Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 283 : Keluar untuk memulihkan luka dalam


__ADS_3

Xiao Tian telah berhasil menciptakan ribuan buku, dan langsung melemparnya ke orang orang yang dia khususkan untuk menerima buku tersebut dengan gerakan secepat kilat.


Kecuali para roh, semua orang mendapatkan buku mereka. Merasa di bedakan, akhirnya para roh iblis pun protes.


"Mohon maaf tuan, kenapa kami tak mendapatkan roh beladiri?" tanya para roh iblis buaya sambil memberi hormat.


"Apakah karena kami dari suku iblis, atau karena kami melakukan kesalahan?"


"Bisakah anda jelaskan pada kami mengapa kami dibedakan?" tanya roh iblis kerbau sambil memberi hormat.


"Jika ini terjadi karena kami sempat mengganggu teman teman anda dengan mengikat mereka, maka tolong ampuni yang lainnya. Cukup aku yang menerima semua kesalahan, karena aku otak dibalik kejadian tersebut," ucap medusa sambil memberi hormat.


"Hukum kami juga, jika tuan ingin menghukum ratu medusa," ucap para roh iblis ular sambil memberi hormat.


"Jadi kau seorang ratu ya, pantas kau berbeda dengan roh roh iblis yang lainnya," ucap Xiao Tian sambil berjalan mendekati medusa.


Semua roh iblis menundukkan kepala secara bersamaan karena takut Xiao Tian menghancurkan roh mereka.


Tap tap tap


Suara langkah kaki Xiao Tian membuat semua roh iblis semakin gemetar ketakutan. Mereka tahu bahwa mereka tak pantas untuk protes, atau meminta sesuatu darinya. Namun tetap saja tak bisa menahan rasa ingin tahu mengapa hanya mereka yang tak diberi buku metode kultivasi dan teknik beladiri.


"Kalian tak perlu takut padaku, aku tak akan menghapus eksistensi kalian dari alam semesta ini. Sebenarnya akupun ingin memberi kalian metode metode latihan ini, tapi sayangnya sekua metodeku hanya cocok dilakukan oleh makhluk yang memiliki raga."


"Jika roh iblis seperti kalian mempraktekkan metode latihanku, maka kultivasi kalian mungkin akan mengalami penurunan. Atau hal terburuknya roh kalian akan mengalami kehancuran. Jadi jika aku pergi nanti, jangan pernah mencoba untuk mencuri atau mempraktekkan buku metode kultivasi serta teknik beladiri yang diterima orang lain."


"Mengerti?" tanya Xiao Tian sambil menatap para siluman.


"Kami mengerti tuan, tapi jika kami tak berlatih bagaimana cara kami bertambah lebih kuat?" tanya para roh iblis.


"Bujuklah Dian Zheng agar mau melatih kalian lagi, hanya dia yang bisa melatih para roh," jawab Xiao Tian dengan tatapan serius.


"Begitu ya, terimakasih atas petunjuknya tuan," jawab para roh iblis sambil memberi hormat.

__ADS_1


Ketika para roh iblis baru bernapas lega, putri Jia Li langsung menyela pembicaraan dengan berkata,


"Kau akan pergi kemana, Yan Yan?"


"Aku harus ke alam nyata untuk menyelesaikan beberapa urusan," jawab Xiao Tian sambil menoleh ke arah putri Jia Li.


"Apa Jingmi boleh ikut?" tanya Jingmi sambil menatap Xiao Tian. Saat itu posisi Jingmi berada tepat di samping kanan putri Jia Li. Dia sedang memeluk naga hitam versi mini yang terlihat manja saat berada di pelukannya.


"Jingmi disini saja ya, urusan ayah sangatlah penting dan berbahaya. Fokuslah berlatih hingga menjadi sekuat ayah, jika Jingmi sudah menjadi pendekar yang cukup kuat. Ayah pasti akan membawamu keluar dari sini lagi," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Aku boleh ikut?" tanya Sunlong sambil menatap Xiao Tian.


"Lebih baik kau berlatih dengan roh iblis yang lain," sambung Xiao Tian sambil menatap Sunlong.


"Metode latihan Dian Zheng tak cocok dengan roh kaisar iblis sepertiku, bawa saja aku keluar dari sini. Tempat ini terlalu ramai untukku," jawab Sunlong dengan tampang serius.


"Kaisar iblis apanya, kau bahkan lebih lemah dari seekor bayi beast tingkat rendah. Berhenti bercanda, kau tetap disini dan berlatihlah dengan roh iblis yang lain," sambung putri Jia Li sambil memasang tampang tak percaya.


"Sialan, aku dibandingkan dengan bayi beast tingkat rendah. Seburuk itukah aku?" pikir Sunlong sambil menghela napas.


"Aku mengerti," ucap Sunlong sambil tersenyum tipis.


"Kenapa dia boleh ikut, sedangkan Jingmi tidak?" tanya Jingmi dengan cemberut.


"Apakah Jingmi bisa memasukkan tubuh Jingmi ke dalam cincin ruang?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Tidak ..., tapi ... ," jawab Jingmi sambil menundukkan kepala.


"Tak ada kata tapi, tunggulah disini dan berlatihlah serajin mungkin. Jadilah gadis baik yang bisa ayah banggakan, oke," ucap Xiao Tian sambil mengelus kepala Jingmi.


"Baiklah, Jingmi berjanji akan berlatih dengan giat. Tapi jangan lama lama ya, perginya," sambung Jingmi sambil menatal Xiao Tian.


"Doakan saja semuanya lancar," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Jaga dirimu baik baik, Lily," ucap Xiao Tian sambil menatap putti Jia Li.


"Kau juga, jaga dirimu di luar sana. Yan Yan," ucap putri Jia Li sambil mentap Xiao Tian.


Sunlong melompat ke atas pundak Xiao Tian setelah putri Jia Li melonggarkan pelukannya, Huang Li dan yang lainnya mengucapkan kalimat perpisahan serta ucapan terimakasih kepada Xiao Tian atas buku yang telah mereka terima.


Setelah berpamitan dengan semua orang, Xiao Tian pun beranjak pergi keluar portal sambil ditemani oleh Dewa petir dan Sunlong.


####


"Jangan lupakan janjimu untuk membiarkanku mengamuk nanti," ucap sisi gelap Xiao Tian melalui telepati.


"Tenanglah, aku tak akan mengingkari janjiku. Akan kubiarkan kau mengamuk sesuka hati nanti. Sebelum itu, biarkan aku memulihkan tenaga serta menyingkirkan luka dalamku dulu," jawab Xiao Tian melalui telepati.


"Baiklah, tapi jangan lama lama. Sudah terlalu lama aku berdiam diri di dalam alam pikiranmu. Aku ingin merasakan kembali sensasi mengamuk dan membunuh orang orang dan menyerap semua pikiran negatif mereka," ucap sisi gelap Xiao Tian melalui telepati.


"Ngomong-ngomong aku ingin berterimakasih karena mau meminjamkan kekuatan jiwamu untuk menuliskan buku buku itu," ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Jangan salah sangka, aku melakukannya hanya untuk diriku sendiri," ucap sisi gelap Xiao Tian melalui telepati.


####


Dimensi es


Xiao Tian keluar dari dalam portal ruang hampa. Para manula serta orang orang yang tak bisa atau tak ingin berlatih beladiri, langsung menyambut kedatangan Xiao Tian saat dia baru keluar dari dalam portal.


"Salam putra mahkota, apakah latihanmu telah selesai?" tanya para penduduk.


"Tidak, aku masih belum menyelesaikannya."


"Aku pergi karena masih ada urusan, dan urusanku bukan di dimensi ini."


"Oh, iya. Apakah terjadi sesuatu saat aku tak ada?" tanya Xiao Tian sambil menatap lawan bicaranya.

__ADS_1


"Semuanya aman terkendali, Putra mahkota," ucap para penduduk yang tak bisa berlatih beladiri sambil memberi hormat.


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu," ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan gulungan teleportasi.


__ADS_2