
"Ah, maaf. Aku terlalu bersemangat untuk mencoba pedangnya. Lagipula aku tak memegang pilnya saat ini,"
"Hehe," jawab Xiao Tian.
__ADS_1